
Kalimat apa yang tepat disematkan ke dada Bara. Laki yang susah move on dari masa lalu. Bara kehilangan isteri tercinta tak dapat menyalahkan orang lain sepenuhnya. Bara juga punya andil merusak mahligai rumah tangganya sendiri. Andai Bara tak sok pahlawan kesiangan maka mereka sudah santai di pulau B mengawasi proyek. Bara cari penyakit, tak gatal tapi menggaruk sampai luka.
Malam terasa panjang dan lamban berlalu. Bara menghitung jam agar cepat berlalu menyongsong fajar. Semoga besok ada kabar dari Sania.
Suara adzan berkumandang memanggil seluruh umat Islam melaksanakan sholat pertama di hari ini. Bara membuka mata melirik ke samping. Sosok cantik taat beribadah tak berada di sana. Tempat itu sepi membisu tinggalkan duka di hati Bara.
Dengan ogahan Bara bangkit dari kasur masuk kamar mandi ambil air wudhu. Udara pagi ini dingin menggigit tulang. Biasa pagi terasa hangat bersama Sania. Rasa dingin terusir oleh pancaran kasih sayang Sania. Kini yang tertinggal hanya rasa sepi yang siap membunuh Bara perlahan.
Bara segera tunaikan sholat sekaligus mengadu pada Allah SWT agar dimaafkan dosa dan kembalilah Sania utuh kepadanya. Bara bernazar bila Sania pulang akan melupakan semua kenangan masa lalu. Bara berjanji akan buka lembaran baru bersama Sania. Semoga doa Bara dijabarkan oleh Yang Maha Kuasa. Amin.
Di sudut kota tampak sepasang anak manusia sedang duduk berbincang di salah satu cafe. Keduanya sengaja memilih cafe yang jauh dari keramaian agar pertemuan mereka di ketahui orang.
Wajah kedua orang itu kuyu tak berseri. Makanan dan minuman terhidang di meja tak menarik selera walau yang dihidangkan menu kelas atas. Tampak ada beban di wajah masing-masing manusia itu.
Arsy dan Bobby duduk saling berhadapan di cafe di luar kota. Mereka bertemu jauh dari kota hindari kecurigaan Bara dan Roy. Bobby tak mau ikut disalahkan kasus Arsy dan Dhenok. Bobby mau cuci tangan agar tak terjerat hukum. Bara sudah tak kejar Arsy berarti mereka tak perlu dikejar hukum.
Keduanya tak tahu Bara sedang persiapkan kejutan besar yang bisa antar keduanya nginap di hotel gratis sampai bertahun-tahun. Bara geram pada kejahatan terencana ketiga orang tersebut. Hukuman setimpal akan mendera orang berhati licik itu.
Arsy mengaduk jus jeruk di depannya tanpa gairah. Setengah dari hatinya hancur ditolak Bara mentah-mentah. Bayangan hidup layak di samping Bara setelah kematian Nania pupus sudah. Bara malah membencinya setengah mati.
"Kenapa kalian ceroboh?" sungut Bobby masih kesal misinya rebut Sania Gatot alias gagal total.
"Dia tolol itu ketangkap sama Roy. Padahal kita sudah berhasil setengah jalan." Arsy menopang dagu pakai kedua tangan bersimpuh pada meja. Ada guratan kekecewaan terpancar di wajah licik itu. Seharusnya Bara tak mungkin tinggalkan dia dalam kondisi hamil. Arsy sengaja katakan dia hamil dengan harapan Bara iba bersedia jadi bapak dalam kandungannya. Arsy pakai trik kuno pikir Bara bisa dikadali.
"Amatiran lhu ajak kerja sama! Sekarang apa rencanamu lagi?"
"Sania sudah kabur. Ntah kapan dia balik! Tapi lhu tenang! Gue akan cari tahu di mana dia. Lhu rayu Sania beri bukti pada Bara Sania selingkuh denganmu. Bara pasti akan lepaskan dia. Aku dapat Bara dan kau dapat Sania. Deal?"
"Sania bukan cewek gampang termakan rayuan. Dia itu kokoh bagai baja. Gimanapun aku harus tunggu Ranti melahirkan." keluh Bobby ingat Ranti yang masih ditahan karena sebar kabar bohong dan serang Sania.
"Ranti bini lhu? Lhu kok katarak bisa pilih Ranti? Ranti itu sisa bos industri film. Bagus cuma di luar. Lhu juga sih? Main embat barang loakan. Kalau lhu masih sama Sania mungkin yang jadi nyonya Bara ya aku."
Bobby tak bisa menampik kata-kata Arsy. Nafsu sesaat yang bawa derita panjang. Andai dia tidak silau oleh kemewahan Ranti mungkin sekarang dia adalah laki paling beruntung. Isteri cantik jelita dan proyek satu gunung.
Penyesalan yang terlambat. Sania terlanjur sakit hati pilih menikah dengan Bara yang baru dia kenal. Bobby yakin waktu itu Sania galau ditinggal nikah maka sembarangan pilih suami. Bara yang ketiban durian runtuh.
"Aku memang salah. Ranti pintar merayu bikin aku tak berdaya. Pesonanya luar biasa. Andai waktu bisa diputar." gumam Bobby sedikit stress.
"Huh..budak nafsu! Sekarang mau ke mana? Gue ada janji sama teman mau hang out. Ikut?" Arsy jatuhkan pilihan bersenang-senang ketimbang mikirin Bara. Rambut Arsy bisa rontok bila habiskan waktu pikir rencana selanjutnya. Waktunya usir kepenatan kejar Bara. Bara takkan lari selama perusahaan Angkasa Jaya masih berdiri.
Masih banyak peluang Arsy rangkul Bara ke pelukan. Arsy pastikan takkan berhenti sebelum menjadi nyonya Bara. Persetan dengan keluarga Bara yang tak tahu mana mantu glamor dan mantu udik. Di mata Arsy Sania hanya wanita muda gampang disetir.
__ADS_1
"Gimana kalau kita cari hotel segarkan badan? Aku sudah lama tak olahraga di ranjang?" tawar Bobby anggap Arsy partner dalam segala bidang. Termasuk urusan ranjang.
Arsy tertawa renyah dengar tawaran Bobby yang menggiurkan. Bobby cukup macho walau sekarang sedikit redup. Tak ada salah cari kesempatan dalam kesempitan. Jiwa ****** Arsy melambai-lambai memanggil Arsy penuhi ajakan mesum Bobby.
"Ok...kita bersenang-senang partner! Aku mau tahu kehebatan bos Build yang terkenal playboy." Arsy tak tahu malu menerima ajakan Bobby nginap di hotel.
Apa lagi yang akan dilakukan dua insan beda jenis bila nginap di hotel. Pikiran pasti mengarah pada hal negatif. Dua manusia bejat sedang beraksi pertontonkan moral yang sedang sakit. Hancur banget moral kedua manusia calon penghuni neraka.
Akhlak, moral, hati serta akal semuanya bau busuk. Kedua insan itu tak sadar kalau bencana sedang mengintai mereka. Tertawa untuk menangis.
Bara berhasil hubungi pengacara Sania minta bantu urus tuntutan pada Bobby dan Arsy. Bara tak bisa tolerir kesalahan Arsy menjebaknya menyebabkan Sania menjauh. Pengacara Sania tentu saja dengan senang hati bela Bara.
Sania dibuat bersedih oleh manusia bermoral belatung itu. Pengacara Sania mana mungkin tinggal diam. Sania adalah prioritas utama mereka. Kasus ini jamin akan jadi santapan media. Bos besar PT. BUILD terlibat kasus sebar foto bohong. Tunggu saja tanggal mainnya.
Singkatnya Roy berhasil bertemu Joachim insinyur yang direkom Sania gantikan dia jadi pimpinan proyek. Roy tak menyangka akan jumpa insinyur terkenal yang bangun pencakar langit di Dubai. Siapa tak kenal Joachim Hoffman. Pakar khusus bangun bangunan yang tingkat kesulitan paling tinggi. Roy bagai dapat lotre berhadiah utama. Dapat pengarahan dari arsitek top merupakan anugerah.
Joachim peramah tak sombong walau punya nama selangit. Beliau dengan sabar beri pengarahan pada Roy untuk ikuti semua instruksi Sania. Roy bagai di awang-awang dapat mentor cap jempol.
Sekar dan Putri terkagum-kagum pada kegantengan bule itu. Cuma sayang bule itu profesional dalam bertugas. Tidak libatkan soal asmara. Bisa jadi bule ini sudah ada bini ataupun pacar. Usianya jauh di atas ketiga pegawai Bara itu.
Hari itu seusai dari lapangan Roy mengajak Sekar, Putri dan Joachim makan malam di restoran sederhana. Di pulau B semua masih serba sederhana. Tak ada mal ataupun hotel mewah. Adapun losmen kecil tempat mereka menginap sekarang ini. Tak ada AC maupun shower air panas. Serba manual mandi pakai gayung.
Hidangan sederhana hiasi meja makan. Sederhana tapi ikannya segar karena dari hasil tangkapan para nelayan jelang sore. Ikan segar rasanya lebih manis dari ikan-ikan di es berhari-hari. Sini serba fresh.
Sekar gregetan lihat belahan dagu bule ganteng itu. Gimana rasanya kalau tangannya membelai rahang macho berbau keju itu. Sekar terpesona tak sadar diperhatikan Putri. Putri mencubit paha di bawah balutan busana gamis itu.
Sekar mengaduh mengelus paha korban kesadisan Putri. Sekar monyongkan bibir ngambek diserang Putri tanpa aba-aba. Putri mainkan mata beri tatapan marah.
Berhijab tapi otak bergerilya mesum. Putri tak bisa beri toleransi pada temannya terpesona pada bule kiriman Sania.
"Sinting..." desis Sekar pelan takut didengar Roy dan Joachim.
"Hapus tuh ileran! Orang udik ngak pernah lihat bule." bisik Putri pelan persis di kuping Sekar.
"Bisik apa? Ayo makan! Kita butuh istirahat. Besok masih banyak kerja. Mr. Joachim please!" Roy persilahkan Joachim cicipi masakan serba hasil laut.
Ikan bakar, ikan masak santan, ikan asam manis dan ikan sambal kecap terhidang di meja. Kelihatan mengundang selera sedikit pedas. Cocok untuk jadi santapan di malam yang mulai dingin. Angin laut bertiup segar membawa sedikit bau khas laut. Ada bau amis ikan.
Sekar dan Putri tak malu-malu mulai comot menu yang sesuai pilihan perut mereka. Joachim perhatikan ketiga anak muda sambil tersenyum. Joachim suka semangat hidup anak muda menyala bagai kobaran api abadi. Menyala terus tanpa padam.
"Kalian sudah lama kenal Sania?" tanya Joachim dengan suara berat.
__ADS_1
"Aku baru kenal tapi dia cewek ini sudah lama kenal. Sania sangat hebat. Di usia muda mampu berkarya."
Joachim mangut setuju omongan Roy. Sania memang anak muda bertalenta luar biasa. Joachim salut pada tingkat kecerdasan Sania. Joachim pernah kerja sama dengan Sania tahu sepak terjang wanita muda itu.
"Sania anak luar biasa. Dia yang rancang bangunan di Dubai. Di masa kuliah dia sudah berkarya. Kalian beruntung bila menjadi anak buahnya." Joachim memuji Sania setinggi langit.
"Sania di mana sekarang?" pancing Putri. Siapa tahu Joachim keseleo lidah buka rahasia di mana Sania.
"Dia lagi liburan bersama keluarganya. Dia pesan tak boleh bocorkan di mana dia. Dia baik-baik saja! Don't worry about her! (Tak usah kuatir tentang dia)"
Putri mencibir jengkel tak berhasil korek bibir bule di mana posisi Sania. Tak heran Joachim bantu Sania main rahasia. Joachim adalah suruhan Sania tentu saja berpihak pada Sania.
"Kami rindu pada Sania." cetus Putri
"Dia pasti balik tapi dia butuh waktu untuk berpikir tenang. Kita fokus pada kerja. Aku di sini hanya sebulan jadi pergi akan waktu kita sebaik mungkin. Aku hanya beri tahu kalau Sania adalah super woman. Dia adalah yang terbaik."
"Kami tahu...dia terbaik dalam segala hal." Roy akui kehebatan Sania setelah lihat hasil karya wanita besi itu. Pulau B akan jadi kota mini moderen tanpa tinggalkan budaya lama. Sania mendukung melestarikan kebudayaan dan tradisi penghuni pulau. Moderenisasi dan tradisi bisa jalan seiring asal dikelola dengan pas.
Sania memadukan budaya lama dan moderenisasi buahkan karya spektakuler. Hotel mewah dan mal pasti akan jadi primadona pulau B. Namun Sania juga mengajak penduduk pertahankan warung-warung pinggir pantai menyediakan ikan segar. Turis bisa memilih hendak makan di pantai ataupun nikmati hidangan koki hotel. Keduanya bisa gandengan memajukan pulau B.
"Hanya dia mampu merinci sedetail ini. Aku kagum pada anak muda itu. Cuma kunasehati jangan merubah semua yang sudah dia rencanakan. Bisa remuk kita dibuatnya. Jalani plannya!" ujar Joachim sambil makan masakan ikan segar yang manis.
"Sania tak pernah kejam. Dia terlalu lembut pada semua orang maka dia selalu jadi korban." ujar Sekar tak terima Sania digambarkan jadi monster tak berperasaan.
Joachim tertawa kecil dengar Sekar bela Sania. Di mata semua orang Sania hanya gadis imut tak berbahaya. Malah gampang dilecehkan.
"Kalian akan tahu Sania kelak. Anggap saja dia gadis kecil yang patuh. Ok?"
"Bapak sudah lama kenal Sania?" tanya Putri penasaran Joachim bicara seolah kenal Sania luar dalam.
"Sejak dia berumur delapan tahun. Sania anak jenius. Umur lima belas tahun dia masuk kuliah di Harvard lulus cumlaude. S2 tiga tahun, S2 dua tahun. Prestasi mengagumkan untuk ukuran anak muda macam dia. Hargai dia! Hidupnya tak gampang. Dia capai prestasi dengan tangannya sendiri. Sania akan bercerita pada waktu tepat."
Roy dan kedua gadis di samping tercengang dengar sejarah Sania. Umur lima bekas tahun kuliah adalah prestasi luar biasa. Seumur gitu masih ada anak masih duduk di bangku sekolah menengah. Sania sudah maju jadi mahasiswi. Tidak tanggung-tanggung jadi mahasiswi di universitas ternama di Amerika pula.
"Wah...Sania hebat! Dia jarang jual kecap kepintarannya. Betul kata orang tua. Padi makin berisi makin merunduk." Sekar tak bisa sembunyikan kata kagum pada Sania.
"Itulah dia! Kalau bukan karena Sania aku takkan datang ke sini. Aku ada pekerjaan di Maladewa. Tapi demi Sania Kutinggalkan proyekku. Aku tak mau musuhan dengan anak itu." Ucap Joachim dibarengi tawa halus. Terbayang oleh Joachim mulut kecil Sania yang berbisa. Kena sedikit racunnya bisa hidup sengsara seumur hidup.
"Bapak ini apanya Sania?" Sekar tanya ngeri-ngeri sedap. Takut salah omong.
Joachim meletakkan sendok garpu sebelum jawab pertanyaan Sekar. Mata kelabu Joachim bersinar redup tak ingin bohong juga tak ingin berbagi rahasia sesuai janji dengan Sania.
__ADS_1
"Aku termasuk keluarga Sania. Itu saja bisa kubilang. Aku sangat menyayangi Sania. Dia tumbuh besar di hadapanku. Kalau dia ada kesulitan maka aku orang pertama akan bela dia. Ok?"