Retaknya Sebuah Kaca

Retaknya Sebuah Kaca
Bab 20 : Seberat apapun masalahmu ...


__ADS_3

Sebelum pulang, Azzura menemani ibunya terlebih dulu hingga terlelap, barulah Azzura berpamitan pada suster Tiara.


Sesaat setelah berada di loby rumah sakit, Azzura menatap layar ponselnya. "Jam 20.00?" desisnya.


Ia kembali melanjutkan langkahnya dan berjalan pelan mencari warung pinggir jalan. Setelah beberapa meter berjalan, akhirnya ia sampai juga di salah satu warung terdekat lalu memesan nasi goreng.


Sambil menunggu, Azzura terlihat memperhatikan mobil yang berlalu lalang melintasi jalan.


Tin ... tin ... tin ...


Suara klakson mobil di depannya menyadarkannya dan menatap sang pemilik mobil.


"Yoga," lirihnya. Pria itu tampak keluar dari kendaraannya lalu menghampirinya.


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Yoga lalu ikut duduk di sampingnya.


"Aku pesan nasi goreng," jawabnya. "Mau sekalian aku pesankan nggak," tawarnya dengan seulas senyum.


"Boleh deh," kata Yoga dengan sembringah.


Azzura terkekeh menatapnya lalu memesan satu lagi untuknya. Sambil menunggu keduanya tampak mengobrol kecil.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor? Apa semuanya lancar-lancar saja?" tanya Zu.


"Alhamdulillah, lancar-lancar saja," jawab Yoga. "Oh ya, tadi aku ke cafe saat jam makan siang tapi kamu kok nggak ada." Yoga balik bertanya.


"Aku izin sama momy nggak masuk hari ini, soalnya aku kurang enak badan," jawab Zu. "Sore sebelum menjenguk ibu aku ke rumah sakit lain untuk periksa, Alhamdulillah aku nggak apa-apa. Kata dokter, aku hanya kelelahan," lanjutnya menjelaskan namun sedikit berbohong.


Yoga hanya mengangguk. "Oh ya, Zu biar aku sekalian antar kamu pulang," tawar Yoga.


"Boleh, tapi antar aku ke rumahku, soalnya aku ingin menginap di sana malam ini," kata Zu.


Yoga menatap curiga padanya. "Apa kamu dan pak Close baik-baik saja? Maksudku apa kamu nggak sedang marahan?" selidik Yoga.


Azzura terkekeh sekaligus menyembunyikan kesedihannya. "Baik, hanya saja aku sudah izin padanya untuk menginap di rumahku malam ini. Sekalian aku ingin bersih-bersih rumah," bohongnya dengan senyum getir.


Yoga hanya mengangguk, namun entah mengapa ia merasa Azzura tidaklah baik-baik saja dan terlihat menyembunyikan sesuatu. Ia terus menatap wanita berhijab itu hingga suara mamang warung menyadarkannya dan cepat-cepat mengarahkan pandangannya ke depan.


"Neng, ini nasi gorengnya," kata mamang.


"Iya, terima kasih ya, Mang," ucap zu lalu meraih dua kantong kresek kemudian membayarnya.


"Neng, duitnya lebih," kata mamang.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, Mang. Itu rezeki buat Mamang."


"Terima kasih ya, Neng."


"Sama-sama, Mang kami sekalian pamit," ucap Zu lalu memberikan satu kantong kresek pada Yoga.


"Ayo, aku antar," ajak Yoga.


"Oh ya, alamat rumahku di Jalan xxx kompleks Indah no 15," kata Zu sesaat setelah duduk di kursi mobil.


"Siap, Nyonya Azzura," kata Yoga dengan semangat.


Azzura terkekeh sambil geleng-geleng kepala mendengar ucapan Yoga.


***********


Setibanya mereka di halaman rumah Azzura, tak lupa gadis itu berterima kasih dan sempat mengajak Yoga mampir, namun asisten suaminya itu menolak karena sudah malam.


Setelah kendaraan Yoga mulai menjauh, Azzura mempercepat langkahnya menuju pintu rumah.


"Assalamu'alaikum," ucapnya lalu membuka pintu. "Subhanallah ... aku merasa tenang di rumahku sendiri daripada di rumah laknat itu," lirihnya lalu mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu sambil mengelus perutnya yang masih terasa sakit.


.


.


"Tumben dia cepat pulang?" desisnya. "Tapi kenapa dia nggak menyalakan lampu?"


Setelah menekan password pintu, Close memasuki rumah lalu menekan saklar lampu. Ia melangkah pelan lalu duduk sebentar di sofa ruang tamu lalu melirik sekilas ke arah pintu kamar Azzura yang tertutup rapat.


Pikirnya, Azzura sejak tadi sudah pulang dan mungkin saja sudah tidur. Apalagi saat ini jam sudah menunjukkan pukul 23.10.


Seolah tak ingin ambil pusing, Close menuju kamarnya, saat menekan saklar lampu, ia menghela nafas dengan kasar. Bagaimana tidak, tempat tidurnya terlihat sangat berantakan tanpa dirapikan.


"Laura!" kesalnya lalu segera menuju walk in closet mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Beberapa menit kemudian, setelah selesai membersihkan dirinya ia kembali ke kamar lalu merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah karena seharian harus menyambangi hotel dan resort miliknya.


Ketika memejamkan matanya, bayangan wajah Azzura bermain di benaknya saat tersenyum tulus pada asisstennya.


"Sial!!! Ada hubungan apa gadis barista itu dengan Yoga?!" umpatnya merasa geram lalu membuka matanya. "Cih!!! Ngapain juga aku pikirkan, dia bukan siapa-siapaku. Hanya istri di atas kertas!"


Setelah itu ia kembali ke walk in closet untuk mengenakan pakaian dan kembali lagi ke kamar untuk melanjutkan tidur

__ADS_1


Sementara, di apartemen Yoga, setelah selesai menyantap nasi gorengnya ia terlihat sedang memeriksa beberapa laporan dan sesekali mengutak atik laptopnya.


Setelah selesai, ia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa lalu memejamkan matanya sambil memijat pangkal hidungnya.


"Azzura ... kenapa aku mengkhawatirkannya? Sebelum menikah dengan pak Close, wajahnya selalu terlihat ceria bahkan ia selalu tersenyum lepas. Tapi kini, raut wajah ceria itu seolah sirna seperti ada sesuatu yang membuatnya tertekan. Azzura, sebenarnya apa yang terjadi pada dirimu? Andai saja kamu ingin share sedikit saja masalahmu, aku bisa sedikit membantu," lirihnya.


*******


Sedangkan Azzura, ia baru saja terlihat selesai membereskan rumahnya.


"Azzura, mungkin kamu sudah tidak waras, membersihkan rumah pada saat larut malam," ucapnya lalu terkekeh.


Setelah merasa puas barulah ia membersihkan dirinya. Beberapa menit kemudian ia sudah terlihat segar dengan mengenakan piyama tidur lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuknya.


"Azzura ... seberat apapun masalahmu ingatlah, Allah selalu mengirim seseorang yang benar-benar peduli padamu. Bisa jadi doa mereka selalu ada untuk kebaikanmu," ucapnya pelan menyemangati dirinya sendiri dan perlahan matanya mulai terpejam.


๐ŸŒนHati yang terluka tidak bisa disembuhkan sekaligus. Suatu saat nanti penyesalan dan karma bakal mewakili rasa sakit itu, tunggu akan ada saatnya. Saat penyesalan sudah tidak berarti lagi, maka dirimu akan terjebak selamanya dalam penyesalanmu.๐ŸŒน


.


.


.


Enam bulan kemudian .....


Satu bulan pasca Azzura mendapat perlakuan kasar malam itu, ia seolah tak mau ambil pusing bahkan hanya membiarkan saja suaminya berbuat sesukanya di rumah mereka termasuk sering membawa Laura menginap.


Dan setelah satu bulan itu, Azzura sudah tidak pernah memasak maupun berbelanja lagi. Azzura hanya memesan makanan siap saji bahkan jika ia ingin memasak ia memilih memasak di rumahnya sendiri.


Sedangkan Close, ia berpikir jika Azzura tidak memiliki uang untuk berbelanja terlebih ia menyadari selama sebulan lebih pasca menikah, ia belum pernah memberinya nafkah. Akhirnya Close hanya meletakkan beberapa lembar uang di atas meja makan dengan maksud supaya Azzura menggunakan uang itu.


Awalnya Close mengira jika uang itu kurang, karena Azzura sama sekali tidak menggunakan uang itu. Akhirnya ia kembali menambah nominalnya bahkan meletakkan kartu ATM dan black cardnya di atas meja itu.


Namun seperti hari-hari sebelumnya uang dan kedua kartu itu masih utuh dan tetap berada di posisi yang sama.


Seperti hari-hari sebelumnya, hampir setiap malam pula sehabis pulang dari rumah sakit, Azzura selalu mengalami KDRT dari suaminya.


Semua perlakuan kasar, caci maki dan KDRT yang ia dapatkan dari suaminya sedikit membuat psikisnya terganggu. Setiap menjelang malam ia pasti merasa gelisah dan merasakan takut. Namun Azzura masih bisa mengatasinya karena Yoga dan Nanda sering menghiburnya meski Yoga belum tahu apa sebenarnya yang terjadi pada gadis berhijab itu.


Semakin hari hubungan pertemanan Azzura dan Yoga semakin dekat hingga membuat Close kembali naik pitam dan seolah tak terima. Padahal keduanya hanya berteman dekat.


Bertepatan dengan hari ini, tak terasa sudah enam bulan usia pernikahan Close dan Azzura.

__ADS_1


...**๐ŸŒฟ๐ŸŒผ................๐ŸŒผ๐ŸŒฟ...


Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya ๐Ÿ™. Bantu like, vote dan komen, setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... ๐Ÿ™โ˜บ๏ธ๐Ÿ˜˜**


__ADS_2