
Tidak terasa sudah tiga hari Arya dan Dira menikmati liburan mereka, Sebenarnya Arya masih enggan mengakhiri liburan mereka tapi ada urusan penting yang harus segera ia selesaikan. Dani tiba-tiba menghubunginya kemarin dan menanyakan kapan mereka pulang, Dani juga mengatakan kalau ia dan Bimo sudah mengetahui siapa pelaku yang menabrak kedua mertuanya.
Arya mendekati Dira yang kini sedang menikmati indahnya pemandangan dari jendela kamar mereka. Arya memeluk istrinya dari belakang meletakkan dagunya di pundak Dira tak lupa ia mencium pipi Dira.
"Asyik bangat sih menikmati pemandangannya, ayo kita berangkat kakak sudah memasukkan barang-barang kita ke mobil." Ucap Arya.
"Dira tinggal saja ya kak, Dira suka sekali di sini. Kakak saja yang pulang Dira tidak apa-apa sendiri disini." Bujuk Dira.
"Tidak sayang. Kakak tidak akan meninggalkan kamu di sini sendirian. Jangan buat kakak khawatir, kakak janji jika urusan kakak sudah selesai kita akan pergi liburan lagi." Tolak Arya tegas.
__ADS_1
Dengan wajah cemberut Dira akhirnya melepaskan pelukan Arya, wanita itu berjalan menuju ranjang untuk mengambil tasnya. Kemudian keluar dari kamar tersebut. Arya tersenyum dan mengikuti sang istri. Dengan cepat Arya membuka pintu mobilnya, tak lupa ia menyuruh Dira agar hati-hati saat menaiki mobil.
*****
Dani sedikit terkejut melihat Tari yang sedang berdiri di depan di depan pintu apartemen Arya. Dani memang mempunyai satu unit apartemen tepat di depan unit apartemen Arya. Walau Dani masih tinggal dengan orang tuanya tapi sesekali Dani akan menginap di sana apalagi saat ia sedang ingin menghabiskan malam dengan wanita-wanitanya.
"Sampai kamu ubanan juga tidak akan ada yang membukakan pintu untukmu." Ucap Dani membuat Tari terkejut.
"Tidak usah ikut campur, urus saja urusanmu sendiri." Jawab Tari dengan ketus.
__ADS_1
"Dasar wanita murahan, menjijikkan sekali." Pancing Dani sehingga Tari terpancing emosi.
"Jangan merasa jadi manusia yang paling benar, bukankah kamu juga laki-laki gak benar suka gonta ganti pasangan." Cibir Tari.
"Aku memang brengsek tapi kamu jauh lebih brengsek. Kamu pikir saya tidak tahu apa alasanmu meninggalkan Arya dulu. Sepertinya akan sangat seru jika Arya mengetahui siapa kamu sebenarnya. Wanita yang rela meninggalkannya demi bersama laki-laki lain yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri. Sialnya kamu di campakkan oleh Bimo dan kembali merecoki hubungan Arya dan Dira dengan menjelek-jelekkan Dira dan keluarganya. Dasar wanita hina, murahan." Tutur Dani tersenyum mengejek.
"Katakan saja aku tidak takut, Arya sahabat bodohmu itu tidak akan percaya pada kalian karena ia sangat mencintaiku. Sayangnya Arya tidak sepintar kamu Dani, si bodoh itu dengan mudahnya percaya jika mertuanya mengancamku untuk meninggalkannya. Padahal aku tidak mengenal siapa orang tua Dira bertemu saja tidak pernah hahahaha. Kamu memang benar Dani aku meninggalkan Arya karena aku lebih mencintai Bimo dari pada Arya, tapi sayangnya lelaki sialan itu lebih memilih istrinya. Setidaknya dengan kembali bersama Arya hidupku akan terjamin dengan harta yang ia punya, bisa hidup nyaman serta di hormati sebagai nyonya Nugroho sepertinya tidak buruk." Ucap Tari dengan percaya diri.
"Kita lihat saja nanti, apakah kamu akan hidup di hormati sebagai nyonya Nugroho atau hidup hina sebagai narapidana." Ucap Dani kemudian meninggalkan Tari.
__ADS_1