
Setelah pertemuan terakhir Azzura Genta, Close dan Yoga di kota A, empat hari kemudian acara lamaran pun berlangsung di hotel milik Close.
Semuanya berjalan lancar, hikmad di penuhi dengan rasa haru dan bahagia antara kedua keluarga Yoga dan Rissa.
Meski, Close, Azzura dan Genta tak bisa hadir di acara lamaran itu, mereka bisa menyaksikan Yoga dan Rissa lewat video live di medsos milik Nella.
Tak ada untaian kata yang bisa mereka ungkapkan melainkan hanya doa terbaik yang teriring untuk Yoga dan Rissa.
Di balik kebahagiaan yang menyelimuti Yoga dan Rissa, ada hati yang terluka dan tersakiti. Bukan salah Yoga melainkan salah gadis itu sendiri.
Ya, Syakila harus menelan kekecewaan karena akhirnya ia tersingkir dari relung hati seorang Yoga. Di mana sang Psikolog menjatuhkan hati dan pilihannya pada gadis yang bernama Clarissa Saraswati Imanuel.
Cinta memang sulit di tebak, pun dengan jodoh seseorang yang entah bersambut pada siapa? Seperti itu lah garis takdir Ilahi yang telah tertulis di buku lauhul mafudz.
Tak ada satu pun yang bisa menebak atau pun melawan takdir. Karena sejatinya sudah tertulis rapi di buku itu. Tugas manusia hanya bisa berencana dan berikhtiar sebaik mungkin.
*******
Satu bulan telah berlalu, sehari lagi acara sakral pengucapan janji suci pernikahan Yoga dan Rissa akan segera digelar.
Tepatnya di hotel milik Close. Tempat yang sama saat keduanya melakukan acara lamaran.
Seperti janjinya pada Azzura dan Genta, Yoga benar-benar langsung ke kota M untuk mengantar kartu undangan pernikahannya kepada pasangan suami istri itu.
Dua hari sebelumnya Genta beserta keluarganya telah tiba di kota A. Pun begitu dengan Radit, ia memboyong anak dan istrinya hanya untuk menghadiri acara pernikahan sang sahabat.
Sebelum acara akad sekaligus resepsi yang akan digelar esok hari, Yoga menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama di salah satu restoran yang telah ia reservasi sebelumnya.
Tepat di jam delapan lewat tiga puluh menit malam, Yoga Rissa, Genta Azzura, Radit Nanda, dan Close yang tanpa pasangan sudah duduk di kursi masing-masing.
Sejak tadi ia terus digoda oleh Yoga, namun Close hanya terlihat santai. Tak lama berselang seseorang yang sejak tadi ditunggunya datang menghampiri.
"Maaf aku sedikit telat," ucap Sya lalu duduk di kursi yang kosong tepat di sebelah Close.
"Waah, Close diam-diam ternyata menghanyutkan," kelakar Yoga sambil terkekeh.
"Mau bagaimana lagi, daripada nggak punya pasangan, kan lebih baik mengajak Syakila ke sini. Biar impas," sahut Close ikut terkekeh.
"Beneran jadi pasangan menuju halal pun, kami mendukung kok," timpal Zu seraya mengangkat kedua jempolnya untuk Close.
Mendengar ucapan yang terlontar dari ex istrinya itu, close mengulas senyum. Namun membuat Syakila tersipu dengan wajah merona.
Melihat wajah merona Syakila, Close tersenyum tipis. Meski belum ada rasa pada gadis itu, ia tetap menjalin hubungan baik.
Meski keduanya jarang bertemu, ia dan Syakila sering berkabar lewat WhatsApp. Komunikasi keduanya pun cukup lancar.
Tak lama berselang beberapa waitress menghampiri meja lalu menyajikan makanan di atas meja makan itu.
Setelah selesai menata dengan rapi makanan di atas meja, waitress mempersilahkan mereka mencicipi makanan andalan di restoran itu.
"Ibu, Bapak, silakan dinikmati makan malamnya." Setelah itu para waitress kembali melanjutkan tugas masing-masing.
Sepeninggal waitress, mereka pun mulai menyantap makanan yang tersaji. Sambil menyantap makanan, mereka selingi dengan obrolan santai di sertai dengan canda tawa.
Meski pernah berseteru kini jalinan pertemanan mereka malah semakin erat. Sungguh suatu pemandangan yang indah bahkan mereka pun tak pernah menyangka.
Setelah selesai menyantap makan malam bersama mereka bersantai sejenak sambil mengobrol.
"Yoga Rissa, sebelum acara dimulai besok, aku dan mas Genta ingin mengucapkan selamat untuk kalian berdua. Semoga SAMAWA ya," ucap Zu dengan tulus.
Tak lama kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya lalu memberikan sebuah kotak kecil pada calon istri Yoga itu.
__ADS_1
"Aku punya sesuatu untukmu. Ini hadiah dariku dan mas Genta. Di terima ya," sambung Zu lalu memberikan hadiah itu pada Rissa.
"Terima kasih, Kak," ucap Rissa merasa terharu.
"Sama-sama. Semoga pernikahan kalian langgeng hingga akhir hayat. Semoga kalian juga cepat diberi momongan," bisik Zu sekaligus menggodanya.
Rissa langsung tersipu lalu melirik ke arah Yoga.
"Apa sih?!" Yoga sedikit penasaran.
"Mau tahu atau mau tahu banget? Kepo!" ledek Zu lalu terkekeh.
Melihat wajah penuh penasaran dari Yoga, semua yang ada di situ langsung tertawa.
"Nanti juga bakalan tahu," timpal Radit.
"Well ... aku juga ingin mengucapkan selamat untuk kalian berdua. Aku hanya minta doanya supaya perjalanan umroh ku berjalan lancar," kata Yoga sekaligus meminta doa dari teman-temannya itu.
"Kami pasti mendoakan yang terbaik untukmu, Close," sahut mereka bergantian.
Setelah beberapa jam lamanya mereka mereka berada di restoran itu, Azzura dan Genta memilih pulang lebih dulu karena sudah terlalu lama meninggalkan anak-anaknya.
Pun begitu dengan Nanda dan Radit. Mereka pulang berbarengan dengan Azzura dan Genta karena menginap di hotel yang sama.
"Oh ya, Close, Yoga, Rissa, aku juga sekalian pamit," Izin Sya. "Sebelumnya selamat ya buat kalian berdua. Aku turut berbahagia."
"Makasih ya, Sya," ucap Yoga dengan seulas senyum. "Aku berharap kamu hadir besok. Jangan lupa janjian dengan Close ya," godanya seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Ck ... apaan sih?" decaknya lalu melirik Close.
Pria blasteran itu hanya terkekeh menatap wajahnya yang terlihat merona.
"Jangan khawatir, kami pasti hadir kok," timpal Close dengan santainya. "Ayo aku antar sampai ke parkiran," tawar Close dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Sya.
Setelah melakukan transaksi pembayaran, ia dan Rissa pun menyusul Close dan Syakila menuju parkiran.
Sementara Close yang kini berada di samping pintu mobil Syakila tampak sedang berbicara padanya.
"Sya, hati-hati dijalan ya. Makasih karena mau datang menemaniku malam ini. Jika ada apa-apa langsung hubungi aku," pesan Close.
"Baiklah, jangan khawatir mobilku nggak bakalan mogok lagi soalnya sudah diservis baik-baik," balas Sya sembari terkekeh.
Setelahnya, gadis berambut panjang itu menyalakan mesin mobilnya lalu perlahan mulai melajukan kendaraannya meninggalkan area parkir restoran.
Sepeninggal Syakila, Close bersandar di samping mobilnya lalu mendongak menatap langit. Tak seperti sebelumnya, ia kini terlihat jauh lebih baik dan terlihat jauh lebih santai.
"Close," sapa Yoga lalu menghampirinya bersama Rissa.
Close langsung mengarahkan pandangannya ke arah calon pengantin itu lalu tersenyum tipis.
Ia langsung merangkul keduanya lalu kembali mengucapkan selamat.
"Selamat ya buat kalian berdua."
"Terima kasih, Close. Aku dan Rissa berharap kamu juga akan segera menyusul kami berdua," balas Yoga.
Close mengangguk pelan lalu melepas rangkulannya. Sedetik kemudian ia membuka pintu mobilnya.
"Yoga, Rissa, ini untuk kalian. Tiket honeymoon," kata Close lalu memberikan kotak persegi panjang yang berisi tiket honeymoon itu pada Yoga.
"Close," ucap lirih Yoga lalu menatapnya. "Bagaimana kamu tahu jika aku dan Rissa berniat honeymoon di Maldives?"
__ADS_1
"Nggak ada yang memberitahu. Hanya saja aku pernah berharap jika aku dan Azzura bisa kembali bersatu dalam ikatan pernikahan, maka aku akan membawanya honeymoon di pulau itu. Karena Azzura sangat menyukai laut dan pantai," aku Close. "Sayangnya kami benar-benar nggak berjodoh."
"Maldives salah satu destinasi honeymoon yang paling banyak digemari oleh pasangan pengantin baru. Nikmatilah honeymoon kalian di sana nanti. Selamat berbahagia Yoga Rissa," ucap Close seraya menepuk bahu ex asistennya itu.
"Terima kasih, Close. Semoga perjalanan menuju Mekah diperlancar. Doa terbaik dariku dan Rissa selalu mengiringi mu," tutur Yoga sekaligus merasa terharu.
Setelah itu, Close berpamitan lalu meninggalkan pasangan calon pengantin itu menuju hotel miliknya.
Sepeninggal Close, Yoga dan Rissa memilih duduk di dalam mobil sambil mengobrol santai. Karena merasa penasaran, Rissa akhirnya bertanya sebenarnya ada hubungan apa Close dan Azzura.
Mau tak mau Yoga menceritakan apa adanya hubungan Close dan Azzura sebelumnya. Setelah mendengar penjelasan dari Yoga Rissa hanya mengangguk mengerti namun sekaligus terkejut.
"Kasian banget ... tapi aku malah kagum dengan sikap yang dimiliki oleh kak Azzura. Meski pernah diperlakukan nggak baik oleh Close, nyatanya dia masih mau menjalin hubungan baik dengan Close. Malahan keduanya seperti sahabat," puji Rissa.
"Ya, Azzura wanita paling beruntung karena suaminya sangat menyayangi dirinya. Meski keduanya terpaut usia yang cukup jauh," timpal Yoga.
"Seperti bang Genta, aku juga akan selalu menyayangi dirimu, mencintaimu serta akan menjadikan kamu seperti ratu."
"Yoga," ucap lirih Rissa lalu menggenggam jemari calon suaminya itu.
"Aku mencintaimu Rissa. Apa adanya, yang jelas aku ingin kita hidup bahagia dan menua bersama," sambung Yoga lalu tersenyum ke arahnya.
Setelah selesai mengobrol, Yoga mulai melajukan kendaraannya membelah jalan kota. Tujuannya tentu saja mengantar Rissa ke kediaman orang tuanya.
.
.
.
Setibanya di kediaman Rissa, Yoga mengantarnya hingga ke depan pintu utama. Sebelum membuka pintu, Yoga mengecup kening tunangannya tanpa permisi.
"Yoga," protes Rissa dengan mata melotot.
"Cicil, Honey," godanya hingga membuat wajah Rissa merona.
Dadanya langsung berdebar hebat mendapat kecupan tiba-tiba dari calon suaminya itu.
"Besok kan kita sudah halal, nggak apa-apa kan jika hanya kecup kening saja," sambungnya lalu terkekeh.
"Sudah mulai nakal ya," kesal Rissa lalu mencubit perutnya.
"Nakal sama kamu saja. Ya sudah, masuk gih," seru Yoga.
"Iya. Hati-hati dijalan ya. Jika sudah sampai di rumah jangan lupa hubungi aku," pesan Rissa seraya mengelus lengannya.
Yoga hanya mengangguk lalu kembali ke mobilnya. Setelah memastikan Rissa masuk ke dalam rumahnya barulah ia melajukan kendaraannya itu menuju apartemennya.
.
.
.
Di hotel tepatnya di kamar Close, ia tampak sedang berbaring sambil menatap langit-langit kamar.
"Terima kasih untuk semuanya, Zu Genta. Kata-kata nasehat dari kalian sangat membantuku perlahan melupakan bayang-bayang tak terpuji itu."
"Tetaplah menjadi sahabatku sehingga kebahagiaan menghampiriku."
Senyumnya kembali terukir lalu perlahan memejamkan matanya. Tak lama berselang akhirnya ia terbawa ke alam mimpi.
__ADS_1
...----------------...