Menanti Cinta Suamiku

Menanti Cinta Suamiku
Aku Menyesal Menikah denganmu.


__ADS_3

"Cukup Dira, kamu memang keterlaluan. Jangan sembarangan menuduh Tari dengan buruk karena kamu jauh lebih buruk darinya." Ucap Arya.


Emosi Arya semakin menjadi setelah mendengar perkataan Dira yang cukup menohok hatinya. Baru kali ini dia melihat sisi lain istrinya, Arya mengira Dira masihlah sama yaitu wanita manja yang selalu butuh tempat untuk berlindung.


Dira tertawa saat melihat betapa bodohnya suaminya yang masih membela wanita yang sudah meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas.


"Dari segi mana aku terlihat lebih buruk dari wanita murahan itu. Wanita yang tidak tahu malu bermesraan dengan suami orang. Wanita murahan yang mau menjalani hubungan terlarang dengan pria yang sudah beristri." Ucap Dira memandang sinis suaminya.


"Jangan sok suci, karena kamu jauh lebih kotor. Menghalalkan segala cara demi bisa menjadi istriku. Bahkan papamu tega mengancam Tari agar pergi meninggalkan aku, agar kamu bisa menggantikan posisi Tari. Dasar perempuan licik."

__ADS_1


Akhirnya Arya mengatakan semuanya membuat Dira terkejut dan tidak percaya. Dira tidak percaya jika orangtuanya melakukan hal sekeji itu. Wanita itu marah saat mendengar tuduhan suaminya.


"Papa tidak mungkin melakukan itu semua, ini pasti bohong. Siapa yang tega memfitnah orang tuaku." Ucap Dira dengan penuh emosi.


"Kamu tidak usah merasa paling tersakiti karena bukan kamu yang jadi korban tapi Tari. Dia rela menjauh dariku karena tidak ingin orang tuamu menghancurkan aku dan memutus kerja sama denganku dan bodohnya aku sempat membencinya dan mulai membuka hati untuk wanita licik sepertimu. Pantas saja waktu itu orang tuamu menginginkan surat perjanjian pranikah itu. Aku menyesal menikah denganmu." Teriak Arya.


Berusaha kuat dan baik-baik saja saat semua tuduhan yang di berikan oleh suaminya, benar-benar menguras tenaga dan pikiran Dira, rasanya ia sudah tidak sanggup untuk berdebat lebih lama lagi. Setelah membungkam mulut suaminya, Dira langsung melangkahkan kakinya. Baru beberapa langkah ia berjalan terdengar kata-kata Arya yang begitu menusuk hatinya.


"Aku akan mengurus perceraian kita, aku tidak mau hidup dengan wanita sepertimu." Ucap Arya tanpa beban.

__ADS_1


Dira menutup matanya, menarik napas dalam-dalam seolah ia mencari kekuatan untuk mengahadapi laki-laki bodoh itu. Dira yang sudah terlanjur sakit hati kini memantapkan hati untuk melawan ketidak Adilan pada dirinya. Dengan tenang ia kembali berbalik, menatap suaminya dengan senyum miringnya.


"Silahkan saja, kita lihat siapa yang akan menang. Jangan lupa dengan perjanjian pranikah kita, apa perlu saya ingatkan. Kamu sudah berkhianat dengan menjalin kasih kembali dengan wanita murahan itu. Jadi siap-siap karena semua harta orang tuamu akan jatuh padaku. Kita lihat apakah wanita itu masih bertahan dengan laki-laki yang tidak mempunyai apa-apa."


Dira langsung meninggalkan Arya yang terdiam mematung, perkataan Dira sedikit mengusik hatinya.


"Sialan, Aku harus cari cara agar bisa lepas dari wanita licik itu."


"Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2