ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
33. Uang.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Uang bisa menggoda seseorang yang telah menghambakan dirinya pada uang. Sehingga bisa berbuat jahat atau bermain kotor untuk memperolehnya. Tidak dilihat dari pendidikan atau jabatan yang disandang, karena uang bisa membuat seseorang mengkhianti hati nuraninya.


Itu sudah sering dialami oleh Kaliana selama masih aktif dinas, sampai sekarang berkecimpung dan juga berhubungan dengan berbagai orang di berbagai kalangan juga tingkat sosial. Sehingga Kaliana jadi waspada ketika Bryan mengatakan ada pihak-pihak yang menawarkan diri untuk menolong Chasina.


Kondisi keuangan Chasina dan juga kemampuan ekonomi keluarga yang lebih dari mumpuni menjadi daya tarik bagi orang-orang yang mengutamakan uang di atas segala-galanya. Mereka akan berlomba-lomba menawarkan jasa kepada terdakwa dan keluarganya.


Manipulasi perkara, segala tipu daya akan dilakukan oleh mafia hukum, agar bisa memperoleh uang dengan mudah dan cepat. Itu sudah menjadi rahasia umum di kalangan orang yang berperkara dengan hukum.


📱"Pak Bryan... Walaupun mereka bisa merekayasa kasusnya atau mengatur hukumannya, yang memutuskan adalah hakim. Jika bukti memberatkan Bu Chasi, tetap saja hukumannya akan berat." Kaliana berkata untuk mencerahkan pemikiran Bryan. Keadaan keuangan mereka bisa mendorong mereka untuk menolong Chasina dengan apa yang mereka miliki.


📱"Jadi saya berharap, anda dan Pak Adolfis tidak mengikuti permainan siapapun. Kami sedang berusaha untuk melengkapi bukti, agar bisa meringankan hukuman Bu Chasi." Kaliana berkata serius dan tegas, karena orang yang menawarkan jasa untuk menolong Chasina akan menjual omongan manis yang berujung pahit.


Bryan mendengar yang dikatakan Kaliana dengan serius, karena dari tadi sudah menunggu agar bisa berkonsultasi dengan Kaliana. Dia percaya, Kaliana mengerti banyak hal seputar hukum dan tak-tik dari orang-orang yang berhubungan dengan hukum.


📱"Jangan sampai anda mengacaukannya dengan bertemu orang tertentu yang ingin bermain dengan kasus ini. Atau ada yang mengaku sebagai orang dalam atau pihak penegak hukum itu sendiri. Jangan bertemu dengan mereka." Kaliana mengatakan dengan serius, karena ada banyak calo kasus sebelum persidangan dimulai.

__ADS_1


📱"Itu akan menjadi bumerang untuk Bu Chasi, jika orang itu merasa sakit hati, karena tidak ditanggapi keinginan mereka. Sehingga mereka akan berusaha membalas kepada adik anda, dengan meggunakan pasal yang ditambahkan lagi, oleh karena tindakan anda." Kaliana dan team pernah mengalami itu, jika ada yang sakit hati tidak bisa mendapatkan yang mereka inginkan, akan dilimpahkan kepada terdakwa dengan hukuman maksimal.


Situasi seperti itu akan membuat Kaliana dan team harus berjuang lebih keras untuk menghadang orang-orang yang demikian, dengan menyingkirkan bukti-bukti rekayasa yang mereka tebar.


📱"Anda ada di luar, hidup dengan bebas, bisa melakukan apa saja. Sedangkan adik anda ada dalam tahanan dan tertekan dengan kasus ini. Jadi saya ingatkan lagi, jangan anda berjudi soal berat ringannya hukuman adik anda. Karena jika berjudi dengan pihak pengambil keputusan, yang anda peroleh hanya dua. 'Kalau tidak buta, ya, Q'." Kaliana berkata dengan tegas, tanpa memperdulikan Bryan terima atau tidak.


Kaliana hanya fokus untuk menolong Chasina dan tidak ingin Bryan atau Pak Adolfis melakukan sesuatu yang merusak rencananya. Sehingga mereka harus bekerja dari nol lagi, agar Chasina bisa memperoleh keringanan.


📱"Jika ada yang menghubungi lagi, jangan anda layani dengan kasar atau lembut. Layani sewajarnya, dengan perkatakan yang baik. Anda juga bisa katakan, akan berbicara dengan pengacara Bu Chasina. Nanti anda akan tau maksud mereka menghububgi anda." Kaliana berkata lagi dengan serius, membagi trik hadapi para calo.


📱"Pak Bryan jangan bertemu dengan siapa pun. Karena itu akan dipakai oleh pihak yang sakit hati, bahwa anda berusaha menyuap mereka. Padahal mereka sendiri yang mau dan tidak dapat yang mereka inginkan dan mereka akan memutarbalikan fakta yang sebenarnya." Kaliana terus mengingatkan. Prinsipnya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Itu berlaku dalam berbagai kondisi.


📱"Saya bukan menakut-nakuti anda, tapi semua hal bisa terjadi jika uang dan sakit hati mulai bermain dalam suatu kasus. Anda sendiri tau dengan kondisi keuangan keluarga anda. Itu bisa jadi gula bagi semut-semut yang sangat menyukainya." Kaliana terus mengingatkan, karena dia tidak menginginkan Chasina menjadi korban untuk kedua kalinya.


Pertama dari kebejatan moral suaminya dan kedua dari keluarganya yang berpikir, uang bisa menolongnya dengan melakukan cara yang salah.


📱"Baik, Bu Kaliana. Terima kasih sudah mengingatkan dan memberikan gambaran yang jelas untuk kami. Kami berpikir bisa melakukan itu juga, jadi sama-sama bisa menolong Chasi." Ucap Bryan yang tercerahkan oleh apa yang dikatakan Kaliana.

__ADS_1


📱"Baik, Pak Bryan. Kami berharap anda bisa menolong kami dan adik anda dengan mempercayakan pada penyelidikan kami untuk lengkapi bukti yang sudah kami miliki." Kaliana berkata dengan hati lega. Bryan masih menggunakan akal sehatnya.


📱"Jika ada yang mau berembuk untuk membahas kasus Bu Chasi dengan anda atau Pak Adolfis, tolong bicarakan dulu dengan kami sebelum membuat keputusan." Kaliana bersyukur, Byran sudah berubah. Tidak arogan lagi dan merasa bisa lakukan apa saja dengan uang mereka.


📱"Baik, Bu Kaliana... Apakah saat tertentu, jika saya ingin konsul dengan Ibu, saya bisa datang ke kantor?" Byran merasa sangat nyaman saat berbicara dengan Kaliana. Sehingga dia berharap bisa datang dengan leluasa ke kantor Kaliana untuk berkonsultasi.


📱"Maaf, Pak Bryan. Untuk sementara ini, anda tidak bisa datang ke kantor kami. Kantor kami sedang diungsikan, mengingat kejadian di tempat parkir restoran waktu itu. Ada yang nakal, ingin mengikuti team kami." Kaliana tidak mau Bryan datang ke tempat Marons, karena bisa saja ada yang mengikutinya.


📱"Jadi jika ada yang urgent untuk dibicarakan secara langsung, Pak Bryan katakan saja lewat telpon, nanti kami yang ke rumah anda. Agar pertemuan kita tidak terdeteksi oleh yang nakal." Kaliana memberikan solusi, agar mereka bisa bicara secara langsung dan dia akan datang dengan teamnya.


📱"Perlu anda ketahui juga, kami bukan saja berhubungan dengan kasus Bu Chasina, tetapi juga dengan suaminya. Seperti yang anda dengar dari Bu Chasi tentang kasus suaminya dan hubungannya dengan kami. Jadi kami sangat mengharapkan pengertian dan kerja sama anda." Ucap Kaliana penuh harap, Bryan bisa mengerti.


📱"Jadi setelah ini, anda jangan bicarakan yang kita bicarakan ini dengan Pak Adolfis lewat telpon. Segera bertemu dan bicara langsung dengan beliau, untuk menutup ruang tidak banyak yang tau." Kaliana berkata demikian, karena pembicaraannya dengan Bryan telah diamankan Putra. Sedangkan Bryan dengan Pak Adolfis bisa saja dipantau oleh pihak-pihak tertentu.


'Di jaman canggih seperti sekarang, berbagai hal tidak bisa ditutupi dengan sempurna. Selalu ada cela yang terbuka, jika berhubungan di dunia maya. Putra adalah salah satu contonya, bisa membobol dengan kepintarannya. Jadi harus kembali ke cara manual, berbicara empat mata.' Itu yang selalu dipegang Kaliana.


📱"Baik, Bu Kaliana. Saya akan ke kantor Daddy untuk bicarakan hal ini. Jangan sampai ada yang menghubungi atau mendatanginya." Bryan mengerti maksud Kaliana lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah saling memberikan salam.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2