ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
38. Strategi.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Peribahasa ini selalu akan dikatakan jika ada perbuatan yang terlanjur dilakukan. Apa mau dikata lagi, 'Nasi sudah menjadi bubur'. Apa yang dialami Chasina, hanya ada penyesalan. Karena penyesalan selalu datangnya terlambat, setelah semuanya terjadi.


Kondisi Chasina seperti peribasa tersebut. Tetapi dalam ucapan Kaliana, mengandung harapan bahwa bubur pun bisa dinikmati, jika diberikan lauk pauk yang tepat. Seseorang yang sakit harus diberi makan bubur, agar bisa lekas sembuh. Jadi bubur pun dibutuhkan dan bermanfaat pada kondisi tertentu.


📱"Sekarang ini, penyesalan yang berkepanjangan sudah tidak ada gunanya lagi. Karena itu akan membuat makin terpuruk. Beliau harus bangkit untuk memperjuangkan haknya." Kaliana mengatakan lagi untuk memberi semangat kepada Danny agar bisa membantu Chasina dengan pertolongan hukum yang tepat.


Sehingga apa yang dilakukan Danny bisa membuat Chasina juga bersemangat jalani hidupnya. Ke depan, dia tetap bisa bisa bermanfaat dan memberikan dampak yang baik baginya dan juga orang lain. Apalagi dia seorang owner perusahan yang cukup besar.


📱"Iya Mba' Anna... Semoga setelah ini, beliau bisa membuat lauk yang tepat untuk kondisinya. Hingga hidupnya masih bisa dinikmati olehnya dan juga orang lain, terutama para karyawannya." Danny berharap sebagaimana Kaliana, Chasina tidak terpuruk. Dia tetap sebagai owner yang baik bagi para karyawannya dan orang di sekitarnya.


📱"Iya, Pak Danny... Sekarang kita sudah tau rencana Bu Chasi untuk menggugat cerai suaminya. Berarti beliau akan menjalani persidangan, demi persidangan. Beliau mungkin bisa tidak hadir saat sidang keputusan cerai, tapi sidang kasus pembunuhan tidak bisa diwakilkan kepada Pak Danny." Kaliana berkata demikian, karena memikirkan Chasina harus menjalani sidang penentuan bagi masa depannya.


📱"Iya, Mba'. Untuk gugatan cerai, aku dan juga mungkin kakaknya Bryan yang akan mendampingiku. Nanti setelah suratnya selesai, aku akan bicara dengan kakaknya." Danny menjelaskan apa yang akan dilakukan, berkenaan dengan rencana Chasina.


📱"Kalau begitu, kita harus mengatur rencana agar tidak kecolongan start oleh pihak sebelah." Kaliana berpikir cepat dan mulai mengatur strategi menghadapi semua kemungkinan.


📱"Tadi aku sudah ingatkan beliau untuk tidak membicarakan rencana gugatannya dengan orang lain sebelum surat gugatan dilayangkan." Danny menjelaskan lagi, setelah mendengar yang dikatakan Kaliana.

__ADS_1


📱"Baik... Saran yang tepat, Pak Danny. Aku akan bicarakan dengan pihak penyidik, agar kasus suaminya disidangkan terlebih dahulu. Jadi Pak Danny segera siapkan semua yang dibutuhkan untuk jalani proses gugatan di pengadilan." Kaliana memberikan saran, karena tahu Danny membutuhkan waktu untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan gugatan cerai Chasina.


📱"Baik, Mba'. Terima kasih sudah memberikan ruang untukku, agar tidak buru-buru." Danny sangat berterima kasih dengan dukungan Kaliana terhadap pekerjaannya. Danny juga bersyukur, kasus yang sedang ditanganninya saat ini berhubungan dengan Kaliana. Jadi dia mendapat dukungan untuk semuanya.


📱"Begini, Pak Danny... Saat kami membuat mereka sibuk untuk jalani persidangan Jaret untuk kasus yang sekarang, Pak Danny segera layangkan gugatan. Agar mereka tidak punya kesempatan untuk recokin gugatan Bu Chasi." Kaliana yang telah berpikir untuk setiap kemungkinan, lalu mengatur strategi.


📱"Iya, Mba' Anna... Walaupun tidak ada proses pembagian gono-gini, tapi perjanjian pra nikah mereka akan tetap membuat bermasalah. Karena pihak sebelah harus memberikan setengah dari hartanya." Danny telah memikirkan hal itu, tapi tidak memperpanjang pembicaraannya dengan Chasina. Dia tahu, Chasina akan merelakan itu dan tidak mau membahasnya. Dia menjelaskan semuanya kepada Kaliana.


📱"Ooh... Kalau begitu, Pak Danny siapkan semuanya. Nanti kami bantu juga periksa keuangan Jaret. Jika tidak banyak, tidak perlu dipermasalahkan. Jangan membuang energi untuk sesuatu yang tidak seberapa, karena kondisi keuangan Bu Chasi tidak terpengaruh dengan pembagian itu." Kaliana berkata demikian, karena sudah periksa kondisi kekayaan Chasina saat mencari pelaku pembunuh Rallita.


📱"Sedangkan proses hukumnya, aku serahkan kepada Pak Danny. Aku hanya siapkan jalannya, agar Pak Danny dan Bu Chasi bisa melewati jalannya dengan tidak banyak gangguan saat berada di pengadilan agama." Ucap Kaliana lagi dengan serius. Kaliana selalu memegang prinsip yang diajarkan kedua orang tuanya. Jika mau bantu seseorang, jangan setengah-setengah.


Setelah berbicara dengan Kaliana, Danny berpikir akan menghubungi pihak-pihak yang berkaitan dengan gugatan Chasina. Dia ingin tahu kekayaan Jaret, agar perlu diperjuangkan atau seperti yang dikatakan Chasina, tidak usah dipersoalkan.


Bagi Chasina, yang penting bercerai. Jika pihak Jaret alot atau keberatan memberikan apa yang ada dalam perjanjian pra nikah, mereka akan melepaskannya. Dia percaya, Kaliana juga akan memeriksa kekayaan Jaret sehingga dia bisa dengan mudah melayangkan gugatan dan klaim tentang perjanjian pra nikah Chasina dan Jaret.


Dari kantor polisi, Danny segera ke kantor Chasina untuk bertemu dengan asistennya, sebelum melakukan yang lain. Ada banyak hal yang perlu dibicarakan dengan dengan asisten Chasina, sehubungan dengan surat perjanjian pra nikah.


Sedangkan Kaliana setelah berbicara dengan Danny, segera naik ke lantai atas untuk melihat kondisi ruang kerja mereka yang baru setelah berbicara dengan Putra untuk memeriksa kekayaan Jaret. Putra segera mempraktekan keahliannya untuk melacak kekayaan Jaret. Jika sudah dalam kondisi seperti ini, Putra sangat bersemangat dan tidak mau diganggu.

__ADS_1


Dalam waktu yang tidak lama, Putra memanggil Kaliana dan anggota team yang ada di lantai atas untuk turun ke ruang keluarga. Temuannya membuat dia terkejut, hingga berteriak memanggil Kaliana dan anggota team lain untuk turun.


Putra langsung menghubungkan dengan layar TV Marons yang ada di ruang tamu. Agar semua anggota team dapat melihat dengan baik bersamanya dan bisa menganalisa temuannya.


Ketika Kaliana melihat tampilan layar data kekayaan Jaret, Kaliana tertegun. "Vie, tolong bilang Bibi untuk turun dan biarkan beres-beresnya nanti saja. Kita konsen untuk yang ini dulu." Ucap Kaliana serius, karena melihat situasi yang tidak terduga dengan kekayaan Jaret.


"Coe, tolong Pak Yosa untuk meneliti sumbernya. Aku mau telpon Pak Danny, sebentar. Putra tolong amankan pembicaraan kami." Kaliana langsung gerak cepat melakukan koordinasi, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak terduga oleh mereka.


Putra segera berdiri dan berjalan mengikuti Kaliana ke ruang makan. Sekarang meja makan menjadi tempat yang baik dan nyaman untuk mereka bekerja. Setelah Putra memberikan kode bahwa semuanya sudah aman, Kaliana segera menghubungi Danny.


📱"Alloo, Pak Danny. Sudah dimana?" Tanya Kaliana setelah Danny merespon panggilannya.


📱"Masih di jalan, Mba'. Aku mau ke kantor Bu Chasi." Jawab Danny cepat, setelah menepikan mobilnya. Ketika melihat Kaliana menelpon lagi, Danny segera menepi agar bisa berkonsentrasi. Dia tahu, jika Kaliana menelpon lagi, pasti terjadi sesuatu atau ada yang urgent.


📱"Pak Danny sudah hubungi seseorang atau pihak tertentu untuk memeriksa keuangan Jaret?" Tanya Kaliana serius, sambil berharap cemas. Dia berharap, Danny belum meminta tolong seseorang atau pihak tertentu dalam hal keuangan Jaret untuk pembagian gono-gini. Agar pihak Jarek tidak mengetahui bahwa kekayaannya sedang ditowel-towel.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2