
Lisa langsung menyusul Dira yang sudah keluar dari restoran tersebut sedangkan Rio sedang membayar makanan yang mereka pesan walau akhirnya tidak jadi di makan, setelah itu baru ia menyusul kedua sahabatnya.
Arya hanya terdiam setelah kepergian istrinya, sejujurnya ada penyesalan di dalam hatinya karena sudah membentak Dira. Hatinya gelisah saat melihat perubahan Dira yang terlihat kuat dan tidak takut kepadanya. Tari kembali berakting saat melihat raut penyesalan Arya, wanita itu tidak rela jika Arya kembali goyah dan kembali kepada Dira, Jika itu terjadi mesin uangnya akan hilang.
Arya terkejut saat mendengar Isak tangis Tari, sedari tadi ia kurang memperhatikan kekasihnya itu karena sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Kamu kenapa menangis Tari?" Tanya Arya bingung.
"Aku hanya takut apa yang di katakan oleh istri kamu itu benar-benar terjadi. Semua orang akan menganggap aku sebagai perusak rumah tangga kalian, orang akan menyalahkan dan membenci aku Ar. Kenyataannya orang tidak tahu dialah yang merebut kamu dari aku Ar."
__ADS_1
"Kamu tenang saja, aku akan segera membereskan semua ini. Tidak akan ada orang yang akan menyalahkan atau menghina kamu. Kamu tenang saja ada aku." Ucap Arya menenangkan kekasihnya itu.
"Apa kamu akan menceraikannya?"
"Aku tidak tahu Tari, sepertinya aku tidak bisa menceraikannya begitu saja. Kedua orang tuaku sangat menyayanginya, aku juga sudah berjanji kepada almarhum papanya akan menjaganya, terlebih kami terikat dengan perjanjian pranikah yang sangat memberatkan aku Tari." Ucap Arya prustasi.
Tari terkejut dan penasaran tentang perjanjian pranikah tersebut, dengan hati-hati ia mencoba mencari tahu apa isi perjanjian tersebut. Tari tidak akan mau ambil resiko jika Arya menceraikan Dira tapi ternyata akan merugikannya.
"Kamu yang sabar ya, kamu pasti bisa melewati semua ini. Kamu harus kuat jangan biarkan perempuan gila itu merusak rumah tangga kamu." Ucap Lisa memberi semangat untuk sahabatnya.
__ADS_1
"Jika kamu sudah tidak sanggup lepaskan saja, akan sulit menjalani hubungan dengan orang yang belum bisa lepas dari masa lalunya. Sebelum semuanya terlalu dalam dan sebelum ada anak di antara kalian yang akan menjadi korban." Ucap Rio yang tidak tahan melihat kesedihan sahabatnya.
Lisa terkejut dengan ucapan Rio, bukannya menenangkan atau memberi semangat laki-laki itu justru menyarankan perpisahan. Lisa memberi kode kepada Rio, wanita itu melotot sebagai tanda menyuruh Rio untuk diam saja.
"Aku gak tahu Rio, aku butuh waktu untuk memutuskan semua ini. Terlebih aku butuh penjelasan dari suamiku agar semuanya jelas . Aku tidak ingin mengambil keputusan dalam keadaan emosi. Kalian kembalilah bekerja, aku sudah tidak apa-apa." Ucap Dira menghapus air matanya agar kedua sahabatnya tidak khawatir.
"Baik kami akan kembali bekerja, jika kamu butuh teman untuk berbagi ada kami berdua, jangan takut kamu tidak sendiri. Jika suamimu macam-macam aku orang pertama yang menghajarnya. Kamu tenang saja ada kami yang selalu di pihakmu." Ucap Rio sembari menepuk pundak Dira.
Tangis Dira kembali pecah saat Rio dan Lisa keluar dari ruangannya. Sungguh Dira tidak sanggup menghadapi semuanya, impian ingin hidup bahagia setelah bangkit dari keterpurukan karena kehilangan orang tua hilang sudah saat melihat suaminya bersama wanita masa lalunya.
__ADS_1
"Apa aku tidak pantas untuk bahagia" Ucap Dira prustasi.
"Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author semangat untuk up-nya"