Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Kedatangan Tamu


__ADS_3

"Bagaimana anakku kak?" Tanya Dira.


"Anak kita baik-baik saja. Jangan banyak gerak dulu. Tunggu sebentar kakak panggilkan Dokter untuk memeriksa kamu. jangan nangis lagi ya." Ucap Arya.


Keadaan kembali canggung saat Dokter yang memeriksa Dira sudah keluar dari ruangannya. Arya dan Dira merasa lega setelah dokter mengatakan kandungan Dira baik-baik saja. Ruangan yang isi sepasang suami istri sangat hening karena keduanya sedang di sibukkan dengan pikiran masing-masing.


Jika Dira sedang menata hati agar bisa tegar dan tidak menangis saat mengatakan keputusannya berbeda dengan Arya yang merasa bersalah karena telah mendorong istrinya. Laki-laki itu ingin meminta maaf dan ingin meminta penjelasan dari sang istri tentang alasan menyembunyikan kabar kehamilannya.


"Ehmmm.... Dira aku minta maaf karena tidak sengaja mendorongmu." Ucap Arya dengan canggung.


Dira hanya menganggukkan kepalanya, rasanya terlalu malas untuk berbicara pada suaminya itu.


"Kenapa kamu menyembunyikan kabar kehamilan kamu Dira ? Aku juga berhak tahu, aku ayahnya Dira." tanya Arya.

__ADS_1


"Aku tidak bermaksud menyembunyikan tetapi melihat sikap dan hubungan kita akhir-akhir ini membuat aku merasa tidak ada gunanya memberi tahumu. Bukannya kabar kehamilan ini membuatmu prustasi karena kamu semakin sulit untuk bisa bersama kekasihmu itu. "


Kata-kata Dira mampu menohok hati Arya, apa yang di katakan wanita yang masih sah menjadi istrinya itu memang benar, kehadiran janin tersebut membuat Arya semakin sulit lepas dari Dira tetapi jauh di lubuk hatinya Arya tidak bisa membenci darah dagingnya itu.


"Aku tidak bermak...." Arya tidak jadi melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk" Suruh Arya yang terpaksa.


Keduanya heran dari mana tamu itu tahu kalau Dira sedang di rawat.


"Bimo" Ucap Arya yang terkejut dengan kedatangan sahabatnya bersama istri.


"Hai bro, bagaimana kabar kamu? Setiap di ajak nongkrong selalu saja sibuk. Ternyata sibuk dengan istri tercinta ya." Goda Bimo memasuki ruangan Dira, tak lupa Bimo mengandeng tangan istrinya.

__ADS_1


"Kok kalian bisa tahu kalau istriku sedang di rawat di sini?" Tanya Arya yang sedari tadi sudah penasaran.


"Tadi kami tidak sengaja papasan dengan om dan Tante saat Bunga selesai periksa kandungannya. Saat aku tanya sedang apa di sini, om dan Tante mengatakan kalau Dira sedang di rawat. Jadi kami memutuskan untuk sekalian menjenguk Dira." Tutur Bimo.


"Oh begitu" Ucap Arya.


"Bagaimana kondisi kamu Ra, mertua kamu bilang tadi kamu di bawa kesini karena pendarahan. Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Bunga yang mengkhawatirkan kondisi temannya itu.


"Alhamdulillah aku dan anak aku baik-baik saja. Syukurlah tuhan masih baik dan mengasihaniku. Sepertinya tuhan tahu hanya anakku yang bisa membuatku bahagia sehingga ia tidak tega merebut kebahagiaan itu." Ucap Dira menyindir suaminya.


Mendengar kata-kata Dira membuat Bimo dan Bunga sedikit terkejut dan merasa janggal, sepertinya rumah tangga sahabatnya sedang tidak baik-baik saja. Bunga dan Bimo hanya saling menatap tanpa bisa masuk terlalu dalam. Ingin bertanya lebih dalam rasanya tidak pantas apalagi ini masalah yang sangat sensitif kecuali Arya dan Dira yang ingin meminta bantuan atau pendapat mereka.


"Sayang tadi kamu ingin makan batagor kan, kamu tunggu di sini sama Dira biar mas Carikan di luar. Ayo Ar temani aku nyari batagor entar kalau gak di turutin anak gue ileran lagi. Sekalian tanya istri kamu siapa tahu Dira juga ngidam secara bini kita lagi sama-sama hamil bro." Ujar Bimo.

__ADS_1


__ADS_2