ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
107. Strategi 13.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah berbicara dengan Marons, Kaliana kembali ke ruang makan sambil tersenyum dalam hati. Tetapi suasana hatinya membuat rona di wajahnya. Hal itu membuat wajahnya sedikit jadi perhatian, terutama Putra. Dia tahu, Kaliana baru saja telpon dengan siapa, membuat dia berdehem saat melihat Kaliana masuk ruang makan dengan wajah sedikit merona.


"Aku akan memotong jatahmu, jika berkomentar." Kaliana berkata sambil berbisik ke telinga Putra. Dia bersikap seakan sedang mengancam Putra lalu menepuk pelan dua kali pundaknya. Kaliana tahu, Putra akan berkomentar karena tahu dia telpon dengan Marons.


Putra menahan ledekannya dengan mengambil buah-buahan yang ada di atas meja, agar teralihkan dari rasa isengnya untuk mengganggu Kaliana. Yicoe dan Novie tersenyum senang melihat Putra pura-pura tidak melihat mereka dengan mengambil buah-buahan.


Kaliana duduk di kursi sebelumnya sambil tersenyum dalam hati melihat Putra, Yicoe dan Novie yang bersikap mengabaikan satu dengan yang lain dengan wajah senang.


Kaliana mengalihkan perhatian ke arah Pak Yosa dan Danny. "Pak Danny, gimana kondisi Bu Chasi di sana? Apakah semua baik-baik saja?" Tanya Kaliana setelah melihat Danny meletakan ponselnya di atas meja.


"Baik, Mba' Anna. Hanya lebih kurus. Beliau titip salam dan terima kasih kepada Mba' Anna dan team yang terus mendukung dan mendampinginya." Danny menyampaikan pesan Chasina kepada semua anggota team sopape.


"Terima kasih Pak Danny. Nanti setelah istirahat, kita akan lakukan persiapan untuk hadapi persidangan. Agar kasus mana pun yang dijadwalkan terlebih dahulu, kita sudah siap." Kaliana sudah memikirkan untuk persiapan Danny dan Marons untuk persidangan yang akan mereka hadapi.


"Sekarang kita hanya melihat sebentar respon publik terhadap semua postingan kita. Setelah ini, kita semua istirahat, terutama Pak Yosa dan Pak Danny. Sedangkan kami mau merapikan semua yang dibawa oleh Yicoe dan Novie." Kaliana memberikan kesempatan untuk Danny dan team sopape istirahat.


"Baik, Mba' Anna. Nanti setelah istirahat, kita akan bicarakan apa yang diminta oleh Bu Chasi." Danny menyetujui yang disarankan Kaliana, karena dia merasa sangat lelah setelah bertemu dengan Chasina. Dia terus memikirkan permintaan Chasina sepanjang jalan, tentang gugatan cerainya.


"Baik, Pak Danny. Silahkan istirahat." Kaliana berkata setelah melihat semua buah-buahan di atas meja makan sudah habis dinikmati oleh mereka. Danny dan Pak Yosa segera berdiri, lalu menuju kamar mereka masing-masing.

__ADS_1


"Putra, kalau mau istirahat juga, silahkan. Aku, Yicoe dan Novie mau lihat perlengkapan yang dibeli. Atau kalau kau mau ikut juga, silahkan." Kaliana berkata lalu berdiri dan berjalan menuju ruang keluarga dimana Yicoe dan Novie meletakan semua yang dibeli dan diambil dari titipan kilat.


"Aku mau istirahat saja. Nanti ada yang pamer CD model baru untukku." Putra berkata cepat lalu berlari menuju tangga untuk naik mengikuti Pak Yosa. Yocoe dan Novie tertawa mengingat semua yang mereka katakan tentang CD untuk Putra. Kaliana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Yicoe dan Novie yang sedang ledekin Putra.


"Ayooo mari kita lihat semua yang sudah kalian beli, agar bisa dibersihkan sebelum dipakai. Aku juga penasaran ingin melihat rompi dan teman-temannya untuk perlengkapan kerja lapangan kita." Kaliana berkata setelah berada di ruang keluarga dan memberi isyarat kepada Novie untuk membuka semua yang mereka bawa.


~°°°~ ~°°°~ ~°°°~


Setelah beristirahat dan mandi, semua anggota team sopape dan Danny kumpul di ruang kerja. Sebelum membahas semua bukti untuk menyiapkan Danny menghadapi persidangan kasus Marons dan Chasina, Putra memperlihatkan semua yang terjadi dengan postingan di akun anonimnya.


"Mba' Anna. Ada yang coba mengirim pesan setelah postingan perusahaan atas nama Pak Jaret." Putra berkata cepat setelah melihat ada yang mencolek akun anonim untuk mengajak bicara.


"Ternyata orang dari PPATK, Mba'. Orangnya berstatus pegawai PPATK." Putra memberi informasi setelah menyelidiki orang yang berusaha menghubunginya.


"Bagus... Pertanda baik, pancingan kita sudah direspon. Tidak usah ditanggapi, kita tetap menunggu respon selanjutnya dari mereka." Kaliana berkata lagi setelah mendengar keterangan Putra.


"Pak Danny, ada yang mau ditanyakan tentang rencana dan strategi kami dengan semua postingan itu?" Tanya Kaliana sebelum melanjutkan pembahasan.


"Tidak Mba' Anna. Aku sudah paham rencana dan strategi team." Danny berkata sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu, mari kita bahas kasus Bu Chasi terlebih dahulu. Baik kasus gugatan cerai, juga kasus pembunuhan. Ada pesan dari Bu Chasi dalam menghadapi semua kasusnya, Pak Danny?" Tanya Kaliana, karena Danny dan Pak Yosa baru kembali dari tempat Chasina ditahan.

__ADS_1


"Ada, Mba'... Aku sudah bicarakan tentang pembagian harta gono-gini. Semuanya sedang dalam proses, menunggu keputusan pihak terkait untuk menentukan besar harta yang akan diterima oleh Bu Chasi." Danny menjelaskan apa yang dikatakannya kepada Chasina.


"Keputusan beliau terkait itu, akan aku bicarakan dengan team. Bu Chasi tidak menerima bagian harta yang diperoleh, jika harta yang dimiliki Pak Jaret dari hasil tidak halal." Danny menjelaskan dengan serius, karena semua anggota team sopape sedang mendengarnya dengan serius.


"Tetapi jika harus terima semua harta itu akibat konsekuensi hukum dari gugatan cerai, Bu Chasi minta tolong Mba' Anna dan team memberikan itu kepada yang membutuhkan." Danny menjelaskan apa yang diminta oleh Chasina. Semua anggota team sopape tercengang, karena mengetahui berapa besar jumlah yang akan diterima oleh Chasina.


"Waaaah... Apakah Pak Danny sudah katakan, bagaiman jika itu bukan harta haram dari hasil narkoba Pak Jaret? Apakah Bu Chasi bisa terima harta yang menjadi haknya itu?" Tanya Kaliana serius sambil berpikir tentang berbagai kemungkinan.


"Sudah, juga Mba' Anna... Aku tanyakan, bagaimana jika itu warisan dari orang tuanya. Beliau katakan, jika itu dari hasil yang tidak wajar seperti korupsi, Bu Chasi minta semuanya dikembalikan kepada pihak yang berhak." Danny menjelaskan dengan pelan dan serius, agar Kaliana bisa bantu memikirlan solusi yang baik.


"Kalau begitu, jika pihak terkait masih lama mencari sumber harta Pak Jaret, Pak Danny utamakan untuk pihak keadilan memproses gugatan cerai saja. Pembagian harta gono-gini akan menyusul kemudian. Pak Danny buat perjanjian hukumnya dan berikan kepada pengadilan." Kaliana berkata setelah memikirkan permintaan Chasina.


"Aku sudah pikirkan itu di jalan, karena tau dari team sopape sumber dana Pak Jaret. Jika menunggu pihak terkait selesai memeriksa semuanya, akan sangat lama." Danny menyetujui apa yang disarankan Kaliana.


"Iyaa, dengan adanya pihak PPATK menghubungi akun anonim Putra, berarti mereka sudah memeriksa sumber harta Pak Jaret dan terindikasi ada yang tidak beres. Apalagi dengan pancingan yang kita lakukan, prosesnya akan merambat ke orang tua Jaret." Kaliana sudah pikirkan berbagai kemungkinan sesuai perkembangan yang terjadi.


"Dengan keputusan Bu Chasi tentang pembagian harta gono-gini, kita tidak usah fokus untuk memperoleh harta itu. Apa yang kita lakukan ini, hanya untuk membuat pihak Pak Jaret sibuk, sehingga tidak fokus pada kasus Bu Chasi dan Pak Bram bisa bekerja tanpa direcokin oleh mereka." Kaliana berkata lagi dengan serius dan terus berpikir untuk menyusun strategi dalam menangani kasus Chasina yang akan disidangkan.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2