
Kini Pak Lukman beserta istri, Anisa dan Pramana sudah duduk berhadapan di meja makan dan penampilan Pram nampak rapi kaya mau keluar.
"Kok penampilan mu rapi sekali, mau ke mana?" selidik sang ibu sambil menatap dengan meneliti putra nya.
"Oh iya, Bu ... aku ada janji sama teman, soal kerjaan." Jawabnya Pramana sambil mengambil piring yang Anisa sodorkan.
"Pram sekali-kali ajaklah Anisa jalan-jalan, mengenal kota ini sudah sebulan dia tinggal di sini nggak pernah kamu ajak untuk keluar, dia pun pasti ingin refreshing, belanja sama kamu!" lirihnya sang ibu.
Pramana melirik ke arah Anisa yang terdiam dan anteng menikmati makannya. "Iya nanti kalau ada waktu!"
"Oya, Pram ... Anisa kangen sama keluarganya dan dia ingin mengunjungi mereka, antar dia ya? karena Ibu nggak akan izinin kalau Anisa pergi sendiri ke sana, tanpa dirimu yang mendampingi." Ujar Bu Bella.
"Itu benar, apa kata besan kalau membiarkan Anisa ke sana sendirian." Tambahnya sang ayah sembari menatap ke arah Pramana.
"Tapi aku sedang sibuk, Ayah ... aku kerja--"
"Pram ... lusa kan hari libur, temani lah Anisa ke sana! apa kata mereka kalau Anisa sendirian perginya! Ibu juga nggak nyuruh kamu mengantar dia di hari kerja!" kata sang ibu dengan sangat lirih.
"Baiklah kalau begitu, sekarang aku berangkat dulu. Temanku sudah menunggu!" Pram mengakhiri makannya sambil melihat ke arah jam yang berada di tangannya.
"Jangan lupa ya Pram besok lusa antar Anisa!" sang Ibu mengingatkan putranya yang berjalan menuju pintu utama.
Anisa menghela nafas dan mengembuskan nya dengan perlahan. Sambil menatap ke arah Pram sampai tidak dia lihat kembali.
"Besok lusa, pasti Pram mau mengantar Anisa kok. Tenang saja! ayo makannya di tambah lagi biar gemuk dan sehat juga." Kata Bu Bella sambil menyuapkan sendok ke dalam mulut nya.
"Oya, Bu ..." Anisa menoleh dan mengangguk.
Pram melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju sebuah kafe, dimana teman-teman nya sudah menunggu.
__ADS_1
"Halah ... ke mana aja sih bro baru datang nyusu dulu apa?" sapa temannya Pramana setelah Pramana sampai di kafe tersebut.
"Gue makan dulu di rumah, kan tahu gue, yang jarang-jarang makan di luar. Lebih banyak makan di rumah masih doyan masakan ibu!" jawabnya Pramana.
"Oh, ku kira nyusu dulu. Ha ha ha ..." teman yang bernama Dodo tertawa lepas. Dan dialah yang sering menggoda Pramana waktu di pelaminan itu.
"Maksud kamu apa sih Do? nyusu-nyusu. Nyusu sama ibu gitu maksudnya?" Caroline tidak mengerti dengan maksudnya Dodo karena dia tidak tahu kalau sebenarnya pernikahan Pramana itu terjadi, sekalipun tidak ada temannya yang bernama Adisty.
Caroline tahunya pernikahan Pramana dan Adisty gagal itu saja. Sebenarnya Caroline pun menyimpan perasaan terhadap Pramana jadi dibalik kesedihannya dengan gagalnya pernikahan Pramana dan Adisty, dia merasa bahagia juga! karena setidaknya dia masih bisa atau punya kesempatan untuk mendekati Pramana.
"Ya-ya gimana saja lah, bebas!" jawabnya Dodo sembari nyengir.
Pramana menyimpan tas tangannya di atas meja kemudian kedua sikunya ditempelkan ke permukaan meja. "Kalian sudah pesan minum dan makanan juga?"
"Sudah dong ... Bahkan kami sudah makan, habis nunggu kamu juga lama!" jawabnya teman Pramana yang satu lagi, yang bernama Rizki.
"Ooh, gitu! Ya sudah ... kita mulai saja." Pram membuka pembicaraan.
Caroline berada di sana hanya sekedar nongkrong saja, dia tidak satu tim dengan mereka bertiga. Karena dia makanya di perusahaan lain dan juga beda bidang.
Sehingga ketiga pria itu ngobrol yang sangat serius soal pekerjaan, dia tidak terlalu anu karena memang bukan fasilitasnya, dia lebih memilih menonton YouTube di ponselnya.
Namun karena dia tahu Pramana ada di sana juga, jadi dia pun ikut nimbrung di sana. Bahkan sesekali kalau dia bicara itu suka menyentuh tangan Pramana.
Tetapi Pramana selalu dengan cepat menyingkirkan tangan Caroline dari tangannya. Dengan beraninya Caroline yang bukan siapa-siapa menyentuhnya.
Anisa saja yang menjadi istrinya tidak berani menyentuh, ataupun di sentuh! karena cintanya sampai detik ini masih pada Adisty sekalipun sekarang dia sudah lost konteks.
Caroline pun sebagai temannya atau sahabat dari Adisty katanya tidak tahu keberadaan Adisty di mana? Caroline tak mungkin dia tidak tahu keberadaan Adisty dengan alasan tidak pernah lagi komunikasi sekalipun di IG.
__ADS_1
Selesai mengobrol tentang kerjaan Pramana menoleh ke arah Caroline seraya berkata. "Cer .... Apa benar kau tidak pernah sekalipun komunikasi dengan Adisty setelah dia pergi?"
Caroline menggeleng, kemudian berkata tidak pernah tahu dia Di mana berada sekarang. "Dia nggak pernah menghubungi aku dan akunnya pun suka ganti, ig-nya pun nggak pernah aktif!" akunya Caroline sambil mengarahkan pandangannya ke tempat lain.
"Baguslah Adisty menghilang dan pernikahannya pun gagal, jadi ada kesempatan untuk mendekati Pramana, seorang pria yang sangat aku sukai!" batinnya Carolin bermonolog dalam hati.
"Aku tidak habis pikir, ke mana sebenarnya Adisty? dan sudah sebulan ini dia menghilang, tak ada kabar dan tak ada berita nomornya pun tak dapat dihubungi, aku sudah menanyakan kepada orang tuanya jawabannya sama. Terus aku harus mencari ke mana?" keluhnya Pramana sembari meneguk minumnya yang baru saja datang, minuman Pramana yang kedua.
Caroline hanya bisa menatap Pramana dengan menunjukkan ekspresi wajah yang ikut sedih, padahal dalam hati dia tersenyum bahagia karena dengan cara itu dia bisa mendekati Pramana.
"Baguslah, dia pergi dan dia kehilangan kamu, perempuan itu masih banyak kok. Wanita yang lebih baik dari Adisty seperti aku misalnya!" Caroline dalam hati sembari menatap lekat dan penuh hati kepada Pramana.
"Sebaiknya kamu jangan terlalu mikirin Adisty, karena aku yakin suatu saat nanti dia akan kembali dan Semoga dia baik-baik saja, mendingan kamu nikmati saja masa-masa kesendirian ini dan aku percaya banyak kok wanita yang lebih baik dari Adisty! yang lebih mencintai mu dan menyayangi mu dengan tulus. Mungkin untuk saat ini Adisty bukan jodoh mu!" ucapnya Caroline sembari menyentuh tangan Pramana yang langsung di tariknya.
"Ngomong itu memang mudah, tapi faktanya tidak segampang itu. Dan sampai sekarang aku masih mencari keberadaan dia, aku sangat mencintainya, ku berharap satu saat nanti kami akan ditemukan dalam perkawinan seperti yang kita harapkan dulu." harapnya Pramana sambil menyuapkan makanan ke mulutnya! dia yakin kalau Adisty akan kembali untuknya.
"Aku mau keluar sebentar ya? sebentar aja!" Caroline beranjak dari duduknya kemudian meraih tas dan dia ingin ke toilet sebentar.
"Kau gimana sih bro? apakah Caroline nggak tahu kalau pernikahan mu itu sebenarnya berlangsung dan tidak gagal, meskipun pengantinnya bukan Adisty." Oata Dodo setelah Caroline tidak berada di tempat itu.
"Mungkin dia nggak tahu!" Pramana menaikkan kedua bahunya.
"Lagian istrimu kurang cantik apa sih? peras dia lebih anggun! cantik dan sepertinya dia baik! buat apa kamu masih mengharapkan Adisty yang jelas-jelas tidak mencintai kamu, karena kalau dia mencintai kamu. Dia nggak akan pergi di hari pernikahan!" tambahnya Rizki yang tidak setuju dengan pengakuan Pramana yang katanya masih mencintai Adisty.
"Aku yang merasakan nya dan tahu diriku sendiri, aku nggak akan berhenti mencintai dia sampai Allah mencabut rasa itu dari hatiku dan aku tidak akan mencintai Anisa kalau Allah belum menanamkannya di relung sanubari!" jelasnya Pramana sembari menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Sorry, tapi aku tidak lama kan!". suara Caroline yang menghampiri tempat tersebut.
"Oh ... apa-apa. Lagian sekarang aku mau pulang, takut kemalaman di jalan, Pramana mengangkat tangannya dan Melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 10.00 malam ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Jangan lupa like comment dan subscribe makasih.