
“Assalamualaikum ... Ibu ...” Adisty langsung menghampiri dan memeluk bu Bella yang langsung menoleh bengong merasa kaget.
Bu Bella terkesiap dengan kedatangan Adisty yang secara tiba-tiba hadir kembali di rumah tersebut setelah pergi meninggalkan hari pernikahannya dengan putranya, Pramana.
“Ibu, aku minta maaf sudah pergi di hari pernikahan ku dengan Pram. Aku minta maaf dan aku menyesal!” ucapnya Adisty sambil memeluk erat tubuhnya ibu Bella yang masih terbengong-bengong.
Bu Bella bengong dan dalam hati ngapain Adisty datang setelah pergi sehingga menjadikan Pram menikah dengan Anisa dan sekarang pun mereka akan melangsungkan pernikahan yang kedua kali nya sebagai pengesahan. “Em.” Bu Bella tampak kebingungan.
“Ibu Adis minta maaf. Maafin aku Ibu?” Adisty menciumi punggung tangan bu Bella hingga berkali-kali.
Bu Bella menghela nafas panjang dan barulah dia berucap pada Adisty. “Kamu dari mana saja? sehingga meninggalkan Pram di hari pernikahan, dan kenapa baru kembali sekarang?”
“Em, aku—“
“Sebaiknya kita mengobrol di dalam saja yo?” bu Bella mengajak tamunya untuk masuk ke dalam rumah dan mengobrol di sana, kebetulan hari pun sudah menjalang malam. Tidak lama lagi juga pasti terdengar suara adzan.
Bu Bella, Adisty dan Carolin pun mengikuti langkah nya bu Bella yang lebih dulu memasuki rumahnya.
Bibi jadi terbengong-bengong sendiri melihat kedatangan Adisty lagi. Mengingat Pram sudah menikah dengan Anisa. “Kenapa datang lagi non Adis? Di saat sekarang den Pram sudah menikah dengan non Anisa. Gawat dong kalo begini. Mana yang bibi dengar den Pram dan non Anisa mau menikah lagi.”
“Silakan duduk? Em ini Carolin ya?” bu Bella mengarahkan tatapannya pada Carolin yang sedang celingukan.
“Oh iya Tante, aku Carolin.” Carolin mengulurkan tangan pada bu Bella. “Apa kabar Tante? lama kita tidak bertemu dan sekarang bertemu lagi.”
“Oh iya ini Carolin. Baik alhamdulilah ... baik dan gimana kabar sebaliknya?” tanya balik bu Bella dengan ramahnya pada kedua tamu nya itu.
“Baik Tante, aku baik,” Carolin sambil mengangguk pelan.
“Bi ... tolong bikinkan minuman buah tiga gelas ya?” pekiknya bu Bella pada bibi.
“Em ... tidak usah repot-repot Bu ...” ucap Adisty yang menegak kan duduknya.
__ADS_1
“Nggak repot kok ... cuman minum saja,” kata b Bella dengan lirih,
“Bu, tadi aku mau ke kantornya Pram, tapi katanya dia mau ke luar kota—“
“Oh jadi Pram sudah tau kalau Adis sudah pulang dan apa kalian sudah bertemu?” bu Bella menyelidik dan memotong perkataan dari Adisty.
“Belum Bu ... kami belum ketemu dan tadi di ajak ketemuan pun Pram katanya dia mau ke luar kota dan ... dia bilang, kalua dia belum siap bertemu dengan Adis, sepertinya dia sangat kecewa sama aku ya bu? tapi dia berjanji sepulang dari luar kota dia akan menemui ku.” Adisty dengan ekspresi sedih.
“Si Pram gimana sih? kok malah janjikan ketemu segala, di akan sudah punya istri. Gimana sih?” batinnya bu Bella sambil melamun.
“Eh ... beneran ya kalau Pram itu ke luar kota?” selidiknya Carolin yang meragukan Pram ke luar kota, karena dia tahu kalau Pram sudah punya istri.
“Hem, Pram. Oh iya dia sedang tidak ada di rumah saat ini,” jawabnya bu Bella sambil melihat ke arah bibi yang membawakan minuman dan cemilannya.
“Tapi ... istrinya mana nih? seharusnya ada dia di rumah dan keluar dong ...” Carolin menatap ke arah lantai atas yang memang sepi dan mengedarkan pandangannya pada sekitaran yang tidak ada satu pun foto Pram dengan wanitanya. Apalagi foto pernikahan.
“Ibu masih tidak habis pikir pada Adis yang tega meninggalkan Pram di hari pernikahan kalian, padahal pernikahan itu kalan juga yang mau. Bukan mau orang tua saja,” bu Bella menatap heran dan penasaran.
“Rasanya wajar bila Pram masih belum siap untuk bertemu dengan Adis, karena dia kecewa sama Adis yang sudah meninggalkan dia. Siapa pun pasti kecewa bahkan sakit hati di saat hari yang seharusnya membahagiakan, tapi sang mempelai pergi meninggalkan,” tutur bu Bella sambil menatap lekat pada Adisty.
“Aku tau dan aku yang salah, tapi aku yakin kalau Pram masih mencintai ku bu ... dia pasti akan memaafkan ku dan kembali membangun puing-puing cinta kami.” Adisty masih punya keyakinan kalau Pram mau merajut kasih dengan dia kembali.
“Cinta sih cinta ... tapi bagaimana pun Pram kecewa lah sama kamu Adis ... dan butuh penawar luka dan aku saja gak bisa menjadi penawarnya.” Carolin berkata dalam hati.
“Kalau menurut Ibu sih ... biarkan Pram menjalani hidupnya sendiri, rasanya buat apa penyesalan itu sudah terlambat.” Ujar bu Bella.
“Kok Ibu bicara seperti itu sih? Pram sangat mencintai ku Bu ... dan aku yakin kalau dia akan kembali pada ku dan mau memaafkan ku, namun Cuma ... butuh waktu saja untuk aku mampu membalut lukanya saja.” Adisty mengerutkan keningnya pada bu Bella yang seolah melarang secara halus agar dirinya tidak lagi mendekati Pram.
“Ya ... maksud Ibu ... biar saja dia menentukan pilihan nya sendiri dan berikan dia waktu dulu setelah dia kamu tinggalkan, yang telah cukup menorehkan luka di hatinya. Ibu merasakan gimana sedih dan kecewanya Pram di saat kamu menghilang.” Ungkapnya bu Bella sambil meneguk minumnya.
Sementara Carolin hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja mendengarkan perbincangan antara Adisty dan bu Bella.
__ADS_1
“Adis?” suara pak Lukman menatap ke arah Adisty yang langsung menoleh pada sumber suara.
“Ayah? Aku mohon maaf pada semuanya, kau salah sudah meninggalkan Pram di saat hari pernikahan.” Adisty langsung menghampiri pak Lukman dan meraih tangannya.
“Apa kau sudah bertemu dengan Pram dan sudah cerita semuanya?” tanya Pak Lukman dan mendudukan dirinya di samping sang istri.
“Belum, Yah ... kami belum ketemu dan cerita apa ya?” Adis menggeleng.
“Katanya Pram masih belum siap untuk ketemu dengan Adis, Yah ...” lirihnya sang istri pada sang suami seraya menggeleng agar tidak mendekati tentang pernikahannya Pram dan Anisa.
“Och jadi belum cerita apa-apa ya?” gumamnya pak Lukman.
Adisty semakin penasaran tentang cerita, cerita tentang apa? namun ketika mau bicara dan bertanya bu Bella sudah duluan bicara.
“Sudah Maghrib dan baiknya kita salat dulu dan nanti kita lanjutkan kembali mengobrol nya.” Bu Bella mengedarkan pandangan pada semua yang ada di sana.
“Aduh kebetulan aku lagi M. Nih ...” balas Carolin sambil nyengir setelah pak Lukman pergi duluan.
“Hooh, aku juga lagi datang bulan. Jadi tidak salat Bu ...” timpalnya Adisty sama dengan Carolin.
“Oo! Begitu. Ya sudah kalau begitu Ibu mau salat dulu, kalian duduk saja di sini ya? nanti Ibu kembali.” Bu Bella beranjak dari duduknya meninggalkan mereka berdua.
“Aku sih lagi M, alias malas. Apa kau juga lagi malas atau memang iya?” Carolin menatap curiga pada temannya itu.
“Dasar lho, ak beneran lagi datang bulan. Aku sih bukan tipe pemalas seperti kamu kalau soal ibadah, aku paksain kok.” Kata Adisty sambil meneguk minumnya.
Tidak lama kemudian. Bu Bella dan pak Lukman datang kembali menghampiri Adisty dan Carolin yan sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing ....
...🌼---🌼...
Jangan lupa like komen dan lainnya. Makasih ya
__ADS_1