Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Bagian 43


__ADS_3

...Happy Reading...


" MAS. " teriak Nafisah dari dalam kamar mandi karena ada kecoa dan Nafisah sangat jijik sekali dengan hewan satu ini.


" Sayang kamu kenapa. " Tanya Altaf yang sangat khawatir sekali.


" Ada kecoa mas. " Ucap Nafisah yang baru saja membuka pintu kamar mandi, Altaf tampak menahan tawa ketika melihat Nafisah se gemas ini.


" Sebentar mas buang kecoa nya. " Ucap Altaf yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


" Mas ih buang ah jorok jangan digituin. " Ujar Nafisah saat Altaf menyodorkan ke Nafisah.


Tawa Altaf pun yang sedari tadi ia tahan langsung pecah, Nafisah malah menekuk muka nya bete karena di ketawa in Altaf.


" Mas ih malah ketawain Nafisah." Ucap Nafisah memasang muka bete, Altaf tidak menjawabnya melainkan dia membuang kecoa itu ke tempat sampah.


" Muka mu lucu kalau begini membuat mas jadi ingin mencium mu. " Ucap Altaf.


" Mas Altaf sejak kapan menjadi seperti ini. " Tanya Nafisah saat melihat perubahan Altaf menjadi bucin seperti ini.


" Memangnya mas kenapa?. " Tanya Altaf


" Mas Altaf jadi bucin tau. "

__ADS_1


" Bucin? Apa itu bucin? makanan kah. " Tanya Altaf yang polos sekali membuat Nafisah tertawa lepas.


" Loh ko malah di ketawain si. " Ucap Altaf


" Abis mas Altaf lucu masa bucin di bilang makanan si. " Ujar Nafisah.


" Loh memangnya bucin itu apa kalau bukan makanan. " Tanya Altaf lagi yang dengan polosnya.


" Bucin itu budak cinta, mas. "


" Budak cinta?. " Altaf masih tidak mengerti dengan bahasa Nafisah.


" Ya mas menjadi budak cinta, mas seperti kaya tergila-gila ke Nafisah seperti ini perubahan sikap mas menjadi sangat manja dan sedikit agak lebay menurut Fisah. " Ujar Nafisah


" Salah ya mas seperti ini. "


" Mas terlalu lebay ya. "


" Hanya sedikit mas kan Fisah bilang juga tadi sedikit. " Ucap Nafisah.


" Ya deh ya tapi nggak apalah toh mas kan apa tadi bahasa mu, bucin? ah apalah yang terpenting kan mas melakukan nya ke istri mas sendiri. " Ucap Altaf.


" Eum oh ya mas, fisah lupa bilang kalau kemarin mbok bilang keperluan dapur sudah habis." Ujar Nafisah.

__ADS_1


" Ya sudah kalau gitu kita belanja saja sekarang sekalian beli perlengkapan buat liburan yang kurang dan harus di beli. "


" Ide bagus tuh mas. " Ucap Nafisah


" Sana kamu siap-siap. " Titah Altaf, Nafisah pun bergegas siap-siap. Dia sangat tidak sabar sekali karena ini pertama kali dia dan Altaf pergi belanja bersama dengan keadaan mereka sudah saling mencintai satu sama lain.


...•••...


" Ada lagi yang di beli?. " Tanya Altaf.


Ya, saat ini mereka berdua sudah berada di salah satu supermarket yang berada di mall.


" Masih banyak mas, nih liat. " Ucap Nafisah sambil menunjukkan list belanjaan yang sudah mbok siapkan.


Melihat Nafisah main jalan saja dan begitu lincah mengambil barang yang harus di beli membuat Altaf gemas sekali melihat tingkah nya.


" Ternyata menggemaskan sekali kamu Fisah, kamu sudah buat aku tidak bisa berpaling dari mu bahkan sedetik saja. Kenapa tidak dari dulu kita begini. " Ucap Altaf dalam hati.


" Mas ih ayo. " Ucap Nafisah yang menarik troli dari depan membuat Altaf mau tidak mau mengikuti Nafisah.


Mereka berdua tampak begitu bahagia sekali saat ini.


" Nafisah. " Panggil seseorang yang membuat Nafisah dan Altaf menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Wajah Altaf pun berubah saat melihat siapa yang memanggil Nafisah.


To be continue...


__ADS_2