Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Tari dan Penyesalannya


__ADS_3

Tak ada yang bisa di perbuat oleh Tari, kini ia terkurung di dalam penjara mempertanggung jawabkan perbuatannya di masa lalu. Setidaknya dengan begitu rasa bersalah Tari pada Dira sedikit berkurang sehingga di kemudian hari ini bisa menjalani hidupnya tanpa di hantui rasa bersalah.


Siapa sangka wanita seperti Tari akhirnya terbuka pintu hatinya setelah merenungi semua kesalahan yang ia lakukan, berada di dalam penjara membuat ia sadar jika selama ini dirinya sudah terlalu jahat dan jauh dari jalan yang benar. Bahkan Tari sangat menyesal karena sudah membuat hidup seorang wanita hancur. Wanita yang tidak pernah mengusiknya atau berbuat salah kepadanya, Tari bahkan membuat wanita itu kehilangan kedua orang tuanya dan hampir saja ia juga merebut suami wanita tersebut.


Tari kini sudah berubah menjadi wanita yang selalu mendekatkan diri pada sang pencipta, selama di dalam penjara ia selalu rajin menjalankan sholat lima waktu, walau kadang tangis penyesalan dan rasa bersalah kerap menghantui dirinya. Ingin rasanya ia meminta maaf langsung kepada Dira agar ia bisa menjalani hidupnya dengan tenang.


Tari bahkan sangat menunggu momen putusan persidangan kemarin, wanita itu sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Dira karena Tari sangat yakin jika Dira akan hadir di persidangan tersebut. Tari akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta maaf kepada Dira tetapi harapan tinggal harapan, orang yang ia tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya sampai persidangan usai.


Membuat Tari harus menelan kekecewaan atas ketidak hadiran Dira. Hanya pengacara keluarga Arya yang menghadiri sidang putusannya membuat Tari memberanikan diri untuk bertanya pada pengacara keluarga Arya selepas sidang usai.

__ADS_1


"Izinkan saya berbicara sebentar dengan pengacara keluarga korban sebentar." Pinta Tari pada petugas yang ingin membawanya kembali ke dalam tahanan.


"Silahkan, saya beri waktu lima menit." Ucap petugas tersebut.


Tanpa menyia-nyiakan waktu, Tari langsung menghampiri pengacara tersebut dan menanyakan ketidak hadiran Dira.


"Kenapa anda menanyakan hal ini, tanpa kehadiran mereka sidang tetap bisa di laksanakan. Lagi pula sudah ada saya yang mengurus kasus ini. Apa anda ingin kembali menggoda suami ibu Dira ?" Sindir pengacara keluarga Arya.


"Bukan seperti itu, saya hanya ingin meminta maaf pada ibu Dira karena saya sudah banyak salah padanya. Tidak ada maksud lain, saya tahu saya adalah wanita yang berlumur dosa, tapi sekarang saya ingin bertaubat dan memperbaiki diri. Saya ingin meminta maaf kepada Dira agar saya bisa menjalani hari-hari saya tanpa di bayang-bayangi dengan dosa yang saya perbuat di masa lalu." Tutur Tari dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipi polos tanpa make up tebal seperti biasanya

__ADS_1


Sejujurnya tuduhan yang di berikan sang pengacara sangat menyakitkan bagi Tari, semua orang menganggapnya sebagai perempuan hina. Tapi apa boleh buat ini adalah hasil dari perbuatannya, bukan salah mereka yang menilai buruk Tari mungkin ini adalah salah satu hukuman yang harus ia tanggung, semua orang mencap dirinya perempuan penggoda suami orang.


Pengacara keluarga Arya merasa iba karena jelas terlihat penyesalan dalam diri Tari sehingga ia memberitahukan kenapa Dira dan Arya tidak menghadiri sidang tersebut.


"Ibu Dira koma, sedangkan pak Arya tidak mau meninggalkan istrinya demi menyaksikan persidangan ini dan memilih menjaga ibu Dira."


"Koma, bagaimana bisa?" Tanya Tari tidak percaya.


Akhirnya si Tari dapat hidayah setelah di kurung ya teman-teman, jangan di ulangi lagi Tari. Perbaiki dirimu siapa tahu setelah keluar dari penjara kamu dapat pasangan yang menerima kamu apa adanya, semua orang pasti pernah berbuat salah. Jalani hukumanmu dengan hati yang ikhlas semoga tuhan mengampuni semua dosa mu.

__ADS_1


__ADS_2