MENCARI CINTA SEJATI.

MENCARI CINTA SEJATI.
Sania Berang


__ADS_3

Roy yang mendengar kata-kata Sekar merasa hatinya dingin. Ternyata Sekar bukan wanita yang mudah diajak kencan buta. Gadis ini sangat menjunjung nilai moral dari sudut pandang agama. Roy harus hati-hati bila ingin mendekati wanita itu. Jaga hati dan jaga sopan santun. Sekar jadi gadis istimewa di mata Roy.


Joachim diam saja dengar perdebatan Putri dan Sekar. Laki bule ini memang tak ngerti apa yang jadi bahan debatan gadis-gadis ini. Yang tahu Sekar tampak agak marah.


"Sori sis! Aku kan hanya canda. Lis..udahan dulu ya. Kamu dengar kan Sekar marah. Pokoknya aku akan usaha cari Sania biar kau dan Rangga punya jalan menuju pelaminan. Assalamualaikum..." Putri segera akhiri obrolan lihat wajah Sekar memerah tahan amarah.


Sekar mendengus sambil buang muka keluar jendela. Mata gadis ini berembun menahan tangis. Lisa yang hamil tapi Sekar yang terluka. Sekar belum bisa terima teman dekatnya sanggup berbuat senonoh tak indahkan ajaran agama. Setahu Sekar keluarga Lisa cukup kuat dalam agama walau Lisa tak berhijab. Pakaian Lisa sopan tak umbar aurat. Pertanyaannya mengapa Lisa bisa jatuh dalam rangkulan dosa.


Putri menyentuh tangan Sekar perlahan merasa bersalah telah bercanda melewat batas. Lisa sedang musibah dibawa jadi bahan olokan. Lisa pun koplak ikutan bercanda lupa sedang mengandung anak haram.


"Sekar...jangan marah! Tadi aku hanya ingin menghibur Lisa. Dia sangat tegang maka kuajak canda. Kita harus cari Sania biar Rangga bertanggung jawab." ujar Putri memelas minta dikasihani. Putri merasa tak nyaman melihat Sekar muram durja.


Sekar menyusut air bening di bawah mata berusaha tersenyum. Sekar juga salah terlalu cepat emosi. Putri tak salah kalau ingin hibur Lisa. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan Lisa dalam posisi gini. Wanita itu pasti ketakutan. Ingin rasanya Sekar memeluk Lisa beri kekuatan.


"Aku juga minta maaf. Aku sedih lihat teman kita berjalan di atas api. Sudah tahu bakal terbakar tapi tetap dijalani." lirih Sekar.


Putri rentangkan tangan minta dipeluk Sekar. Sekar tersenyum lalu leburkan diri dalam pelukan sahabatnya. Keduanya berdamai cari jalan untuk Lisa.


Joachim dan Roy lega lihat suasana jadi kondusif. Roy makin yakin kejar Sekar. Roy yakin akan dapat isteri masih bersegel. Mungkin inilah kebahagiaan terbesar seorang suami dapat isteri belum disentuh orang lain.


"Chat Sania cerita kondisi Lisa. Kirim voice mail biar jelas. Sania harus segera pulang." ujar Sekar beri saran pada Putri.


"Iya...sekarang juga ku chat Sania." Putri geser layar cari kontak wa Sania. No ponsel Sania memang sudah tak aktif. Hanya chat wa yang aktif. Itu satu-satunya jalan hubungi Sania.


Putri cerita semua masalah Lisa sejelas-jelasnya pada Sania. Semoga wanita hamil itu tergerak hati segera pulang ke tanah air. Sania paling dekat dengan Lisa tak mungkin pangku tangan lihat kehancuran Lisa.


Pesan terkirim cuma belum dibaca. Masih centang abu-abu. Putri melirik Sekar yang masih terbawa kehamilan Lisa. Apa Lisa sanggup menanggung aib sebesar ini seorang diri? Lisa pasti sedang merana. Seharusnya Sekar dan Putri berada di samping gadis itu untuk beri kekuatan agar tabah.


Ting...pesan masuk. Sekar merebut ponsel Putri tak sabar mau lihat apa balasan Sania.


\=Akan kubunuh bajingan tengik itu. Beraninya dia buka segel Lisa tak mau tanggung jawab. Besok aku pulang.\=


Sekar dan Putri menarik nafas lega lihat tanggapan Sania. Sudah diduga Sania pasti akan turun tangan selesaikan kebejatan Rangga. Ngerinya Sania berniat turun tangan kejam pada abang sendiri. Artinya Sania tak bedakan Lisa dengan Abang kandung. Sania pegang prinsip kebenaran.


"Alhamdulillah...Sania bakal pulang." ujar Sekar merasa dadanya plong. Lisa tak perlu menanggung rasa malu hamil tanpa suami. Terlanjur dosa tapi bisa kembali ke jalan benar itu adalah terbaik. Daripada sudah tahu dosa masih betah berkubang dalam dosa. Itu lebih fatal.


Roy menyimpan info Sania bakal pulang. Ini kabar baik buat sahabatnya yang lagi patah arang. Orang yang dinantikan pagi siang malam bakal segera balik tanah air.


"Sania pulang sendiri atau bawa selingkuhan?" tebak Putri ingat foto Sania dengan cowok misterius.


"Sania bukan orang gitu. Aku yakin itu temannya. Mana ada orang berselingkuh sebar ke semua orang. Itu sedang hidupkan api bakar hati orang. Siapa yang bakal dipanggang?" Sekar bela Sania.


"Kau benar...Sania sedang bikin Bara cemburu. Sania balas dendam pada Bara." Putri perkuat dugaan Sekar.


"Kalian obrolkan apa?" tanya Roy melirik ke belakang lewat kaca pion.


"Sania kirim foto bersama cowok. Wajahnya ditutupi stiker." jelas Sekar jujur. Sekar tak pandai bengkokkan lidah karang cerita bohong.

__ADS_1


"What? Sania main gila? Tak mungkin." seru Roy tak percaya. Sania bukan wanita jenis amfibi. Wanita dua alam.


"Nah tuh Pak Roy juga tak percaya! Sania orangnya setia. Bobby saja tak punya kesempatan sentuh dia apa lagi cowok baru kenal." Sekar bangga ada yang bela Sania.


"Aku juga pikir gitu!"


Joachim dari tadi dengar Sania jadi topik obrolan menjadi gatal mulut ingin tahu apa yang terjadi. Gimanapun Sania adalah wanita yang paling dihargai Joachim. Muda dan bertalenta.


"Ada apa dengan Sania?" tanya Joachim dalam bahasa Inggris tentunya.


"Sania kirim foto bersama laki lain. Apa Mister kenal orang ini?" Putri menyodorkan ponsel pada Joachim dari belakang.


Bule itu terima ponsel Lisa perhatikan siapa yang dimaksud selingkuhan Sania. Kening Joachim berkerut berusaha ingat laki misterius di layar ponsel Putri.


Bule itu mengeluarkan ponselnya lalu geser layar ponsel mahal yang harganya bisa beli mobil kecil.


"Apa ini yang kalian maksud?" Joachim perlihatkan foto Sania dan beberapa orang sedang liburan di Belanda. Di situ ada Pak Jaya dan isteri serta Fadil. Di lihat dari warna pakaian yang dipakai Fadil sama dengan laki misterius di ponsel Putri sama tak ada beda. Artinya laki misterius itu Fadil.


"Fadil..." seru Putri dan Sekar barengan. Roy yang sedang nyetir tak bisa lihat foto di ponsel Joachim hampir menabrak mobil di depan saking kaget dengar seruan kedua gadis di belakang jok mobil.


"Becareful bro!" seru Joachim kaget Roy nyaris menabrak mobil di depan.


Roy menghentikan mobil dipinggir jalan untuk tenangkan diri. Roy tak menyangka Fadil susul Sania ke luar negeri. Bara ditikam adik sendiri.


Roy tak tahu keluarga Pak Jaya berada di luar negeri untuk urusan bisnis. Dalam benak Roy telah terjadi suatu mufakat luar biasa mematikan hati Bara.


"Kalian jangan pikir buruk Sania! Aku sudah tahu soal ini. Mereka hanya liburan. Sania tak ada hubungan apapun dengan laki manapun. Sania itu setia." Joachim mengusir bayangan buruk terhadap Sania.


"Tapi dia jumpa Fadil. Suami sendiri diabaikan." seru Roy tegangkan urat syaraf kepala. Kini giliran Roy pula kesal Bara teman baiknya dikhianati.


Joachim bukannya marah diserang Roy malahan tertawa ngakak. Orang-orang ini mengenal Sania hanya dari kulit luar. Siapa sesungguhnya gadis berhati besi itu belum terungkap. Suatu saat semua akan pingsan setelah Sania buka tabir misterius yang menyelubungi dirinya.


"Sania itu paling benci orang berkhianat dari keluarga. Aku pernah jadi musuhnya gara-gara pernah main gila dengan klien. Aku hampir mati dibuatnya. Seluruh ruang gerakku terkunci, paling fatal klienku dibuat bangkrut tak bisa berdiri di dunia bisnis. Sampai isteriku meninggal baru Sania maafkan aku." cerita Joachim flash back pada kisah hidupnya.


Sekar cs bengong dengar kekuatan Sania. Sebegitu hebatkah Sania sampai mampu remukkan laki top macam Joachim. Mungkinkah Sania lebih power dari Joachim yang punya nama besar di dunia jasa konstruksi.


"Apa Mister masih keluarga dengan Sania?"


"Iya...cukup dekat! Kalian tak usah berpikir aneh terhadap Sania. Dia orang keras dan setia. Kalian beruntung kenal dia. Dia akan lindungi kalian sampai titik akhir. Tapi kurasa nasib buruk akan menimpa suaminya. Sania takkan gampang maafkan dia!"


"Tapi Bara tak bersalah. Dia hanya dijebak Arsy. Toh sekarang Bara sedang tuntut Arsy." Roy kembali bela Bara.


"Tak ada guna. Sekarang yang penting Bara jaga diri jangan sampai ketahuan jumpa musuh Sania. Tamatlah laki itu!" kata Joachim sambil tertawa.


Sekar cs tak tahu makna dari tawa Joachim. Tapi laki itu anggap kemarahan Sania hanya lelucon untuk balas kenakalan Bara.


"Kasih tahu cara luluhkan Sania! Kasihan Bara!" pinta Roy masih belum sanggup jalankan mobil. Roy masih syok dengar begitu banyak masalah pagi ini. Lisa hamil dan Sania selingkuh. Berita ini datang terlalu mendadak.

__ADS_1


"Tenang..aku akan beri tahu cara lunakkan Sania. Tapi kalian harus buat seolah-olah itu nyata. Bukan rekayasa."


"Maksudnya?"


"Bara harus alami kecelakaan. Jangan kecelakaan rekayasa tapi harus real! Patah tulang ataupun pecah kepala gitu!"


"Mati dong!" celetuk Sekar ngeri membayangkan Bara dibalut perban sana sini. Bayangan mumi abad moderen bermain di mata Sekar. Babak belur dah si Bara.


"Ya ngak sampai hancur berantakan. Paling tidak harus luka-luka. Caranya ya terserah kalian. Harus nyata bukan hasil editan. Mata Sania ada di manapun. Tak ada yang bisa lepas dari pantauannya."


"Gitu ya! Aku akan bincangkan dengan Bara. Maunya dia jumpa mister biar enak ngobrol." ujar Roy memikirkan solusi yang diberi Joachim. Ide bagus tapi Bara harus bonyok dulu. Bara bonyok harus ada alasan pas. Bukan alasan klasik pura-pura dirampok atau kena senggol kenderaan.


Jiwa mafia Sania lebih lihay dari mereka. Sekilas lihat dia sudah tahu yang mana asli, mana rekayasa. Sania bukan orang gampang dikadali.


"Terserah kalian! Cuma kuminta kalian jangan bodohi Sania. Dia terlalu baik untuk dibodohi. Sekarang bisakah kita berangkat lagi? Hari makin panas. Kita harus terjun ke lokasi hari ini."


"Oh maaf! Kita berangkat." Roy tersadar masih parkirkan mobil di pinggir jalan.


Sekar dan Putri saling berpandangan. Rencana Joachim membuat Bara alami kecelakaan sangat riskan. Bagaimana kalau benaran terluka. Bisa ucapan selamat tinggal pada dunia. Pindah ke alam lain.


Mobil kembali berjalan menyusuri jalan aspal yang sepi dari kenderaan. Kehidupan di pulau B sangat nyaman. Jauh dari kata polusi pencemaran lingkungan. Pusat kota kecil sekali. Cuma ada beberapa jalan utama. Keliling naik sepeda berputar sudah mentok.


PT. SHINY beli sebagian tanah di pulau ini untuk membangun pulau ini jadi destinasi wisata. Membantu masyarakat yang taraf hidup agak ketinggalan juga budidayakan kerajinan tangan penduduk lokal. Dari perhiasan dari isi lautan. Berupa kulit kerang serta hiasan dari terumbu karang yang terdampar ke daratan.


Merusak terumbu karang bisa dipenjara. Pemerintah berusaha melindungi kekayaan alam lautan yang sekarang ini. Banyak tangan jahil merusak keindahan bawah laut tanpa pikir akibat dari perbuatan. Ekosistim bawah laut terganggu bila tak ada terumbu karang yang melindungi sebagian hewan kecil.


Mobil akhirnya berhenti di satu lokasi tak jauh dari tepi pantai. Di sini sedang dikerjakan pembangunan hotel bintang tiga. Daerah ini belum bisa memiliki hotel bintang lima. Belum ada gambaran kemajuan daerah ini. Bintang tiga sudah wakili kemajuan daerah ini.


Roy paling duluan keluar dari mobil disusul Joachim. Mata kedua laki ini tertancap pada pekerja yang sudah mulai kegiatan. Mereka pekerjakan seluruh warga yang sehat dan rajin. Ini membantu para pemuda yang selama ini nganggur tanpa kerja tetap. Pundi-pundi rezeki mengalir membantu asap dapur mengepul tanda ada kehidupan.


Sekar dan Putri menyusul keluar membawa semua buku untuk mencatat resume pekerjaan hari ini. Putri yang lebih ngerti dari Sekar segera periksa semua kerja sisaan semalam. Putri sudah lama ikut Sania paham apa keinginan Sania. Harus perfecto.


Roy dan Joachim memulai tugas memberi pengarahan pada para pekerja untuk mengerjakan part penting. Keempat orang itu mengerjakan part masing-masing sesuai bidangnya.


Matahari perlahan beranjak naik perlihatkan cahaya menyilaukan mata. Sinar lembut berubah menjadi sinar garang siap memanggang yang kena pantulan cahaya sang mentari. Tak ada kalimat bersahabat dari sumber cahaya alam ini.


Kalau ingin adem ya harus hindari keganasan mentari laksanakan tugas memberi sumber cahaya. Sekar dan Putri tak bisa hindari panggilan tugas walau dalam hati ingin menangis darah. Kulit indah mereka harus jadi korban pancaran sang matahari.


Sunblock alias sunscreen termahal pun tak mempan melawan cahaya ganas sang mentari. Sekar dan Putri sudah melapisi kulit mereka dengan cream anti Surya untuk menjaga kolagen kulit dari paparan sinar matahari.


Wanita di seluruh belahan dunia paling takut kena radiasi yang bisa buat kulit keriput. Wajar Sekar dan Putri matian menjaga kulit mereka.


Ponsel Roy berbunyi ada panggilan masuk. Roy geser layar menerima panggilan setelah beri kode pada Joachim ijin angkat telepon. Di layar tertera nama Rudi.


"Halo bro! Nyari incaran ente?" olok Roy goda Rudi. Rudi mulai perhatian pada Putri berikan signal mencintai gadis itu.


Putri sedang asyik catat hasil kerja yang sudah berjalan. Ini jadi arsip untuk lapor pada atasan Putri yakni Sania.

__ADS_1


__ADS_2