Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Fakta yang Sangat Mengejutkan


__ADS_3

"Apa benar semua yang aku lihat ini Bim?" Tanya Dani masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Iya Dan, ini adalah bukti yang aku punya saat Tari menabrak mobil beberapa bulan yang lalu.Video ini adalah hasil rekaman kamera di dashboard mobilku sebenarnya mobilku yang menjadi incarannya tapi gagal karena aku keburu mengetahui ternyata kami sedang di ikuti." Jawab Bimo.


"Kenapa kamu diam saja dan tidak melaporkan kejadian ini, sementara kamu tahu Tari adalah pelakunya." Ucap Dani mulai emosi.


Bagaimana tidak emosi melihat video tersebut dimana Tari menabrak sebuah mobil yang ternyata adalah mobil orang tua Dira. Sedikit banyak Dani memang mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa kedua orang tua Dira karena Dani memang di minta Hendra papanya Arya ikut membantu mengurus dan mencari siapa pelakunya.


"Kamu kan sudah tahu kenapa aku gak bisa melaporkan Tari, Dia itu ngancam aku dengan video panas kami. Makanya aku minta bantuan sama kamu bagaimana caranya agar video panas yang Tari simpan itu bisa kita dapatkan setelah itu kita serahkan bukti kejahatannya kepolisan. Aku hanya tidak ingin jantung papa kambuh saat Tari menyebar video tersebut. Tolong aku Dani, setiap hari aku merasa bersalah kepada penumpang mobil yang di tabrak Tari, aku tidak tenang sebelum mengungkap kebenaran ini." Tutur Bimo.


"Kamu tahu gak Bim mobil siapa yang Tari tabrak itu, kamu pasti semakin merasa bersalah setelah siapa yang menjadi korbannya." Ucap Dani.


"Siapa?" Tanya Dani penasaran.


"Mobil itu adalah mobil orang tua Dira, akibat kelakuan Tari yang ugal-ugalan membawa mobil membuat Dira kehilangan kedua orang tuanya dan sekarang akibat wanita licik itu Dira juga akan kehilangan cintanya." Ucap Dani berapi-api.


Bimo dan Bunga mematung saat Indra pendengaran mereka mendengar sebuah fakta yang sangat mengejutkan. Rasa berdosa dan bersalah semakin besar mereka rasakan karena secara tidak langsung mereka mempermudah jalan Tari untuk merusak kehidupan Dira.


"Mas bagaimana ini, kita harus cari cara agar bisa membongkar kebusukan Tari. Hanya dengan itu kita bisa menebus rasa bersalah kita karena sudah bungkam selama ini. Aku gak rela jika wanita licik itu berhasil merebut semua kebahagiaan Dira." Ucap Bunga yang sudah berurai air mata.


"Ssttt kamu harus tenang jangan nangis lagi, mas janji akan menjebloskan Tari ke penjara dan mas janji akan membuat Arya yang bodoh itu menyesali semuanya. Kamu harus sabar kita cari jalan keluarnya sama-sama." Ucap Bimo menenangkan sang istri.

__ADS_1


Tari melemparkan ponselnya karena sedari tadi ia berusaha menghubungi Arya tetapi Arya tidak mengangkat panggilannya bahkan dengan tega Arya mematikan panggilannya membuat Tari semakin emosi.


"Dasar kurang ajar, sudah berani kamu mengabaikan aku Ar. Apa wanita itu sudah berhasil mempengaruhi mu, ini tidak bisa di biarkan aku harus segera mencari cara agar bisa membasmi hama yang akan menghalangi jalanku. Aku sudah tidak sabar untuk menunggu sampai anak sialan itu lahir. Bisa-bisa kamu berubah pikiran dan akan membuang aku nanti." monolog Tari.


Sementara di rumah sakit, Davina menangis setelah mendengar semua penuturan putranya tentang penyakit menantu kesayangannya. Setelah mengetahui Dira di rawat dengan cepat kedua orang tua Arya menyusul ke rumah sakit.


"Kenapa nasib menantu kita begini pa, apa tidak cukup ujian yang selama ini di hadapi Dira pa? Kehilangan kedua orang tua, suaminya menjalin hubungan terlarang dengan wanita masa lalunya sekarang menantuku sedang berjuang bertarung nyawa demi menghadirkan keturunan Nugroho pa. Aku tidak rela kehilangan Dira pa, dimana lagi aku bisa mendapatkan menantu sebaik Dira pa." Tangis wanita paru baya itu pecah di dalam pelukan suaminya.


"Sudah ma, kamu gak boleh gomong gitu. Dira itu adalah wanita yang kuat dia pasti bisa bertahan papa akan upayakan agar menantu kita mendapatkan pengobatan terbaik dan jangan lupa ma kita harus berdoa agar Dira dan cucu kita di beri kekuatan sehingga mampu melewati semua ini." Ucap Hendra berusaha menenangkan sang istri padahal ia sendiri sangat hancur mendengar kabar kesehatan menantu yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.


"Apa kamu puas setelah mengetahui semua ini? Bukannya dengan begini kamu bisa dengan mudah bersatu dengan wanita murahan itu. Oh.... atau kamu sudah menyiapkan rencana pemakaman istrimu." Ucap Davina dengan sinis kepada putranya.


"Mama...., Arya tidak sejahat itu ma. Arya juga sedih mendengar berita ini. Arya juga tidak ingin semua ini terjadi." Ucap Arya.


Arya menjambak rambutnya, ia sangat prustasi mendengar ancaman yang Davina berikan. Jika benar terjadi arya merasa tidak sanggup untuk tidak bertemu dengan Dira dan calon anaknya. Tapi untuk meninggalkan Tari ia juga tidak mampu.


Arya duduk di kantin rumah sakit memesan minuman dan berusaha untuk memikirkan pilihan yang akan ia ambil. Ternyata mamanya tidak main-main dengan ucapannya terbukti Arya tidak di izinkan masuk ke dalam ruangan sang istri sebelum memilih menyelesaikan hubungannya dengan Tari.


* * *


Arya menelan bel apartemen kekasihnya, setelah memikirkan secara matang dan mengambil keputusan yang ia yakini. Dengan cepat ia mendatangi Tari. Arya di sambut dengan senyuman Tari saat pintu apartemen tersebut di buka.

__ADS_1


" Honey akhirnya datang juga, kamu kemana saja? Tahu gak aku tuh kangen bangat sama kamu." Ucap Tari dengan manja bahkan Tari langsung bergelayut manja pada Arya tak lupa Tari memberikan kecupan di bibir kekasihnya itu.


"Bisa aku masuk dulu Tari, gak enak di lihat sama orang." Ucap Arya.


"Bisa dong honey, Kamu pasti kangen juga kan sama aku. Ayo honey kita langsung ke kamar saja. Pasti istri kamu itu tidak bisa membuat kamu puas, tenang honey aku pasti akan memuaskan kamu." Ucap Tari mencoba membangkitkan gairah kekasihnya.


"Jaga bicara kamu Tari jangan berkata seperti itu jangan bawa-bawa Dira dan satu lagi aku tidak akan pernah menyentuh wanita yang bukan istriku walaupun kamu adalah kekasihku." Ucap Arya membuat wajah Tari memerah.


Wanita itu merasa malu dan marah karena merasa di tolak oleh Arya, Tari juga sangat kesal kenapa tidak bisa membawa Arya ke tempat tidurnya.


"Kamu kenapa sih honey setiap aku ajakin begituan kamu gak mau, bukannya kita itu sebentar lagi akan bersama jadi tidak apa-apa juga kalau kita melakukannya." Rayu Tari.


"Aku tidak ingin merusak kamu Tari kita bukan pasangan suami istri." Ucap Arya datar.


"Siapa yang kamu rusak, aku sudah tidak perawan dan kamu tahu itu, jadi ayo kita lakukan itu. Aku sangat menginginkan kamu berada di atas honey." Ucap Tari mengusap dada bidang Arya.


"Jaga harga diri kamu Tari, jangan terlihat murahan di depanku karena aku tidak pernah melihat dan menilai kamu yang masih perawan atau tidak. Aku hanya ingin membicarakan tentang hubungan kita." Ucap Arya.


"Baik honey kamu mau bicara apa, kamu mau membahas rencana pernikahan kita, pasti kamu sudah tidak sabar ingin menikahiku." Tebak Tari dengan wajah yang berbinar.


"Tari mari kita akhiri hubungan ini."

__ADS_1


Author up-nya 1 bab saja tapi panjang lebih dari seribu kata. Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat lagi.


__ADS_2