
Bimo dan Bunga kini sedang berbaring di ranjang mereka, kedua sudah kembali ke rumah setelah menjenguk Dira. Keduanya tak menyangka mendapat kenyataan yang sangat mengejutkan. Bunga memang sudah mengetahui jika Arya dan Dira sedang tidak baik-baik saja karena kehadiran masa lalu Arya tetapi Bunga belum tahu siapa wanita masa lalu Arya tersebut. Saat ingin menanyakan siapa nama wanita tersebut tiba-tiba Arya dan Bimo sudah kembali ke kamar Dira. Rasa penasaran yang membuat wanita hamil itu tidak bisa tidur memutuskan bertanya pada suaminya agar rasa penasarannya itu terjawab.
"Mas aku boleh nanya gak?"
"Boleh dong sayang, kamu mau nanya apa?" Jawab Bimo yang kini memeluk tubuh sang istri yang sudah lebih berisi.
"Apa kamu tahu siapa mantan Arya?"
"Tumben kamu kepo sama mantan Arya, apa kamu mengetahui sesuatu?" Tebak Bimo.
"Hmmm, Tadi Dira sudah cerita kalau rumah tangganya sedang di uji dengan kehadiran wanita masa lalu Arya. Tapi sayang saat aku mau nanya siapa wanita tersebut kalian keburu datang." Ujar Bunga.
__ADS_1
"Mas juga tidak menyangka jika wanita itu kembali hadir dan merusak rumah tangga Arya. Terlebih lagi ia tega berbohong agar Arya membenci Dira. Sungguh licik dan murahan." Ucap Bimo kembali emosi mengingat kata-kata Arya di cafe tadi.
"Maksud mas, apa mas juga sudah tahu kalau Arya kembali menjalin hubungan dengan wanita itu?" Tanya Bunga semakin penasaran.
"Hmmm, mas sudah tahu tadi saat di cafe semuanya terbongkar saat Dani dan Arya berdebat. Apa kamu tahu sayang siapa wanita itu?" Ucap Bimo menatap sang istri yang kini membalikkan badannya agar bisa melihat suaminya.
"Siapa?"
Bunga tidak habis pikir ternyata wanita yang sempat menjadi duri dalam pernikahannya sekarang sedang mencoba merusak rumah tangga Dira sahabatnya. Mendengar kebenaran itu membuat emosi Bunga naik, Bunga sudah bertekad akan membantu sahabatnya itu agar bisa menyingkirkan benalu seperti Tari.
"Ini gak bisa di biarkan mas, kita harus membantu Dira. Kita harus mengatakan yang sebenarnya pada Arya mas." Ucap Bunga.
__ADS_1
"Mas sudah coba tapi Arya tidak percaya, dia sudah termakan hasutan Tari yang tega memfitnah Dira." Ucap Bimo memberitahu istrinya.
"Maksud mas?" Tanya Bunga kebingungan.
"Tari berbohong dan mengatakan jika ia di ancam orang tua Dira untuk pergi meninggalkan Arya agar Dira bisa menikah dengan Arya. Wanita licik itu memanfaatkan kematian orang tua Dira untuk memuluskan rencananya. Padahal kamu sudah tahu kalau itu bukan alasan Yang sebenarnya." Tutur Bimo.
"Bagaimana kalau mas jujur saja. Bukannya Arya juga belum tahu jika Tari mantan pacar kamu. Mas juga harus mengatakan apa yang sebenarnya membuat Tari pergi, biar bagaimana juga mas juga terlibat dalam hal ini." Ujar Bunga memberi saran.
"Tidak segampang itu sayang, apa kamu lupa jika Tari masih menyimpan video sialan itu. Jika kita berani ikut campur, mas yakin wanita licik itu tidak akan main-main dengan ancamannya." Ucap Bimo terlihat prustasi.
Kini keduanya diam, baik Bimo dan Bunga sibuk dalam pikiran masing-masing. Apa yang di katakan suaminya benar, Tari bukanlah wanita bodoh yang akan menyerah jika ada orang yang mencoba menghancurkan rencananya. Sedangkan Bimo sedang di lema bagaimana caranya memberitahu kebusukan Tari tanpa membahayakan Reputasinya.
__ADS_1