MENCARI CINTA SEJATI.

MENCARI CINTA SEJATI.
Lisa Hamil


__ADS_3

Putri baru saja bangun pagi. Udara segar tanpa polusi di pulau B menyegarkan tubuh dan otak. Segala keruwetan kota sirna ditelan keindahan pulau yang masih belum banyak tersentuh udara polusi. Otak terasa lebih cas berada di tempat indah ini. Orang yang membangun pulau ini adalah orang berwawasan luas. Tahu saja berlian tertanam dalam tanah. Digali untuk dipoles jadi berlian berkilauan.


Ting..ada pesan singkat masuk ke ponsel Putri. Putri meraih benda pipih penghubung dunia dengan ogahan. Siapa demikian kurang kerjaan kirim kabar di pagi buta.


Sekar masih bergulung dalam selimut tak open keadaan. Gadis itu lagi kedatangan tamu bulanan maka tak kuatir tidur over Times. Tak perlu bangun untuk sholat subuh. Putri masih belum jadwal kedatangan tamu maka wajib bangun laksanakan tugas umat muslim.


Putri menggeser layar ponsel lihat siapa kirim kabar pagi ini. Mata Putri terbelalak lihat foto Sania berfoto mesra dengan seorang cowok yang wajahnya ditutupi stiker bergambar kapten Amerika. Tokoh super Hero khayalan anak-anak.


"Apes lhu Bara!" gumam Putri teringat nasib Bara bagai telor di ujung tanduk. Sania sudah berani kirim foto mesra dengan cowok lain maka kiamat Bara makin dekat.


Ting..masuk lagi foto lain yang tak kalah heboh. Sania dan cowok itu bergandengan mesra berjalan ke arah matahari tenggelam. Foto yang sangat indah bagi yang memadu kasih. Lagi-lagi wajah cowoknya ditutupi stiker gambar animasi hewan lucu.


Putri mengelus dada mewakili Bara sesak dada. Gimana reaksi Bara setelah lihat foto ini. Mungkin berencana gantung diri di batang tauge? Mati ogah hidup segan.


Adzan subuh berkumandang memaksa Putri melupakan nasib Bara untuk saat ini. Ada tugas lebih penting yakni serahkan diri pada Allah SWT.


Putri menatap Sekar yang enakan bermimpi dengan pujaan hati. Mungkin lagi mimpi indehoy dengan Roy. Kedua orang itu makin dekat dalam batas wajar. Putri berharap Sekar dan Roy bisa jadian. Umur mereka sudah cukup untuk menyandang gelar ibu rumah tangga. Mereka malah lebih tua dikit dari Sania. Sania sudah punya anak walau belum lahir.


Seusai sholat Putri mencolek Sekar bangun. Putri tak sabaran ingin kasih tahu Sekar mengenai foto-foto mesra Sania dengan pejantan lain.


Putri duduk di atas kasur menanti sahabatnya kumpulan roh setelah menggembara dalam alam mimpi. Sekar membuka mata dikit intip Putri dari balik bulu mata lentik tanpa bulu mata palsu. Mungkin inilah daya tarik Sekar sampai jomblo akut macam Roy jatuh cinta.


"Sudah sholat?" tanya Sekar dengan suara bernada rendah.


"Sudah dong! Persiapkan mentalmu! Ada yang ingin kuperlihatkan!"


"Pagi-pagi kesambet setan Rudi. Tauk...aku masih ngantuk!" Sekar menarik selimut menutup seluruh badannya dari atas kepala hingga ujung kaki.


Putri tak biarkan Sekar enakan tidur tak open niatnya kasih lihat foto super heboh. Putri menarik selimut Sekar sampai kepala gadis itu menyembul keluar lagi.


"Dasar kamu Put! Aku semalaman kurang tidur."


"Diganggu nyamuk yang bernama Roy?" pancing Putri sambil tertawa geli.


"Apaan?" Sekar tersipu malu ketahuan ngobrol dengan Roy sampai larut malam. manfaat


"Tuh kan!!! Malu toh! Eh...aku punya berita heboh!"


"Berita kucingmu selingkuh dengan ayam tetangga?" sahut Sekar malas ladeni Putri.


"Bukan kucingku tapi Sania."


Sekar menyibak selimut langsung terduduk dengan wajah tegang. Kenapa pula Sania bikin ulah? Mau bersaing dengan Bara ciptakan sensasi baru? Sekar tak setuju Sania main hati hanya untuk balas Bara.


Putri sodorkan ponsel berisi foto-foto mesra Sania dengan cowok yang misterius. Di foto itu Sania makin cantik tertawa ceria. Sania tampak bahagia walau rumah tangga sedang dalam kemelut pelik.


Sekar mengerut kening melihat kelakuan Sania yang tak pantas. Bara berselingkuh Sania tak mesti ikutan. Di otak Sania berisi rencana apa sih? Sengaja pamer kemesraan dengan cowok lain.


"Sania...kok mentalmu jadi bobrok gitu?" keluh Sekar sedih. Sekar ingin menangis rasanya mendapatkan teman baiknya tak mengindahkan pesan moral.


"Aku juga kaget..tapi herannya dia kok sengaja kirim ke kita. Logikanya orang selingkuh kan main backstreet. Ini seakan minta kita sebar fotonya."


Putri dan Sekar duduk termenung cari apa mau Sania. Logika orang berselingkuh berusaha tutupi affair tapi Sania kok enteng sebar kemesraan pada Putri.


"Aha..aku tahu...Sania sengaja kirim foto untuk manasin Bara. Aku yakin akhlak Sania tidak gitu." seru Sekar berhasil memecahkan tujuan Sania kirim foto.

__ADS_1


Putri manggut-manggut mirip ayam betina ngantuk. Mata lucu Putri kejap-kejap setuju analisa Sekar. Sania bukan manusia tak punya moral. Justru moral Sania jauh lebih kuat dari mereka. Wanita itu tahu jalan pulang pergi lewat jalan terang.


"Sania mau bikin Bara kebakaran jenggot." timpal Putri mulai ngerti tujuan Sania kirim foto bermesraan dengan cowok lain.


"Kita kirim ke Roy biar dicopy paste ke Bara."


"Kita bismillah saja! Semoga kita berhasil bikin Bara kapok berhubungan dengan Arsy."


"Lanjut...aku mau lanjut bobok juga."


Putri menahan Sekar yang berniat bergulung dalam selimut lagi. Udara sejuk ditambah hembusan AC alam makin tenggelamkan Sekar dalam ayunan mimpi. Putri mana rela ditinggal Sekar merajut mimpi. Dia harus bikin sarapan sendiri sementara Sekar enak-enak molor.


Putri menyeret Sekar ikut bangun untuk siapkan sarapan. Roy dan Joachim sebentar lagi bangun untuk beraktifitas di lapangan. Lelaki sebesar Roy dan Joachim punya perut cadangan untuk isi makanan sebanyak mungkin. Sebagai cas energi yang terbuang beraktifitas.


"Woi bangun..enak banget tidur! Laki lhu bentar lagi bangun. Masa gue yang harus layani laki lhu!" sungut Putri sambil menyeret Sekar turun dari ranjang.


Sekar bertahan menarik selimut tak mau turun. Rasa ngantuk lebih kuat dari rasa lapar yang menggoncang perut.


"Buat lhu aja pagi ini! Yang penting jangan lhu layani di ranjang." Sahut Sekar santai.


"Ok...jangan nyesal lhu ya! Aku bakal layani laki lhu mandi pagi. Tidak di ranjang." Putri melengos angkuh turun dari ranjang. Dengan langkah semangat 45 Putri rencana keluar kamar.


"Stop...gue bangun! Gue aja belom pernah intip cucak Rowo Roy. Masa lhu yang duluan saksikan penampakan! Dasar ulat bulu gatel." sungut Sekar mau tak mau harus bangun bantu Putri siapkan sarapan pagi. Sekar tak rela Roy memuji Putri sebagai gadis rajin. Image buruk pasti ditempel ke jidat Sekar sebagai gadis pemalas.


Putri tertawa geli lihat Sekar manyun padahal cuma diusilin Putri. Putri masih waras untuk bermesum ria dengan rekan sekerja. Apalagi Sekar dan Roy sedang bangun chemistry menjalin hubungan serius. Putri bukan pagar makan tanaman. Tahu mana harus bergerak.


Kedua gadis itu berjibaku siapkan sarapan untuk Joachim dan Roy. Kedua laki itu bangun sudah terhidang makanan pagi di meja. Ini sudah beberapa waktu Sekar dan Putri menjadi koki dadakan urus makan pagi kedua laki itu. Siang baru ada masakan dari catering selama mereka di situ. Tugas Sekar dan Putri hanya sediakan sarapan pagi. Ini sudah cukup tunjukkan kualitas kedua gadis itu sebagai calon isteri idaman.


Seusai sarapan mereka sudah harus menuju ke lokasi kerja. Mereka mengendarai mobil yang sudah tersedia. Joachim begitu sabar memberi pengarahan pada Roy untuk bertanggung jawab untuk jalan proyek selanjutnya.


Dalam perjalanan menuju ke lokasi proyek ponsel Putri berbunyi. Putri merogoh tas mencari benda pipih yang membawa kabar baru. Di layar tertera nama Lisa. Putri mencolek Sekar perlihatkan siapa yang memanggil via ponsel.


"Assalamualaikum..." Putri angkat benda pipih dekatkan ke kuping.


"Waalaikumsalam...di mana kamu Put?"


"OTW ke proyek! Tumben telepon? Nyonya Rangga kan lupa sama kita."


"Bukan lupa tapi emang sibuk dengan tugas dan segudang masalah. Gue harus bantu mas Rangga yang kurang ngerti soal bisnis."


"Waduh jadi nyonya bos besar dong! Kapan kita diundang?"


"Undang apa? Mas Rangga masih nyari adiknya yang kabur. Gue yang jadi korban. Dasar si Sania...kabur bawa masalah." terdengar nada kurang senang Lisa.


"Maksud lhu?"


"Gue hamil tapi mas Rangga mau tunggu Sania pulang baru nikahi gue."


"Astaghfirullah...kamu ini! Waras ngak sih lhu? Main bunting segala." semprot Putri kaget. Yang lain ikut kaget karena suara Putri mengalahkan alunan musik ringan dalam mobil.


"Ssssttt...jangan teriak! Mau bikin malu gue ya? Gue telepon kamu minta solusi. Apa gue aborsi ya?"


"Ngucap Lis! Sudah berbuat dosa mau tambah dosa? Anak itu tak berdosa. Yang itu lhu sama laki songong itu. Minta tanggung jawab dong!"


"Mas Rangga mau tanggung jawab tapi tunggu Sania pulang."

__ADS_1


"Gimana kalo Sania tak pulang? Perut lhu bisa nunggu? Dari bukit jadi gunung sis! Adik Abang bawa bencana. Lhu jangan macam-macam main aborsi! Gue akan coba hubungi Sania. Gue akan paksa dia pulang. Lhu yang sabar ya!"


"Ngak usah Put! Malu aku!"


"Kok malu? Waktu main kuda-kudaan malu ngak? Pabrik belum diresmikan kok dioperasikan. Hasilnya ya kacau." ketus Putri agak marah pada Lisa tak pandai jaga diri. Kebablasan sangat jauh.


"Sori...khilaf!"


"Sori kok ke gue? Tuh minta ampun pada Allah SWT! Jadi orang punya tekad. Jangan murahan!" ujar Putri tak tanggung lukai harga diri Lisa.


Lisa terdiam dimarahi Putri. Putri hilang respek pada temannya ini. Hamil di luar nikah sangat memalukan. Semua orang akan memandang rendah pada orang yang tak pandai menjaga diri. Hanya orang berakhlak tipis bisa jatuh pada jurang maut begitu. Putri heran mengapa Lisa bisa sebodoh itu terseret dosa. Putri mengenal Lisa anak baik punya iman lumayan bagus. Tak banyak tingkah waktu kerja bersama di Build. Sekarang bawa berita cukup menyayat hati teman.


"Aku khilaf. Maafkan aku!" lirih suara Lisa.


Putri menghela nafas sadar tak ada guna umbar amarah. Kini bukan saatnya marah tapi cari jalan agar Lisa dapat haknya sebagai perempuan. Rangga harus menikahi Lisa. Kuncinya ada pada Sania.


"Ya sudah! Aku coba hubung Sania kasih tahu ada bumil baru."


"Makasih Put! Kapan kalian balik dari dinas?"


"Ntahlah! Kami baru mulai kerja. Kau jangan bodoh aborsi ya,! Jangan menambah dosa! Maafkan aku marah padamu!"


"Aku tahu...kau marah karena sayang padaku! Salam untuk Sekar. Kalian juga hati-hati jangan terjerumus!"


"Kunci segel kami masih dipegang orang tua maka tak bisa dibuka. Gemboknya ganda susah diterobos."


"Bisa aja...bantu aku ya Put!"


"Beres...sekarang juga kuhubungi Sania. Tadi dia ada kirim foto dengan gandengan baru. Kayaknya masih muda."


Roy menyimak kata-kata Putri dengan hati tercekat. Sania menggaetnya gandengan baru dalam kondisi hamil? Laki mana kurang kerjaan mau tikung Bara? Apa laki itu buta tak lihat wanita muda itu sedang berbadan dua?


"Wah...berita bagus! Artinya kita dapat adik ipar sepadan."


"Bagus dengkulmu! Hamil bikin otakmu terendam air. Sania itu bininya bos kami. Gandeng cowok lain artinya selingkuh nona hamil!" semprot Putri gemas dengar reaksi bahagia Lisa kalau Sania dapat gandengan baru.


"Bara bisa selingkuh kenapa Sania tak boleh?"


"Tuh orang berotak udang! Kau dukung Sania berbuat dosa? Berbuat dosa itu gampang tapi menghapuskan dosa itu perlu waktu panjang. Itupun kalau dibarengi kesadaran. Lis...lhu kok berubah? Jangan-jangan lhu kena virus omicron! Otak lhu dimakan sebelah. Kurang waras."


"Duh...yang marah! Aku kenal Sania. Dia bukan orang gitu! Mungkin itu teman atau keluarganya. Sania selamanya tetap the best. Kalian cepat pulang ya! Kalian akan jadi aunty dari anakku. Kata dokter mungkin isinya enam."


"What? Banyak amat kayak anak kucing. Yang benar lhu Lis! Tokcer amat semprotan Rangga. Kupikir Bara cukup tokcer nyatanya ada yang lebih plus. Hebat... bagi-bagi buat kami ya! Aku pesan dua."


Lisa tertawa terbahak-bahak dengar orderan Putri. Emang pizza bisa diorder sesuka hati. Sebenarnya Lisa mau ketawa sandiwaranya memaksa Sania muncul cukup menyakinkan. Terbukti Putri sampai naik darah. Masih untung Putri tak ada riwayat darah tinggi. Kalau tidak mungkin sudah stroke gadis itu.


"Tenang sis! Kau dan Sekar kubagikan. Mau cowok atau cewek?"


"Sinting...anak kok dibagi! Stress ach lhu!"


"Lha lhu yang minta! Dibagi bilang sinting. Maunya gimana sih?"


"Canda...gue bakal punya baby sendiri. Kembar tiga aja deh! Sudah kelewat banyak. Eh Sekar...lhu minta kembar berapa?" tanya Putri menyentak Sekar yang sedang merenungi nasib Lisa hamil di luar nikah.


Sekar tak bisa terima keadaan begini merasa ikut terpukul. Teman dekatnya lupa diri berbuat maksiat sampai punya anak. Di mana moral Lisa yang selama ini tampak cukup tinggi.

__ADS_1


"Apa? Kalian gila...ingat Tuhan!" ujar Sekar sedikit gusar. Sudah hamil tanpa suami masih bisa bercanda. Wanita model apa Lisa ini. Akhlak terbuat dari kerupuk udang? Gampang hancur kena air.


Putri terdiam dimarahi Sekar. Gadis itu lebih parah bila diajak bahas soal moral. Sekar contoh muslim sejati. Menutup aurat hindari tatapan nakal para cowok. Sekar hormati diri sendiri agar dapat tempat layak di mata masyarakat.


__ADS_2