
"Benar Nisa ... mungkin ini jodoh Anisa. Terima dia dengan baik ya? jadilah istri yang sholeh sekalipun sekarang Anisa tidak cinta sama dia, begitupun dia sama Anisa tapi dengan berjalanya waktu dan kebersamaan cinta itu pasti akan tumbuh dengan sendirinya!" jawabnya Aisyah sembari menatap wajah sang adik yang sedang di rias oleh pihak mua tersebut.
"Apa kira-kira dia mau menerima aku Kak wanita yang--"
"Jangan berpikir yang macam-macam serahkan saja pada Yang maha kuasa! karena dia maha memberi yang terbaik buat kita dan tidak terlepas dari doa juga. Permana kan ganteng Masa sih Anisa nanti nggak jatuh cinta sama dia, Anisa juga cantik nggak mungkin kalau seorang Pramana tidak tergoda dan tidak tertarik pada Anisa." Aisyah menunjukkan senyumnya kepada Anisa.
Dalam berapa menit Anisa pun sudah selesai dan sudah nampak sangat cantik dengan hiasan pengantin, serta gaunnya yang berwarna putih tulang dan lebih ke warna pastelnya.
Anisa dituntun oleh sang kakak menuruni anak tangga! kemudian keluar dari pintu yang tepatnya berada di samping! yaitu tempat akad dan resepsinya.
Baru saja Anisa melangkahkan kakinya di tempat tersebut, sang ayah sedang menuntun Pramana untuk mengucapkan ijab dan Kabul.
Dimana pengucapan janji suci terhadap seorang Anisa yang dengan detik itu juga berubah status menjadi seorang istri. Seiringnya kata sah yang terdengar.
Aisyah tersenyum kepada Anisa yang memegangi dadanya di mana berdegup sangat kencang berdebar tidak karuan. Rasa gugup pun tidak terelakan.
"Mohon mempelai wanita dipersilakan duduk di sampingnya mempelai pria, untuk mendatangani surat pernikahan." Pintanya MC.
Aisyah menuntun kembali sang adik, dan dia dudukan di sampingnya Pramana.
"Di buku itu pasti bukan nama aku, tapi calonnya Pramana." Anisa melirik ke arah sang kakak dengan suara pelan.
Sejenak Aisyah terdiam. "Kamu jangan memikirkan itu, karena pasti langsung diurus namanya juga, gak akan mungkin nama dia yang tercantum. Pasti ganti lah," bisik Aisyah.
Semua terpesona dengan kecantikan sang mempelai wanita dan semua pun mengagumi hingga terdengar bisikan dari mereka yang mengatakan. Masya Allah cantiknya, sangat cantik dan mempelai prianya pun sangat tampan cocok sekali mereka.
Anisa mengedarkan pandangan ka arah surat-surat yang akan ditandatangani, dalam pikirannya adalah pasti bernamakan calon mempelai yang lebih dulu, bukan namanya. Tapi pada kenyataan sudah beralih menjadi Nama Anisa bukan lagi Adisty.
Dalam undangan saja yang bernama Adisty. Setelah Pramana yang lebih dulu menandatangani nya, kini giliran Anisa yang harus membubuhkan tanda tangan di atas beberapa kertas tersebut dan juga buku nikah yang belum ada fotonya.
Suasana terdengar riuh, ramai dengan perkataan yang mengatakan. Alhamdulillah ya ... setelah menunggu keterlambatan! di luar pun hujan gerimis masih menghiasi.
__ADS_1
Anisa memegang tangan Pramana, lalu dia cium punggungnya penuh hormat. Begitu pun Pramana untuk pertama kalinya menyentuhnya dengan cara mencium bening gadis yang setelah sekian lama tidak bertemu, yang justru harus ini menjadi hari pernikahan mereka berdua.
Kemudian Pramana membacakan sighat ta'lik sebagai janji seorang suami terhadap istri.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Sesudah akad nikah, saya :
………Pramana ………………………………. bin ………………………bapak Lukman……………. berjanji dengan sesungguh hati bahwa saya akan mempergauli istri saya yang bernama : ……………Anisa…………….. binti …………………bapak Joni…………….. dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam.
Kepada istri saya tersebut saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut :
Apabila saya :
Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
Menyakiti badan atau jasmani istri saya;
Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,
Dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut kemudian istri saya membayar uang sebesar Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.
Kepada Pengadilan Agama saya memberikan kuasa untuk menerima uang ‘iwadl (pengganti) tersebut dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional setempat untuk keperluan ibadah sosial.
Dengan lantang dan cepat Pramana membacakan janjinya tersebut.
__ADS_1
"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan sekarang bacakanlah doa untuk istrimu, pegang lah kepalanya." Kata bapak penghulu pada Pramana
Lantas Pramana berhadapan dengan Anisa, dengan tangan Pramana di letakkan di kepala Anisa yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.
Artinya: " Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."
"Amin-Amin ya Allah ya robbal alamin. Sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri dan bebas melakukan apapun, yang tentunya tidak keluar dari syariat yang sudah ditentukan. Semoga rumah tangga kalian menjadi Rumah tangga sakinah mawadah dan warrahmah, diridhoi Allah subhanahu Wa ta'ala dan diberikan keturunan yang sholeh dan Sholehah. Dipanjangkan usia dan rumah tangga yang sampai kakek dan nenek, dimudahkan rezekinya dan dilimpahkan segala kenikmatan kepada kalian berdua khususnya dan kepada kami semua umumnya, Amin ya Allah ya rabbal alamin!" ucap pak penghulu.
Pak Joni merasa tenang saat ini putrinya sudah mempunyai suami dan ada yang bertanggung jawab.
Pak Joni dan sang istri, Aisyah dan juga Azis semuanya merasa lega. Dengan tidak terduga sebelumnya dan Mungkin Allah sudah merencanakan ini semuanya, sehingga Tanpa rencana Anisa menikah dengan Pramana.
Padahal sebelumnya keluarga Sedang berpikir keras untuk mencarikan Anisa seorang suami, untuk menutupi aibnya Anisa yang tengah berbadan dua.
Mungkin ini jalan yang dikasih oleh Yang maha pencipta untuk kebaikan Anisa dan juga Pramana.
Kemudian Pak Lukman dan pak Joni pun saling berpelukan penuh haru, begitupun yang lainnya marasa bahagia akhirnya pernikahan ini pun berjalan dengan lancar walaupun sang pengantin wanita nya diganti. Dari Adisty menjadi Anisa.
Kini kedua mempelai sudah duduk manis di pelaminan! sebentar lagi akan menerima ucapan selamat dari orang-orang yang hadir di sana bahkan tamu pun masih juga tampak berdatangan, seperti rekan bisnisnya. Dan juga kawan-kawan kuliahnya Pramana . Walaupun mereka merasa heran khususnya bagi mereka yang tahu calon istrinya Pramana sebelumnya.
"Kok wanitanya lain? lain dari yang kemarin dan lain dari wanita yang ada di prewedding juga!" mereka saling berbisik.
"Tapi ini sepertinya lebih cantik dan lebih alami atau mungkin perasaan ku saja, kalau sang mempelai wanita bukan yang kemarin!" bisiknya yang lain lagi.
Semua orang yang hadir di sana turut mendoakan yang terbaik untuk Pramana dan Anisa, dan juga ikut bahagia dengan kebahagiaan mereka berdua ....
...🌼---🌼...
Mohon dukungan nya ya ... terima kasih
__ADS_1