
Arya memutuskan pergi ke kantor tanpa mencari Dira. Arya berpikir jika Dira mungkin sedang menginap di rumah almarhum mertuanya, kebetulan hari ini dia sangat sibuk dengan pekerjaan ditambah kekasihnya yang selalu meminta untuk di temani kemanapun.
"Sudahlah palingan juga dia sedang menginap di rumah orangtuanya. Bukannya itu lebih bagus sekalian gak usah balik." Ucap Arya.
Sedangkan di ruang rawat Dira seorang Dokter muda sedang memeriksa keadaannya, setelah selesai memeriksa Dira Dokter itu sengaja mengajak Dira untuk bicara berdua setelah menyuruh perawat yang ikut menemani sang Dokter itu keluar agar Dira lebih nyaman untuk berbicara.
"Apa alasanmu mempertahankan janin ini, kakak sudah kasih tahu kalau ini sangat berbahaya Dira. Nyawa kamu yang jadi taruhannya." Ucap Dani.
__ADS_1
"Mana mungkin aku tega membunuh darah dagingku sendiri kak. Aku yakin bisa melewati semua ini. Tolong bantu aku kak, aku ingin merawat anakku nanti. Tolong beri aku obat agar bisa bertahan." Ucap Dira penuh harap.
"Aku pasti akan membantumu, tapi kamu harus janji untuk bertahan untuk anakmu. Jangan menyerah karena kakak tidak ingin anak itu di asuh oleh laki-laki brengsek itu." Ucap Dani penuh emosi.
Mendengar ucapan Dani membuat Dira mengernyitkan keningnya, wanita sedikit bingung dengan perkataan sepupu dari suaminya itu. Melihat ekspresi wajah wanita yang ada di hadapannya membuat Dani segera mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Tidak usah menutupi apapun dari kakak, jangan berpura-pura baik padahal kamu sedang hancur. Kakak sudah tahu semuanya, wanita murahan itu datang dan merusak rumah tanggamu. Kakak juga tahu suami bodohmu itu sudah di perdaya oleh wanita licik itu. Kakak ingin kamu kuat dan bangkit, berjuanglah demi anakmu." Ucap Dani memberi semangat.
__ADS_1
"Sudah jangan nangis lagi, kamu tidak boleh stress dan banyak pikiran. Itu tidak baik untuk kandunganmu. Kakak janji akan memberikan yang terbaik untuk pengobatan kamu. kamu tidak usah pikirkan Arya, fokuslah pada kesehatan dan kandungan kamu." Ucap Dani.
Dani keluar dari ruangan Dira setelah memastikan wanita itu beristirahat. Dani menghela napasnya dengan kasar sembari melanjutkan langkah kakinya menjauh dari ruangan istri sepupunya itu. Rasanya tidak tega melihat wanita baik seperti Dira harus berjuang seorang diri dengan penyakitnya. seharusnya dukungan keluarga dan orang-orang yang di sayangi sangat penting untuk menguatkan mental Dira. Ingin sekali Dani memberitahu keadaan Dira pada kedua orang tua Arya tapi Dira tidak mengizinkannya.
Dira hanya di temani kedua sahabatnya tetapi karena pekerjaan Rio dan Lisa terpaksa meninggalkan Dira seperti sekarang ini. Keduanya akan datang sepulang kerja untuk menjaga Dira. Beruntung Dira mempunyai sahabat seperti mereka yang tidak meninggalkan Dira saat dalam keadaan terpuruk sekalipun.
Sesampai di ruangannya Dani duduk mengistirahatkan tubuhnya, otaknya berpikir bagaimana caranya untuk membuka mata dan hati sepupunya kalau Tari adalah wanita licik dengan sejuta kebusukannya. Dani sudah mengetahui permasalahan rumah tangga Dira dan Arya setelah memaksa Dira untuk bercerita.
__ADS_1
"Aku berjanji akan membongkar kebusukan kamu Tari. Untuk kamu Arya, semoga kamu segera tahu kebenarannya. Aku takut saat kamu tahu semuanya sudah terlambat dan hanya penyesalan yang kamu dapatkan."
Maaf beberapa hari ini tidak Up. Anak author sakit jadi gak sempat up. Alhamdulillah sekarang sudah mulai baikan jadi author sudah mulai up walau belum bisa banyak-banyak.