Pernikahan Yang Tak Di Anggap

Pernikahan Yang Tak Di Anggap
Usah repot-repot


__ADS_3

Subuh-subuh Anisa sudah selesai mandi dan di depan pintu kamar mandi, Anisa berpapasan dengan Pramana yang mau memasuki kamar tersebut.


Sejenak keduanya terdiam di tempat. Anisa yang mengenakan kimono selutut dan rambut yang basah, tampak sangat segar dan tak ayal akan membuat laki-laki normal tergoda.


Begitupun Pramana sesaat dia menatap tubuh Anisa dengan pandangan meneliti.


"Ingat ya? jangan coba-coba menggoda ku, atau membuat ku menyentuh mu! sekalipun statusmu adalah istriku!" Suara parau Pramana sambil mengayunkan langkahnya memasuki kamar mandi.


Degh ....


Terlihat Anisa mencoba menelan ludahnya mendengar apa yang di katakan Pramana. Sepertinya Pramana tidak menganggapnya sebagai istri. "Tapi biarlah aku tidak mau ambil pusing! karena hanya akan menambah sakit hati, lagian wajar kok dia bilang seperti itu."


Anisa seolah menikahi orang asing yang tidak pernah dikenal jangankan pacaran ta'aruf pun tidak sama sekali.


Setelah memakai pakaian, Anisa langsung menjalankan kewajibannya melaksanakan subuh. Setelah berzikir sebentar ia pun beranjak membawa langkahnya membuka-buka gorden setelah menyimpan bantal dan selimut ke tempatnya.


Serta hidung Anisa dapat menghirup baunya bunga-bunga segar yang semerbak memenuhi ruang kamar.


Anisa pun ingat dengan pakaian Pramana, sudah sewajarnya dia siapkan tapi lemarinya dikunci dan dia nggak tahu kuncinya di mana. Sekalipun tahu rasanya nggak enak! mending kalau diterima dengan baik, kalau tidak dan di tolak mentah-mentah, kan sakit.


Akhirnya Nisa hanya bisa memandangi pintu lemari yang khusus pakaian Pramana. Kemudian kedua manik mata Anisa beralih ke pintu kamar mandi di mana Pramana keluar dengan menggunakan handuk saja di pinggang dan tangan satunya memegangi handuk kecil yang digunakan untuk mengeringkan rambut.


Anisa langsung memalingkan wajahnya seraya berkata. "Tadinya aku ingin menyiapkan pakaian ganti untuk mu! tapi aku nggak tahu kunci lemarinya di mana!"


"Tidak usah repot-repot dan tidak perlu menempatkan dirimu sebagai istriku, aku bisa mengerjakannya sendiri dan jangan campuri urusanku!" ucap Pramana dengan nada dingin.


Sonia terdiam dan tidak berkata-kata lagi dia mengatupkan bibirnya! benar kan mendingan kebaikan dia diterima dengan baik, kalau tidak hanya akan menimbulkan sakit hati.


Lalu Anisa menyimpan sisirnya di tempat, setelah rambutnya rapi dan kemudian dia ikat di atas menampakkan leher yang jenjang dan mulus. Karena dia belum berhijab, paling sekali-sekali bila keluar saja pakainya. Sehingga dia pun tidak mengenakan kerudung bila di dalam rumah.


Diam-diam Pramana menatap leher Anisa yang jenjang dan berkulit kuning Langsat, serta menelan Saliva nya berulang-ulang.

__ADS_1


Anisa mendekati pintu. Dia keluar untuk membantu membuatkan sarapan di dapur, lagian mau beres-beres di kamar pun masih penuh dengan dekorasi.


Kedua netra Pramana bergerak mengikuti langkah Anisa yang keluar dari kamar tersebut, hingga pintunya tertutup kembali.


"Huuhhh ... tidak pernah kubayangkan akan tinggal satu atap dengan gadis itu." Kemudian Pramana mengambil pakaiannya dari lemari dan hari ini Dia memutuskan untuk ngantor saja.


Tadinya, kalau nikahnya dengan Adisty berapa hari dia akan cuti lanjut bulan madu ke puncak!namun karena kejadiannya berbalik yang dinikahi bukanlah Adisty melainkan Anisa membuat niatnya menjadi urung.


"Eh pengantin baru dah bangun dah turun pula. Gimana tidurnya nyenyak?" sapa Renita yang terdengar heboh.


"Alhamdulillah nyenyak Kak!" Anisa menunjukan senyumnya kepada Renita yang sudah berada di dapur bersama satu asisten.


Kemudian datanglah Aisyah beserta ibu Hajah Bella.


"Masya Allah ....pengantin baru sudah bangun ngapain ke dapur jam segini dah turun? istirahat saja di kamar!" ucapnya sang ibu mertua sembari mengusap bahu Anisa.


"Tante. Anisa mau bantuin bikin sarapan. Lagian di kamar mau ngapain? Nggak ngantuk." balasnya Anisa sembari mengedarkan pandangan kepada Aisyah.


"Masya Allah ... rajinnya mantu Ibu. Oh iya, Anisa kan sudah menjadi mantu Ibu jadi jangan panggil tante lagi. Panggil saja Ibu masa panggil Tante sih!" lirihnya sang ibu mertua yang ditujukan kepada Anisa.


Anisa menarik sudut bibirnya membentuk senyuman lalu melihat ke arah Aisyah dan ibu mertua bergantian.


"Itu bener Anisa ... sekarang panggil Ibu, karena tante Bella kan sudah jadi mertua Nisa!" ucap Aisyah sembari mengangguk kepada sang adik.


"Iya dong ... panggilnya ibu Masa Tante nanti berasa masih muda lagi, nanti aku ikutan panggil tante he he he ... bercanda-bercanda!" sambarnya Renita sembari tertawa.


Semua yang berada di sana pun ikut tersenyum ke arah Renita.


"Ih ya, sayang ... setiap pagi Pram suka dibikinkan air jahe tambah susu dan sekarang tugas Anisa yang menyiapkannya!" ucap sang ibu mertua dengan lembut.


"Nah bener Tante! ajarkan dia untuk melayani suaminya." Timpalnya Aisyah sembari tersenyum kepada sang adik.

__ADS_1


"Hooh ... caranya mudah, Nisa tuangkan susu seperti biasa, lalu gebrek jahe sebesar ibu jari yang sudah di cuci bersih, dan dibuang kulitnya. Dimasukkan ke dalam gelas kemudian seduh dengan air panas. Siap deh disajikan." Jelas ibu mertua mengajarkan Anisa untuk membuatkan susu jahe buat suaminya.


Dan Anisa pun langsung mempraktekkan nya. Seperti yang Ibu mertuanya bilang, setelah jadi. Dia bawa ke atas, ke kamarnya sang suami.


"Tapi Bu ... sekarang kan Pramana sudah menikah, punya istri. Jadi sepertinya susu jahe kurang penting deh! orang sekarang udah ada yang asli. Susu hangat dari istrinya ya tinggal sedot aja! ha ha ha ... suara Renita sembari tertawa.


Membuat langkah Anisa yang sudah berada di tengah tangga berhenti, tertegun memikirkan perkataan dari Renita. Sesaat kemudian Anisa pun melanjutkan langkahnya menuju kamar di mana suaminya berada.


"Tapi kan sekarang masih baru Renita ... mereka pasti masih malu-malu, sudah jangan di ganggu kasihan!" timpalnya sang ibu mertua.


"Kak Renita bisa aja. Kak Renita tolong ya kasih tahu kalau Anisa berbuat kesalahan maklum belum pengalaman dalam rumah tangga," kata Aisyah sembari menoleh pada Renita yang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan.


"Oh tentu Aisyah, kalau aku lagi ke sini pasti deh. Aku nasehati, aku kasih tahu kalau dia memang melakukan kesalahan. Sepertinya biarpun belum berpengalaman Anisa kan pintar dia pasti sudah tahu cara melayani suaminya dengan sangat baik!" sahutnya Renita.


Tok ....


Tok ....


Tok ....


Anisa mengetuk pintu sekaligus mendorongnya. Kedua menik Anisa langsung mendapati Pramana yang sedang duduk di sofa sambil memangku laptopnya.


Lalu Anisa mengayunkan langkahnya mendekati di mana Pramana berada, lalu dia berlutut sembari menyimpan gelas susu jahe di atas meja tepatnya di depan Pramana seraya berkata. "Ini susu jahenya! diminum mumpung masih hangat!"


"Siapa yang buat?" tanya Pramana tanpa menoleh.


"Aku yang buat, dan Ibu yang menyuruhku dan memberi instruksi gimana caranya!" jawabnya Anisa sembari berdiri.


Pramana tidak berkata lagi wajahnya fokus melihat ke layar laptop ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca.


__ADS_2