MENCARI CINTA SEJATI.

MENCARI CINTA SEJATI.
Cinta Usang Terbit


__ADS_3

"Siapa yang bilang doamu aneh? Kita siap-siap makan siang dengan Pak Elmo. Kau tak keberatan Lieve ikut bukan?"


"Kenapa harus keberatan kalau kita tak berbuat melenceng dari agama? Aku berjalan di jalan yang diridhoi Allah. Tak perlu main belakang." lagi-lagi Bara menangkap nada sindiran Sania. Baru saja menjadi bini Soleha kini mulai lagi keluarkan kuku tajam siap mencakar Bara.


"Iya...Lieve percaya!" Bara tak punya alasan untuk tak percaya.


Bara membantu Sania bangkit dari posisi bersimpuh di karpet sholat. Berat Sania terasa mulai naik dibanding biasa. Semoga Bara tak jadi sasaran amarah Sania andai berat badannya makin bertambah. Dua bayi dalam perut otomatis menambah beberapa kilo, belum lagi plasenta. Tak usah dibayangkan Sania pasti akan bertambah bulat.


Sania mengerut kening tatkala terasa berat bangun. Apa menjadi seorang ibu akan bertambah malas bergerak? Sania belum menyadari kalau beberapa bulan lagi beratnya akan menggila.


Bara memilih tak berkomentar. Salah omong akibatnya luar biasa. Bisa kena ganjaran menyedihkan. Bara mengiringi Sania balik ke ruang kantor berberes pergi jumpa Pak Elmo. Bara sangat senang Sania bersedia ajak dia jumpa Pak Elmo untuk lancarkan komunikasi dengan bos kaya itu. Perusahaan PT. SHINY menggurita di mana-mana. Segala bidang mereka jajaki. Dari rumah sakit, pusat perbelanjaan, perhotelan, properti, pertambangan. Ntah bidang apa lagi masuk lahan bisnis perusahaan raksasa itu. Semua orang akan gentar bila nama PT. SHINY muncul di publik. Tak ada yang mampu mengalahkan nama besar perusahaan tersebut.


Bara seperti setitik debu bila disejajarkan dengan perusahaan itu. Nama perusahaan Bara nol koma sekian persen bila dibanding perusahaan Pak Elmo. Bisa makan siang dengan bos SHINY merupakan impian para pebisnis. Kali aja kecipratan rezeki nomplok.


Bara sedang bersiap tiba-tiba pintu ruang kerjanya dibuka secara kasar. Dea berusaha melarang wanita itu masuk ke ruang kerja Bara namun wanita itu tak indahkan peringatan Dea selaku sekretaris Bara. Dea tak berdaya halangi langkah Arsy menerobos masuk ke ruang kerja Bara.


Arsy berdiri dengan gagah di hadapan Bara tetap berpakaian seronok. Wanita ini kelihatannya tak punya uang beli kain lebih banyak. Pakaiannya tetap setengah meter istilah Sania terhadap pakaian Arsy.


Mata Arsy keluarkan sinar marah siap membakar Bara yang tertegun dapat serangan mendadak di kantor sendiri. Nyali Arsy pantas dapat applaus seramai mungkin. Tangguh tak kenal kata takut.


"Apa maksudmu Bara? Kau tak mau jumpa aku?" seru Arsy tanpa etika.


Bara menenangkan diri tak menyangka Arsy nekat terobos wilayah nyaman Bara. Arsy terlalu brutal tak hargai sopan santun. Bara tak bisa pekerjakan orang tak punya etika. Ini kantor bukan ajang tinju.


"Arsy..setiap kantor punya aturan sendiri! Roy ada wakilku. Dia berhak tentukan siapa yang bisa diajak kerja sama. Caramu ini bisakah berdiri di antara orang punya pikiran sehat?" ujar Bara berusaha tenang. Bara tak sampai hati berkata kasar mengingat persahabatan mereka dulu. Arsy pernah menghiasi mimpi indah Bara walau akhirnya jadi mimpi buruk.


Arsy menggeram maju menggebrak meja kerja Bara dengan gaya bar-bar. Arsy lupa kalau dia makin buat onar kesempatan dekati Bara makin jauh. Hati Arsy terlalu sakit ditolak Bara mentah-mentah. Arsy sudah melihat Bara masuk ruang interview namun yang ada hanya Roy dan Rudi. Bara menghindari dirinya.


Arsy tak terima Bara menolak kehadirannya di perusahaan Bara. Tujuan Arsy mulai lembaran baru dengan Bara makin menjauh. Bagi Arsy isteri kecil macam Sania gampang diurus. Sekali depak Sania bakal terjungkal jauh.


"Bara...aku ini Arsy! Orang yang kau cintai. Aku memang pernah bersalah tapi aku sudah menebusnya. Aku cerai dari Rudi bahkan serahkan Kintan pada Rudi agar kita bisa mulai hidup baru." Kata Arsy terisak sedih merasa dizolimi Bara.


"Aku sudah punya isteri Arsy! Jangan ungkit masa lalu! Carilah laki yang segalanya lebih baik dariku! Aku bukan laki tepat untukmu. Aku hanya ingin hidup bahagia dengan anak isteriku." kata Bara masih sabar.


Arsy menunjuk wajah Bara dengan mata membesar, "Kau bohong! Aku tahu kamu sakit hati waktu aku hamil anak Rudi. Kau pernah bilang aku adalah segalanya dalam hidupmu. Aku tak lupa janjimu itu!"


Sania dengar ribut-ribut di ruang kerja Bara segera masuk dari pintu ajaib penghubung dua ruang. Sania tertegun lihat dua sosok pasangan masa lalu saling berhadapan. Sania teringat cerita sinetron di TV tayangkan pertengkaran dua insan yang telah bercerai ingin bersatu. Cuma dalam sinetron niat suci padangan itu dapat halangan dari keluarga.


Bagaimana pula kisah Arsy dan Bara. Masih adakah cinta di hati mereka? Siapa yang mulai nyatakan cinta lagi? Akankah terjadi CLBK?


Bara menangkap bayangan Sania berdiri mematung nonton perdebatan dia dan Arsy. Bara langsung diserang penyakit mematikan. Tak ada harapan untuk hidup. Sania sudah pasti akan salah paham padanya lagi. Hal kecil saja bisa meledak bak bom atom, apalagi Arsy seenak perut minta masuk dalam hidup Bara.


"Sayang..." seru Bara mendekati Sania. Bara tak mau Sania berpikiran buruk anggap Bara akan terima Arsy.


Sania tersenyum sinis, "Sampai kapan hidupmu digerogoti parasit? Apa ini virus terbaru covid 19 varian omicron?" tanya Sania santai tak terpengaruh kehadiran Arsy.


"Sayang...Arsy mau kerja di kantor kita. Dia ditolak Roy maka marah." Bara jelaskan duduk masalah pada Sania.


"Oh..silahkan selesaikan hutang masa lalu kalian! Aku tak tertarik pada kisah usang kalian. Satu kata untukmu nona setengah meter. Jangan lewati batasan! Aku bukan peri baik hati!"


"Kau ancam aku anak kecil?" Arsy balik mendekati Sania yang masih berdiri Santuy di pintu ajaib mereka.

__ADS_1


Bara bergerak cepat halangi Arsy dekati Sania. Arsy orang nekat bisa saja menyakiti Sania. Bara tak mau ambil resiko terjadi sesuatu pada anak dan istrinya.


"Lebih dari itu..Kau ini manusia bukan? Punya rasa malu ngak? Orang yang kau sudah berkeluarga artinya kau bukan siapa-siapa lagi."


Arsy mendorong Bara yang halangi dia ingin gampar mulut lancang Sania. Arsy tak terima dianggap sampah oleh Sania. Wanita muda ini harus diberi pelajaran agar kenal siapa yang namanya Arsy.


"Kau akan nyesal cari masalah denganku! Kau tahu kekuatan keluargaku! Kekayaan kami jauh dari keluarga Jaya. Tapi aku hanya cinta Bara tak peduli hartanya."


Sania tepuk tangan apresiasi cinta suci Arsy pada Bara. Sania akui Arsy memang cinta pada Bara. Dia tak peduli Bara kaya miskin. Waktu Bara belum sekaya sekarang Arsy sudah seperti lintah lengket pada Bara. Itu fakta.


"Ok...kau tanya saja sama Bara dia pilih siapa? Parasit atau isterinya yang tak punya apa-apa." Sania berbalik serahkan keputusan pada Bara. Ini saat tepat minta Bara buat keputusan. Masih ingin main dengan masa lalu atau fokus merintis masa depan.


"Tak ada yang harus dipilih. Sania adalah isteriku satu-satunya. Kuharap kau ngerti Arsy! Carilah pasangan yang jauh lebih baik dariku! Biarkan kami hidup bahagia!" kata Bara tegas takkan berpaling dari Sania.


Sania menarik bibir bentuk senyum tipis. Bagi Arsy itu senyum kemenangan Sania berhasil merebut perhatian Bara.


"Kalian bahagia tapi aku?" ujar Arsy melemah.


"Kau telah siakan kepercayaan dariku! Tak ada kata kesempatan kedua. Aku kasih perhatian karena kasihan Kintan. Kini Kintan telah sehat dan punya tempat layak. Aku tak punya kewajiban ke situ lagi."


"Aku akan rebut Kintan lagi agar kau kembali padaku! Ya...Kintan anak kita!"


"Jangan kau usik Kintan lagi! Dia sudah hidup layak bersama keluarga barunya. Kau tak pantas disebut ibu. Kau gunakan anak untuk capai maksud hati. Betapa keji kau sebagai manusia! Berbuat dosa itu gampang Tante..untuk menebus dosa kau harus beramal hingga mati. Ingat itu!" semprot Sania tak rela Kintan kembali ke tangan Arsy.


Kintan sudah bahagia bersama keluarga Rudi. Siapa tega pisahkan Kintan dengan keluarga Rudi yang sayang pada anak itu. Mungkin di dunia ini hanya ada Arsy tega gunakan anak sebagai sandera cari kepuasan diri.


"Siapa kamu berani nasehati aku? Aku mamanya Kintan. Aku berhak atas Kintan."


"Keluarga Rudi takkan mampu melawan keluargaku. Tunggu saja! Dan kau Bara siap-siap ceraikan wanita culun ini. Aku tunggu lamaran mu!" Arsy menunjuk Bara dengan gaya selangit. Arsy yakin Kintan akan membuat Bara kembali padanya.


Dengan langkah anggun Arsy tinggalkan ruang kerja Bara. Body terbalik kain setengah meter lenggak-lenggok berayun diiringi suara derap sepatu high heels berjalan menjauh.


Bara lemas lunglai tak sangka kisah masa lalunya belum tamat. Sejujurnya Bara lelah dikejar wanita dari masa lalu. Kapan mereka akan lepaskan Bara hidup tenang dengan wanita yang Bara cintai saat ini.


"Siapa Arsy ini Lieve? Sebesar apa power keluarganya?"


"Untuk apa bincang dia? Aku capek dililit wanita begitu. Lieve harap kamu tak terpancing. Dia hanya masa lalu tak berarti." Bara meraih Sania ke pelukan tempelkan kepala Sania ke dadanya. Bara merasa damai memeluk wanita tepat.


"Dia akan gunakan Kintan untuk cari perhatianmu. Itu tak boleh terjadi. Apa kalian tak pikir mental Kintan dioper sana sini? Kita harus hentikan niat Arsy rebut Kintan."


"Kintan sudah sehat. Tak ada alasan bagiku beri perhatian lagi. Biar Arsy berbuat sesuka hati! Aku takkan terjebak."


"Lieve salah...Kintan punya perasaan juga. Dia sudah nyaman bersama keluarga barunya, tegakah kalian rengut kebahagiaan bocah cilik itu? Kita harus ingatkan Rudi!"


Bara akui kebenaran omongan Sania. Kintan bukan barang bisa diperebutkan. Kintan hanya anak kecil butuh kasih sayang. Mereka tak boleh tinggal diam biarkan Arsy merajalela buat sesuka hati. Arsy enaknya berikan Kintan pada Rudi waktu Kintan butuh pengobatan, sekarang Kintan sudah sehat hendak ambil kembali cari perhatian Bara.


"Panggil Rudi ke sini!" pinta Sania tak biarkan Arsy rebut Kintan. Sania harus cegah Arsy merusak masa depan Kintan.


"Nanti saja. Kita kan ada janji makan siang sama Pak Elmo." Bara ingatkan Sania ada janji makan siang dengan bos PT. SHINY.


Sania tak open janji dengan Pak Elmo. Kintan lebih penting dari makan siang yang masih bisa dilakukan lain waktu. Nasib Kintan dipertaruhkan karena sifat egois Arsy.

__ADS_1


"Batalkan saja!" sahut Sania tak peduli.


Bara melongo. Di sini siapa yang jadi bos? Pak Elmo atau Sania. Seenak perut batalkan janji dengan orang punya kuasa nyaris mencakup se Asia. Dasar apa Sania berani ingkar janji. Tidak takutkah Sania dapat reputasi buruk di mata Pak Elmo?


"Sayang...ini Pak Elmo! Orang yang beri proyek pada kita."


"Iya tahu...aku akan bicara baik-baik dengan Pak Elmo. Beliau orang baik akan maklum kesulitan kita."


"Lieve kuatir beliau ilfil pada kita."


"Serahkan padaku! Lieve panggil Rudi saja! Jangan sempat Kintan jatuh ke tangan Arsy! Dia akan pakai Kintan ganggu hubungan kita. Lieve tak mau pernikahan kita hancur kan?"


Bara angguk mantap dengar kata Sania. Sania takut Bara terjebak dalam situasi yang memaksa dia harus kembali berdekatan dengan Arsy. Ini akan goyahkan hubungan Bara dan Sania.


Bara berjanji takkan lemah terlempar dalam kenangan masa lalu. Bara tak punya kewajiban terhadap Kintan karena Kintan murni anak Arsy dan Rudi.


"Terserah kamu! Hubungi Pak Elmo dulu." Bara lebih kuatir Pak Elmo salah sangka pada mereka ingkar janji.


Sania tersenyum senang Bara patuh padanya. Artinya Bara sayang padanya dari pada pada wanita dari jaman dulu. Cerita usang wajib dipeti eskan. Biar beku tak usah dicairkan lagi.


Sania tersenyum penuh kemenangan. Ada rasa puas sudah kalahkan musuh buyutan sejak awal masuk kantor. Dari dulu Sania anti pada Arsy. Wanita itu sedikit sinting terobsesi pada cinta usang. Yang diharapkan beri cinta telah sangkut pada daun muda penuh cahaya benderang.


Yang pertama Sania lakukan adalah telepon Pak Elmo minta maaf tak bisa makan siang bersama. Pak Elmo tak masalah selama Sania senang. Apa hubungan Pak Elmo dengan Sania masih teka-teki bagi Bara. Bara yakin Pak Elmo dan Sania punya hubungan khusus yang dia tak tahu dari mana harus diungkap.


"Halo... Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam...ada apa manis?"


"Makan siang dipending. Ada sedikit trouble."


"Perlu bantuan?"


"Yakin mau bantu?"


"Untukmu apa yang tidak? Ayo katakan!"


"Sania mau akusisi satu perusahaan. Yakin mereka hancur biar tak bisa ganggu orang lain dengan kekayaan mereka."


"Wah anak manis Om berubah jadi Lucifer jahat!"


"Maafkan Sania Om! Orang ini mau gunakan kekayaan hancurkan hidup Sania dan hidup seorang anak kecil. Sania tak bisa pangku tangan benarkan kelaliman berkuasa."


"Om mau tanya. Ini murni menolong orang atau dendam asmara?"


"Apa Sania budak cinta?" nada Sania meninggi.


"Lha kok sewot? Baramu diganggu orang itu ya? Sayang om...jangan karena cinta kau merusak perusahaan orang! Om mau saja bantu kamu tapi yang salah siapa dan kena getah siapa? Ingat nasib puluhan karyawan bila perusahaan mereka jatuh." nasehat Pak Elmo supaya Sania tak menyesal kelak telah turun tangan kejam pada orang tak bersalah.


"


"

__ADS_1


__ADS_2