
Bara membenarkan keinginan Sania berbagi proyek yang cukup besar dengan perusahaan lain. Namun mereka harus cek lapangan langsung sebelum memutuskan bagian mana akan dikerjakan oleh rekanan lain. Mereka tak boleh salah langkah yang bisa berakibat fatal.
"Kita rapat setelah tinjau lokasi. Aku balik ke ruang ku ya! Selamat bekerja sayang! Aku ada di sebelahmu. Ruang kita saling berhubungan. Aku sengaja minta papa bikin pintu agar bisa menemui kamu kalau rindu."
Sania mencibir gombalan tak romantis. Soal gombal menggombal Bara kalah telak dari Fadil. Fadil sudah pakar dalam hal merayu. Laki muda itu sudah lulus kuliah di bidang penggombalan. Sudah bisa diberi gelar Profesor Gombal.
"Fokus kerja! Jangan asyik pikir para mantan! Itu bibit penyakit." nasehat Sania sebelum Bara pergi melalui pintu ajaib di sebelah kiri Sania. Kalau tak dibilang Sania tak tahu kalau di situ ada pintu tembus untuk dua ruang. Bara memang penuh perhitungan tak mau rugi kehilangan moments bersama Sania.
"Aku memikirkan kamu." Bara menyentuh bibir sendiri pakai jari lalu meniupnya ke arah Sania. Hembusan tanda cinta.
Sania tertawa menangkap lambang cinta Bara yang dikirim via angin AC. Sania bikin gerakan menyimpan cinta itu di dada memancing gelak tawa Bara. Tawa lepas setelah lalui waktu penuh ketegangan gara-gara Maya.
Semua kembali beraktifitas memulai debut pertama di kantor baru. Masih banyak yang harus diselesaikan karena para karyawan baru belum paham betul seluk beluk perusahaan Bara. Perlu sedikit waktu beradaptasi. Segalanya perlu waktu dan pasti akan lancar bila dijalani sepenuh hati.
Di kantor Bobby tampak laki itu murung tak bersemangat. Penampilan yang biasa perlente klimis kini berantakan. Kumis dan jenggot tak terurus. Mata merah dihiasi lingkaran mata panda. Hidup Bobby hancur berantakan gara-gara kemaruk nama besar. Khianati Sania demi Ranti adalah kesalahan terbesar dalam hidup Bobby.
Ternyata Ranti hanya cinta harta Bobby. Di saat Bobby sedang jatuh wanita culas itu seenaknya minta pisah tanpa peduli anak dalam kandungan. Celakanya anak itu tak tentu ayah biologis siapa. Begitu murahan Ranti tega ingkari semua janji suci.
Perusahaan berantakan, hati Bobby remuk sampai tak berbentuk. Apalagi yang tersisa dari laki ini. Mengingat semua kejahatan Ranti hati Bobby mendidih. Berkat rayuan Ranti Bobby tega campakkan seorang wanita semulia Sania.
Bobby menggebrak meja saking kesal terperdaya oleh kebusukan Ranti dan Amanda. Menangis tak mungkin kembalikan Sania pada dirinya. Wanita muda itu pasti sakit hati padanya. Penyesalan Bobby datang terlambat. Semua terlanjur hancur.
Pintu ruang Bobby diketok sekejap, tanpa dapat jawaban pintu itu terbuka dari luar. Pak Anton tangan kanan Bobby masuk dengan wajah tak kalah suram dari majikan. Pak tua ini sedikit takut bicara dengan Bobby dalam kondisi tidak fit namun laporan tetap harus disampaikan.
"Ada apa Pak Anton?" tanya Bobby lemas.
"Karyawan kita banyak yang resign. Proyek kita kosong bulan ini. Bagaimana langkah selanjutnya?"
Bobby menarik nafas dalam-dalam penuhi rongga dada dengan oksigen biar tidak sesak. Dada Bobby terasa sakit ingat dulu perusahaannya nyaris menyentuh peringkat pertama. Kini tinggal kenangan. Gadis muda yang dia anggap tolol begitu gigih perjuangkan proyek. Dalam sebulan mereka bisa dapat dua tiga proyek. Kini semua melayang karena nafsu Angkara Bobby. Nafsu yang menyesatkan.
"Biarkan mereka resign. Kita tak bisa menahan karyawan yang ingin capai prestasi lebih tinggi. Apa uang perusahaan cukup bayar gaji karyawan bulan ini?"
"Cukup tapi kalau begini terus kita tak bisa bertahan. Kudengar proyek PT. SHINY jatuh ke tangan Bara. Padahal itu target kita."
"Itu bukan rezeki kita! Aku telah berbuat salah berkhianat pada Sania. Padahal dialah nyawa perusahaan kita. Di mana dia berdiri tanah itu akan berubah subur. Angkasa Jaya bukan apa-apa tanpa Sania. Sania yang gigih perjuangkan proyek raksasa itu. Bara sungguh beruntung mendapat Sania."
Pak Anton ikut merenungi kesalahan Bobby. Setiap kejahatan tetap ada balasan. Tergantung waktunya kapan datang. Bobby telah memetik buang busuk yang dia tanam. Dapat isteri murahan dan perusahaan tenggelam. Apa yang bisa Bobby banggakan saat ini?
__ADS_1
"Kenapa tak ajak nona Sania berbincang. Akui kesalahan bapak dan minta maaf. Sania itu anak baik dan pemurah. Dia pasti memaafkan bapak."
"Terlambat...dia dan Bara sudah menikah. Bara pintar langsung menjerat Sania dalam pernikahan. Aku kalah total." keluh Bobby makin dirundung rasa penyesalan segunung.
Pak Anton tak dapat berkata apapun lagi. Bobby harus terima konsekuensi dari kebodohan sendiri terjebak cinta dolar Ranti. Bobby kehilangan segalanya demi untuk seorang bintang kusam.
"Minta kerja sama dengan ANGKASA! Proyek mereka sangat besar. Tak mungkin mereka tangani sendiri. Mereka pasti akan cari rekanan. Apa perlu kucari tahu,?"
"Jangan! Bara akan makin memandang rendah padaku. Kita lihat perkembangan berapa hari ini! Aku akan coba bicara sama Sania minta pertimbangan atas kesalahan yang telah kubuat. Aku adalah cinta pertamanya. Semoga dia bersedia buka hati untukku."
"Semoga pak. Tapi jangan merusak rumah tangga orang! Jangan menambah dosa!" nasehat Pak Anton selaku orang tua. Bobby berhak minta maaf namun dengan cara pantas. Bukan merebut Sania dari tangan Bara.
"Aku tahu...Sania tak mungkin mau kembali padaku." ujar Bobby pesimis.
Pak Anton bersyukur Bobby tak bikin rencana buruk merusak keluarga orang. Tak baik menambah deretan dosa. Memohon maaf dari Sania yang tersakiti mungkin bisa buka kekelaman hidup Bobby.
"Kalau ada kabar baru aku akan lapor. Bapak juga harus bangkit lobi proyek. Jangan terpaku tunggu durian runtuh!"
Mata Bobby bergerak kiri kanan mencerna makna kalimat Pak Anton. Bobby sadar niat Pak Anton itu baik. Bobby tak boleh terpaku merenungi nasib tanpa berusaha bangkit.
"Terima kasih." sahut Bobby melemah.
Baru saja Pak Anton keluar dari ruang Bobby masuk wanita berkelas dengan perut buncit mengandung anak yang belum jelas siapa ayah biologis. Ranti dengan pedenya masuk ruang Bobby perlihatkan kelas seorang bintang top.
Bobby menyandarkan punggung ke bangku menopang tulang belakang menanti apa yang diinginkan wanita yang telah hancurkan hidup Bobby.
Ranti berdiri di hadapan Bobby dengan wajah diangkat ke atas. Ranti pasang wajah arogan hendak melapor kalau dia sudah tak butuh Bobby lagi.
"Kita akan bercerai..." awal kalimat pertama Ranti.
"Lalu anak ini? Kita tak bisa bercerai sebelum anak ini lahir. Dalam agama orang hamil tak boleh bercerai."
"Agama mana? Apa peduliku? Kalau tak bercerai bagaimana aku bisa kawin sama Bara? Kami sudah datangi keluarga Jaya. Mereka keluarga kaya raya. Bisa jamin kebutuhanku seumur hidup."
Bobby tertawa tak habis pikir di mana wanita ini dapat otak tak waras. Apa mungkin Amanda ganti otak Ranti dengan otak keledai karena murah. Pantesan Ranti murahan. Otak saja murah.
"Mimpi siang bolong nona bintang top. Bara mana mau sama sampah macam kamu. Kamu pikir semua orang setolol aku terjebak rayuan manis mu? Bara sudah punya Sania yang akhlaknya jauh lebih bagus darimu. Punya rasa malu sedikit." ejek Bobby tak dapat menahan diri untuk menghina Ranti.
__ADS_1
"Kamu tenang saja! Akan kubuat Bara menikahi aku. Aku ini korban kalian para lelaki. Korban kejahatan Sania. Lihat saja gerakanku. Kau dan Sania akan hancur. Bara akan campakkan Sania memilih wanita berkelas macam aku. Anak tolol itu mana bisa lawan aku! Aku ke sini minta kamu siap-siap digugat cerai." Ranti akhiri kalimatnya dengan tawa derai penuh kemenangan. Ranti yakin rencananya akan berjalan lancar. Ranti tak perlu jelaskan rencana pada Bobby. Yang penting singkirkan Sania dari hidup Bara dan menjadi nyonya Bara. Bara jutawan baru.
"Dasar wanita psikopat...aku nyesal mengenalmu. Ternyata kau lebih menjijikkan dari psk penjaja cinta. Keluar kau dari ruang ini. Aku siap bercerai darimu setiap detik. Tapi ingat..Allah itu tak tidur! Kau mentang kau sudah menang sekali hendak menang lagi. Mimpi jangan terlalu tinggi. Keluar..." bentak Bobby tak sabar melihat wanita sejahat Ranti. Mengapa Tuhan ciptakan makhluk sejahat ini? Inikah yang dinamakan iblis bertopeng manusia?
Ranti tertawa ngejek melangkah pergi dengan gaya anggun seorang bintang. Ranti sangat pede bisa merebut Bara seperti dia merebut Bobby dulu. Kalau dulu dia cuma andalkan tubuh dan rayuan maut tapi kali ini dia harus libatkan khalayak umum agar Sania hancur. Nama baik Sania harus dicampakkan ke comberan baru Bara akan tinggalkan Sania. Di situ Ranti akan muncul sebagai korban Sania meraih simpati Bara.
Bobby makin terpuruk mendapatkan Ranti merancang rencana baru menghancurkan Sania. Haruskah Bobby senang Ranti membantunya memisahkan Sania dan Bara. Ataukah Bobby akan prihatin Sania kedua kali jatuh dalam tangan Ranti. Bobby pusing sendiri hadapi kemelut yang berawal dari kebodohan dia sendiri.
Kembali ke kantor Bara. Suasana tenang merajai kantor baru Bara. Semua pegawai sedang adaptasi dengan lingkungan baru mereka. Pegawai Bara bertambah lumayan banyak. Dari pegawai inti tujuh orang bertambah menjadi dua puluh lima orang. Itupun belum cukup untuk handle kerja yang makin menggunung.
Suara ribut-ribut memecahkan kedamaian di kantor Bara. Suasana yang semula adem ayem berubah riuh kemunculan para wartawan elektronik dan seorang wanita hamil. Satpam dan beberapa pegawai resepsionis kewalahan diterjang secara mendadak.
Kejadian pagi tadi sudah cukup syok mental pegawai karena ulah Maya. Kini muncul acara apa lagi. Puluhan wartawan bawa kamera berbondong-bondong masuk ke kantor tanpa permisi.
"Mana wanita genit yang berselingkuh dengan suamiku?" seru Ranti pemimpin para wartawan di ruang tengah lantai dasar.
"Maaf Bu! Ini kantor...silahkan keluar! Jangan buat onar di sini!" seorang satpam membujuk Ranti dengan pelan. Satpam itu lihat Ranti sedang hamil maka tak berani berbuat kasar.
"Aku ke sini mau cari wanita murahan yang ganggu suamiku! Panggil dia!"
"Siapa yang ibu maksud?" satpam masih bersabar bertanya sopan.
"Sania...Sania...pelakor! Kalian catat ya! Wanita murahan ini telah menggoda suamiku dan kuras semua hartanya. Kini Bobby mau ceraikan aku untuk hidup bersama pelakor murahan itu. Aku sedang hamil anak Bobby tapi tetap mau dicerai. Kalian lihat ini foto dia bersama suamiku!" Ranti mengeluarkan setumpuk foto-foto di mana ada Bobby dan Sania berpelukan mesra di berbagai tempat.
Para memangsa berita tentu tak siakan berita aktual ini. Suami bintang top Ranti berselingkuh dengan pegawai PT. ANGKASA JAYA. Menguras harta Bobby hingga bangkrut. Lebih parah Bobby sampai ingin ceraikan Ranti demi pelakor. Berita ini pasti akan meledak warnai kericuhan di media.
Satpam dan pegawai lainnya tercengang tak menyangka baru satu hari kerja sudah muncul kisah aneh-aneh di kantor ini. Apa mungkin kantor ini beraura panas. Satpam segera melapor pada Bara tentang keributan di lantai bawah.
Bara kaget bukan main menerima laporan dari satpam. Bara segera hubungi Sania dan Roy untuk klarifikasi masalah ini. Bara sebagai suami Sania bertanggung jawab penuh pada kehidupan Sania. Bara paling paham sifat Sania maka tak segan tampil bela isterinya yang selalu disudutkan Ranti. Ranti tak henti-hentinya ganggu hidup Sania. Apa mungkin mereka berdua ditakdirkan jadi musuh abadi.
Bara menggandeng Sania beri kekuatan hadapi para wartawan yang tentu harap keributan lebih besar untuk dapat berita terkini. Sania tak habis pikir apa mau Ranti selalu merongrong hidupnya. Sania tak bikin perhitungan sudah cukup syukur. Ini malah mengantar diri untuk dicabut nyawa.
Para wartawan langsung kerubuti Sania dan Bara minta penjelasan soal tuduhan Ranti. Ranti tersenyum lebar merasa hari kiamat Sania telah tiba. Bara pasti akan ilfil punya isteri tukang selingkuh.
"Itu orangnya...lihat tampang liciknya! Jual tampang jerat para laki. Pak Bara pasti kena pelet sampai mau nikahi sampah." koar Ranti sekeras mungkin biar semua orang bisa dengar kejelekan Sania.
Bara merangkul Sania agar tak gentar. Bara siap melindungi isterinya dari fitnahan tak terpuji Ranti. Yang pelakor siapa dan yang murahan siapa? Semua akan terjawab.
__ADS_1
"Maaf semua teman! Aku ini suami dari Sania yang dituduh pelakor oleh nona Ranti. Di sini kita telah memanggil aparat hukum untuk selidiki kebenaran tuduhan nona bintang top. Yang kuketahui isteriku Sania adalah mantan pacar pak Bobby. Itu sebelum kami menikah. Kuakui Sania hampir menikah dengan pak Bobby dan tiba-tiba pak Bobby batalkan karena terlanjur hamili nona Ranti. Sania mundur tanpa keributan. Aku beruntung bertemu dengan Sania dan kami merasa cocok dan menikah. Mengenai foto-foto itu adalah foto masa lalu di mana Sania dan Bobby bersama. Itulah kebenarannya! Sejak Bobby menikah Sania tak pernah berhubungan dengan Bobby. Bobby orang kaya. Setiap gerak gerik beliau pasti tak luput dari incaran kalian. Apa selama ini ada angin Sania dan Bobby berhubungan?"
Para wartawan terdiam tak bisa jawab. Bara selaku suami Sania telah keluarkan suara bela sang isteri. Apa mungkin ada suami rela punya isteri tukang selingkuh? Apalagi Bara berniat bawa ke ranah hukum.