
"Aku tidak mau merawat anak wanita licik itu. Biarkan saja dia yang merawatnya. Aku akan memberimu anak ketika kita nanti menikah, jadi jangan khawatir." Ucap Tari yang tidak Sudi merawat anak Arya dan Dira nantinya.
"Aku tidak akan rela membesarkan anak itu, aku akan berusaha menjauhkannya dari kamu Arya. Aku tidak mau anak itu akan menjadi pewarismu, hanya anak yang aku lahirkanlah yang akan menjadi pewaris seluruh harta keluarga Nugroho." Guman Tari dalam hati.
Arya merasa emosi dan tersinggung karena ternyata kekasihnya itu dengan terang-terangan menolak untuk merawat anaknya dan Dira kelak. Arya semakin ragu kepada Tari terlebih semua perkataan Dani yang selalu mengatakan jika Tari tidak sebaik yang ia lihat.
"Apa alasan kamu tidak mau merawat anak itu?" Tanya Arya berusaha meredam emosinya.
"Karena aku tidak ingin ada orang lain dalam keluarga kita nanti, hanya ada kamu ,aku dan anak-anak yang aku lahirkan nanti." Jawab Tari dengan lantang.
__ADS_1
"Jadi kamu hanya ingin aku saja. Ingat Tari jika kita menikah nanti, aku bukanlah pria lajang tetapi duda beranak satu. Aku tidak akan menikah dengan wanita yang tidak bisa menerima anakku nanti. Kamu harus ingat Tari, orang lain yang kau sebut orang lain itu adalah anak kandungku darah dagingku. Bagiku bukan anak itu yang orang lain tapi kamu." Ucap Arya menatap tajam kekasihnya.
Tari tidak menyangka jika perkataannya mampu membuat Arya emosi bahkan lelaki itu lebih memilih anak itu daripada dirinya. Tak ingin Arya berubah pikiran kemudian memutuskan hubungan mereka dengan cepat ia mengejar Arya yang ingin pergi meninggalkan apartemennya.
"Arya tunggu, kamu mau kemana dengarkan penjelasanku dulu." cegat Tari.
"Penjelasan apa lagi Tari? Bukannya tadi sudah jelas, kamu tidak mau menerima anakku dan dengan teganya kamu mengatakan anak kandungku orang lain. Aku tidak menyangka ternyata otak kamu sepicik itu." ucap Arya merasa kecewa.
Tari terpaksa pura-pura menerima anak itu, agar rencananya berjalan lancar. Tari akan menjari jalan keluar agar anak itu bisa ia singkirkan jauh-jauh dari Arya. Sekarang yang terpenting adalah membuat Arya percaya dan mantap untuk berpisah dari Dira.
__ADS_1
"Kamu percayakan sama aku sayang, kita akan hidup bahagia bersama dengan anak kamu dan anak-anak yang aku lahirkan nanti." Ucap Tari sekali lagi mencoba membuat Arya percaya.
"Apa kamu yakin dengan ucapanmu?" Ledek Arya yang tidak yakin dengan semua ucapan kekasihnya itu.
Baru saja wanita itu menolak kehadiran anaknya tetapi sekarang ia mengatakan sebaliknya. Membuat Arya mulai ragu dan curiga. Tak ingin berlama-lama meninggalkan Dira, Arya segera pergi dari sana.
"Kamu mau kemana, jangan pergi aku merindukanmu." Tari segera memeluk Arya dari belakang berusaha mencegah lelaki itu yang akan meninggalkannya.
Tapi sayang rayuannya tidak mempan, Arya yang sudah terlanjur kecewa tanpa ragu melepaskan tangan sang kekasih yang melingkar di perutnya kemudian pergi meninggalkan apartemen tersebut.
__ADS_1
"Sial, ini gak bisa di biarkan. Aku harus atur rencana agar bisa menyingkirkan anak itu. Aku tidak ingin anak itu menjadi pewaris harta keluarga Nugroho." Ucap Tari menatap kepergian Arya.