
...Happy Reading...
Altaf sungguh merasa bersalah sekali ke Nafiah karena lagi dan lagi dia membentak Nafisah.
" Maafkan aku Nafisah. " Gumam Altaf sambil menjambak rambut nya.
...•••...
Nafisah menghapus air mata nya dan memilih untuk masuk ke dalam karena hari sudah sore.
" Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam, bunda. " Sahut Nafisah yang langsung mencium tangan bunda dan tidak lupa memeluknya.
" Apa kabar kamu sayang?. " Tanya bunda sambil mengelus kepala Nafisah.
" Fisah baik bunda, bunda sendiri apa kabar. Fisah kangen sekali sama bunda. " Ucap Nafisah yang sudah seperti anak bagi bunda nya Altaf.
" Bunda baik juga sayang, bunda juga kangen sekali sama kamu dan Altaf tapi ya gitu deh ayah sibuk sama pekerjaan nya jadi bunda juga ikut sibuk deh. " Ucap bunda
" Oh ya Altaf mana?. " Tanya bunda karena dia tidak melihat anaknya itu dari tadi.
" Ah mas altaf ada di kamar sepertinya dia lagi mandi soalnya tadi kita abis keluar belanja. " Ucap Nafisah.
" Sebentar ya bun, Fisah buatkan minum. " Nafisah beranjak ingin ke dapur tapi di tahan sama bunda.
" Nggak usah repot-repot nak, bunda bisa ambil sendiri. " Ucap Bunda.
" Ah tidak repot kan ko bunda, Fisah hanya membuatkan bunda minuman lagian pasti bunda haus kan karena jarak rumah ke sini jauh hehehe. " Ucap Nafisah yang langsung berjalan ke dapur.
" Mbok. " Panggil Nafisah ketika melihat mbok sedang membersihkan meja dapur.
" Ya non. "
" Fisah minta tolong untuk mbok panggilkan mas altaf di kamar, katakan ke mas altaf kalau bunda ada di bawah menunggu dia. " Ucap Nafisah.
" Baik non. " Mbok pun langsung melepas celemek nya dan berjalan ke atas menuju kamar.
__ADS_1
Kamar
Tok tok tok
" Sebentar. " Ucap Altaf dari dalam lalu dia berjalan ke arah pintu dan membukanya.
" Ada apa mbok?. " Tanya Altaf saat mendapati mbok berdiri di hadapannya.
" A-N-U den mbok di suruh sama Non Fisah memanggil Aden katanya di suruh ke bawah karena Bunda nya aden datang. " Ucap Mbok.
" Bunda datang. " Gumam Altaf.
" Makasih ya mbok kalau gitu Altaf akan segera ke bawah. " Ucap Altaf, mbok pun turun duluan karena masih banyak yang ia harus kerjakan.
Ruang Tamu
" Eum ini minuman nya bunda. " Ucap Nafisah yang membawa secangkir jus buatan dia yang bunda sangat menyukainya.
" Terima kasih sayang. " Ucap Bunda yang menerima jusnya dan langsung meminumnya.
" Assalamualaikum. "
" Bunda. " Sapa Altaf yang langsung mencium tangan bunda nya lalu dia duduk di kursi sebelah Nafisah.
" Sudah lama bunda datang?. " Tanya Altaf.
" Nggak ko, bunda baru saja 15 menitan. Abis ngapain kamu Al di kamar saja sepertinya sibuk sekali sampai bunda nya datang tidak tau. " Ucap bunda yang agak menyindir Altaf.
" Ah nggak ko bunda tadi Altaf hanya mengerjakan beberapa berkas saja soalnya kan Al sama Nafisah mau pergi liburan sekalian honeymoon. "
" Waduh kalian mau liburan wah bunda senang sekali mendengarnya semoga sepulang kalian liburan, bunda dapet cucu yang cantik dan ganteng dari kalian. "
" Amin bunda doakan saja. " Ucap Altaf
" Selalu bunda doakan sayang untuk anak dan menantu bunda. " Ucap bunda yang mengelus kepala Altaf dan Nafisah bergantian.
Altaf melirik ke arah Nafisah yang tampak begitu diam sekali, Altaf mengira Nafisah masih marah kepadanya tapi di tutupi karena sedang ada bunda sekarang.
__ADS_1
" Bunda menginap saja di sini. " Tawar Nafisah.
" Eum bunda pulang saja sayang, kasian ayah sendirian nanti di rumah. " Ucap Bunda.
" Biar Al antar ya bun. "
" Nggak usah Al bunda bisa sendiri ko, kamu sama Nafisah bersiap saja untuk besok. " Ucap bunda yang menolak untuk di antar Altaf.
" Kalau gitu bunda pamit pulang ya. "
" Biar Fisah antar ke depan. " Ucap Nafisah yang langsung mengantar bunda.
...•••...
Setelah mengantar bunda ke depan, Nafisah memutuskan untuk ke kamar saja karena harus bersiap untuk besok.
Tiba-tiba dia merasakan ada orang yang memeluknya dari belakang, dia menengok ke belakang dan benar saja ternyata yang memeluknya itu Altaf.
" Maaf. " Ucap Altaf lirih
" Maaf untuk apa mas, tidak ada yang untuk di maafkan mas. " Ucap Nafisah
" Soal tadi yang mas agak membentak mu. " Ucap Altaf.
" Mas tidak salah ko mungkin hanya Nafisah yang terlalu ingin tau saja dan membuat mas makin mumet soal permasalahan yang sedang mas rasakan. " Ucap Nafisah.
" Mas selalu buat kamu menangis, Maafkan mas. " Ucap Altaf.
" Mas sudah lah jangan merasa terus bersalah seperti ini lagian kan besok kita akan liburan kalau masih seperti besok kita liburan nggak bisa enjoy ataupun happy. " Ucap Nafisah.
" Ya sayang tapi jangan mendiamkan mas seperti tadi ya sampai tidak mau memanggilkan mas di kamar. " Ujar Altaf.
" Ya mas ku. " Ucap Nafisah, Altaf langsung memeluk Nafisah dengan sangat erat.
" Terima kasih sayang kamu selalu memberikan mas kesempatan semoga mas akan selalu bisa buat kamu bahagia. " Ucap Altaf.
" Kemarin mas hanya takut kehilangan mu saja tapi mas janji akan selalu melindungi kamu. " Lanjut Altaf.
__ADS_1
To be continue...