Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Hancur


__ADS_3

Dira bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, hari ini adalah jadwalnya untuk kontrol. Setelah itu ia akan makan siang bersama dengan Bunga istri dari sahabat suaminya. Setidaknya bertemu dengan Bunga bisa sedikit mengurangi beban pikirannya yang terus memikirkan nasib rumah tangganya. Terlalu banyak pikiran tidak baik untuk kehamilan dan kesehatan jantungnya.


Dira hanya menghela napasnya dengan kasar saat mendengar suara sang suami yang sedang berbicara dengan kekasih melalui sambungan telepon. Rasanya sangat sakit mendengar kata-kata mesra yang keluar dari mulut suaminya itu untuk wanita lain.


Dira kembali menguatkan hatinya, sekarang ia harus bisa menyingkirkan rasa sakit itu, tidak ada untungnya memikirkan orang seperti suaminya. Sekarang perioritas utama Dira adalah janin yang ada di kandungannya. Dira harus bertahan demi buah hatinya agar bisa melewati semuanya dengan salah satu cara yaitu menghindari stress.


Dira kembali melangkahkan kakinya tanpa peduli dengan Arya yang duduk di meja makan. Arya yang baru saja mematikan sambungan telepon dari kekasihnya segera menegur Dira yang tidak menyapanya pagi ini.

__ADS_1


"Mau kemana kamu? Mana sarapanku, kenapa tidak ada makanan sama sekali. Istri macam apa kamu?" Tegur Arya pada Dira.


"Saya mau pergi kemana itu bukan urusan anda, lagi pula apa peduli anda kepada wanita licik sepertiku. Bukannya ini yang anda inginkan. Jika anda ingin sarapan maka suruh wanita pujaan hati anda membuatkannya untuk anda. Jangan terlalu menuntut saya menjadi istri yang sempurna sementara anda sendiri tidak mampu menjadi suami yang baik. Sekarang saya sudah tidak peduli dengan semua sikap anda. Urus saja kekasih hatimu itu, jangan urus hidup saya." Ucap Dira dengan tenang.


Setelah mengucapkan kata-kata yang cukup menohok itu, Dira kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Arya yang bungkam dengan ucapan Dira barusan. Arya tidak menyangka Dira istrinya akan berkata demikian. Ada rasa kesal saat Dira sudah tidak lagi peduli dan perhatian padanya. Arya sendiri tidak tahu ada apa dengan hatinya, bukannya dengan begini akan lebih baik untuknya. Jika Dira sudah tidak mau mengurusnya dan bertingkah semaunya, itu artinya ia bisa menjadikan ini untuk alasan untuk lepas dari sang istri. Tapi entah kenapa hati kecil Arya tidak rela jika berpisah dengan Dira.


Dani dan Dokter kandungan yang menangani Dira mengatakan kabar yang membuat hatinya hancur. Lagi-lagi kedua Dokter itu menyarankan sebaiknya Dira merelakan janinnya karena penyakit jantung dira semakin parah, jika ia tetap nekad melanjutkan kehamilannya maka kemungkinan besar saat melahirkan nanti sangat kecil kemungkinan ia bisa bertahan.

__ADS_1


Air mata Dira kembali jatuh saat memikirkan langkah apa yang harus ia ambil, rasanya ia tidak sanggup untuk membunuh darah dagingnya sendiri.


Dira yang larut dalam kesedihannya tidak menyadari kedatangan Bunga yang terkejut mendapati Dira sedang menangis dalam diam, membuat wanita hamil itu terkejut dan khawatir.


"Dira kamu kenapa? Apa yang membuatmu menangis?" Tanya Bunga.


Yang tanya di komentar kenapa gak up, bukannya sudah janji up. Maafkan author karena author sedang sakit. Mungkin kecapean karena beberapa hari ini begadang ngurusin anakku yang sakit. Setelah anaknya baikan, malah emaknya yang tepar. Doain author agar sehat dan anak bayi author gak rewel biar bisa up banyak. Maklumilah kehidupan nyata dunia per emak-emakan.

__ADS_1


__ADS_2