Pernikahan Yang Tak Di Anggap

Pernikahan Yang Tak Di Anggap
Menginap


__ADS_3

Kini Adisty sedang berada di meja makan menghadapi beberapa menu masakan ibundanya. "Aku sudah lama tidak makan masakan Mama, rasanya kangen ... banget, dan sekarang akhirnya aku bisa makan lagi deh!"


Kemudian Adisty langsung menikmati makan nya sangat lahap, ditemani oleh sang Bunda yang tersenyum melihat ke rah dirinya.


"Ini semua juga gara-gara kamu, kenapa dulu kamu pergi meninggalkan kami semua! tanpa bicara apapun, Mama pun rindu sama kamu dan Alhamdulillah sekarang kamu sudah pulang dan kita berkumpul kembali. Ayo makan yang banyak!" Kata Sang Bunda sambil tersenyum manis.


"Puas kamu ha? puas sudah membuat kami semua harus menanggung malu dengan gagalnya pernikahan kamu dengan Pramana? seharusnya dengan alasan apapun kamu bicarakan dulu dengan kami!setidaknya kita bisa bicarakan dengan baik dan mencari jalan untuk keluarnya. Bukan main kabur begitu saja yang akhirnya menyakitkan, tidak terhitung dengan materi yang sudah kami keluarkan! yang akhirnya sia-sia." Suara itu membuat Adisty terdiam dan berhenti mengunyah.


Suara Itu tiada lain dan tiada bukan adalah ayahnya yang baru saja datang dari kantor. Adisty hanya terdiam karena dia pun menyadari kesalahannya.


"Sudahlah, Pah ... nggak usah bahas itu lagi, yang sudah biarlah dan bagaimanapun gak akan mungkin bisa mengulang kembali ke masa itu! kita nggak bisa mengembalikan waktu!" ucap sang istri pada suaminya.


"Memang benar, kita tidak bisa kembali ke masa itu! Iya benar, tapi setidaknya tidak akan kita menemukan masa-masa dimana harus menanggung malu karena gagalnya pernikahan! kalau dia tidak menghilang, kalau dia tidak kabur apa sih maunya?" sang suami dengan nada yang agak tinggi dan menatap tajam pada putrinya.


Adisty menunduk dalam kemudian dia berkata. "Adis minta maaf, minta maaf yang sebesar-besarnya Adisty mengakui kalau itu kesalahan Adisty yang telah membuat keluarga malu!"


"Minta maaf? kau pikir minta maaf akan merubah semuanya? kamu tidak pernah berpikir gimana malunya papa dan juga mama terhadap keluarga Pramana serta pada orang-orang yang sudah diundang untuk hadir di pernikahan mu, namun pada kenyataannya kamu kabur begitu saja tanpa mengungkapkan Apa alasannya!" sang ayah sebentar menjeda perkataannya.


"Mungkin kamu santai saja tak ada beban, tapi pernahkah kamu berpikir? kami yang ditinggalkan kalang kabut karena mencari mu, di saat hari pernikahan yang sudah tinggal menunggu mempelai itu gagal total. Dan berapa materi yang sudah kami keluarkan? yang terbuang begitu saja!" sang ayah terus mengutarakan isi hatinya yang selama ini terpendam begitu saja.


"Kalau memang kamu belum siap menikah, kenapa nggak ngomong dari awal? jangan sampai waktunya kamu menghilang! dan seandainya kamu memang mendadak dengan masalah kerjaan, ngomong. Bicarakan dengan kami, atau kamu bicarakan dengan Pramana. Dia pasti mengerti biarpun sudah menikah dia nggak akan mengekang mu, dia nggak mungkin melarang kamu untuk bekerja jika itu memang mau kamu! bukan begini caranya!" suara sang ayah semakin menggebu-gebu.


Khawatir sang suami dan putrinya semakin memanas perdebatannya, sang istri berusaha untuk melerainya dan berkata lirih. "Pah, kamu kan baru datang kerja. Pasti capek sudah istirahat sana? bukannya nyerocos terus, nanti bikin tambah capek, mendingan istirahat dulu sana!"


Mendengar pernyataan dari sang istri demikian, membuat suaminya menghela nafas dalam dan berusaha mengontrol emosinya, kemudian meneguk segelas air putih. Lalu ia berjalan menuju kamarnya.


Bundanya Adisty menghembuskan nafas panjang, setelah suaminya pergi meninggalkan mereka! lalu menolehkan pandangan ke arah Adisty yang masih terdiam menghadapi makanan yang masih tersisa. "Sudahlah Adis ... nggak usah dipikirkan semua perkataan dari papa mu. Karena bagaimanapun itu memang dari kesalahan mu sendiri, nanti juga papa akan baik lagi. Ayo habiskan! habiskan makanannya!"

__ADS_1


Adisty menoleh, membalas tatapan sang Bunda lalu mengangguk. Dan dia melanjutkan acara makannya, bukannya nggak sedih. Bukannya nggak sakit hati dengan omongan sang ayah! tapi dia menyadari kalau itu memang kesalahannya juga. Dia melanjutkan makannya sembari mengusap kedua sudut mata yang terdapat buliran air bening.


...____...


Pramana sudah berada di rumah orang tua Anisa dan Anisa sedang menyiapkan makan malam di dapur.


Dengan sebuah laptop di pangkuan, Pram menatap layarnya namun sesekali dia merasa kebingungan dan entah Apa yang membuat dia kebingungan? Apa karena Adisty yang sudah kembali, sementara dia sudah nyaman dengan Anisa. Namun dibalik itu dia masih menyimpan rasa kepada Adisty.


Dari arah dapur Anisa berjalan menghampiri Pramana dengan segelas air juice yang dia persembahkan untuk Pramana. "Kamu pasti haus dan ini semoga menjadi penghilang dahaga mu."


Anisa berlutut sembari menyimpan gelasnya di meja, kemudian dia berdiri dan sejenak duduk menemani Pramana.


Pramana menoleh ke arah gelas yang berada di meja dan Anisa yang berada di sebelahnya. "Makasih!"


"Hem, apakah malam ini kau akan menginap di sini lagi?" selidiknya Anisa sembari melirik ke arah Pramana yang tampak sibuk dengan layar laptop.


"Em ... bukan nggak boleh, aku cuman nanya doang. Emangnya nggak boleh gitu bertanya? pelit amat nggak mau ditanya!" ucap Anisa sembari mengangkat bokongnya dari dekat Pramana.


Geph.


Pramana menangkap tangan Anisa seraya berkata. "Boleh sih! apa yang nggak?"


Anisa berdiri dan menatap ke arah Pramana. Tanpa menggerakkan bibirnya hanya bahasa mata saja yang berbicara.


"Rasanya aku nggak mungkin pulang ke sini kalau aku nggak menginap lagi di sini. Paling aku besok pulang ke tempat ibu dan berapa hari lagi aku akan kembali untuk menjemput mu, Hem!" lirihnya Pramana sembari tetap memegangi tangan Anisa.


Anisa berusaha menarik tangannya yang terasa di cengkram kuat, Anisa menoleh kanan dan kiri. "Lepaskan tanganku? aku mau ke dapur sedang memasak!" Pekik Anisa yang tertahan.

__ADS_1


Namun Pramana malah nyengir menunjukkan gigi putihnya yang bersih berbaris rapi. "Emangnya kenapa? biar saja bila mereka melihatnya kan sebentar lagi kita akan menikah lagi. Boleh dong jika aku menyentuh mu."


Degh,


Kata-kata itu bikin jantung Anisa mendebar kencang. Wajahnya pun berubah jadi tersipu malu, baru saja dia dengar dari bibirnya langsung soal pernikahan itu.


Pria itu menyimpan laptopnya di atas sofa lalu berdiri di hadapan Anisa dan kini tangan satunya lagi meraih tangan Anisa yang sebelah kanan. Membuat Anisa mundur beberapa langkah, dia terkesiap! bukan apa-apa, soalnya dia tuh belum terlalu terbiasa bersentuhan dengan lawan jenis dan kelihatan sama orang tuanya.


Anisa kembali menarik kedua tangannya. "Lepas nanti bunda dan Ayah lihat, malu! dan aku mau masak lagi!" wajah Nisa tampak merah dan gusar. Khawatir kelihatan orang rumah.


Bibir Pramana tersenyum lebar merasa lucu dengan ekspresi wajah Anisa saat ini, sehingga dia melepaskan kedua tangan Anisa. "Ehem. Mungkin waktunya kurang tepat kali ya? baiklah sudah sana buatkan aku masakan yang enak sudah lapar!" Sembari mengusap perutnya yang rata.


"Lapar, kenapa gak sedari tadi lepasin. Biar aku pergi dan melanjutkan masak-masak nya," gerutunya Anisa sembari berjalan menuju dapur.


Anisa kembali berkutat meneruskan masakannya dan kebetulan Ibu Farida sedang keluar, yang ada hanya Pak Joni sedang berada di kamarnya.


Manik mata Anisa menoleh ke arah tempat yang tadi Pramana berdiam diri dan sekarang sudah kosong, entah ke mana orangnya. "Eeh ... kemana orang itu menghilangnya? nggak kelihatan!"


Kini makan malam sudah tersedia di meja dan tinggal menunggu waktunya dan orang-orang baru saja melaksanakan salat magrib. Dan Anisa pun sedang berada di kamarnya setelah menyimpan pakaian Pramana yang tadi dia setrika.


Pramana masuk kamar setelah sebelumnya dari masjid dengan sang ayah mertua. Kedua netra mata Pramana mendapati Anisa yang sedang berada di depan lemari, berdiri menginjak kursi yang entah apa yang sedang dia lakukan.


"Kamu sedang mencari apa di sana?" Suara bariton itu mengagetkan Anisa membuat tubuhnya oleng ....


...🌼---🌼...


Jangan lupa dong like nya ya biar aku tambah semangat. Makasih.

__ADS_1


__ADS_2