ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
101. Panik 9.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Papa Jaret terkejut melihat siapa yang masuk ke ruangan, disusul oleh sekretaris di belakangnya sambil meminta maaf. Sekretaris tidak bisa menahan rekan kerja, sesama pimpinan Papa Jaret yang menerobos masuk. Karena tanpa berkata apa pun kepadanya sebelum masuk, apa lagi minta ijin untuk bertemu. Sehingga sekretaris hanya meminta maaf kepada pimpinannya dengan mengatupkan kedua tangannya di dada.


Papa Jaret mengibaskan tangannya ke arah sekretaris agar keluar ruangan meninggalkan mereka. Beliau tahu apa arti kehadiran temannya, sesama pimpinan dari lain bagian. Rasa panik dan khawatir tergambar jelas di wajahnya.


"Pry, Apa yang sedang terjadi? Mengapa kau tiba-tiba viral dan tranding? Apa kau tidak tau dampaknya bagi kita semua?" Tanya rekan pimpinan Papa Jaret beruntun, setelah sekretaris menutup pintu di belakangnya.


"Nic, mari duduk dulu, agar kita bisa bicara dengan baik." Papa Jaret mendekati Pak Nico untuk menenangkannya, lalu mengajak duduk di sofa dalam ruang kerjanya.


"Apa aku masih bisa duduk dalam situasi seperti ini? Lekas katakan, ada apa sebenarnya...! Mengapa ada yang mengusik foto-foto kalian?" Pak Nico berkata cepat, sambil menepis tangan Papa Jaret yang hendak mengajaknya duduk.


"Aku juga tidak tau, Nic. Aku baru tau setelah tiba di sini dan diinfo oleh sekretaris, namaku sedang tranding." Papa Jaret berusaha menutupi yang sebenarnya, agar bisa terhindar dari amukan Pak Nico jika mengetahui kebenarannya.


"Apa ada di antara kita di departemen ini mulai mencium sesuatu? Atau ada yang tidak suka padamu di sini dan mulai mengulikmu, untuk menyingkirkanmu?" Tanya Pak Nico yang mulai berpikir ke berbagai arah setelah mendengar penjelasan Papa Jaret.


"Aku tidak tau soal itu, Nic... Tapi lebih baik sekarang ini, kau katakan kepada istrimu untuk hapus semua flexing yang ada di sosmednya. Begitu juga denganmu, jangan sampai ada orang ambil seperti yang dilakukan padaku." Papa Jaret jadi berpikir, apa yang terjadi padanya bisa terjadi kepada rekannya.


"Aku lama ke sini, karena harus lakukan itu. Aku baru selesai menghapus semua postingan flexing kegiatan kita di luar kantor. Begitu juga harus telpon istri dan anak-anak untuk lakukan hal yang sama untuk berjaga-jaga." Pak Nico menjelaskan apa yang sudah dilakukannya, sebelum diminta oleh Papa Jaret.

__ADS_1


^^^~°°Sesaat sebelum ke ruangan Papa Jaret, Pak Nico mengetahui Papa Jaret tranding karena foto flexingnya dan istri jadi viral. Sehingga Pak Nico segera menghububgi keluarganya dan menghapus semua postingan flexing di sosial media. Agar tidak menarik perhatian publik ke arahnya dan juga keluarganya.°°~^^^


"Sekarang kau segera tinggalkan ruanganku, karena bisa saja ada yang datang ke sini karena kejadian ini. Jangan sampai ada yang bertanya tentang kehadiranmu ke sini dalam situasi seperti ini." Papa Jaret berkata cepat, agar tidak terjadi penyelidikan dari pihak departemen kepada mereka.


Pak Nico mengangguk mengerti maksud Papa Jaret. "Kalau ada info apa menyangkut ini, segera hubungi aku agar kami bisa bersiap-siap." Setelah berkata demikian, Pak Nico segera keluar dari ruang kerja Papa Jaret sambil memegang kepalanya, karena masih cemas.


Setelah berbicara dengan Papa Jaret, rasa khawatirnya tidak berkurang. Malah makin panik untuk kondisi yang tidak diduganya. Pak Nico berjalan balik ke ruangannya dengan cepat, agar tidak ada yang melihatnya baru bertemu dengan Papa Jaret. Pikirannya dipenuhi dengan berbagai hal, terutama perasaannya bagaikan sedang menanti badai ke arahnya dan tidak memiliki cara untuk menghindarinya.


Setelah ditinggal Pak Nico, Papa Jaret merasa heran, istrinya belum menghubunginya. 'Mungkinkah dia belum tahu dengan apa yang sedang terjadi dengan mereka, atau sedang keluar rumah?' Papa Jaret bertanya dalam hati, mengingat kebiasan istrinya yang tidak seperti biasanya.


Papa Jaret khawatir, istrinya melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu dalam membalas komentar netizen di postingan tersebut. Mengingat semua bisa terjadi, Papa Jaret segera menghubungi istrinya. Agar istrinya tidak ke bank atau lalukan sesuatu berkaitan dengan foto mereka yang sedang viral.


Mama Jaret berpikir akan membicarakan setelah bangun. Ternyata bangunnya bukan kesiangan tapi siang, karena telah lewat waktu sarapan dan tidak lama lagi tiba waktu makan siang. Ketika sedang memikirkan banyak hal untuk menangani masalah Jaret, tiba-tiba ponselnya bergetar


📱"Kau sedang di mana?" Tanya Papa Jaret tanpa basa-basi sebelum istrinya menanyakan banyak hal. Beliau ingin tahu posisi istrinya di mana dan mengapa hanya diam setelah tahu apa yang sedang menimpah mereka.


📱"Aku ada di rumah, sedang sarapan. Tidak usah khawatir, aku tidak akan ke bank." Jawab Mama Jaret kesal, karena mengira suaminya berpikir beliau ke bank untuk mengotak-atik tabungan mereka.


📱"Sedang sarapan? Jam segini baru sarapan? Kau ngapain saja, dari pagi?" Papa Jaret heran, karena saat berangkat kerja, Mama Jaret sudah terjaga dari tidurnya.

__ADS_1


📱"Aku baru bangun. Siapa suruh tidak terus terang katakan kemana kau bawa semua isi safe deposite box itu? Kau kira aku tidak kepikiran memikirkan semuanya itu kau bawa dan tidak tau kemana?" Mama Jaret akhirnya bisa menumpahkan rasa kesalnya.


📱"Tidak usah pikirkan itu. Semuanya sudah di tempat yang aman nanti ada waktunya kita bicarakan. Sekarang ini, fokus dengan apa yang sedang terjadi di sosmed. Kau belum lihat semua pemberitaan tentang kita?" Papa Jaret jadi mengerti, mengapa istrinya tidak menghubunginya.


📱"Memang ada berita apa tentang kita?" Tanya Mama Jaret belum mengerti maksud suaminya.


📱"Nanti baru kau lihat. Sekarang kau berhati-hati menanggapi semua komen netizen di postingan itu. Bila perlu, jangan komen apa pun agar tidak memperuncing masalah." Papa Jaret berusaha bicara pelan dan sabar, agar istrinya bisa mengerti dan tidak melakukan tindakan yang akan merugikan mereka.


📱"Ada apa sih...? Mengapa kau khawatir soal komen netizen?" Tanya Mama Jaret yang jadi penasaran dengan penjelasan suaminya, karena belum mengerti yang sedang terjadi.


📱"Ada beberapa foto kita yang sudah dihapus itu, diupload ulang oleh akun anomin. Sekarang namaku sedang tranding, dibicarakan dimana-mana dan dipertanyakan tentang semua yang kita pakai. Terutama semua yang kau kenakan dan perjalanan ke luar negeri kita." Papa Jaret menjelaskan sedikit, agar istrinya mengerti situasi.


📱"Foto-foto yang sudah kita hapus diupload? Padahal aku sudah hapus dengan cepat, saat kau bilang itu. Apakah ada yang memantau kita?" Tanya Mama Jaret mulai curiga, lalu berpikir ke berbagai arah dan berbagai orang.


📱"Tidak usah pikirkan siapa. Sekarang ini, aku sedang pikirkan bagaimana menjawab pimpinan tentang semua itu. Jadi kau mulai simpan semua yang tidak sesuai dengan pendapatanku." Papa Jaret berkata cepat untuk mengingatkan istrinya.


📱"Sebentar...! Ini ko' kebetulan sekali dengan proses perceraian Jaret. Jika ini berkaitan dengan kekayaan Jaret yang sedang dibekukan untuk proses perceraiannya, apakah keluarga orang tua wanita di tahanan itu mau balas dendam kepada kita, karena Jaret menghianati anaknya?" Mama Jaret jadi curiga, ada keterlibatan orang tua Chasina terhadap apa yang sedang terjadi dengan mereka. Papa Jaret menarik nafas panjang mendengar yang dikatakan istrinya


...~°°°~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2