Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 29


__ADS_3

...*A*ku akan menanti kata cinta dari mu mas Altaf...


...~ Nafisah Humaira...


...Happy Reading...


" Assalamualaikum. " Sapa Nafisah dan Altaf ketika bertemu ayah dan bunda.


Altaf bisa melihat betapa bahagia nya mereka ketika melihat Nafisah ada di rumah ini lagi.


" Waalaikumsalam. "


" Sayang, sini nak. " Bunda langsung memeluk Nafisah.


" Altaf, ayah ingin bicara sama kamu. " Ucap ayah sangat serius.


Ayah mengajak Altaf menuju halaman belakang untuk berbicara berdua.


" Bunda, Fisah izin ke kamar mandi sebentar ya." Nafisah berjalan ke kamar mandi.


Tapi ketika dia berjalan ke kamar mandi, dia tidak sengaja mendengar obrolan Altaf dan Ayahnya karena jarak dari halaman belakang dan kamar mandi tidak jauh.


" Altaf jawab pertanyaan ayah, apa kamu mencintai Nafisah. " Ayah menatap Altaf dengan tajam.


" Altaf tidak mencintainya. " Ucapan Altaf langsung menohok Nafisah meski dia sudah tau bahwa suaminya tidak mencintainya tetapi kenapa rasanya sangat sakit sekali.


Plak


Nafisah terkejut saat melihat Altaf di tampar oleh ayahnya.


" Astagfirullah. " Pekik Nafisah, ayah dan Altaf langsung melihat ke arah Nafisah.


" Nafisah. " panggil Altaf tapi Nafisah langsung berlari ke kamar nya.


Bunda melihat itu bingung, Altaf berusaha mengejar Nafisah tapi telat karena Nafisah sudah mengunci kamar nya.


Tok tok tok


" Nafisah. " Panggil Altaf dari luar kamar tapi Nafisah sengaja tak membukakannya.


Altaf mengusap gusar wajahnya.


" Biar bunda. " Ucap bunda yang menghampiri Altaf, walau bunda tak tau apa yang membuat Nafisah seperti tadi tapi bunda hanya ingin menenangkannya saja.

__ADS_1


" Nafisah, sayang ini bunda. " Ucap bunda.


Nafisah bangun mau tidak mau karena yang memanggilnya ini bunda bukan Altaf.


" Bunda boleh masuk?. " Tanya bunda.


" Silahkan bunda. " Nafisah mempersilahkan bunda.


" Sayang, ada apa?. " Tanya bunda sambil mengelus pundak Nafisah pelan.


Nafisah menggelengkan kepalanya


" Coba cerita sama bunda. "


Nafisah masih enggan bercerita karena bagi dia biar saja dia merasakan ini semua dan dia nggak mau bunda khawatir.


" Sayang, ayo coba cerita siapa tau buat kamu lega. Bunda tau apa yang kamu rasakan meski bunda nggak tau masalahnya apa. "


" Bunda. "


" Ya sayang. "


" Hiks hiks. " Nafisah malah mengeluarkan isak tangisnya, bunda langsung memeluk Nafisah dengan erat sekali.


" Astagfirullah Altaf. "


" Altaf apa yang kamu katakan lagi si nak ke Nafisah bisa-bisa nya kamu berucap seperti itu." Batin Bunda.


" Sayang, maafin anak bunda ya. Bunda yakin cepat atau lambat Altaf akan mencintai mu sayang. " Ucap bunda menyakinkan Nafisah.


" Apa benar mas kamu akan mencintai ku." Tanya Nafisah dalam hati.


" Ya sudah jangan nangis lagi ya nanti cantik mu ilang. " Bunda berusaha menghibur Nafisah, Nafisah segera menghapus air matanya.


" Bunda. " Panggil seseorang dari luar kamar


" Ya ayah masuk saja. " Ucap bunda menyuruh ayah masuk.


" Bun, kita harus pulang sekarang soalnya ayah ada yang harus di kerja kan segera. " Ucap Ayah.


" Ya sudah kalau gitu bunda sama ayah pulang dulu ya. " Ucap bunda menatap Nafisah sebenernya dia tidak tega meninggalkan menantu nya di saat seperti ini.


" Nak Fisah maafkan ucapan Altaf ya, ayah nggak akan biar Altaf berucap seperti itu lagi." Ucap Ayah.

__ADS_1


" nggak papa ayah. " Nafisah berusaha tersenyum menyakinkan mereka.


" Kalau gitu biar Fisah antar ke depan. " Nafisah mengantar ayah dan bunda ke depan, dia melihat Altaf juga mengikuti nya.


...•••...


" Nafisah. " Panggil Altaf saat Nafisah ingin masuk ke kamar nya.


Nafisah menengok ke arahnya


" Ada apa mas?. "


" Soal tadi aku minta maaf. " Ucap Altaf


" Nggak ada yang perlu di maafkan mas, tidak ada yang salah. " Ucap Nafisah.


" Soal aku bilang kalau aku tidak mencintaimu."


" Itu bukan suatu masalah mas hanya saja itu kenyataan yang emang benar begitu ada nya." Ucapan Nafisah menohok hati Altaf, Membuat Altaf diam seribu bahasa.


Nafisah langsung masuk ke kamar nya sedangkan Altaf masih terdiam di depan kamar Nafisah.


...•••...


Ceklek


Nafisah berniat keluar kamar untuk mengambil minum tapi melihat Altaf masih berdiri di hadapan kamar nya.


" Loh mas masih di sini. " Tanya Nafisah


" Nafisah kembali lah ke kamar. "


" Kamar? ya ini kan kamar Nafisah. " Ucap Nafisah.


" Ke kamar ku. "


" Kenapa aku harus ke kamar mu bukannya emang kamar ku di sini kan. " Ucap Nafisah yang keliatan dingin sekali.


" Nafisah. " Altaf menatap tajam ke arah Nafisah.


" Jangan menatap Nafisah seperti itu lagian Nafisah nggak salah kan, dari awal kita nikah kamar Nafisah di sini bukan di kamar mas altaf." Ujar Nafisah.


Lagi dan lagi Altaf ter tohok oleh ucapan Nafisah.

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2