MENCARI CINTA SEJATI.

MENCARI CINTA SEJATI.
Kacau


__ADS_3

Para wartawan mulai ragu pada kebenaran cerita Ranti karena Sania tampak dingin tak mau tanggapi tuduhan Ranti. Sania sudah bosan ikut bersandiwara dengan Ranti yang memang jago akting. Di alam nyata dan alam akting Ranti sama lihay.


"Pak Bara...menurutmu apa benar Sania hanya mengincar harta orang kaya? Setelah kuras Pak Bobby kini rencana kuras anda?" tanya seorang cowok ceking berkacamata tebal.


"Harusnya kalian tanya Bobby siapa yang kuras harta dia! Sania tak ada sangkut paut dengan kehancuran Bobby. Kalian bisa nilai bagaimana taraf hidup bintang top? Tas saja bisa harga bermiliar-miliar sedang isteriku selalu sederhana hidup dari gaji seadanya. Nona Ranti pasti lebih paham cara berbelanja. Ya kan Ranti?" tanya Bara sinis. Bara ingin mencekik wanita culas yang tak habis menyerang Sania.


"Kau salah Bara...Sania itu ular. Pura-pura manis nanti kamu terjerat. Lebih baik kamu ceraikan dia! Ada yang lebih baik siap dampingi kamu. Tenar dan cantik." Ranti berjalan dengan anggun ke arah Bara lalu menyentuh lengan laki itu.


"Cantik tapi murahan...kita tunggu pihak yang berwajib selidiki tuduhan nona bintang. Aku sudah muak sandiwaramu. Apa kau belum bosan ganggu laki kaya untuk jadi tumbal keserakahan kalian?" Sania suara kalem tak meledak seperti Ranti.


"Kau yang murahan...lihat Bara! Wanita ini berani bilang aku murahan. Kau kenal siapa aku bukan? Bintang tenar yang siap jadi tulang belakangmu biar dapat proyek besar. Siapa bisa tolak pesona Ranti?" Ranti merengek manja seolah Bara pasti jatuh cinta padanya.


Untunglah otak Bara masih waras tak silau oleh ketenaran tak abadi Ranti. Para wartawan kaget melihat tingkah Ranti yang berkesan hendak jebak Bara ke pelukannya. Kelakuan Ranti justru menguntungkan Sania. Gelar pelakor dan murahan lebih tepat disematkan pada Ranti. Secara tak sadar Ranti menggali lubang mengubur jasad sendiri. Hidup-hidup pula.


"Nona Ranti...jaga sikap! Aku ini suami Sania. Aku takkan berpaling dari Sania walau kamu bikin cerita paling buruk. Aku yang tak tahu betapa sucinya isteriku. Dia bukan wanita murahan tak tahu agama. Dia tak pernah berzinah apalagi merayu laki orang. Aku dua puluh empat jam bersama dia. Kapan dia bisa berselingkuh. Jadi jaga sikap!"


"Bara...Sania itu bekas suami aku! Aku tak percaya Bobby tak tiduri dia. Kau hanya dapat sisa."


Bara tertawa tak menyangka Ranti akan buka keburukan Bobby di tempat umum. Secara tak langsung Ranti tunjukkan sifat buruk Bobby suka main perempuan. Syukurlah Sania terlepas dari kurungan Bobby dalam keadaan suci.


"Sania bukan sisa siapapun. Dia isteriku. Aku lebih tahu dia dari siapapun."


Para wartawan makin semangat mengorek cerita tentang hubungan Sania dan Bobby. Cerita makin rumit karena suami Sania muncul membela isteri.


"Kalian belum kenal ular betina ini.. Pura-pura alim tapi ekornya berbisa. Bara kau akan nyesal telah nikahi ular berbahaya."


"Nona Ranti..aku bisa menuntutmu pencemaran nama baik. Jangan asal nuduh tanpa bukti! Kita lihat akhir babak sandiwaramu. Aku muak dengan cara kotormu cari tenar. Setiap manusia punya batas kesabaran. Aku bukan manusia busuk suka bongkar aib orang. Tapi sayang kau datang sendiri buka masa lalumu. Kita kupas bersama biar semua terang benderang." ujar Sania angkuh.


"Ok..aku tunggu. Aku tak sabar lihat seberapa hebat ular betina beracun ini. Oya.. teman-teman jurnalis! Kalian harus sebar berita ini seluas mungkin. Biar Bara tahu siapa wanita penggoda ini!"


Suasana makin panas karena tak ada yang mau mengalah pertahankan argumen masing-masing. Ranti merasa di atas angin karena punya saksi yakni pelayan rumah tangga Bobby. Ranti sengaja hadirkan pelayan rumah Bobby untuk jelaskan peran Sania di rumah mewah Bobby.


Pelayan berusia sekitar tiga puluh tahun itu dengan gagah ceritakan kalau Sania sering nginap di rumah Bobby dan tidur bersama Bobby. Semua mendengar dengan mulut terbuka tak percaya Sania demikian murahan menggoda laki orang.


Wajah Sania berubah warna difitnah oleh Ranti dan pelayan yang memang dia kenal sejak dulu. Sania yang pekerjakan dia jadi asisten rumah tangga Bobby menjelang pernikahan mereka. Tak disangka wanita itu tega buat cerita tak masuk akal.


Saksi Ranti cukup kuat buat Sania tak berkutik untuk sementara. Ranti naik level berada di atas angin menekan Sania hingga ke lantai.

__ADS_1


Bara bisa baca situasi tak begitu terpengaruh oleh hasutan Ranti dan pelayan. Bara harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan muka Sania di masyarakat.


Di tengah kericuhan menyudutkan Sania muncul Sekar dan Putri. Mereka lebih tahu bagaimana kisah cinta Bobby dan Sania yang dikacaukan Ranti. Tugas mereka adalah klarifikasi fitnahan Ranti. Mereka tak mungkin biarkan sahabat terbaik mereka diancam di bawah puluhan pasang tatapan mata. Berita buruk ini pasti akan cepat tersebar menoreh noda hitam di kening Sania.


"Assalamualaikum...maaf! Semua yang diceritakan nona Ranti itu bohong. Aku dan temanku ini saksi hidup bagaimana bintang gila ini rebut Bobby. Ranti yang pelakor. Sania dan Bobby hampir menikah dan tiba-tiba muncul Ranti bilang hamil anak Bobby. Sania mundur dan tak pernah muncul lagi dalam hidup Bobby. Harta Bobby habis dipakai foya-foya oleh bintang pelakor ini. Datang-datang fitnah orang. Aku berani bersumpah apa yang kukatakan itu fakta." Sekar yang berhijab mengatakan kisah Sania dengan lantang.


"Jadi maksud kalian Bobby bangkrut karena taraf hidup Ranti yang tinggi?" tanya seorang wartawan antusias.


"Itu kami kurang jelas. Ada kawan kami lebih jelas karena dia yang urus setiap uang keluar masuk kantor. Kartu kredit nona Ranti setiap hari terpakai Beratus juta. Dia pun tak sanggup diteror nona Ranti maka duluan resign. Soal Sania nginap di rumah Bobby itu bohong. Sania gadis berakhlak tak mungkin berzinah."


"Wah...kacau ini. Anda bisa dihukum sebar berita bohong." ucap wartawan pada Ranti.


Ranti sedikit gelagap disekak wartawan. Kalau Sania bersikeras menempuh jalur hukum disertai bukti akurat Ranti bisa dihukum telah mencemarkan nama baik seseorang.


"Ngapain aku bohong? Bukti pelayan rumah kami. Perempuan ini berbohong bela tuannya. Aku masih punya bukti Sania itu ular beracun. Lihat ini! Sertifikat rumah kami telah dibuat atas namanya. Dia telah meminta orang ambil rumah yang dibeli suami aku." Ranti keluarkan foto kopi surat sertifikat rumah yang ditempati Bobby dan Ranti saat ini.


Wartawan berebut ingin melihat kebenaran kata-kata Ranti. Ternyata benar kata Ranti. Rumah itu memang tertera nama Sania. Ini menunjukkan Sania memang memeras Bobby. Belum menikah sudah meminta hak rumah. Hanya wanita culas akan lakukan hal itu.


Kini semua mata mengarah pada Sania minta penjelasan. Termasuk Bara yang masih tak percaya kebenaran rumah Bobby tertera nama Sania.


Sania tetap tenang tak gentar urai kebenaran tentang polemik rumah hadiah dari Pak Elmo. Sania telah mengembalikan hak rumah itu pada PT. SHINY setelah batal nikah. Mereka berniat jual rumah itu. Itu hak Pak Elmo.


Ranti bergidik tak sangka Sania yang lemah lembut berubah bak singa lapar. Ranti pikir dengan gertakan dan sedikit rekayasa bisa membuat Bara ilfil pada Sania. Ternyata masalah merembet panjang gara-gara dia berbuat terlalu jauh.


Sania meneleponi seseorang untuk hadir dalam tempo singkat. Nada suara Sania dingin sanggup bekukan semua yang hadir. Sania berubah jadi sosok sadis tanpa belas kasihan.


Sekar dan Putri juga ikutan kaget mendapatkan Sania tak selembut biasa. Tak ada guratan welas tersisa di wajah itu. Tampang Sania bak topeng bengis tak kenal kawan lagi.


Nyali Ranti menciut disodorkan suasana horor. Sania mematung teguh menanti orang yang diharap klarifikasi soal rumah Bobby. Di sini bukan hanya Ranti yang malu tapi juga Bobby.


Tak butuh lama empat orang masuk ke kantor Bara dengan tampang tegang. Dua di antaranya berpakaian resmi dari pihak kepolisian. Babak baru telah di mulai. Ranti telah buat skenario tanpa pikir akibat dari kelalaian cari bahan cerita. Ranti pikir Sania masih bodoh gampang diinjak.


Ranti gemetaran melihat Sania tak main-main dalam ucapan. Wanita muda ini benar-benar menghadirkan pihak berwajib usut semua fitnahan Ranti.


"Selamat siang...kami dari pihak pengacara PT. SHINY dan pihak kepolisian akan beri tanggapan mengenai perihal rumah milik nona Sania." pengacara keluarga Pak Elmo segera beri klarifikasi mengenai tuduhan Ranti.


"Benarkah nona Sania meminta hak rumah itu dari Bobby?" tanya seorang jurnalis.

__ADS_1


Bara menanti jawaban dari mulut sang pengacara. Jawaban sang pengacara jadi patokan moral Sania sesungguhnya.


"Ceritanya begini. Bos PT. SHINY dengar nona Sania akan menikah dengan Pak Bobby maka hadiahkan rumah dan sedikit biaya untuk acara pernikahan mereka. Tak disangka Pak Bobby berselingkuh dengan nona Ranti dan menikahinya. Padahal segala persiapan sudah mencapai sembilan puluh persen. Berhubung pernikahan batal nona Sania kembalikan rumah pada kami. Kami memang akan jual rumah itu dan menawarkan pada Pak Bobby. Sampai detik ini belum ada kejelasan dari Pak Bobby. Jadi tidak benar itu rumah Pak Bobby. Itu hadiah dari PT. SHINY untuk nona Sania tapi dikembalikan. Itu semua tertulis secara hukum PT. SHINY hibah rumah pada nona Sania. Semoga penjelasan ini bisa bersihkan nama nona Sania dari segala tuduhan."


"Artinya bukan Sania yang rebut Bobby tapi Ranti yang rebut Bobby dari Sania." timpal Roy yang sudah gatal mulut tak dapat tahan emosi.


Bara merasa ganjalan di dada plong. Sania bukan wanita matre seperti cerita Ranti. Malah Sania dengan ikhlas kembalikan rumah yang bukan haknya. Sania makin menunjukkan kelasnya sebagai wanita terhormat.


"Iya ..Ranti memang pelakor. Dia selalu jual tampang jerat bos kaya. Bobby sudah bangkrut maka datang ingin pisahkan Pak Bara dan Sania. Pingin jadi nyonya Bara kali." nyerocos Putri lampiaskan rasa benci yang telah memuncak di hati.


Wajah Ranti berubah pucat didatangi pengacara dan aparat. Ranti tak mungkin terlepas dari jeratan hukum. Bikin onar di kantor orang dan fitnah sembarangan.


Nama besar Ranti hancur seketika tatkala kebenaran terungkap. Para wartawan puas dapat berita terhangat. Ranti sendiri yang bikin liang lahat untuk kubur diri sendiri. Rencana mau fitnah Sania malah terjebak ocehan sendiri.


"Nona Ranti ada yang mau dikatakan?" tanya Sania mulai lunak. Sebenarnya Sania tak tega melukai harga diri Ranti. Cuma Ranti salah pilih mangsa. Kini Ranti tercekik sendiri.


"Aku tak tahu ada cerita ini. Aku hanya ungkap kebenaran."


"Kebenaran apa? Masih anggap dirimu penting? Di mataku kau tak lebih dari pecundang. Mau kubuka aibmu lebih banyak? Sayang aku tak sejahat kamu. Sekarang pertanggungjawaban semua sandiwara yang kau buat. Pak polisi silahkan laksanakan tugas bapak! Pak pengacara akan jelaskan semua tuduhan nona bintang besar ini." Sania menyerahkan semua masalah pada pengacara dan pihak kepolisian usut semua tingkah jahat Ranti.


"Sania...kau tak boleh bawa aku ke kantor polisi. Aku Ranti bintang top." seru Ranti ketakutan akan digiring ke pihak berwajib.


"Kau jelaskan pada pengacaraku! Oya..teman jurnalis terima kasih sudah datang! Semoga cerita ini beredar sesuai fakta. Di sini kita ada hukum." Sania ingatkan para wartawan agar jangan tambah bumbu dalam kisah ini. Bagaimana terjadi itulah yang tersiar.


"Kami janji akan sebarkan info sesuai fakta! Kami juga minta maaf bila telah salah sangka pada nona Sania. Kami permisi."


"Nona Sania kami juga permisi untuk tindak lanjuti semua laporan nona Ranti." pengacara dan aparat hukum juga minta pamit.


Sania mengangguk. Aparat kepolisian mempersilahkan Ranti ikut mereka untuk diminta keterangan mengenai semua tuduhan pada Sania. Ranti meronta tak mau dibawa ke kantor polisi. Pembantu rumah tangga Bobby tak luput dari jeratan hukum.


Hati Sania sedih melihat kondisi Ranti. Tapi kalau Ranti tidak diberi pelajaran seumur hidup tetap merasa jadi ratu di atas ratu. Ranti melangkah terlalu jauh menekan orang. Dipikir Sania diam karena bodoh. Maka Ranti berani ambil tindakan gilas Sania.


"Sania...kita minum teh di atas yok!" Putri menyentuh lengan Sania agar sadar dari mimpi buruk hari ini.


"Kalian pergi kerja. Biar Sania bersamaku!" Bara beri kode pada Putri dan Sekar tinggalkan Sania. Bara lebih paham bagaimana perasaan Sania saat ini. Orang yang dia penjarakan adalah kakaknya sendiri. Tentu ada rasa sakit di hati harus berbuat kejam pada saudara sendiri.


Bara memeluk Sania beri rasa tenang. Sania menyandarkan kepala di dada bidang Bara cari kedamaian. Bara mengelus kepala Sania lalu mengecupnya tanpa peduli itu di kantor. Pegawai lain terkesima heran mengapa Bara mengumbar kemesraan di tempat umum pada pegawai cantik. Apa posisi wanita muda ini di hati bos mereka.

__ADS_1


"Kita pulang saja ya! Kau perlu istirahat." ucap Bara tanpa melepaskan pelukan.


__ADS_2