Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bunga Melahirkan


__ADS_3

"Kenapa cepat sekali kembali ke kamar, bukannya kak Bimo dan kak Dani sedang berkunjung. Jangan bilang kalau kakak mengusir mereka?" Tanya Dira penasaran.


"Kok ngomongnya gitu sih, emang kakak sejahat itu. Mereka sudah pulang sayang, si casanova Dani ingin berkunjung ke rumah pasiennya. Katanya sih mau pdkt sayang, kayaknya si Dani jatuh cinta benaran sama tu cewek. Gak biasanya si Dani segencar itu mendekati perempuan sampai berkunjung segala, biasanya nyari cewek ya di club dan tinggal tunjuk siapa wanita yang akan ia ajak kencan." Tutur Arya.


"Ya bagus dong kak, biar kak Dani bisa berubah dan semoga saja perempuan yang kak Dani dekati kali ini adalah perempuan baik-baik dan semoga saja mereka berjodoh. Dira yakin kalau selama ini kak Dani belum bertemu dengan perempuan yang mampu membuat hatinya nyaman makanya suka gonta-ganti pasangan. Kalau sudah ketemu pasti tobat dan setia sama pasangannya. Terus kak Bimo juga ikutan pulang, bukannya mereka baru sampai ya kak?" Tanya Dira kembali.


"Kalau Bimo pulang karena mendapat kabar Bunga akan melahirkan, makanya tu anak buru-buru pulang." Jawab Arya santai.


"Apa Bunga melahirkan?" Dira terkejut dan langsung duduk membuat selimut yang menutupi tubuh polosnya melorot.

__ADS_1


"Apa kamu sedang menggodaku sayang?" Goda Arya, pemandangan indah di depan matanya mampu membuat sesuatu di bawah sana kembali menegang.


"Apaan sih kak, jangan mulai deh." Dira menarik kembali selimut tersebut saat menyadari jika Arya kini menatapnya dengan tatapan mesum.


Tak ingin suaminya kembali menerkam dirinya, Dira memilih mandi dan meninggalkan Arya yang mengomel karena keinginannya tidak di gubris sang istri.


"Besok lagi kak, jangan keseringan. Ingat apa kata Dokter kalau tidak si kembar bisa lahir lebih awal."Ucap Dira membuat Arya yang tadinya tidak mau diam akhirnya tutup mulut.


Setelah di ingatkan tentu saja laki-laki itu akan patuh, karena itu demi kesehatan dan keselamatan istri dan anak-anaknya. Arya tidak akan bertingkah bodoh hanya untuk menuruti hawa nafsunya yang bisa berakibat patal dan bisa saja ia akan kehilangan ketiganya.

__ADS_1


*****


Sedangkan di rumah sakit Bunga sedang meringis kesakitan di temani oleh mama mertuanya. Bimo belum juga sampai membuat Bunga kesal dengan suaminya itu.


"Ma, mas Bimo belum datang ma. Kenapa lama sekali ma, Awas saja jika sampai anak ini lahir batang hidungnya belum nongol juga. Bunga gak bakal maafin mas Bimo ma." Tangis Bunga menahan sakitnya saat gelombang cinta itu kembali datang.


"Kamu sabar ya sayang, mama sudah kabari Bimo kok. Pasti suamimu sedang di jalan sekarang. Kamu harus tenang, jangan panik nanti tenaga mu habis. Mama akan menemani kamu sampai Bimo datang." Ucap Mama Bimo menenangkan menantunya yang panik, ketakutan dan menahan rasa sakit yang semakin menjadi.


Sejujurnya mama Bimo juga kesal dengan putranya itu, bisa-bisanya ia meninggalkan Bunga untuk nongkrong bersama sahabatnya. Padahal istrinya sedang hamil tua, bukannya siaga malah kelayapan. sebagai perempuan ia pasti tahu apa yang sekarang di rasakan menantunya itu. Disaat seperti ini kehadiran dan dukukangan suami sangat penting untuk wanita yang akan berjuang bertarung nyawa untuk melahirkan si buah hati.

__ADS_1


__ADS_2