Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Hancur dan Terpuruk


__ADS_3

"Selamat ya pak buk, kedua cucunya lahir dengan selamat. Hanya perlu perawatan khusus untuk sementara karena lahir prematur. Bayi kembarnya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan." Ucap salah satu dari perawat itu.


"Terima kasih sus, Ya tuhan mereka kecil sekali, sehat-sehat ya sayang. Doain mama biar bisa berjuang dan kumpul sama kita lagi. Suster yang lahir pertama yang mana ?" Tanya Davina penasaran.


"Yang laki-laki Bu, berat badan si kembar memang rendah Bu karena lahir prematur makanya perlu perawatan khusus tapi selebihnya kondisi mereka sehat. Hanya perlu di rawat di NICU sementara waktu dulu, jika semua sudah normal baru boleh di bawa pulang." Tutur seorang perawat.


"Bagaimana kondisi menantu saya sus?" Tanya Hendra yang tak melupakan kondisi menantu kesayangannya itu.


"Pasien masih di tangani Dokter, semoga saja sebentar lagi kita mendengar kabar baik. Bapak dan ibu bantu doa saja. Ayah bayinya mananya?" Tanya perawat tersebut.


"Itu sus, ada perlu apa?" Tanya Davina.


"Kami hanya ingin ayah bayi ikut kami ke ruang NICU sebentar untuk mengazankan si kembar. Mari pak ikut kami." Ajak Perawat pada Arya.

__ADS_1


Arya menggelengkan kepalanya, rasanya kakinya sangat berat untuk meninggalkan tempat tersebut. Arya tidak mau meninggalkan tempat itu karena khawatir dengan kondisi Dira. Respon Arya membuat semua orang heran.


"Nak pergilah, kedua anakmu membutuhkanmu. Azankan mereka nak." Perintah Hendra.


"Aku gak mau pergi dari sini pa, aku gak mau ninggalin istriku. Arya minta papa saja yang mengazankan mereka. Biarkan arya disini pa." Mohon Arya dengan air mata yang berlinang.


Melihat kondisi anaknya, Hendra mengabulkan permintaan Arya. Ia dan kedua perawat pergi meninggalkan Arya dan istrinya, Hendra menggantikan putranya untuk mengazankan si kembar.


Melihat Dani keluar dari ruang operasi membuat Arya langsung mendekati Dani dan memberondongnya dengan pertanyaan tentang kondisi Dira.


"Bagaimana kondisi istriku, dia tidak apa-apa kan? Dira selamat kan Dan, Dira baik-baik saja kan katakan Dani." Cecar Arya tidak sabar.


"Maaf Ar, kamu harus sabar kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi kondisi Dira memang sudah parah. Kamu harus kuat Ar Dira...." Ucap Dani gantung karena Arya sudah histeris tak kuat mendengar perkataan Arya.

__ADS_1


"Tidak.... istriku baik-baik saja, jaga ucapan kamu Dani. Dira ku pasti kuat, Dira tidak akan meninggalkan aku dan anak-anak kami. Awas kamu aku mau masuk, Dira pasti sudah menunggu ku." Arya sudah seperti orang gila, menangis meraung bahkan berteriak tidak terima dengan apa yang di katakan Dani.


Dani dan Davina sempat kewalahan untuk menghentikan aksi Arya yang ingin menerobos ke ruang operasi. Untunglah Hendra datang tepat waktu dan membantu Dani dan Davina menahan Arya yang sudah kehilangan akal sehatnya, Hendra tidak menyangka jika putranya sehancur dan seterpuruk itu.


"Astaghfirullah Arya, apa yang kamu lakukan? Sadar nak, jangan bersikap seperti ini." Tegur Hendra yang miris melihat putranya.


"Dira pa, istriku...." Tiba-tiba Arya merasa pusing dan sekita pandangannya kabur, Arya pingsan.


Dani dan Hendra membawa Arya ke ruang rawat untuk di periksa.


Author jangan di serang dulu, kak kok Dira meninggal sih gak asyik pemeran utamanya meninggal. Tenang tenang, hadirin di harap tenang. Author tidak sejahat itu sama Dira. Apalagi ini hanya kisah halu semata, cukup di dunia nyata kita menanggung beban berat kalau di dunia halu kita bisa merubah takdir hehehe.


Tenang saja ceritanya happy ending kok.

__ADS_1


__ADS_2