Pernikahan Yang Tak Di Anggap

Pernikahan Yang Tak Di Anggap
Kembali


__ADS_3

Selang waktu di perjalanan Pramana pun tiba di depan sebuah gedung pencakar langit di mana menjadi tempatnya bekerja di sana, dia langsung turun dan berikan kunci mobil kepada salah seorang penjaga parkiran.


Pramana mengayunkan langkah lebarnya menuju ruang kerja. Sepanjang perjalanan dia mendapatkan anggukan hormat dari staf dan karyawan yang yang berpapasan dengannya.


"Tolong bawakan saya teh hangat ya?" pinta Pramana kepada seorang office boy yang kebetulan bertemu dengannya sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Baik Tuan, sebentar akan saya ambilkan!" Balasnya sang office boy.


Pramana mengangguk seraya berjalan memasuki ruangan kerjanya. Sekitar 5 menit kemudian datanglah beberapa staf dan juga sekretarisnya untuk mengadakan pertemuan di sana barang sejenak.


Setelah sekitar 60 menit pertemuan dan perbincangan pun berakhir. Orang-orang yang berada di sana berangsur-angsur keluar dari ruangan dan kini tinggallah Pramana seorang sendiri di ruang tersebut.


Pramana menyandarkan punggungnya ke bahu kursi, lalu mendongak ke langit-langit dengan tangan yang menyatu di belakang leher, Mungkin dia sedang meregangkan otot-ototnya yang berasa kaku.


Setelah itu barulah dia mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang ada di meja, beberapa berkas dan juga layar laptop yang sudah sedari tadi menyala


Ketika waktunya jam makan siang, Pramana pun beranjak keluar! berniat untuk ke kantin biar makan siang di sana.


Baru saja beberapa langkah dari pintu ruangannya tersebut, sudah terlihat seorang wanita bertubuh tinggi body goal dengan rambut di kepang. Dia berjalan ke arah Pramana menghampiri pria yang berniat untuk keluar untuk makan siang.


Masih berapa langkah pun wanita tersebut sudah tersenyum manis, dengan gaya manjanya dan mempercepat langkah menuju Pramana.


"Hai ... mau ke mana? mau makan siang ya? bareng aku yuk, kebetulan aku juga belum makan siang!" wanita itu yang tiada lain dan tidak bukan adalah Carolin setelah berapa minggu tidak muncul di hadapannya Pramana.


"Apa kabar Cer ..." balasnya Pramana sambil terus berjalan menuju sebuah pintu lift yang akan membawa dia ke lantai dasar.


"Oh, baik ... tumben kamu bertanya kabar aku, apakah aku harus menghilang dulu baru kamu perhatian gitu? tapi nggak pernah kamu tanyain kabar aku, melalui telepon chat aku kek tanyain kabar Aku kek." Tangan Carolin membelit di tangan Pramana.


Dan Pramana langsung menghindar menepis tangan Carolin dari tangannya. "Jangan gini deh, malu sama orang. Nanti dikira kita ada apa-apa!"


"Emangnya kenapa? kita kan berteman dari lama." Tanya Carolin dengan ada kesal.

__ADS_1


"Tapi kan sebagian orang mana tahu hubungan kita kalau cuma sekedar teman!" Jawaban dari Pramana dengan ada jelas.


"Lagian tak apalah mereka mengira seperti itu!" batinnya Carolin.


"Hem ... Oh ya istrimu ke mana nggak nganterin makan siang ya? sehingga kamu mencari makan siang di luar! aduh-aduh, duh kasihan ... ketika aku bawakan makan, dia datang! ketika aku nggak bawakan! dia nggak ada datang!" Suara Carolin kembali dengan nada yang bertanya ke mana istri Pramana.


"Dia sedang berada di rumah orang tuanya!" jawabnya Pramana sambil keluar dari pintu lift.


"Oh ... sedang mudik ya? kasihan ... nggak ada yang perhatiin!" Carolin menepuk-menepuk pundaknya Pramana.


Kini mereka sudah berada di dalam sebuah kantin dan Pramana langsung memesan buat makan siangnya. Begitupun dengan Carolin. Tidak lama menunggu, pesanan pun datang dan mereka langsung menyantap makan siangnya dengan sangat lahap.


Pramana menikmati nasi kotaknya. Bersama ikan bakar, telur dadar dan sayur asem.


Retttt ...


Retttt ....


Ponsel Permana bergetar, sehingga sang empu menyempatkan diri untuk mengambil dari sakunya, setelah melihat kontak yang tertera di layar! Pramana seolah mematung! terdiam 1000 kata dan membiarkan sejenak ponselnya terus bergetar.


Pramana tidak menjawab. Dia mengarahkan pandangannya ke samping, seolah-olah dia merasa berat ataupun bingung.


Lagi-lagi suara Caroline menghiasi. "Telepon dari siapa? kenapa nggak diangkat! istrimu ya?"


Suara panggilan pun berhenti sesaat! namun detik kemudian terdengar kembali dan suaranya semakin nyaring. Sehingga pada akhirnya Pramana menerimanya juga.


"Halo?" dengan suara pelan dan bergetar. "Gimana kabar mu? dan ... di mana sekarang! kenapa kau meninggalkan ku di saat itu? seharusnya kamu tahu gimana perasaan aku!" Terlihat Pramana berusaha menelan saliva nya.


Mendengar nada bicara Pramana seperti itu, Carolin merasa kalau orang yang sedang menelepon Pramana adalah seseorang yang dia kenal dan berkaitan dengan masa lalu Pramana.


"Oh my God ... apa dia Adisty! apakah Adisty menelpon Pramana?" suara dalam hati Carolin sembari menatap tajam ke arah Pramana yang sedang bicara dengan seseorang yang berada di ujung telepon.

__ADS_1


"Apa kau tahu? kalau keterlambatan mu datang, membuat aku mencari dan menyusul mu ke rumah! namun di sana kamu tidak ada! dan katanya kamu sudah pergi ke bandara lantas aku pun menyusul ke sana juga. Tetapi apa yang aku dapat? kamu tidak ada di sana!" Suara Pramana begitu bergetar dan tampak sangat berat.


Kemudian Pramana menyimpan ponselnya, karena sambungan telepon sudah terputus. Dia memandangi ke depan dengan pandangan yang kosong.


Rupanya yang telepon barusan adalah Adisty, dan dia bilang sudah berada di kota yang sama. Dia sudah pulang ke tempat orang tuanya. Pramana merasa sedih dan juga bahagia dan terkenang kembali di saat-saat dia akan menyongsong kebahagiaan tapi terpatahkan dengan kepergian wanita yang sangat dia cintai.


Beberapa kali dia terlihat menghela nafas dalam-dalam lalu ia menghembuskannya dengan secara perlahan serta dia menelan saliva yang terasa kering di tenggorokan. Lalu ia meneguk minumnya dan lumayan bisa menghilangkan rasa dahaga yang sedang dirasakan saat ini.


Tentunya Carolin merasa sangat penasaran. Siapa yang sebenarnya barusan bicara dengan Pramana? walaupun dalam benak yang paling dalam dia sudah menduga! kalau yang barusan telepon Pramana adalah Adisty, kekasihnya Pramana yang dulu. Sekaligus sahabat dari Carolin sendiri.


"Siapa dia Pram? yang barusan telepon kamu siapa?" Carolin bertanya sambil menatap ke arah Pramana dengan rasa penasaran yang tinggi.


Lalu kemudian Pramana pun menoleh ke arah Caroline sembari bergumam dengan suara yang pelan. "Dia Adisty."


"Dia Adisty! my god ... di mana sekarang?" selidiknya Caroline kembali. "Kini dia sudah pulang? dan ingin menjalin hubungan dengan mu lagi? terus gimana dengan istrimu? Apa kamu akan menceraikannya dan menikahi Adisty?" Caroline langsung mengajukan rentetan pertanyaan kepada Pramana.


Namun kepala Pramana menggeleng kemudian berkata dengan irit. "Aku tidak tahu!"


"Oh my God ... aku aja belum dapat apa-apa dari kamu sekarang sudah datang lagi Adisty, kapan aku akan dapatin kamu Pram? tau nggak aku ingin sekali memiliki mu! aku cinta sama kamu, kenapa kamu tidak merasakannya?" Suara Carolin yang bergejolak dalam hati sembari menatapi ke arah Pramana dan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


"Kapan kau akan menemuinya? em ... maksud aku ke rumahnya, aku ikut! iya bareng-bareng gitu!" ungkapnya Carolin sembari menyedot minumnya.


"Aku nggak tahu, oke! aku harus balik ke kantor! masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan. Dan aku belum salat zuhur!" Pramana beranjak lalu manggil pelayan kantin dan membayar semua makanannya termasuk punya Carolin.


Pria itu berjalan dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana bahan berwarna hitamnya tersebut. Tatapan matanya yang kosong mengarah ke depan.


Caroline buru-buru beranjak dari duduknya dan menyambar tas miliknya, berusaha menyusul langkah Pramana yang lebar. "Tunggu Pram? Jadi kamu nggak tahu kapan mau menemui Adisty atau ketemuan sama dia?"


Prama hentikan langkahnya tanpa menoleh pada lawan bicaranya itu. Dia berkata. "Aku belum tahu kapan aku akan menemuinya dan dia pun tidak mengajakku untuk bertemu."


Selanjutnya Pramana meneruskan langkahnya yang lebar memasuki kembali kantornya. Carolin hanya menatapi punggungnya pria tampan setelah berada di depan gedung tersebut ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Ayok-ayok, like nya mana nih? yang baca lumayan. Tapi kenapa nggak mau like sih ... aku kan jadi sedih😭


__ADS_2