
Dani memarkirkan mobilnya di depan rumah Bimo sahabatnya, setelah pekerjaan selesai Dani langsung mendatangi rumah sahabatnya itu karena Bimo mengundangnya untuk makan malam bersama sekaligus untuk membicarakan bagaimana
caranya membuka kebusukan Tari sehingga Arya tahu siapa wanita itu sebenarnya.
Setelah turun dari mobil, Dani di sambut oleh Bimo yang sudah menunggu kedatangannya, keduanya masuk dan langsung menuju meja makan. Terlihat hidangan makan malam sudah mulai tersusun rapi di siapkan oleh mama Bimo dan juga Bunga istri Bimo sedangkan papa Bimo sudah duduk dengan senyumannya menyambut kedatangan Dokter yang merawatnya sekaligus sahabat putranya.
"Selamat malam Om, Tante, Bunga. Maaf sedikit terlambat karena tadi saya terjebak macet." Ucap Dani menyapa keluarga Bimo.
"Tidak apa-apa nak Dani, mari silahkan duduk." Mama Bimo mempersilahkan Dani untuk segera duduk.
"Iya Tante." Ucap Dani.
"Gimana Om perkembangannya, apa sudah lebih baik?" Tanya Dani kepada papa Bimo.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah nak Dani, terima kasih karena sudah melakukan yang terbaik untuk om." Jawab papa Bimo.
"Sudah tugas saya sebagai Dokter Om, kedepannya om harus jaga makanannya sebaiknya sekarang melakukan gaya hidup sehat dengan makan-makan sehat, olah raga ringan, istirahat juga harus cukup dan jangan terlalu banyak pikiran. Bukannya sekarang Bimo sudah kembali memegang perusahan, jadi sekarang om tidak usah khawatir lagi karena Bimo adalah pebisnis yang handal. Sudah waktunya Om menikmati masa tua apalagi sebentar lagi om dan Tante akan punya cucu." Tutur Dani.
"Iya nak Bimo, Om kamu semakin semangat untuk sehat karena sudah tidak sabar untuk melihat cucunya dan bermain bersama. makanya om kamu mematuhi semua yang kamu katakan agar dia bisa sembuh. Oh iya, seperti sudah lama kalian tidak berkumpul bersama seperti ini, kenapa Arya tidak ikut makan malam. Tante selalu rindu saat kalian bertiga main disini." Ucap mama Bimo mengingat kebersamaan anak dan para sahabatnya.
"Arya tidak bisa hadir Tante, karena istrinya sedang di rawat di rumah sakit. Mungkin lain kali Tante Arya dan istrinya ikut main ke sini."
Bunga yang sedari tadi diam saja kini bersuara saat mendengar Dira yang sedang di rawat di rumah sakit padahal baru kemarin mereka bertemu dan Dira terlihat sehat.
"Dira sedang tidak baik, kondisinya semakin parah apalagi kehamilan Dira membuat kondisi jantungnya semakin memburuk." Ucap Dani.
Akhirnya Dani memberitahu keadaan Dira sebenarnya, Dani berpikir lebih baik Bimo dan Bunga tahu hal itu. Dani berharap dengan dukungan dari orang-orang terdekat mampu membuat Dira semakin semangat untuk berjuang.
__ADS_1
"Jantung?" Ucap Bunga terkejut.
"Dira memang menderita penyakit jantung bawaan sejak lahir, kami tim Dokter sudah menyarankan agar Dira tidak melanjutkan kehamilannya karena sangat beresiko tetapi Dira tetap pada pendiriannya walau ia tahu nyawanya sebagai taruhannya."
Setelah itu mereka melanjutkan acara makan malam mereka, Bimo sengaja mengalihkan pembicaraan mengenai Dira karena tidak ingin orang tuanya tahu keadaan rumah tangga sahabatnya itu dan setelah makan malam selesai kedua orang tua Bimo sudah memasuki kamar sedangkan Bimo dan Dani kini sedang ada di ruang tamu memulai pembicaraan mereka.
"Ini kopinya silahkan di minum Dan." Ucap Bunga meletakan kopi yang ia bawa untuk Bimo dan Dani.
"Terima kasih Bunga" Ucap Dani.
"Aku hanya ingin kamu melihat ini." Ucap Bimo memutar sebuah video yang ada di laptopnya.
Dani membulatkan matanya saat melihat isi video tabrakan mobil itu terlebih ia sedikit familiar dengan mobil yang di tabrak.
__ADS_1
"Kehancuran Tari sudah di mulai nih, nantikan kelanjutannya saat Arya tahu kebusukan Tari."