MENCARI CINTA SEJATI.

MENCARI CINTA SEJATI.
Pesta


__ADS_3

Bara tak sabar menunggu kabar dari Pak Elmo. Sania pergi tanpa beritahu di mana keberadaannya. Begini terus Bara juga capek. Bilang ke sini tapi tak ada di tempat. Ini sama saja berbohong pada suami dan keluarga. Sebenarnya Sania ini sosok manusia model apa? Keras walau hatinya lembut.


Waktu berjalan sangat lamban bagi Bara. Sebentar-sebentar Bara melirik ponselnya harap ada deringan keluar dari ponsel. Sayang benda pipih itu masih membisu menguji kesabaran Bara. Bara sangat berharap benda itu berbunyi bikin ribut ruang kerjanya. Tapi sayang benda itu tak hargai Bara memilih membisu.


Bara telungkupkan kepala ke meja saking cemas kondisi Sania. Kandungan Sania bisa saja keguguran setiap saat karena mengandung janin lebih dari satu. Bara bukan hanya cemas nasib Sania juga janin dalam kandungan Sania. Tak bisa dibayangkan bila terjadi sesuatu pada mereka. Bara bisa gila ingat itu.


Harapan Bara terwujud. Benda pipih di meja bergetar sekaligus keluarkan suara ringtone tetesan suara air. Nada dering pilihan Bara sederhana cerminkan laki tak neko-neko.


Secepat kilat Bara meraih benda itu lalu geser terima telepon masuk. Benda itu langsung menempel di kuping Bara.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam...nak Bara! Bapak minta maaf atas kelakuan Sania. Sania sangat stress maka dia pergi cari tempat untuk berteduh. Bapak jamin dia tak apa. Tak usah kuatir. Dia bersama anakku."


"Maksud bapak? Sekarang Sania di mana? Biar kususul dia."


"Biarkan dia dulu! Jangan diusik!"


"Pak...Sania itu isteriku! Sedang mengandung anakku. Bagaimana aku tak kuatir? Bapak kasih tahu saja di mana dia. Ke ujung dunia akan kususul."


"Bara...bapak hargai niatmu! Jujur bapak cerita kalau Sania sedang dirawat anakku. Jiwa Sania sedikit guncang dapat berita Amanda meninggal. Sania mau bicara dengan Amanda tentang ibunya tapi tak kesampaian maka dia syok. Anakku dokter psikiater. Dia sedang ditangani anakku. Beberapa dia pasti pulang. Dia tak ada di tanah air." Pak Elmo bocorkan rahasia Sania pada Bara.


Lidah Bara terasa kelu untuk menjawab. Tak disangka Sania benar-benar trauma kejadian masa lalu sampai tak sanggup terima musuh terbesarnya pergi tanpa pesan. Keseharian Sania tampil biasa saja tanpa perlihatkan gejala butuh dokter jiwa. Siapa sangka dibalik ketenangan dan sifat keras Sania tersimpan sisi gelap.


"Bolehkah kudampingi dia pak?"


"Bapak terima niatmu. Untuk sementara biarkan dia tenang. Kami lebih ngerti Sania. Percayalah! Kami menyayangi dia sama seperti kamu sayang padanya. Kita usaha sama-sama biar dia keluar dari trauma. Dia lihat dengan mata kepala sendiri mamanya digilas mobil sampai tewas. Bukankah ini jadi satu momok bagi seorang anak kecil? Jadi bapak harap kamu maklumi Sania."


"Maaf pak! Mengapa bapak sangat paham Sania. Aku sebagai suami tak tahu apa-apa tentang dia."


"Sania akan cerita kalau dia mau cerita. Bapak cuma minta sayangi Sania. Bayar masa kecilnya yang tak bahagia. Dia keras dan tak mau diatur karena dia punya penderitaan tersendiri. Sania orangnya setia. Bapak harap kalian hidup bahagia terlepas dari semua materi. Dunia Sania sangat bersih. Dia paling benci pengkhianatan dan kebohongan. Itu clue buat kamu hidup damai dengannya. Dia tidak gila harta. Apa adanya."


"Iya pak! Kapan dia akan pulang?"


"Secepatnya. Kalau dia sanggup atasi masalah psikisnya dia pasti balik. Kau tak perlu cemas. Kami akan menjaganya dengan baik."


"Tapi pak..."


"Tenanglah nak! Kami juga sayang padanya."


"Iya pak!" Bara berusaha ikhlas arahkan Sania pada keluarga Pak Elmo. Ada sedikit rasa cemburu di hati Bara. Sania bersama anak Pak Elmo yang dokter kejiwaan. Laki atau perempuan. Gimana kalau Sania tergantung pada dokter itu sampai tak ingin pulang.


Berbagai dugaan buruk bermain di benak Bara. Pokoknya jangan sampai dia kehilangan cinta sejati sekali lagi. Sania harus kembali walau apapun cerita.


"Ok... bapak tutup dulu ya. Jaga diri. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam..."


Bara kontan lemas begitu ponsel berhenti berfungsi. Hati Bara juga berhenti berdetak. Serasa ingin mati saja isterinya raib lagi. Baru kumpul sekarang hilang lagi. Sania itu seperti pelangi yang kadang ada kadang hilang setelah pamer keindahannya.

__ADS_1


Walau gitu Bara tak menyesal mengawini Sania. Sania lebih banyak sisi positif dari sisi negatif. Wanita itu tak mampu kuasai diri bila ingat masa lalu. Sania sudah mampu maafkan Suhada tapi belum bisa keluar dari bayangan kejahatan Amanda. Sampai kapan Sania akan begini?


Bara tak punya pilihan lain selain pulang ke rumah orang tuanya. Ntah apa yang harus dia katakan pada Bu Jaya. Bu Jaya hanya tahu Sania ingin tenangkan diri di rumah Pak Elmo. Mamanya itu tak tahu Sania raib lagi.


Seluruh karyawan sudah pada pulang waktu Bara turun ke lantai dasar. Kantor sepi jali hanya ada satpam yang berjaga di depan pintu masuk gedung kantor.


Bara menyapa satpam sekedar basa basi seorang bos. Langkah Bara terarah ke mobilnya di pelataran parkir. Seluruh parkiran bersih dari aneka jenis kenderaan kecuali motor milik satpam.


Bara jalankan mobil menyatu dengan jalan raya melaju tinggalkan gedung kantor. Jok samping Bara kosong tanpa penumpang. Biasa ada wanita cantik bermulut tajam siap temani Bara pulang pergi kantor. Mereka berdebat mesra sepanjang jalan. Sania lucu walau kadang kata-kata keluar dari bibirnya tajam menyakiti hati.


Mata Bara melirik jok kosong tanpa pemilik. Pemilik yang suka kabur. Bara berdoa semoga Sania cepat keluar dari pertapaan. Setelah dapat wangsit segera turun gunung.


Di rumah Bara disambut Bu Jaya yang sudah menanti kedatangan menantu kesayangan. Bu Jaya bersorak dalam hati melihat mobil Bara masuk pekarangan rumah.


Harapan Bu Jaya anaknya berhasil bawa pulang mantu kesayangan. Bu Jaya terlanjur sayang pada Sania. Terutama isi perut Sania. Bu Jaya tidak munafik sayang pada Sania juga karena wanita itu mengandung cucu keluarga Jaya.


Bara turun sendirian timbul tanda tanya besar di hati wanita paro baya ini. Ke mana Sania? Mengapa tak barengan dengan Bara.


"Nak...mana Sania?" tanya Bu Jaya panik. Dari raut wajah sudah tertulis jelas wanita itu cemas.


"Sania sudah keluar negeri lagi." sahut Bara lemas lunglai.


"Ya Allah...dia pergi sejauh itu? Dia bilang ke rumah Pak Elmo. Dia bohongi mama." seru Bu Jaya tak terima Sania berbohong demi kabur jauh.


"Dia tak bohong. Memang bersama keluarga Pak Elmo. Dia sudah terbang keluar negeri. Berapa hari lagi juga pulang. Mama tak usah kuatir. Sania dirawat baik kok!" Bara menenangkan mamanya walau dia sendiri galau bukan main.


"Kau yakin nak?"


"Insyaallah...Bara ke atas dulu ya! Mau mandi dan sholat."


"Pergilah! Mohon petunjuk dari Gusti Allah."


"Iya ma.." Bara melewati mamanya terus ke tangga naik ke tingkat atas.


Bu Jaya memandangi punggung anaknya sampai hilang ditelan pintu kamar. Lagi-lagi keluarga dibuat panik oleh Sania. Tapi Bu Jaya yakin Sania akan baik-baik saja. Bu Jaya sudah lihat kehidupan Sania di luar negeri. Sangat baik melebihi kehidupan di tanah air. Sania akan baik-baik saja.


Pesta ulang tahun PT. SHINY mewah dan meriah. Pesta diadakan di pekarangan gedung PT. SHINY yang maha luas. Pesta sengaja dilaksanakan di tempat terbuka karena terlalu banyak tamu yang hadir. Gedung tak bisa muat para undangan yang capai ribuan orang. Relasi PT. SHINY bertaburan di mana-mana karena perusahaan bergerak di banyak bidang. Bukan cuma properti seperti yang di tawarkan pada Bara.


Pekarangan parkir disulap jadi tempat pesta mewah. Tenda-tenda aneka warna jadi pelindung dari udara dingin dan juga antisipasi kalau terjadi hujan mendadak. Aneka hidangan terhidang di meja mengundang para tamu cicipi makanan sesuka hati tanpa batas. Dari makanan berat sampai ke menu ringan cuci mulut.


Lampu-lampu aneka model pancarkan aneka warna terangi setiap sudut pekarangan. Lampu-lampu kristal bergantungan di tengah tenda menambal kemewahan pesta yang diadakan di lapangan terbuka.


Di sinilah pertemuan para pebisnis cari peluang gaet investor perusahaan masing-masing. Orang yang hadir rata-rata berpakaian necis dan mewah. Yang laki tampil gentle dengan setelan jas terbaik sedangkan yang wanita berpakaian seindah mungkin tampilkan kemewahan pakaian terbaiknya. Semua menghiasi bibir dengan senyum dan tawa.


Dari rumah para undangan pasti sikat gigi berulang kali agar punya senyum pasta gigi ternama. Di salah satu sudut tampak sekelompok orang yang dikenal pegawai PT Angkasa Jaya. Semua pegawai diundang sesuai permintaan Sania. Bara sekeluarga hadir, Rangga dan keluarga Pak Bur juga hadir. Agra tak ketinggalan ikut berpesta.


Roy dan berpasangan dengan Sekar sedang Rudi tak mau kalah jemput Putri sebagai pasangan. Mereka duduk berdekatan untuk unjuk gigi bahwa mereka satu group solid.


Dea datang bersama suaminya. Ini kesempatan Dea perlihatkan pada suami bagaimana keadaan kondisi pergaulan PT. Angkasa Jaya yang makin maju. Perusahaan mereka mendapat tempat di kalangan bisnis. Dea bangga bisa berdiri di samping Bara hingga hari ini. Dari zero ke Hero.

__ADS_1


Bara agak sedih hadir di pesta minus Sania. Sampai detik ini Sania belum ada kabar kapan pulang walau Pak Elmo selalu beri kabar Sania makin membaik. Sania mulai bisa atasi trauma berkat dukungan orang-orang dekat. Yang paling menguatkan Sania adalah bayi-bayi dalam perutnya.


"Sayang bini ente tak hadir padahal kita bisa hari ini berkat dia." bisik Roy yang duduk persis berdampingan dengan Bara.


"Dia lagi butuh perawatan bro! Gue harus sabar." balas Bara tak semangat. Perkataan Roy seratus persen benar. Sania yang angkat Angkasa mengudara di angkasa raya. Kini perusahaan mereka dihormati orang. Dari tadi banyak yang salami Bara ajak kerja sama. Terutama untuk proyek pulau B yang masih terkatung-katung karena nahkoda lagi kabur. Proyek itu indentik dengan Sania. Tanpa komando Sania banyak muncul hambatan.


"Semoga dia cepat sehat."


"Amin..."


Dari arah depan datang seorang wanita bergaun sexy model Shanghai. Bentuk gaun yang cetak kemolekan tubuh pemilik gaun. Warna maron cerah dengan belahan paha nyaris sentuh bokong. Roy menelan air ludah saking terpesona oleh kemolekan wanita cantik high class.


Wanita cantik luar biasa dengan dandanan sesuai dengan penampilan. Cantik, luwes dan menarik. Tak ada yang kurang dari wanita itu. Pokoknya sempurna.


Bara tak begitu tertarik karena matanya sudah penuh bayangan Sania. Bidadari turun dari surga pun takkan goyah iman Bara untuk berpaling dari Sania.


"Hai... kenalkan! Nafisa..." wanita itu ulurkan tangan ke depan mata Bara. Gayanya keren cerminkan wanita kalangan atas. Senyum anggun terukir di bibir bergincu senada dengan pakaian.


Bara kaku tak sambut uluran tangan itu. Wajah wanita itu berubah tegang karena tak ada sambutan dari Bara. Roy yang tahu gelagat segera sambut tangan wanita itu. Roy wakili Bara kenalan.


"Halo...aku Roy dari Angkasa."


Wanita itu kembali tersenyum ramah memutar tubuh sedikit mengarah ke Roy. Tanpa tinggalkan gaya anggun wanita itu tepatnya Nafisa gerakan kaki jenjang berpose bak bintang cat walk.


"Oh Pak Roy...Nafisa dari Oceanic. Dulu pernah bersaing di proyek pulau B. Senang kenalan."


"Kami juga nona Nafisa." ujar Roy tak kalah ramah. Dari samping terdengar deheman diselingi batuk kecil seorang cewek berjilbab.


Tanpa lihat Roy tahu itu suara Sekar bunyikan lonceng peringatan buat Roy jangan lewat batas. Peringatan keras tanpa signal.


"Pak Roy bawahi proyek pulau B?"


"Untuk sementara memang jadi pr buatku. Kami masih tahap belajar."


"Oh gitu. Gimana kalau kita ngobrol soal perjalanan proyek? Kita cari tempat lebih santai untuk ngobrol." ajak Nafisa to the point ajak Roy mojok di tempat lain.


Roy tak berani berkutik karena di belakang ada satpam hidup yang mengerikan. Sekali ditangkap putus harapan. Tak ada toleransi atau nego untuk berdamai.


"Maaf nona Nafisa! Ngobrol proyek saat ini kurang tepat. Kita di sini atas undangan PT. SHINY. Mungkin lain waktu." tolak Roy halus.


Nafisa bukan wanita gampang putus asa. Ditolak sekali bukan masalah. Masih banyak cara lain raup keuntungan dari acara pesta gini. Pergunakan bahasa tubuh biasa paling ampuh. Laki mana sanggup tolak pancaran Nafisa yang terlalu sempurna.


Yang nolak pasti diragukan kejantanannya. Semua laki memuja kecantikan pemilik PT. Oceanic yang terkenal cantik dan pintar. Janda muda buah bibir kalangan pengusaha.


Sayang Bara tak tertarik pada wanita demikian. Hati Bara penuh Sania. Sania tak kalah cantik, masih muda lagi. Paling vital Sania mampu beri Bara anak kembar tiga. Apa wanita lain bisa sesempurna Sania?


Sepuluh Nafisa belum tentu mampu goyah posisi Sania di hati Bara. Maka itu Bara bungkam tak tertarik ikut bicara dengan Nafisa. Hanya mengotori iman saja.


"Pak Bara? Gimana Pak Bara yang ajarin Nafisa memenangkan tender. Kudengar Pak Bara berhasil menangkan beberapa tender besar. Bagi dikit rahasia gimana bisa menang!" kata Nafisa kembali fokus pada Bara.

__ADS_1


__ADS_2