
Flash back on.
Bandung
Hari ini tepat 17 tahun seorang gadis menapakkan diri ke dunia ini, gadis itu bernama Nafisah Humaira.
Gadis yang berasal dari keluarga berada, bapaknya adalah seorang direktur utama di perusahaan baja.
Di hari ini ia sedang merasakan hari jadi yang ke 17 tahun betapa senangnya dia, dia tak pernah melewatkan sedikit pun hari jadinya.
" Hai. " Sapa pria itu
Pria yang menyukai gadis itu, dia bernama Erlangga Bagaskara. Di menyukai Nafisah beribu cara telah dia lakukan agar Nafisah takluk kepadanya namun sayangnya Nafisah selalu menolaknya.
Singkat cerita
ibunda dari gadis itu meninggal dunia karena kecelakaan yang mereka alami.
Disaat bersamaan juga abi nya juga sakit jadi mau tidak mau aset yang pernah abi nya punya harus terjual satu persatu agar Nafisah bisa mengobati abi nya.
Untung saja Nafisah di didik dari kecil untuk tidak manja jadi tidak banyak yang ia jual.
Ada satu keluarga yang sangat baik karena mereka adalah sahabat dari kedua orang tua Nafisah.
Keluarga itu adalah keluarga Altaf.
Disitulah mulai kedekatan Altaf dan Nafisah terjadi.
Altaf dan Nafisah hanya terpaut 3 tahun, mereka melewati masa dewasa bersama. Sebenernya si mereka melewati masa hidup bersama hanya saja mereka sempat terpisah dan barulah saat itu mereka bersama lagi.
Nafisah yang dipaksa oleh waktu untuk menjadi lebih dewasa lagi di umur dia sekarang kadang dia suka iri melihat mereka-mereka yang di luaran sana masih punya keluarga tapi mereka malah menyia-nyiakannya.
Altaf yang hampir bersama Nafisah terus jadilah Altaf menyukai Nafisah tak hanya menyukai bahkan cinta kepadanya.
Tapi suatu ketika Erlangga datang lagi dan membawa orang tua nya, Altaf melihat nya karena tadi dia ingin jujur soal hatinya ke Nafisah.
Disaat itu juga Altaf hancur hingga suatu ketika keluarga Altaf harus ke Jakarta karena Ayahnya pindah dinas.
Altaf dan Nafisah lose contacts. Altaf sengaja tidak mengabari Nafisah dan dia berusaha menata hidup baru nya di Jakarta.
Hingga bertemu Tyas Adisty wanita yang mampu membuat Altaf melupakan Nafisah.
__ADS_1
Altaf mencoba menyakinkan ayahnya dan bundanya untuk bisa menerima Tyas namun keduanya saat tak setuju.
Hingga dimana Ayah dan bunda nya pergi dinas keluar kota dan disitulah Altaf punya pikiran untuk menikahi Tyas ibarat kata Nikah Lari.
Dan akhirnya Altaf bisa melupakan Nafisah karena dia bahagia sekarang bersama Tyas.
Flash back off.
...•••...
" Mas Altaf. " Nafisah kaget saat melihat wajah Altaf ada di sampingnya.
" Maaf aku membangunkan mu ya?. " Tanya Altaf.
" Ah tidak ko mas, Mas gimana kondisinya. " Nafisah mencoba memegang jidat Altaf.
" Aku sudah lebih baik ko. " Ucapnya.
Nafisah teringat ucapan mbok tentang masalah perceraian Altaf dan Tyas.
" Apa sebaiknya ku tanyakan sekarang. " Ucap Nafisah dalam hati.
" Eum fisah boleh bertanya?. "
" Silahkan mau tanya apa. " Ucap Altaf yang membenarkan posisi duduknya. Nafisah masih terdiam karena jujur dia tidak enak untuk bertanya soal ini.
" Fisah, kenapa eum?. " Altaf bertanya kembali.
" Eum, Fisah mau tanya apa benar mas sama mba tyas sudah bercerai. " Ucap Nafisah sangat hati-hati.
" Ya aku sama Tyas sudah berpisah 2 bulan lalu."
" Karena apa mas?. " Tanya Nafisah, Altaf masih diam tak menjawabnya.
" Ah maaf Nafisah kepo, nggak usah di jawab mas kalau gitu Fisah keluar dulu ya. " Nafisah langsung bangkit dari duduknya.
"Aku sama Tyas bercerai karena Tyas sudah membohongi aku. " Ucap Altaf sambil menahan tangan Nafisah.
" Membohongi?. "
" Ya dia sudah bohongi aku, soal____. " Altaf mencoba tegar menjawabnya
__ADS_1
" Soal apa mas?. " Tanya Nafisah
" Soal dia pernah melakukan kuret kandungan."
" Kuret kandungan?. " Entah kenapa Nafisah jadi kepo seperti ini.
" Ya dia pernah melakukan kuret 3 tahun sebelum aku dan dia menikah sebenernya aku sudah curiga dari awal jadi aku mencoba mencari bukti dan puncaknya waktu itu setelah aku pulang mencari mu. Asisten pribadi aku datang membawa invoice kuret dari rumah sakit atas nama Tyas. "
" Astagfirullah, terus siapa pria yang pernah menghamili mba Tyas. " Tanya Nafisah lagi.
" Pria itu___."
tok tok tok
" ya sebentar. " Ucap Altaf yang langsung bangun membuka kan pintu.
" Ada apa mbok?. " Tanya Altaf.
" Itu den di bawah ada ibu sama bapak nya aden. " Ucap Mbok Lis.
" Kalau gitu suruh mereka tunggu, saya sama Nafisah akan turun. "
" Baik den kalau gitu mbok permisi. " Altaf langsung menutup pintu kamarnya.
" Siapa mas?. "
" Ayah sama bunda datang. " Ucap Altaf
Nafisah mengangguk
" Kalau gitu kamu tunggu di sini sebentar, aku mau ganti baju. Kita turun bareng-bareng dan nanti di hadapan ayah sama bunda kita harus biasa saja karena kamu sudah buat mereka khawatir kemarin soal kepergian kamu dari rumah. "
" Ayah sama bunda tau aku pergi dari rumah?. " Tanya Nafisah dengan polosnya.
" Ya tau lah Nafisah kamu tuh istri dan aku menceritakan kepergian mu. Dan gara-gara kamu aku kena tampar ayah tau. " Ujar Altaf.
" Maaf. " Ucap Nafisah lirih
" Ya, tunggu disini. Kita keluar bareng, ingat ya." Nafisah mengangguk.
To be continue...
__ADS_1