
...~•Happy Reading•~...
Di sisi yang lain ; Bram sudah melakukan serah terima tugas di tempat yang baru, yaitu di kesatuan narkotika, seperti yang dikatakan pimpinannya.
Bram ditempatkan sebagai pengawasan penyedikan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Bram sengaja ditempatkan di bagian tersebut untuk berhadapan dengan pengedar dan juga para sindikat.
Bram yang sebelumnya sebagai penyidik tindak kriminal mulai menyesuaikan diri dengan tugas yang baru. Selama ini menyelidiki berbagai kasus pembunuhan atau penipuan, sekarang harus berhadapan dengan para pengedar yang juga mungkin pemakai seperti Jaret.
Jika berhadapan dengan orang-orang seperti itu, harus ekstra hati-hati dan waspada. Sebab apa yang dilakukan dan pikiran orang-orang seperti mereka cendrung tidak rasional. Apa lagi jika ada penangkapan orang dan barang yang diedarkan. Kondisi itu sangat menggoda petugas untuk bertindak di luar tugas yang seharusnya.
Setiap ada barang sitaan dari suatu penanggapan, sangat menggoda untuk digunakan sendiri oleh petugas atau dijual lagi kepada pemakai. Jadi peredaran narkoba yang melibatkan banyak uang sangat menggoda para petugas yang nakal, apalagi petugas yang kurang bahkan tidak berintegritas dan lemah iman. Sehingga ada banyak petugas di tempat tersebut, melakukan tindakan yang tidak semestinya. Seharusnya menyelamatkan orang, tetapi malah menjerumuskan banyak orang.
Bram ekstra menguras energi dan emosi. Selain suasana kerja yang baru, rekan kerja dan anak buah juga baru. Sehingga menyita perhatiannya dalam melakukan penyesuaian dan pengenalan sebelum bekerja bersama-sama. Walaupun jenis perkara dan kejahatan berbeda, cara kerja yang sering diterapkan Bram sebagai penyidik bisa dilakukan. Tapi butuh waktu untuk penyesuain lingkungan.
Yang membuat tempat kerja yang baru berbeda dengan yang lama adalah tempat kerja sekarang harus lebih waspada terhadap semua rekan kerja dan juga pimpinan. Selain saling mengawasi, dia belum tahu kinerja rekan dan anggota yang berhubungan langsung dengannya.
Bram menyadari, pekerjaan di tempat yang baru sangat menggoda untuk lakukan hal negatif. Bukan saja dari rekan kerja, tapi terlebih lagi dari hasil tangkapan. Semua itu bisa membuat petugas lakukan tindak kejahatan.
~°°°~ ~°°°~ ~°°°~
Di sisi yang lain ; Kaliana, Pak Yosa dan Danny sudah tiba di rumah Marons. Setelah turun dari mobil, Kaliana heran melihat situasi rumah Marons yang sangat sepi. Keadaan tersebut, membuat alis Kaliana bertaut. Dia menanyakan situasi tersebut kepada Bibi yang membukakan pintu untuk mereka.
"Tuan dan semua anggota ada di atas, Non. Di ruang kerja yang baru... Apa Non mau Bibi panggil Non Yicoe dan Non Novie untuk turun?" Tanya Bibi ramah dan sopan.
__ADS_1
"Terima kasih, Bi. Tidak usah... Kami yang akan ke atas. Bibi tolong buatkan minuman untuk kami semua dan antarkan ke ruang kerja, ya." Kaliana berkata pelan, sambil memegang pundak Bibi sebagai rasa terima kasih.
Kaliana segera naik ke ruang kerja untuk menemui Marons. Dia berjalan cepat mendahului Pak Yosa dan Danny yang sudah diajak untuk naik ke ruang kerja. Dia ingin mereka mengetahui juga perkembangan pekerjaan anggota team sopape bersama Marons.
Ketika Marons melihat Kaliana telah pulang dan masuk ke ruangan, dia memberikan isyarat dengan tangannya agar Kaliana duduk di sampingnya. Sedangkan Yicoe dan Novie sedang serius mempelajari apa yang diperlihatkan oleh Putra.
Kaliana mengikuti apa yang diminta Marons untuk duduk di sampingnya. Setelah duduk, Marons mengusap punggungnya dengan sayang, karena melihat Kaliana yang kelelahan.
"Thanks... Tadi bisa istirahat?" Tanya Kaliana untuk mengetahui kondisi kepala Marons yang pening. Apakah selama dia di luar, Marons bisa istirahat atau tidak.
"Lumayan... Tadi istirahat sebentar saat kalian pergi. Setelah bangun, tidak tidur lagi. Keasyikan lihat anggota team bekerja.
"Siniii... Aku lihat 'aset negaranya'. Apa ada yang kebeset?" Tanya Marons dengan wajah dibuat serius, sambil tersenyum dalam hati mendengar ucapannya tentang 'aset negara'.
Kehadiran Bibi membawa minuman untuk mereka mengalihkan perhatian Danny. Lalu mempersilahkan Bibi masuk untuk meletakan minuman, juga cemilan untuk mereka. Yicoe dan Novie segera berdiri mengambil napan berisi minuman dan cemilan yang di bawa Bibi lalu menatanya di atas meja.
"Minum dulu, sambil kita bicara. Kau sudah lihat hasil yang diupload Putra?" Tanya Marons sambil mengambil minum untuk Kaliana dan juga dirinya.
"Makasih...." Ucap Kaliana sambil mengambil cangkir minuman dari tangan Marons. "Aku belum lihat... Tadi ada yang aku pikirkan di jalan, jadi ngga pikirkan untuk memeriksa sosial media." Jawab Kaliana sambil memegang cangkir. minuman dengan kedua tangannya.
"Minum dulu, nanti Putra perlihatkan hasil kerja kami. Yicoe dan Novie yang akan bantu menjelaskan semuanya untuk kalian." Ucap Marons lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.
Saat anggota team sopape, Marons dan Danny minum, Putra memperlihatkan semua yang sedang terjadi di sosial media. Kaliana minum sambil melihat dari pinggiran cangkir. "Waaaah... Good! Kalian membuat Pak Yosa bagaikan wartawan profesional dengan suaranya yang mantap." Kaliana berkata serius setelah melihat video wawancara Pak Yosa dengan Bryan dan juga dengan Danny.
__ADS_1
Walaupun tidak kelihatan di layar, tapi suara Pak Yosa saat menanyakan Bryan dan Danny sangat pas. Sehingga orang akan menduga, yang bertanya adalah seorang wartawan.
Video yang diupload Putra telah didownload ribuan kali dan banyak netizen menyerbu channel youtube sopapae untuk mengetahui perkembangan selanjutnya. "Apakah sudah ada respon baik dari pihak terkait untuk harta Jaret?" Tanya Kaliana serius kepada Putra yang sedang memperlihatkan semua respon masyarakat.
Putra segera memeriksa semua kekayaan Jaret. Ketika melihat kekayaan Jaret telah dibekukan, putra memperlihatkan sambil mengangkat jempol ke arah Kaliana.
Putra juga memperlihatkan pihak pengadilan yang diwawanrai oleh berbagai media untuk mengetahui perkembangan gugatan cerai Chasina dan pembagian harta gono-gini. Ketika mendengar jawaban pihak kehakiman, Kaliana menarik nafas lega.
Jawaban pihak pengadilan normatif, tetapi memberikan sinyal bahwa sudah diproses. "Putra, tolong tiup sedikit dengan buka kekayaan Jaret lewat sarang laba-laba." Ucap Kaliana pelan. Putra mengerti maksud Kaliana untuk membuka sedikit tentang harta kekayaan Jaret lewat jalur khusus yang tidak bisa dideteksi, tapi mampu membuat gelembong di masyarakat yang penasaran tentang kekayaan Jaret.
"Putra pelan dan tipis-tipis saja. Aku mau istirahat sebentar." Ucap Kaliana pelan, lalu pamit kepada Marons dengan memberikan isyarat. Marons mengangguk mengerti sambil mengelus pelan pundak Kaliana, agar bisa istirahat.
Setelah Kaliana meninggalkan ruang kerja, Danny juga pamit untuk keluar. Marons ikut turun bersama Danny, karena Danny memberikan isyarat mau berbicara dengannya. "Ada apa?" Tanya Marons setelah mereka berdua berada di ruang keluarga.
"Kau dan Anna ada hubungan sepesial?" Tanya Danny penasaran, karena melihat cara perlakuan Marons yang berbeda kepada Kaliana di ruang kerja.
"Memangnya hubungan kami, nasi goreng? Mengapa tanyakan itu?" Marons bertanya dengan heran. Dia juga bertanya-tanya dalam hati, melihat Danny bertanya padanya dengan serius.
"Aku lagi serius, malah bercanda.... Kalau kau ada perasaan khusus pada Anna, cepat katakan padanya sebelum kau ditikung." Ucap Danny serius, karena melihat perhatian dan perlakuan Bryan yang berbeda kepada Kaliana, sejak mereka bertemu pertama kali.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1