
Keempat orang dewasa dan satu anak kecil itu kini sedang duduk di dalam cafe. Setelah pertemuan dramatis di dalam supermarket itu mereka memutuskan untuk mencari tempat yang lebih nyaman untuk berbicara, walau sempat mendapat penolakan dari Arya tetapi berkat rayuan sang istri akhirnya dengan berat hati ia luluh juga.
"Silahkan di minum mas Arya, mbak Dira." Ucap Doni suami Tari.
Melihat suasana yang terasa canggung membuat Doni berusaha mencairkan suasana. Doni sendiri memang sudah mengetahui siapa Arya dan Dira. Tari sudah menceritakan semua masa lalunya tanpa ada yang di tutupi, lelaki itu itu secara ikhlas sudah menerima istrinya yang terpenting baginya sekarang Tari sudah berubah menjadi wanita yang lebih baik.
"Terima kasih Dira karena sudah memaafkan aku, sekarang aku bisa lebih tenang menjalani hidupku. Arya aku juga sangat berharap kamu bisa memaafkan semua kesalahanku." Ucap Tari yang masih belum mendapatkan maaf dari Arya.
Dira mencoba melunakkan hati suaminya, yang sedari tadi hanya diam saja tanpa mau menjawab Tari.
"Kak di jawab dong, kasihan Lo mbak Tarinya. Semuanya sudah berlalu, mungkin mbak Tari memang bersalah di masa lalu tapi mbak Tari juga sudah menerima hukuman atas perbuatannya. Apalagi sekarang mbak Tari sudah berubah dan menyadari kesalahannya. Tidak baik menaruh dendam pada orang kak, hidup kita tidak akan tenang. Sudah saatnya kita saling memaafkan agar kehidupan kita semakin tenang dan damai." Tutur Dira dengan penuh kelembutan.
Arya semakin takjub dengan kebaikan hati istrinya, padahal kesalahan Tari sangatlah fatal tetapi dengan hati yang lapang wanita yang duduk di sampingnya itu memaafkan Tari dengan mudah. Arya semakin jatuh hati pada sang istri yang begitu bijak menghadapi semua masalah dalam hidup.
"Baik saya maafkan." Ucap Arya singkat.
"Alhamdulillah" Ucap semuanya bersamaan.
Suasana canggung dan tegang akhirnya berkurang saat mereka menyantap makanan bersama dan di tambah kelucuan Vivi putri sambung Tari.
__ADS_1
"Jadi kamu sudah menikah dan memiliki anak mbak?" Tanya Dira memulai obrolan mereka.
"Iya Dira, tapi Vivi putri sambung mbak. Vivi anak mas Doni dari istri pertamanya." Jawab Tari.
"Jadi kamu merebut suami orang?" Ucap Arya dengan sinis membuat Dira menatap suaminya dengan mata yang melotot.
Sedangkan Tari menunduk sedih dengan tuduhan pedas Arya. Melihat istrinya yang bersedih membuat Doni berinisiatif menjelaskan pada Arya.
"Bukan mas Arya, Tari menikah dengan saya saat status saya sudah duda. Istri pertama saya meninggal saat melahirkan Vivi. Saya menikahi Tari beberapa bulan yang lalu setelah dia keluar dari penjara."
"Oh kirain belum tobat juga, secara dulu juga mau merebut saya dari istri saya." Jawab Arya .
"Sudah mas Doni mbak Tari jangan di dengarkan suami saya jangan di ambil hati." Ucap Dira tidak enak hati, tak lupa ia menginjak kaki Arya agar berhenti berbicara yang tidak-tidak.
Setelah itu mereka larut dalam obrolan, terutama Dira yang antusias mendengar cerita cinta Tari dan Doni yang terkesan unik. Ternyata Dira menjadi awal mula kisah cinta mereka di mulai, bagaimana tidak Doni yang berprofesi sebagai sipir penjara menjadi tempat curhat Tari dengan segala kegelisahannya, saat itu Tari di kejar rasa bersalah apalagi saat tahu Dira koma, wanita itu takut tidak sempat meminta maaf pada Dira atas semua dosanya. Beruntunglah Doni selalu menenangkan hatinya, Doni juga mencaritahu kehidupan Arya dan Dira untuk mendapatkan informasi bagaimana kondisi Dira sehingga Tari bisa tahu akhirnya Dira selamat dan sembuh dari sakitnya. Doni juga yang selalu menjadi pendukung Tari untuk berubah menjadi lebih baik dan mendekatkan diri pada sang pencipta. perlahan tapi pasti Tari mulai berproses menjadi wanita yang lebih baik lagi, hingga ia mantap untuk menutup auratnya. Dari awal mereka memang hanya teman biasa tapi lama kelamaan keduanya merasakan getaran-getaran cinta yang membuat keduanya mantap untuk membangun rumah tangga setelah Tari menyelesaikan hukumannya.
Tari yang kini sudah berubah bisa menerima Doni yang berstatus duda anak satu, bahkan Tari tidak masalah menikah dengan Doni yang dari kalangan biasa saja. Tari wanita yang haus akan harta dan kemewahan sudah tidak ada lagi kini berganti dengan Tari yang penuh dengan kesederhanaan.
"Wah so sweet sekali kisah percintaan kalian, semoga langgeng sampai kakek nenek dan Hanya maut yang memisahkan." Ucap Dira yang terharu mendengar kisah cinta Tari dan Doni.
__ADS_1
"Terima kasih Dira, semoga keluarga kalian juga bahagia selalu. Terima kasih sudah memaafkan semua kesalahan saya." Ucap Tari.
Sore itu mereka berpisah, Dira dan Arya pergi meninggalkan cafe. Terpaksa mereka pamit terlebih dulu karena si kembar sudah menghubungi Arya dan menanyakan kepulangan mereka.
"Bagaimana perasaan kamu sekarang?" Tanya Doni pada sang istri.
"Alhamdulillah lega mas, semua beban berat yang selama ini aku bawa kini hilang saat maaf itu aku dapatkan, aku semakin tenang untuk menjalani kehidupanku mas. Terima kasih karena telah Sudi menjadikan wanita penuh dosa ini menjadi pendamping hidupmu. Terima kasih karena sudah bertahan di sampingku saat masa tersulit dalam hidupku. Aku berjanji akan terus belajar menjadi istri dan ibu yang baik untuk kamu dan Vivi. Aku mencintaimu suamiku." Tutur Tari.
Dira dan Arya sedang berpelukan setelah selesai melakukan ritual cinta mereka, Arya yang sedari tadi tiada henti menciumi sang istri membuat Dira menegur suaminya.
"Sudah kak jangan di ciumi terus." Protes Dira.
"Jangan protes ini pahala" Jawab Arya.
Arya memandang wajah cantik istrinya, lelaki itu teringat akan pertemuan mereka dengan Tari tadi sore, membuat cintanya semakin besar pada sang istri. Arya memeluk istrinya semakin erat tak lupa lelaki itu kembali mengucapkan terima kasih pada Dira.
"Terima kasih sayang, karena sudah memberi kesempatan kedua untukku. Aku bahagia hidup bersamamu. Terima kasih karena sudah mengajariku memaafkan kesalahan orang lain dan berdamai dengan masa lalu. Kakak sadar sayang hidup dengan dendam tidak akan membuat hidup kita bahagia. " Ucap Arya meneteskan air mata.
Dira tersenyum, tangannya sibuk menghapus air mata suaminya "Dira juga berterima kasih pada kak Arya karena sudah mencintai Dira sedalam ini, terima kasih atas kebahagian dan cinta yang kakak berikan. Sekarang ayo kita hidup bahagia menjalani sisa umur yang di berikan tuhan untuk kita. Jangan pernah bosan dan lelah untuk mencintai aku kak. Aku tidak pernah menyesal menjalani hidup ini, aku yakin semua kebahagian ini adalah hasil penantian cinta yang aku tunggu selama ini. Aku juga mencintaimu sayang."
__ADS_1
****Tamat****.
Terima kasih kepada para pembaca karena sudah mendukung karya saya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam novel ini karena saya masih dalam tahap belajar. Insya Allah novel selanjutnya bercerita tentang kisah cinta Dokter Dani si Casanova yang sudah insyaf karena bertemu dengan wanita yang di cintainya berjudul "Bertahan dengan luka" novel yang menceritakan rumitnya cinta segitiga Dokter Dani dengan dua wanita. Jangan lupa mampir di sana ya