
Bara tersenyum hambar tak tertarik untuk layani bibit penyakit. Sudah Bara bayangkan Nafisa akan bawa bencana bila didekati. Gaya Nafisa yang luwes jelas sekali terangkan dia sudah terbiasa berhadapan dengan laki dewasa. Bu Jaya dengan mata tajam pelototi Bara berjaga anaknya jangan sempat terkontaminasi kuman baru.
Bukan nyali Bara yang keder tapi Roy. Bunyi alarm peringatan kedua berdentang. Satu dari Sekar, satunya lagi dari ibu majikannya. Roy duduk kembali ke bangku jadi anak baik. Biarlah Nafisa jadi bagian Bara. Nafisa hanya boleh dipandang pantang didekati.
"Maaf nona! Proyekku semua ditangani isteriku. Aku hanya pelaksana lapangan. Semua tender dimenangkan isteriku." sahut Bara optimis kalimat ini akan matikan gaya Nafisa.
"Pak Bara sudah punya isteri? Bukankah sudah meninggal?" Nafisa pura-pura tak tahu Bara punya keluarga utuh walau sekarang berpisah sesaat.
"Isteriku sedang hamil jadi tak bisa hadir. Kita di sini berpesta bukan bahas bisnis. Kalau ingin bahas bisnis dilakukan di kantor."
"Pak Bara ngundang Nafisa ke kantor? Ok...Nafisa akan datang! Kita akan bahas berdua." ujar Nafisa dengan nada manja. Matanya melirik genit goda Bara.
Terdengar desis ngejek dari samping Roy. Roy dengar dengan jelas suara Sekar lontarkan sepatah kata
"Ciiisss.."
Nafisa pura-pura tak dengar atau kupingnya memang kurang awas. Tersumbat banyak tai kuping. Kata cis itu merupakan hinaan bagi seseorang. Mungkin nyali Nafisa sudah kebal terhadap hinaan model gitu.
"Put...sini kok bau menyan ya! Seperti ada bau-bau kuntilanak.!" cetus Sekar disambut tawa Putri yang dari tadi menahan tawa lihat Sekar sewot Nafisa goda Roy dan Bara. Sekar pasti sedang makan cuka. Asem banget.
"Kita harus lapor sama Pak Elmo undang pawang Kunti! Masa gedung semewah ini berpenghuni hantu. Serem banget!!!" sahut Putri ramaikan suasana.
Nafisa mendelik marah disamakan kuntilanak. Tapi kalau dia umbar amarah artinya ngaku dia memang sebangsa makhluk halus. Jalan terbaik adalah ambil langkah seribu sebelum mulut racun dua gadis itu sembur racun berbisa lagi. Bisa hancur gengsi Nafisa di depan Bara.
"Ok Pak Bara...tunggu Nafisa bertandang ke kantor. Permisi." Nafisa melangkah pergi bawa sekarung rasa kesal. Wanita itu tinggalkan bawa harum parfum mahal. Nafisa pasti orang penting di Oceanic. Wanita itu pasti sudah incar Bara sejak lama. Mungkin belum ada kesempatan.
Ini moments tepat kenalan dengan pemilik perusahaan yang sedang naik daun. Dekati Bara sama saja dekati duit. Proyek Bara berlapis-lapis, siapa tahu Bara bersedia berikan satu proyek untuk mereka kan lumayan.
"Ssssttt...tuh Pak Elmo naik podium pidato! Jangan berisik!" ujar Rudi yang dari tadi fokus ikuti acara. Rudi tidak terpengaruh oleh kehadiran Nafisa. Wanita model gitu sudah terlalu banyak lalu lalang dalam hidup Rudi. Singkatnya bosan.
Semua mata fokus pada Pak Elmo selaku pemilik acara sekaligus pemilik PT. SHINY. Pak Elmo gagah sekali dalam busana resmi jas warna abu tua plus dasi senada. Wajah pak tua itu berseri menyambut para tamu.
"Assalamualaikum... pertama-tama kuucapkan terima kasih atas kehadiran saudara semua. Kehadiran anda kuanggap penghormatan pada kami. Tak lupa kuucapkan terima kasih juga pada para relasi yang bekerja sama dengan perusahaan kami. Di ulang tahun perusahaan kami ini kuumumkan bahwa pemilik asli perusahaan akan hadir. Selama ini aku hanya pelaksana atas perintah atasan yang terlalu sibuk di tugas lain. Perusahaan kami tersebar di seluruh dunia dengan pimpinan berbeda. Namun big bos kami tetap satu. Di hari yang berbahagia ini beliau berkenan hadir bertatap muka dengan para relasi untuk hormati kerja sama kita."
Bara dan kelompoknya bertanya-tanya model apa big bos PT. SHINY yang menggurita di seluruh pelosok dunia. Laki tua atau ibu-ibu bertalenta hebat. Seseorang bisa bawahi puluhan perusahaan dalam satu genggaman merupakan prestasi luar biasa.
Semua tak sabar ingin tahu siapa pemilik tunggal PT. SHINY yang kesohor. Mata semua orang mencari-cari sosok yang dimaksud Pak Elmo. Tak ada kandidat yang cocok dalam gambaran seorang konglomerat kaya raya.
__ADS_1
"Saudara-saudara. Dengan hadirnya pimpinan kami semoga kerja sama kita akan makin erat. Dan untuk selanjutnya kerja sama akan ditangani langsung oleh bos kami. Kita sambut bos kami. Nona Sania Mulder." Pak Elmo menunjuk seorang wanita berpakaian serba hitam melangkah anggun naik ke pentas dibimbing oleh isteri Pak Elmo.
Bara merasa darahnya membeku melihat isteri tercintanya berada di podium bersama Pak Elmo dan isterinya. Ketiga orang itu menebar senyum lebar buat seluruh hadirin. Semua menatap Sania dengan kagum. Bagi yang kenal Sania tentu tak percaya hal ini. Sania yang mulutnya bak silet ternyata big bos yang misterius itu.
Sekar dan Putri saling berpandangan takjub teman mereka yang konyol ternyata orang kaya raya tingkat dunia. Bukan kaya abal-abal. Putri mencubit pipi Sekar test ini mimpi atau nyata.
Sekar mengaduh kesakitan berarti ini real. Bukan hanya Sekar terpesona, Rangga selaku Abang Sania takjub punya adik milyader tingkat dunia. Pantas uang sangat gampang bagi Sania. Ternyata adiknya tidur di atas duit. Sungguh di luar dugaan semua orang yang kenal Sania.
Sania terlalu sederhana jadi seorang big bos. Tak ada tanda-tanda Sania sok gaya pamer kekayaan. Mobil butut model mini. Tas selempang murahan. Pakaian juga tak bermerek seperti orang kaya umum. Dari segi mana orang bisa tangkap Sania itu orang kaya.
"Assalamualaikum...perkenalkan namaku Sania Mulder Jaya. Saya adalah keponakan Pak Elmo yang selama ini bawahi PT. SHINY. Hari ini aku tampil untuk hindari isu-isu tak sedap yang menerpa keluarga suamiku dan aku sendiri. Ada yang bilang aku menikah karena harta keluarga suamiku. Harta itu urusan paling ekor di antara keluarga sakinah. Aku menikah karena rahmat Allah, bukan karena nafsu atau segunung emas permata. Di sini aku bicara sebagai owner SHINY tapi di rumah aku tetap isteri dari seorang lelaki bernama Bara Jaya. Tepuk tangan untuk suamiku Bara Jaya!" Sania awali tepuk tangan untuk beri penghargaan pada Bara. Mata Sania tulus menatap lelaki yang mencintai nya sebagai Sania. Bukan owner berbagai perusahaan besar.
Roy mendorong Bara agar maju naik podium sambut bini mahalnya. Berbagai pasang mata menatap iri pada Bara yang berhasil pancing ikan kelas kakap. Bu Jaya dan Pak Jaya terharu melihat keberhasilan Bara menangkan cinta tulus Sania. Mereka saling mencintai sebelum tahu status Sania yang setinggi Mahameru. Cinta mereka tumbuh tanpa beralas karpet emas atau tahta berlian. Cinta mereka tumbuh karena saling mencintai secara murni. Inilah cinta sejati sepasang anak manusia.
Bara maju ke depan malu-malu kucing. Ratusan pasang mata menghujam tubuh Bara dengan berbagai reaksi. Kebanyakan iri pada kesuksesan Bara raih cinta wanita kaya raya mendunia.
Dari jauh Nafisa yang berhasrat goda Bara harus telan pil pahit. Dirinya tak sekuku Sania. Sania masih muda dan cantik. Kecantikan alami tanpa tampilkan kesan norak. Terpenting Sania kaya raya. Sanggupkah dia melawan pengusaha dunia?
Bara tiba di atas pentas langsung memeluk Sania dengan erat. Bara memeluk Sania bukan ingin pamer kemesraan tapi memang rindu pada bini yang doyan kabur. Beberapa hari tak jumpa kumpulkan rindu satu ember. Kini Bara siap tuangkan rasa itu pada tempatnya.
"Maaf Lieve!" kalimat itu yang tercetus dari bibir Sania.
"Janji tak kabur tapi berkelana."
"Huusss.." Bara melepaskan pelukan tak enak ditatap ratusan pasang mata. Nanti dikira pamer punya bini kaya.
"Nah...inilah pasangan muda yang sedang bahagia! Bara Jaya dan Sania Mulder Jaya. Untuk seterusnya PT. SHINY akan dikelola langsung oleh Sania sendiri. Aku Elmo Mulder mengundurkan diri untuk pensiun pulang kampung. Tepuk tangan untuk Sania." Pak Elmo serahkan tanggung jawab pada Sania di depan umum. Secara tak langsung Pak Elmo umumkan Sania meneruskan PT. SHINY di bawah kendali Sania. Semuanya harus melalui Sania.
Di satu tempat agak jauh dari kota. Sepasang mata nonton acara ini melalui video call secara live dengan mata merah. Penyesalan demi penyesalan hantam dada Bobby telah campakkan Sania. Tak pernah Bobby sangka orang yang jadi pacarnya selama dua tahun adalah wanita kaya menyamar jadi gadis sederhana demi mencari cinta tulus. Bobby lewati masa percobaan dengan main hati. Hasilnya sungguh luar binasa. Bobby binasa karena angkuh pada kebodohan sendiri. Memilih sebutir kerikil gantiin batu berlian.
Bobby membanting asbak di meja dengan hati kesal. Ranti telah butakan hatinya. Ranti dengan segala tipu daya jebak dia dalam jurang. Bobby jatuh tersungkur. Kini Bobby kehilangan segalanya karena sombong dan kepedean akan pesona sendiri.
"Sialan kau Ranti...gara perempuan murahan aku kehilangan Sania." rutuk Bobby kesal ntah pada siapa.
Menyesal? Kata terlambat untuk Bobby. Masa keemasan telah berlalu. Hanya orang tulus berhak mendapat yang terbaik. Manusia berhati becek macam Bobby cukup di beri bogem mentah. Nikmati semua keangkuhan duniawi. Cepat dapat karma.
Ada yang nelangsa ada juga yang sedang berbunga-bunga. Bara bahagia tak terhingga dapat jumpa Sania lagi. Bara tak peduli siapa dan apa Sania. Yang Bara butuhkan adalah sosok isterinya.
__ADS_1
Makin tinggi Sania berdiri makin sulit bagi Bara menjangkau. Kalau boleh memilih Bara ingin Sania nya yang tanpa embel-embel orang terkaya. Cukup Sania isteri Bara bermulut tajam. Tapi Bara tak bisa merubah takdir. Sania terlanjur kaya. Bagaimana ubah takdir itu.
Sifat Sania yang misterius terjawab sudah. Sania yang dikenal konyol dan keras ternyata bukan orang sembarangan. Sania harus bawahi banyak perusahaan wajar keras. Kalau tidak bagaimana Sania bisa berkompetisi dengan jutaan tantangan global. Bukan gampang jadi seorang big bos.
Otak tak boleh berhenti berputar demi mencapai hasil maksimal. Tak bisa dibayangkan bagaimana repotnya Sania mengatur sekian banyak perusahaan. Tak dipungkiri otak Sania sangat jenius.
Acara selanjutnya berjalan lebih rilex. Sania sudah kembali berkumpul dengan keluarga dan teman-teman sehidup semati yang masih seperti bermimpi punya teman orang hebat.
Sania memeluk teman-temannya satu persatu. Sekar dan Putri malu sekali dipeluk Sania. Selama ini mereka bertindak sesuka hati pada Sania seakan Sania selevel mereka.
"Hei kenapa? Apa tampangku berubah sadis sampai ketakutan begitu?" seru Sania lihat Sekar ragu rentangkan tangan peluk dia.
Sekar makin tersipu. Sania tak sabaran menarik Sekar maju untuk peluk dia. Sekar berhasil lakukan permintaan Sania. Ada sesuatu mengganjal di depan membuat Sekar tak bisa merapat habis.
"Gunungmu makin gede. Terima kasih masih mau anggap kami teman."
"Idihhh..kok omong gitu sih? Sekali teman tetap teman seumur hidup. Ayo Put, Lis sini! Kita Teletubbies cantik berpelukan."
Putri dan Lisa tak mau ketinggalan ikut bergabung dalam pelukan Sania. Yang lain tersenyum senang lihat keakuran para sahabat itu. Ini teman sejati.
"Kami gimana? Boleh dong ikut pelukan!" olok Roy tak dapat simpan rasa haru.
"Maunya...yok kita lihat lucky prize untuk tamu! Kudengar ada hadiah utama mobil SUV baru. Ada beberapa motor dan banyak hadiah lain. Kali aja rezeki kalian." Sania mengajak para sahabat duduk manis menanti pembagian door prize untuk undangan.
Rangga memandang adiknya dari jauh dipenuhi berbagai pertanyaan. Dari mana Sania bisa punya aset luar biasa. Siapa yang bantu adiknya jadi manusia multiguna.
Siapapun orangnya Rangga harus berterima kasih telah bimbing Sania jadi manusia super hebat.
Di sudut tak jauh dari Rangga tampak seorang cowok tersenyum pahit melihat kebahagiaan Bara dan Sania. Di antara syukur Fadil juga bersedih tak bisa taklukkan Sania. Fadil bersyukur abangnya dan Sania kini hidup bahagia. Rasa sedih muncul Fadil tak punya hak dekati Sania lagi. Cinta Fadil pada Sania harus dikaramkan ke dasar Palung laut. Selamanya tak boleh timbul lagi.
Bara tak mau jauh dari Sania setelah ketemu. Sania wajib bayar rasa kangen di hati Bara. Bara lengket terusan pada Sania. Kalau orang yang tak ngerti hubungan Bara dan Sania mengira Bara sedang pamer kemesraan dengan Sania. Fakta sesungguhnya Bara memang kangen luar biasa pada Sania.
Sania berkumpul dengan orang yang biasa di temui anggap semua status hanyalah sebuah omong kosong. Sania tetap ingin jadi Sania yang nakal dan keras bagi orang yang mengenalnya.
Pengundian hadiah untuk para tamu dilaksanakan secara adil dan terbuka agar tak ada yang merasa dicurangi. Semua hadiah lumayan berharga. Di moments ini PT. SHINY ingin berbagi rezeki pada sesama. SHINY bisa sebesar ini juga berkat dukungan para karyawan.
Setiap pengunjung diijinkan mengambil nomor undian untuk tentukan siapa pemenang. Para tamu dilibatkan untuk hindari kecurangan. Ratusan hadiah berupa ponsel, kipas angin, motor, dan terakhir satu unit mobil SUV terbaru.
__ADS_1
Hadiah kebanyakan ponsel karena lebih gampang dibawa. Ini juga jadi kebutuhan manusia di seluruh dunia saat. Benda pipih ajaib itu membuat dunia jadi pararel tanpa batasan. Komunikasi jadi lancar berkat kelihayan insan yang ciptakan benda ini.
Sania senyam senyum lihat wajah riang pengunjung ambil hadiah. Yang dapat hadiah besar tentu bersyukur.