
Tidak terasa Dira sudah di rawat beberapa hari di rumah sakit, hari ini Dira sudah di izinkan untuk pulang. Bahkan Dira sudah tidak sabar untuk meninggalkan rumah sakit tersebut, terbukti ia yang sedari tadi menyuruh Arya agar cepat-cepat mengemasi barang-barangnya.
"Sudah siap belum kak, jangan lama-lama dong. Dira sudah tidak betah di sini." Ucap Dira yang sudah bosan dengan suasana ruangannya.
"Sudah dong sayang, ayo kita berangkat sekarang." Ajak Arya membantu istrinya untuk duduk di kursi roda.
"Kenapa harus pakai kursi roda sih kak? Dira masih kuat jalan." Tolak Dira.
__ADS_1
"Sayang, tolong jangan keras kepala. Kondisi kamu belum pulih seratus persen. Kakak gak mau kamu kembali drop lagi. Lagian kakak tidak tega melihat kamu dengan perut buncit sebesar ini." Ucap Arya sembari mengecup perut Dira.
Hamil kembar membuat perut Dira lebih besar dari wanita hamil pada umumnya. Kondisi ini semakin memperparah keadaan Dira apalagi di kehamilan trisemester ketiga dimana kondisi perutnya semakin besar dan membuat Dira kewalahan dan mudah lelah. Tidak ingin ambil resiko terpaksa Arya harus lebih protektif menjaga wanita yang sangat di cintanya itu.
Tidak tanggung-tanggung bahkan kini lelaki itu tidak lagi bekerja dan menyerahkan urusan perusahan kepada sang papa dan sang asisten agar bisa menjaga dan mendampingi Dira dua puluh empat jam penuh. Arya benar-benar membuktikan kalau ia menjadi suami siaga untuk Dira. Arya bahkan tidak percaya seratus persen kepada sang mama yang sudah menawarkan diri untuk menjaga istrinya sehingga Arya tidak perlu cuti.
Arya dan Dira kini sedang dalam perjalanan pulang, kali ini mereka tidak akan pulang ke apartemen mereka tetapi ke rumah kedua orang tua Arya. Hendra dan Davina memaksa sepasang suami istri itu untuk tinggal bersama agar Dira banyak yang jaga dan tidak merasa kesepian. Hendra dan Davina juga akan memperlakukan Dira dengan baik dan menyayangi sang menantu agar selalu bahagia yang mana akan berefek baik pada kesehatan jantung Dira.
__ADS_1
Walau Dokter sudah memvonis sang menantu akan sulit bertahan saat melahirkan cucu-cucu mereka nanti tetapi Hendra dan Davina tidak pasrah begitu saja, mereka yakin Dira akan baik-baik saja jika di limpahi cinta dan kasih sayang serta pengobatan terbaik. Tak lupa doa mereka tidak pernah putus, meminta dan merayu sang pencipta agar berbaik hati mengangkat penyakit sang menantu.
Tak terasa mobil Arya sudah sampai di halaman rumah kedua orang tuanya. Terlihat asisten rumah tangga mendatangi mobil Arya dan membantu membawa barang-barang sang majikan. sedangkan Arya menurunkan kursi roda dan membantu Dira turun dari mobil. Sedangkan Davina sudah menyambut kedatangan mereka di pintu utama dengan wajah bahagianya.
"Menantu mama sudah datang, Arya cepat bawa istri kamu jangan lelet dorong kursi rodanya dong." Ujar Davina heboh.
"Iya ma gak sabaran bangat sih." Ucap Arya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih.