
Gili Lankanfushi Resort, Maldives ...
Dikenal sebagai salah satu resort vila air terbaik di dunia dan terletak di pulau karang yang indah dikelilingi oleh samudra biru yang berkilauan, Gili Lankafushi benar-benar melambangkan kemewahan pulau yang santai.
Sudah tiga hari sejak Yoga dan Rissa tiba di negara kepulauan yang terkenal dengan keindahan pantainya itu. Pasir putih dengan pepohonan tropis, dengan pemandangan indah bawah laut di lautan berwarna biru jernih
Keduanya tampak begitu bahagia menikmati hari-hari honeymoon mereka. Menjelajahi pulau itu serta bersantai di resort sambil menikmati pemandangan matahari terbenam.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, keduanya memilih ikut bersnorkeling dengan para turis lainnya, diving, hingga menikmati sunset cruise untuk melihat sekelompok lumba-lumba di perairan Maldives.
Senyum bahagia sepasang pengantin itu terus merekah terlukis indah di wajah keduanya. Honeymoon yang banyak diimpikan oleh banyak orang.
Setelah seharian beraktivitas di pulau indah bak surgai itu, malam harinya kini keduanya sedang berada di salah satu restoran untuk dinner romantis.
Semuanya telah diatur oleh Close karena ia juga memiliki mitra bisnis di pulau itu. Paket honeymoon yang telah disiapkan oleh Close selama lima hari itu, membuat Yoga dan Rissa speechless.
"Sayang," panggil Rissa.
"Ada apa?" sahut Yoga dengan seulas senyum lalu menggenggam tangannya.
"Aku nggak bisa berkata-kata ... pokoknya aku hanya bisa berterima kasih pada Close. Dan jangan lupakan doa yang terbaik untuk dirinya," kata Rissa.
"Tentu saja, Honey. Pokoknya kita nikmati saja sisa waktu yang kita miliki di pulau ini," timpal Yoga.
Tak lama berselang waiters dan waitress sedang menghampiri keduanya sambil membawa makanan spesial dari restoran itu.
Setelah menyajikan makanan di atas meja, keduanya lalu mempersilahkan Yoga dan Rissa menyantapnya.
Sepeninggal waiters dan waitress, Yoga dan Rissa mulai menyantap makanan itu. Keduanya sangat menikmati dinner romantisnya. Sesekali keduanya saling berbalas senyum.
Setelah selesai menyantap makan malam, keduanya meninggalkan restoran itu lalu berjalan-jalan santai sambil menikmati udara malam di sekitarnya.
Hingga keduanya sudah mulai merasa lelah dan akhirnya memilih kembali ke kamar mereka.
Beberapa jam berlalu ...
Setelah mengganti pakaian keduanya tampak sedang berdiri di depan kamar yang langsung berhadapan dengan lautan lepas.
Yoga terus memeluk sang istri yang sedang berdiri di depannya. Sesekali ia mengendus ceruk lehernya lalu menyesapnya pelan.
"Sayang." suara pelan itu nyaris tak terdengar dari bibir Rissa.
Ia memejamkan matanya menikmati setiap cumbuan lembut dari suaminya. Membuatnya meremang oleh ulah nakal tangan yang kini mulai meremas kedua aset berharganya.
__ADS_1
Nafas suaminya yang terdengar memburu di telinga Rissa semakin membuatnya gelisah. Perlahan ia berbalik lalu menangkup wajah suaminya.
Bahkan tatapan matanya terlihat sendu menahan hasratnya.
"Honey ... aku menginginkanmu," bisik Yoga lalu mendaratkan kecupan di bibir.
Bak gayung bersambut, Rissa membalas kecupan suaminya lalu menautkan bibirnya. Awalnya hanya biasa saja namun semakin lama yoga semakin menuntut.
Seolah tak kuat menahan hasrat yang menggebu-gebu, Yoga langsung menggendongnya masuk ke kamar lalu merebahkan istrinya di atas ranjang.
Mengungkungnya lalu kembali melu*mat bibir sang istri. Tangannya pun tak tinggal diam menggerayangi setiap lekuk tubuh istrinya tanpa terlewatkan.
Setelah beberapa menit kemudian, Yoga menghentikan aktifitas liarnya sejenak lalu membawa Rissa duduk di pangkal pahanya.
Dengan nafas yang sama-sama memburu Yoga menyatukan keningnya lalu kembali menyesap pelan leher istrinya.
Menatap dalam netra hazel Rissa sembari mengelus bibir basahnya.
"Honey ... Malam ini aku ingin kita bercinta sepuasnya," bisik Yoga lalu perlahan melepas lingerie yang terbalut di tubuh istrinya. "Saking asiknya kita menjelajahi pulau ini, kita lupa untuk saling memberi kenikmatan. Aku ingin kita segera memiliki momongan," sambungnya lalu melempar lingerie sang istri ke sembarang arah.
"Sayang ..." Rissa mendekap tubuh tegap itu lalu menangis. "Apa kamu nggak jijik padaku? Aku ..."
Ucapan Rissa terputus karena dengan cepat Yoga menyela. "Nggak ... bagiku kamu adalah sebuah berlian yang tersembunyi. Honey ... jangan pikirkan hal itu lagi. Percayalah jika aku benar-benar tulus mencintaimu. Mari kita menuju rumah tangga yang SAMAWA, di isi dengan anak-anak yang lucu untuk mengisi hari-hari kita nantinya," bisik Yoga sembari mengelus rambut panjang istrinya.
Sengaja Yoga biarkan terbuka agar udara segar langsung dari laut masuk ke kamar itu. Hingga menciptakan suasana semakin dingin.
Secara tak langsung akan membuat Rissa tak akan berkutik dan ingin terus menempel di tubuhnya.
Keduanya kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda. Kembali saling memberi kenikmatan hingga ruangan itu di penuhi dengan suara desa*Han, erangan, lenguhan, desissan nikmat yang saling bersahutan.
Setelah puas melakukan foreplay, akhirnya Yoga menyatukan dirinya dan Rissa, melakukannya dengan pelan dan lembut demi menghindari rasa trauma sang istri.
Sesekali ia berbisik memberinya kata semangat lalu berulang kali mengecup kening dan bibirnya. Olahraga ranjang itu berlangsung lumayan lama dan berulang-ulang.
Hingga keduanya sama-sama mulai lelah kemudian mencapai puncak pelepasan yang ke sekian kali.
"Akhh ... Honey ..." de*sah Yoga menyembur benihnya yang kesekian kali lalu ambruk di atas tubuh Rissa.
"Ohh ... Sayang," bisik Rissa dengan tubuh lemas sembari mengelus punggung Yoga.
"Terima kasih, Honey," ucap Yoga lalu membenamkan bibirnya di kening istrinya cukup lama.
Mengelus wajahnya kemudian turun ke perut rata istrinya lalu berkata lirih, "Segeralah tumbuh di rahim momy."
__ADS_1
Setelah itu, Yoga berbaring di samping Rissa lalu membawanya masuk ke dalam pelukannya. Membenamkan dagunya di puncak kepala istrinya.
"Honey ... tidurlah, kamu pasti lelah," bisik Yoga lalu tersenyum puas.
"Hmm ... Sayang, jangan matikan lampunya. Aku takut kegelapan," ucap lirih Rissa dalam pelukan Yoga.
"Nggak, aku nggak akan matikan lampunya. Jika pun mati, aku akan tetap memelukmu seperti ini," bisik Yoga lagi.
Rissa hanya mengangguk pelan lalu semakin membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Aktivitas ranjang yang cukup menguras tenaga barusan, membuat wanita bermanik hazel itu tak butuh waktu yang lama untuk terlelap.
Beberapa menit kemudian, perlahan Yoga melepas tangan yang masih erat memeluknya lalu memperbaiki posisi tidur istrinya.
"Tidurlah Honey, kamu pasti lelah," bisik Yoga.
Setelah itu, ia mengambil handuk lalu melilitkan di pinggangnya. Sebelum membersihkan diri, ia menghampiri pintu lalu menutupnya dengan rapat kemudian menutup dengan tirai.
Senyumnya kembali mengembang mengingat aktivitas panasnya barusan. "Semoga benih kita akan segera berkembang, Honey. Rasanya aku sudah nggak sabar pengen memiliki momongan."
Seketika ia terbayang-bayang akan berkumpul dengan kedua kakaknya bersama ponakan dan anak-anak kelak.
Kebersamaan anak-anaknya, Genta, Radit, dan Close.
"Setelah kembali ke kota A, aku akan mengundurkan diri dari rumah sakit kak Daffa. Aku akan mengajak Rissa tinggal di kota J sekaligus akan menggantikan ayah sebagai pimpinan di Prasetya Hospital."
Setelah memikirkan dengan seksama keputusan yang akan ia ambil, Yoga kemudian masuk ke kamar mandi lalu membersihkan dirinya.
Tiga puluh menit berlalu ...
Akhirnya ia ikut bergabung dengan istrinya yang tertidur dengan begitu lelapnya. Sudut bibirnya kembali mengukir senyum memandangi wajah teduh istrinya.
Mengelus lembut kepalanya lalu mengecup pelan. Setelah itu ia pun ikut berbaring. Membawa istrinya masuk ke dalam pelukannya biar ia semakin merasa nyaman.
Selang beberapa menit kemudian, akhirnya ia pun ikut menyelami alam mimpi. Mimpi indah tentang ia dan istrinya bersama malaikat kecil mereka di masa akan datang.
...----------------...
Jangan lupa berikan Votenya ya reader 🤭😊🙏
Maaf ngarep. Insyaallah beberapa bab lagi Story' of Retaknya Sebuah Kaca menuju End.
Sampai jumpa di karya yang baru, intip terus ya profil author dan teruslah memberi dukungan kalian. Terima kasih 🥰😘😊🙏
__ADS_1