Pernikahan Yang Tak Di Anggap

Pernikahan Yang Tak Di Anggap
Kewajaran


__ADS_3

Kini Deni, Dea dan berapa teman lainnya Sudah pada datang, dan Pramana pun sudah mulai menyiapkan untuk bakar-bakar. masak-masak di belakang rumah yang tempatnya dekat kolam renang.


Menjadikan di rumah tersebut begitu ramai, beberapa teman Pramana yang memang sudah lama nggak ketemu dan baru ketemu lagi sekarang.


"Lama juga ya kita nggak ketemu! tahu-tahu sekarang kamu sudah nikah sama sepupunya Deni lagi, kok nggak undang-undang sih?" tanya salah satu teman kuliah Pramana dulu seangkatan dengan Deni.


"Baik, Alhamdulillah ..." jawabnya Pramana sambil mesem.


"Kok gak ngundang-ngundang sih? dan dengar-dengar kerjaan juga wiuch ... lancar." Ucap yang lainnya.


"Aamiin-Aamiin ... nanti lah kalau ada acara lagi." jawabnya Pramana sambil menyibukkan diri dengan masakannya.


"Ooh, nanti akan ada resepsinya dan kalian pasti diundang turut kebahagiaan mereka nantinya." Kata Deni yang ikut mengulas dan bakar-bakar.


"Emang belum resepsi, bukannya kemarin pesta ya?" tanya yang lainnya menatap heran.


"Tapi bukannya Nisa sudah hamil ya? jangan bilang kalau kalian sudah anu duluan!" kata temen yang lainnya sembari menggerakkan tangan di depan perut.


"Em ... sudah, lihat saja nanti!" balasnya Pramana sambil sibuk membuat masakan. Sesekali netra nya mencari-cari keberadaan Anisa yang belum nampak di belakang rumah tersebut.


Sementara Anisa sedang asik ngobrol dengan Aisyah, Dea. Ibu mertua dan juga kak Renita. Sesekali mereka tertawa tampak bahagia.


"Oh ya, gimana sudah diperiksakan belum kehamilannya?" tanya Aisyah sambil memegangi tangan sang adik.


Anisa hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban belum.


"Kenapa belum? periksakan dong ... biar tahu gimana! emang ada keluhan apa-apa pun?" selidik Aisyah kembali.


"Nggak, nggak ada keluhan apapun dan aku baik-baik saja kok!" jawabnya Anisa dengan sangat percaya diri.


"Masih nggak ada ngidam-ngidam ya?" tanya Dea kepada Anisa.


"Nggak ada." Anisa lagi-lagi menggeleng. "Besok aku mau periksa."


"Iya dong Nisa ... segera periksakan!" tambahnya Aisyah sembari menunjukan senyum manisnya.


Setelah menunggu sekian lama menunggu. Akhirnya masakan Pramana pun matang dan mereka menghampiri ke belakang dan menikmati barbeque hasil tangan Pramana.


Kini semua orang berkumpul di belakang, masing-masing menikmati makanannya.


"Gimana enak gak masakan ku?" Pramana mengedarkan pandangan ke semua yang ada di sana yang sedang mencicipi masakannya.


Semua mengangguk dan mengagungkan jempolnya.


"Rupanya kamu pandai juga masak ya?" ucapnya Nisa kepada Pramana.

__ADS_1


"Busyhet, suami sendiri bisa masak dia nggak tahu." Kata Deni sambil menikmati makannya.


"Kak Deni ... emangnya kapan dia ke dapur memasak, kecuali bakar ikan!" timpalnya Anisa.


"Lah, ngapain capek masak? di rumah banyak orang, kalau aku harus capek masak juga!" jawabnya Pramana.


"Bener itu benar-benar, di rumah biar aja orang rumah yang masak! iya gak? kita tinggal makan saja," tambah temennya Pramana yang lain.


"Dan seenak-enaknya masakan sendiri lebih enak masakan orang! soalnya apa-apa tinggal makan," celetuk yang lainnya lagi.


"Eh. Gue ini kan rajin olah raga, seharusnya gue itu makan yang bersih-bersih. Seperti lap, sapu. kanebo, vacuum cleaner--"


"Dodol, itu kan alat pembersih!gimana sih." Pramana memotong perkataan Deni sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya iyalah ... dia itu kan jangan makan yang kotor-kotor seperti debu, sampah dan lain-lainnya ha ha ha ..." timpal kawan yang lain dan membuat orang-orang yang mendengar aku tertawa, walaupun dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Ada juga yang sampai tersedak karena tertawa.


"Aku malah di larang makan yang berminyak-minyak bro. Gue dilarang makan plastik, kompan kantong. Pokonya yang sekiranya akan meleleh."


"Hah, bikin ngelantur nih orang, stress lama-lama!" Pramana sembari menjauh dari teman-teman lantas duduk di kursi yang ada Anisa Aisyah dan Dea.


"Aish ... serasa pangeran di kerubuni permaisuri." Celetuk Deni melihat Pramana yang duduk dekat Anisa dan yang lainnya.


"Yah ..." gumamnya Anisa yang melihat bajunya terkena saos barbeque.


"Nggak pa-pa, aku bisa ganti." Gumamnya Anisa ketika Pramana membersihkan bajunya pakai tisu.


Dea yang melihat itu terdiam dan merasa gimana gitu. Gimanapun dia pernah menyimpan rasa kepada Pramana, pernah mengagumi lah di jaman dulu.


Aisyah, Renita malah tersenyum melihat perhatian dari Pramana kepada Anisa.


"Kak Aisyah tahu nggak? kalau sekarang Pramana itu perhatian sama Anisa kayak orang yang lagi jatuh cinta gitu." Bisiknya Renita kepada Aisyah.


"Oya, serius seperti itu?" balas Aisyah pada Renita.


"Serius! asli kayak gitu! pokoknya so sweet ... deh kalau melihat itu. bikin iri dan hati cenat-cenut. Hi hi hi ..." tambahnya Renita.


"Ya udah, ganti baju dulu sana?" titahnya Pramana pada Anisa sambil mengambil piringnya.


Di rumah itu hari ini di hiasi canda dan tawa walau sambil menikmati makannya, yang membangun sebuah kehangatan. Tidak seperti biasanya yang sepi dan sunyi, yang ada cuma segelintir orang saja.


Anisa buru-buru ke dalam, berjalan menuju kamarnya. Denhan niat untuk berganti pakaian.


Aisyah, Dea dan Renita menyusulnya ke dalam kamar, pada akhirnya mereka pun mengobrol di sana.

__ADS_1


"Ini ya kamar Anisa? nyaman lho dek!" Aisyah berdiri di dekat jendela, melepaskan pandangan ke luar.


"Em ... nanti kalau kamu sudah bersatu dengan Pramana mau di kamar mana?" celetuk Dea.


"Ya tentunya di kamar Pram dong ..." sambarnya Renita yang sedang duduk di tepi tempat tidur.


"Kalian kenapa sih ... kok menatap aku seperti itu? emang ada yang aneh ya?" tanya Nisa sembari melihat penampilannya.


Ketika tatapan ketiga wanita tersebut menatap aneh kepada Anisa dan saling mengulas senyuman seolah ada sesuatu di diri anisa.


"Nggak ... enggak apa-apa. Kak Aisyah cuma pengen senyum aja mendengar bisikan-bisikan dari Kak Renita." Kata Aisyah sembari mengulum Senyumnya.


"Ngah ... emang Kak Renita bisik-bisik apa sih? emang aku ada yang salah ya?" ucap Anisa dengan ekspresi wajah yang agak-agak gimana.


"Alhamdulillah ... Kamu nggak kenapa-napa kok!" seru Aisyah lagi sembari tersenyum kepada Renita dan Dea. "Bisik-bisik apa ya? lupa dengan apa yang di katakan kak Renita." Menunjuk ke arah Renita yang nyengir.


"Ooh bener, aku juga denger bisik-bisiknya! makanya aku pengen senyum-senyum sendiri," timpalnya Dea.


"Iih ....apaan sih? apaan sih bikin penasaran!" Anisa menatap penasaran pada ketiga wanita tersebut.


"Em ... Cuman ikut senang aja! sekarang Pramana lebih perhatian, sikapnya manis. So sweet ..." jawabnya Renita mengutarakan isi hatinya bikin Anisa merasa malu.


"Malah nih ya! tadi aja ya? pagi-pagi nih ya! di belakang dekat kolam renang saling pegangan tangan, dengan tatapan yang bikin meleleh ni hati. Pagi-pagi dah kasih sarapan pemandangan yang indah!" ucap Renita dengan wajah yang sumringah.


"Iih kak Nita ... kau bilang-bilang sih. Aku kan jadi malu. Ngintip ya tadi pagi?" Anisa menunjuk ke arah Renita dengan 8bu jari nya.


"Nggak ngintip. Cuman lihat doang dikit, ha ha ha ..." tambahnya Renita sambil terkekeh.


"Kak, Nita rekam nggak? biar kami melihatnya gitu, mereka pasti deh malu-malu kucing atau mungkin malu-malu mau." Dea menimpali omongan dari Renita sambil mesem.


"Wih ... sayang banget kami merekam itu, coba di rekam ya? kan lumayan biar dijadikan kenangan gitu, he he he ..." balasnya Renita.


"Kak Renita udah dong ... aku malu." Pintanya Anisa sembari menutup mulut Renita dengan tangannya dari arah belakang.


"Dan selanjutnya nih ya? selanjutnya ... kami nggak tahu mungkin lebih dari itu kali ya .... ha ha ha ..." suara Renita yang dibungkam oleh tangan Anisa.


"Ya ... tidak apa-apa! kalau masih dalam batas kewajaran, sah-sah aja apalagi sudah didasari ada ikatannya!" ungkap Aisyah pada sang adik lalu mendudukkan dirinya di dekat Renita.


Begitulah obrolan ke 4 wanita di dalam kamar Anisa. Semua berwajah bahagia walau di sertai rasa malu-malu dari Anisa.


Sementara Pramana bersama teman-temannya termasuk Deni kini berada di sebuah ruangan yang biasa dipakai Pramana untuk bekerja bila tidak berada di rumah.


Dan tiba-tiba ponselnya Pramana berdering hingga beberapa kali yang sebenarnya Pramana biarkan saja ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Mohon like dan komen nya ya ... yang baca mana like-nya nggak ada nih ... ke mana nih? makasih sebelumnya.


__ADS_2