MENCARI CINTA SEJATI.

MENCARI CINTA SEJATI.
Kerja Bakti


__ADS_3

Bara dan Roy yang ikut dari belakang pusing disuguhi pemandangan luar biasa. Kalau laki tak kuat iman bisa terkapar menahan nafsu. Namun saat ini Bara dan Roy tak sempat memikirkan gejolak nafsu. Kehilangan Sania di telan gedung kantor SHINY lebih menyita perhatian dua cowok ini. Semoga saja Sania tak kurang apapun.


Bara dan Roy diiringi ke lantai puncak gedung di mana ruang presiden direktur berada. Di antara rasa gugup dan senang campur aduk di batin Bara. Sekali tanda tangan maka pundak Bara akan dibebankan tugas berat. Segenap jiwa dan raga harus dipersembahkan pada tugas maha berat ini. Sebagai orang muda Bara harus bisa jawab tantangan ini.


Bara dan Roy dipersilahkan masuk ke ruang super mewah punyaan Bos SHINY. Harum segar teh membelai hidung kedua laki ini. Otak keduanya berangsur tenang disuguhi bau aroma terapi.


Kalau tadi kedua laki ini disuguhi pemandangan menggoda iman, kini mereka disuguhi pemandangan aneh bin ajaib. Sania tertidur pulas di sofa tamu pemilik bos SHINY berbantal paha isteri bos SHINY. Terlihat wanita itu sangat sayang pada Sania. Perlakuan pada Sania bukan sekedar hubungan relasi. Pasti ada rahasia di balik semua ini.


"Anak muda...ayok duduk!" Pak Elmo pemilik PT. SHINY dengan ramah.


Bara dan Roy bagai kerbau dicocok hidung patuh pada perintah majikan. Tak ada alasan bagi keduanya membantah. Tujuan mereka adalah kerja sama teken kontrak kerja.


"Terima kasih sudah percayakan proyek ini pada kami. Kami janji takkan salah gunakan kepercayaan bapak." ujar Bara sopan perlihatkan sikap tulus rekan bisnis.


"Semoga begitu adanya. Silahkan baca perjanjian kontrak. Kalau sudah cocok kita langsung teken kontrak kerja." Pak Elmo menyodorkan map berisi perjanjian antara PT. SHINY dan PT. ANGKASA JAYA. Kali ini Pak Elmo bersikap profesional tak boleh mengabaikan peraturan dalam berbisnis. Masalah pribadi dengan Sania tak boleh terbawa dalam kontrak kerja. Sania boleh menarik perhatian Pak Elmo namun Sania juga harus bersikap seperti perusahaan lain punya tanggung jawab sebagai perancang di PT. ANGKASA JAYA.


Bara dan Roy sama-sama baca agar jangan terjebak dalam kontrak yang tak masuk akal. Semua permintaan dan point-point penting tertuang dalam kontrak kerja. Jelas dan tegas. Untung rugi serta pinalti bila ingkar janji tertera jelas di situ.


Tak ada point yang memberatkan selain hukuman bila ingkar dan kualitas proyek tak sesuai perjanjian akan dapat sanksi hukum. Itu sudah jelas akan dijabarkan dalam kontrak untuk cambuk para kontraktor agar jangan asal mengerjakan satu proyek. Jangan pembangunan selesai hasil amburadul. Belum dipakai bangunan pada rontok.


"Kami setuju pak!" ujar Bara setelah selesai baca perjanjian kontrak.


Pak Elmo tersenyum senang melihat semangat anak muda menjawab tantangan jaman. Memang begitu sikap anak muda jaman now. Siaga dalam segala Medan perang.


"Ok...silahkan tanda tangan! Kalian bertiga tanda tangan bila ada kesalahan bisa di penjara bersama." gurau Pak Elmo sambil melirik ke arah Sania yang masih lelap. Sania tak ubah anak kecil kecapekan main. Tidur nyenyak banget.


Bara dan Roy mulai goresan tinta di atas kertas sebagai bukti tanda jati mereka sebagai penanggung jawab proyek ini. Tak ada kata mundur lagi dalam hal ini. Tanggung jawab sudah di mulai.


"Ma...bangunkan Sania! Dia harus ikut teken biar tak bisa kabur lagi." kata Pak Elmo pada isterinya yang masih memangku kepala Sania.


"Tapi dia ngantuk sekali. Katanya semalam kurang tidur." jawab Bu Elmo tak tega usik mimpi Sania.


Bara tertawa dalam hati mengingat semalam dia bercinta dengan Sania berulang kali. Bara tak bosan berhubungan intim dengan wanita yang telah sah jadi milik pribadi. Pantesan Sania ngantuk berat setelah diajak begadang semalaman.


"Ini jam kantor. Tidur di rumah!" omel Pak Elmo tak kasih toleransi pada Sania lepas tanggung jawab.


Bu Elmo tak punya pilihan lain selain bangunkan Sania perlahan. Sebenarnya Bu Elmo keberatan Sania terusik tapi tugas tetap tugas tak bisa dihindari.

__ADS_1


"Wakker worden schat..tijd voor week! (artinya bangun sayang. Sudah waktunya kerja)" ujar Bu Elmo dalam bahasa Belanda.


"Ik Ben nog steeds slaperig. (artinya aku masih ngantuk.)" sahut Sania tanpa buka mata.


"Sania...kau mau proyek ini batal?" seru Pak Elmo tak sabaran dengan sifat manja Sania bila sudah jumpa isterinya.


Ancaman telak Pak Elmo halau rasa ngantuk yang menggila dalam diri Sania. Proyek adalah segalanya bagi Sania. Diancam batal merupakan pukulan berat bagi wanita muda ini. Sania buang tenaga dan pikiran demi capai tujuan Raup proyek ini. Enak saja bilang batal.


"Iya..." Sania bangun dengan ogahan ke meja Pak Elmo pantau isi kontrak sekilas. Sama seperti Bara tak menemukan cacat dalam perjanjian. Tanpa ragu Sania bubuhkan tanda tangan sebagai penanggung jawab ketiga setelah Bara dan Roy.


Pak Elmo menyalami ketiga anak muda itu sebagai tanda kerja sama di mulai. Harapan mereka cuma satu saling percaya.


"Pak kami pamitan dulu. Terima kasih atas kepercayaan bapak. Kami akan berusaha sebaik mungkin." Janji Bara sebelum pergi dari kantor Pak Elmo.


Sania memeluk Bu Elmo sebelum berpisah. Tampak kalau hubungan dua orang itu sangat akrab. Bahkan Bu Elmo bisa tahu Sania ngerti bahasa Belanda. Apa hubungan mereka masih menjadi misteri bagi Bara dan Roy.


Selepas dari kantor Pak Elmo ketiganya menuju ke kantor baru untuk bantu Pak Jaya menyelesaikan penataan kantor baru. Roy terkagum-kagum pada kantor baru mereka yang tampak jauh lebih elite dari kantor lama. Dari fisik bangunan saja sudah menang di atas angin. Yang dulu model ruko tiga lantai, yang ini gedung luas berlantai sepuluh. Beda jauh bak langit dan bumi.


Roy mendapat tempat di lantai sembilan dengan ruang cukup luas sebagai wakil dari Bara. Sedang Bara ambil tempat di lantai sepuluh di mana hanya ada tempat untuk para pembantu Bara dan khusus untuk Sania. Selanjutnya diatur sesuai posisi masing-masing karyawan. Karyawan inti macam Sugeng, Mosa, Savitri, Tio dan Dhenok pasti dapat fasilitas lebih baik. Mereka mengabdi dari Bara masih kecil hingga tumbuh besar. Bara tak mungkin melupakan jasa anak buah setia.


Benar kata Pak Jaya. Selesaikan perpindahan kantor baru bersenang. Peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang di kemudian. Itu perumpamaan cocok untuk gambarkan kondisi mereka saat ini. Semua anggota PT. ANGKASA JAYA saling membahu bantu perpindahan kejar hari Senin. Tak banyak yang dibawa dari kantor lama selain dokumen penting dan beberapa perangkat milik karyawan yang tak mau diganti. Masing-masing merasa nyaman dengan perangkat mereka. Tak ada alasan ganti lain.


Minggu sore semua kelar. Nafas lega keluar dari hidung setiap anggota PT ANGKASA JAYA. Tinggal tunggu esok buka kantor baru. Karyawan baru juga besok mulai kerja atur posisi. Sania tentu paling bahagia bisa jumpa Putri dan Sekar. Dua konco dari PT. BUILD akhirnya kumpul lagi walau berbeda posisi. Sania akan ambil Putri untuk bantu dia dalam merancang gambar. Putri sudah lama bekerja sama dengan Sania ngerti cara kerja Sania yang selalu utamanya ketelitian.


Hari lelah namun hari paling membahagiakan Sania dan Bara. Apa lagi Bara yang naik daun sejak namanya di umumkan sebagai pemenang tender PT. SHINY. Bara yang pernah tenggelam berhasil timbul dibantu oleh Puteri duyung cantik yang kini jadi partner di kantor juga partner di rumah.


Bara mengundang seluruh karyawan makan di restoran mewah sebagai ungkapan terima kasih atas kerja sama bantu pindah kantor baru. Karyawan Bara yang tak banyak tentu saja antusias di ajak makan bersama oleh bos lama tapi bergelar baru. Bara sang insinyur handal. Semua tak tahu di balik kesuksesan Bara ada sepasang tangan mungil menopang punggung Bara. Tanpa Sania Bara takkan melangkah sejauh gini. Bisa jadi Bara masih berjalan di tempat puas dengan proyek cukup bayar gaji karyawan.


Sania tersenyum sendiri saksikan kebahagiaan seluruh karyawan Bara berkumpul satu meja besar nikmati aneka hidangan mewah. Wajah mereka berseri walau lelah dua hari kerja nonstop berberes pindah kantor. Tubuh boleh off tapi semangat tetap on.


Suasana begini tak pernah ada di PT. BUILD. Di sana masing-masing tekuni bagian tersendiri. Jarang ada acara ramah tamah begini. Mungkin Build terlalu besar untuk bisa kumpulkan seluruh karyawan. Jumlah karyawan di Build capai ratusan. Belum lagi pekerja lapangan. Mungkin mencapai dua ratusan. Angkasa tak sekuku Build. Harapan Sania Angkasa bisa tumbuh besar saingi Build.


Sania sengaja pilih duduk berdampingan sama Rudi dan Dea. Sania mau tahu kondisi Kintan setelah sekian lama tak ada kabar. Kesibukan buat Sania hampir melupakan Kintan. Seharusnya Sania luangkan waktu jenguk Kintan pasca pemulihan.


"Apa kabar kak Rudi?" tanya Sania di sela-sela makan.


"Baik...kamu gimana? Makin cantik saja."

__ADS_1


"Sori tak ada uang receh. Gimana Kintan?"


"Alhamdulillah sudah pulih. Bulan depan bisa masuk sekolah. Dia tinggal bersama orang tuaku. Dia dirawat dengan baik di sana. Ada Abang dan kakak iparku."


"Syukurlah! Ini kabar baik. Apa Arsy ada datang?"


"Tidak...dia sibuk susun strategis cari perhatian Bara. Mungkin Arsy mau balikkan sama Bara." kata Rudi datar tanpa cemburu. Arsy sudah tamat di hatinya. Apa yang akan dilakukan wanita itu tak ada hubungan dengan Rudi.


Sania tertawa kecil betapa pedenya Arsy mau balikkan sama Bara. Dari segi mana dia bisa curi perhatian Bara lagi. Bara sudah tak sendiri sekarang ini. Bara sudah punya pendamping sah.


"Biarkan dia kak! Apa dia pikir semua orang bisa takluk padanya?" Sania tak begitu peduli niat Arsy menggoda Bara. Semua tergantung iman Bara mungkin saatnya Bara mendapat cobaan melalui Arsy atau wanita-wanita lain.


Rudi mengangguk benarkan kata Sania. Semua tergantung Bara. Kalau imannya kuat tak mungkin jatuh dalam perangkap wanita yang mengharap harta Bara.


"Semoga Bara bisa petik kesalahan masa lalu jadi pelajaran ke depan. Dengan posisi sekarang dia bisa dapatkan isteri jauh lebih baik dari Arsy. Aku bukan iri hati tapi Arsy tak pantas dampingi Bara. Bara terlalu baik untuk Arsy."


Sania menangkap nada getir dalam nada bicara Rudi. Rudi sangat trauma pada kelakuan Arsy yang membantunya terdepak dari keluarga setelah peras semua harta Rudi. Rudi mengira Arsy tulus mencintainya ternyata cinta Arsy terbalut kepalsuan.


"Bara sudah punya pendamping setia. Dia tak mungkin kembali pada Arsy."


Rudi menatap Sania heran mengapa Sania tahu temannya itu sudah punya pendamping. Gaya bicara Sania juga santai seperti sangat kenal dengan orang yang disebut pendamping Bara.


"Kau kenal dia?"


"Sangat kenal. Kau tak perlu kuatir Bara akan masuk ke jebakan Arsy. Permainan Arsy sudah kuno. Kalian orang abad 19 takkan mampu bersaing sama manusia produk abad 20. Tenang saja." kata Sania dengan sangat kalem bikin Rudi gemas. Kalau bisa Rudi ingin mengenal Sania lebih jauh. Sania terlalu menarik untuk diabaikan.


Bara dari tadi gelisah saksikan keakraban Rudi dan Sania. Bayangan buruk masa lalu kembali muncul dalam memori laki ini. Bara takut kisah lama terulang kembali sisakan luka baru. Bara tak mau ambil resiko kehilangan untuk kedua kali.


Pikir punya pikir Bara harus mematikan niat Rudi dekati wanitanya untuk kedua kali. Harus sekarang dari pada terlambat.


Bara bangkit dari tempat duduknya berdiri sambil angkat gelas berisi minuman soda menyulangi seluruh karyawan sebagai tanda terima kasih telah bekerja untuknya melalui hari-hari sulit. Kini secercah harapan baru telah tiba. Bara takkan lupakan jasa baik semua karyawan.


"Teman-teman semua. Hari ini aku ucapkan banyak terima kasih telah dampingi aku meniti hari-hari sulit. Semoga ke depan kita bisa saling membahu besarkan nama Angkasa Jaya. Tak lupa kuucapkan terima kasih sebesarnya pada isteriku yang tak kenal lelah beri dukungan. Isteriku Sania..." Bara angkat gelas menunjuk Sania. Sania tersipu malu dapat penghargaan langsung dari Bara. Di hadapan orang ramai lagi.


Rudi melongo tak percaya wanita yang dia kagumi adalah isteri Bara. Pantesan Sania sangat yakin Bara takkan berpaling pada Arsy. Nyatanya dia sendiri yang menjadi isteri Bara. Walau sedikit kecewa Rudi bersyukur akhirnya Bara dapat yang terbaik. Rasa bersalah di masa lalu telah terbayarkan.


"Nyonya kami memang keren. Bintang hoki kami." seru Sugeng gembira Bara berani mengakui status Sania di depan umum. Kini mereka tak perlu main kucing-kucingan.

__ADS_1


Semua menyambut kata-kata Sugeng dengan tepuk tangan kencang. Bara tersenyum senang telah berani ungkap jati diri Sania secara jelas. Siapapun yang ingin menitip hati sudah tertutup pintu titipan. Tak ada lowongan lagi. Hati Sania sudah ada pemiliknya.


"Kita doakan semoga Bara dan Sania langgeng hingga anak cucu." Rudi berbesar hati mendoakan Bara dan Sania bahagia.


__ADS_2