
Bimo dan Dani kini sedang menunggu orang suruhannya di sebuah cafe, sembari menunggu keduanya sudah memesan minuman. Tak lama terlihat dua orang pria memasuki cafe dan langsung duduk di hadapan mereka.
"Bagaimana apa kalian berhasil?" Tanya Dani tidak sabaran.
"Berhasil tuan, ini ponsel wanita itu." salah satu pria itu menyerahkan ponsel Tari kepada Dani.
Dani memberi ponsel tersebut kepada Bimo karena tidak ingin lancang melihat isi ponsel yang berisi video mesum sahabatnya itu.
"Nih periksa sendiri, apa di sana ada yang kamu cari. gue gak mau mengotori mata gue dengan video mesum kamu. Lagian ni ponsel pakai kode bisa gak Lo bukanya?"
"Gue coba dulu mudah-mudahan si Tari belum ganti password ponselnya." Ucap Bimo yang dulu memang mengetahui password ponsel Tari.
__ADS_1
Bimo nampak tersenyum, ternyata Tari masih menggunakan password yang sama sehingga ia dengan mudah membuka ponsel Tersebut. Setelah menemukan video tersebut dengan cepat Bimo menghapusnya kemudian menyimpan ponsel Tari ke dalam sakunya.
"Oke saya suka kerja kalian. Ini sisa bayaran kalian dan ini bonus untuk kalian." Bimo memberikan sebuah amplop yang berisi uang kepada dua pria tersebut.
Setelah mengecek uangnya, kedua pria itu pamit dan tak lupa berterima kasih karena sudah memberikan mereka bonus.
"Terima kasih tuan, senang bekerja sama dengan kalian. Jika tuan-tuan membutuhkan kami jangan ragu untuk menghubungi kami. Kalau begitu kami pamit dulu tuan." Ucap Mereka.
"Sama-sama, Kami juga berterima kasih karena kalian sudah membantu kami." Ucap Dani.
"Akhirnya gue bisa bernapas dengan lega Dan." Ujar Bimo.
__ADS_1
"Makanya kalau bertindak pikir dulu, biar gak nyusahin orang kayak gini. Gue apes bangat punya dua sahabat begonya minta ampun. Sudah di berikan wanita baik-baik eh malah terjebak dengan wanita licik seperti Tari. Kalau gue jadi Bunga, gue tinggalin Lo Bim. Beruntung bangat nasib Lo di maafin Bunga padahal kesalahan kamu sudah fatal begini. Untung Lo begonya cuma sebentar gak kayak si Arya lama benar. Kalau dia tahu kebenarannya pasti nangis darah tu anak." Tutur Dani.
"Setelah Arya dan Dira kembali kita akan membongkar kebusukan Tari, sebaiknya saat ini kita biarkan Mereka menikmati liburan mereka dulu." Ucap Dani.
Sore itu Arya sedang berenang di kolam renang sedangkan Dira baru saja keluar dari kamar mereka dengan mengenakan baju renang two-pieces, dengan warna hitam bercorak putih, lengkap dengan outer merah maroon. Rambutnya pun dibiarkan tergerai. Memamerkan baby bump-nya yang mampu membuat Arya menganga melihat penampilan sang istri. Perut buncit sang istri menambah kecantikan Dira di mata Arya.
"Sini sayang, kita berenang sembari menikmati pemandangan." Ucap Arya tidak sabaran.
Dira hanya tersenyum kemudian membuka outernya dan mulai memasuki kolam renang dengan hati-hati. Dira mulai berenang mendekati suaminya di pinggir kolam.
Begitu Dira sampai Arya langsung menarik pinggang istrinya dan langsung menghadiahi Dira sebuah ciuman di bibirnya. Arya tersenyum memandangi cantiknya wajah Dira.
__ADS_1
"Cantik" Puji Arya membuat Dira merona karena selalu di puji oleh suaminya.
Arya dan Dira menikmati sore mereka dengan berenang dan menikmati sunset yang begitu indah.