Pernikahan Yang Tak Di Anggap

Pernikahan Yang Tak Di Anggap
Pulang


__ADS_3

"Nisa gimana, sekarang apa nanti? kalau Pramana jemput ke sini?" tanya sang ibu mertua.


"Em ... Nisa berapa hari lagi aja deh!" jawabnya Anisa sembari menikmati makan malamnya.


"Ya sudah ... nanti aja kalau kalau Pramana ke sini baru Anisa ikut." Tambahnya Pak Lukman.


"Menurut saya juga begitu, nanti saja seminggu lagi di sini baru kembali ke sana." Kata pak Joni.


Bunda Pak Ida pun mengangguk setuju dengan pernyataan suaminya.


Setelah selesai makan malam bersama, Pak Lukman sama istri pun pamitan untuk pulang. Padahal sudah di suruh menginap tapi mereka kekeh ingin pulang saja.


"Hati-hati ya Bu ... Ayah ..." serunya Anisa pada ibu mertua, kemudian mencium kedua tangan mereka bergantian.


Anisa, Pak Joni dan bunda Farida melambaikan tangannya mengiringi kepergian Pak Lukman dan istri.


"Ayo masuk? kita istirahat ajak!" ajak Pak Joni sambil berjalan ke dalam rumahnya.


Anisa dan Bunda Farida pun mengikutinya dari belakang dan Anisa langsung berjalan ke kamarnya untuk beristirahat.


_____


Di jalanan yang dalam gelap tapi penuh dengan keramaian mobil yang berlalu-lalang, Pramana berada di dalam mobil kesayangannya. Tengah menuju pulang dan tanpa sadar bukan tujuan ke rumahnya, melainkan ke rumahnya Anisa.


Entah kenapa dia ingin sekali bertemu dengan Anisa, sementara sampai saat ini dia tidak mempunyai nomor Anisa.


Mobil Pramana terus melaju di antara mobil-mobil lainnya yang merayap di bawah sinar lampu-lampu jalanan yang tampak indah walau tak berhiaskan bulan dan bintang menghiasi malam, mobil Pramana terus menuju sebuah perumahan di mana Anisa tinggal.


Kepala Pramana menoleh kanan dan kiri. Dia tersadar kalau ini bukan jalan ke rumahnya, tapi ... ke arah rumah orang tua Anisa.


"Ha? kok ke sini sih jalan nya?" Pramana senyum-senyum sendiri.


Pramana terus memutar kemudinya namun sedikit ragu-ragu mau mundur atau maju. "Gimana ini lanjut atau putar arah? mundur, jauh lagi. Maju malu nggak ya? bermonolog sendiri sembari menggaruk kepalanya sedikit kebingungan tapi dalam hati kecilnya uang ingin sekali maju.


Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Pramana langsung melaju ke depan, menuju kediamannya Anisa! terserahlah dia tidur di sofa juga yang penting bisa bertemu dengan Anisa.


Selang beberapa waktu, akhirnya mobil Pramana tiba juga di depan kediamannya Pak Joni dan jarum jam pun yang berada di tangan kiri Pramana menunjukkan pukul 22.30. Mungkin penghuni rumah sudah pada tidur.


Untuk sementara waktu, Pramana terdiam di dalam mobil dan menatap ke arah bangunan yang tampak sepi tersebut. Namun lama-lama pintu utama ada yang membuka dan berdiri seorang pria yang sudah berusia yang tidak lain adalah Pak Joni menatap ke arah Pramana.

__ADS_1


Melihat pak Joni yang membuka pintu dan berdiri di sana. Pramana pun keluar dari mobil seraya membawa tas kerjanya dan juga sebuah paper bag besar yang dia jinjing dan meninggalkan tas pakaiannya, dibiarkan di dalam bagasi mobil.


"Assalamu'alaikum. Ayah belum tidur?" Pramana langsung meraih tangan Pak Joni dan dicium tangannya penuh hormat.


"Belum, tadi Ayah dan ibu mu dari sini!" Kata Pak Joni seraya mempersilahkan masuk 0ada mantunya tersebut.


"Oya, aku dari luar kota baru pulang!" sahutnya sembari berjalan mengikuti langkah Pak Joni setelah menutup pintu dan mengunci nya.


"Oh ... dari luar kota, langsung pulang ke sini?" tanya Pak Joni kembali.


"Iya Ayah, dari luar kota langsung ke sini belum sempat pulang ke rumah." Jawabnya Pramana sambil celingukan melihat-lihat di dalam rumah yang begitu sepi tidak ada satu orang pun selain Pak Joni dan dirinya.


"Oh gitu, sebentar Ayah panggilkan dulu Anisa, apa sudah tidur atau belum." Pak Joni anak berjalan mendekati anak tangga.


Namun dicegah oleh Pramana, biar dia sendiri saja yang menemani dan itupun bila diizinkan.


Dan tentu saja Pak Joni mengijinkan, Karena bagaimanapun Pramana suaminya Anisa lagi pula mereka berdua pasti punya batasan tersendiri. Mengingat status mereka yang masih mengambang.


"Baiklah kalau kamu sendiri yang mau ke sana, temui saja Anisa di kamarnya. Kalau gitu saya mau istirahat dulu!" ucap pak Joni sembari menunjuk ke arah tangga dan mendapati kepala Pramana mengangguk.


Pak Joni langsung berjalan ke arah kamarnya. Meninggalkan Pramana yang masih berdiri di tempat dan menatapi anak tangga satu persatu, setelah itu barulah dia mengayunkan langkahnya dengan bismillah menapaki anak tangga dengan langkah yang teratur.


"Dia sudah tidur apa belum ya?" gumamnya Pramana sembari menatap ke arah daun pintu kamar Anisa.


Kemudian jalan perlahan mengayunkan langkah kakinya yang lebar hingga tidak butuh beberapa langkah lagi, dia sudah berdiri di depan pintu kamar Anisa yang tertutup tersebut.


Dengan gerakan pelan. Pramana menaikkan tangannya dan mengetuk daun pintu yang berada di hadapan tubuhnya itu.


Tok ....


Tok ....


Tok ....


"Nisa. Apa kau sudah tidur?" suara Pramana begitu lirih dan nyaris tidak terdengar ke arah dalam.


Anisa yang sedang berada di dalam kamarnya, dia masih terjaga belum tidur sama sekali yang dia kerjakan hanya melamun di atas tempat tidur menatap langit-langit dengan pikiran yang melayang. Mendengar suara Pramana terasa bagaikan mimpi suara itu begitu halus memanggil namanya.


Sontak membuat Anisa terbangun dan memasang kedua telinga, menajamkan pendengarannya. Apa benar ada suara Pramana yang menyebut namanya atau hanya sebatas khayalan, lamunan dia saja yang terlalu mengingat sosok pria itu.

__ADS_1


"Nisa! apa kau di dalam sudah tidur?" lagi-lagi suara itu mengganggu gendang telinga Anisa, namun dia belum yakin suara itu dari mana malah dia pikir hanya lamunannya saja.


Tapi mendengar lagi-lagi ketukan pintu, Anisa merasa kalau di luar kamarnya ada seorang yang tak tahu siapa? sehingga Anisa merasa penasaran lalu turun dari tempat tidurnya tersebut.


Berjalan mendekati daun pintu namun dengan perasaan ragu-ragu. Siapa yang mengetuk pintu? Bundanya nggak mungkin ketuk-ketuk pintu dia bisa langsung buka. Lagian pintu nggak dikunci.


Anisa berdiri dibalik daun pintu tersebut dan menunggu Siapa tahu terdengar suara kembali dari luar.


Lagi-lagi pintu diketuk dengan sangat teratur selain memanggil nama nya Anisa.


"Nisa? Nisa ... sudah tidur belum? Ini aku!" ucapnya kembali. Dia sudah mulai pegal berdiri depan pintu tanpa ada yang membuka ataupun menyahut.


Pramana yang berdiri sudah mulai kesal. "Masa aku harus teriak sih? yang benar saja!"


Retttttt ....


Daun pintu terbuka ke dalam dan tampaklah Nisa mandiri di depan pintu dengan mengenakan piyama bunga-bunga serta rambut yang ke samping kan tatapan wajah yang sendu mengarah kepada Pramana.


Jelas Anisa terkejut melihat Pramana ada di sana menjinjing tas kerja dan juga sebuah paper bag dengan ukuran yang lumayan besar. "Kamu di sini apa baru pulang dari luar kota?" Anisa meneliti ke arah Pramana dari atas sampai bawah.


"Benar, aku baru pulang dari luar kota dan langsung ke sini! lama banget sih buka pintu?" Pramana ngeloyor ke dalam tanpa disuruh masuk pun oleh Anisa.


"Lho, lho. lho ... Lho. Kok main masuk aja sih. Aku kan belum menyilakan masuk?" Anisa menggerutu sembari mengikuti langkah Pramana.


Pramana menunjukkan dirinya di tepi tempat tidur. Setelah menyimpan tas kerja dan sebuah paper bag di atas nakas, dia membuka kancing lengan kemejanya lalu dising-singkan ke atas.


Anisa yang masih berdiri dan terheran-heran kenapa Pramana malah pulang ke sana? bukan ke rumahnya dulu, kan lebih dekat ke sana aja ketimbang ke tempatnya sekarang ini.


Pramana tampak kecapean membuat Anisa menawarkan makanan atau minum. "Sudah makan belum. Kalau mau ... aku siapkan."


Pramana menggeleng. "Bikinkan susu jahe saja," Pramana menoleh ke arah Anisa.


"Susu jahe ... boleh! sebentar aku bikinkan." Anisa pun memutar tubuhnya untuk berjalan mendekati pintu.


"Tunggu? biar aku aja yang bikin. Kamu harus istirahat saja!" Pramana menatap ke arah Anisa tanpa beranjak atau apapun.


Tentunya Anisa langsung hentikan langkahnya, berdiri yang hampir mendekati pintu. Langkah Anisa terhenti dan berbalik ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Di tunggu dukungannya. Makasih


__ADS_2