ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
86. Panik 4.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Di sisi yang lain; Mama Jaret meminta sopirnya langsung pulang ke rumah bersama pengacara Elly. Banyak hal yang perlu mereka bicarakan terkait kasus Jaret dan juga dampaknya dengan pengacara pribadi mereka. Masih di dalam mobil, Mama Jaret menghapus semua postingan flexingnya di semua akun sosial media seperti yang diminta suaminya


Setelah mendengar apa yang dikatakan Papa Jaret, Mama Jaret mengerti arah kepanikan suaminya dengan semua postingan flexingnya. Kehidupan hedon mereka akan jadi sorotan masyarakat dan juga instansi dimana suaminya bekerja. Jadi bukan saja kehidupan Jaret yang akan disoroti, tetapi mereka juga akan dapat imbasnya.


Apalagi sekarang kekayaan Jaret sedang diperiksa untuk pembagian harta gono-gini. Kemudian pihak terkait memgetahui itu bukan murni kekayaan Jaret, mereka akan terseret dengan cepat ke arena yang sangat berbahaya.


Oleh sebab itu beliau minta pengacara untuk ikut ke rumah, walau suaminya tidak meminta. Ada yang mau ditanyakan dan dibicarakan tentang semua kekayaan Jaret yang telah dibekukan. Apalagi telah melihat perhatian masyarakat tentang gugatan cerai Chasina.


Para netizen mulai mengulik-ngulik semua yang berkaitan dengan kekayaan Jaret. Ada yang mulai menyelidiki dan mereka-reka sesuai gaya hidup Jaret dan Chasina. Mereka belum tahu tentang perjanjian pra nikah, jadi mulai menebak dan berpendapat, proses perceraian ini akan berjalan alot, karena banyaknya harta yang akan dibagi. Itu berarti proses perceraiannya akan melalui perundingan panjang dan lama.


Melihat perbincangan di media sosial sudah mulai menyinggung sumber kekayaan Jaret dan Chasina, Mama Jaret minta sopirnya tidak berlama-lama di jalanan. Mama Jaret ingin segera bertemu dengan suaminya, karena situasi yang ada membuatnya khawatir dengan kekayaan mereka.


Setelah tiba di rumah, Mama Jaret jadi kesal saat melihat mobil suaminya belum ada di halaman. Padahal beliau sudah kirim pesan agar suaminya langsung pulang ke rumah. Banyak hal penting terkait Jaret dan kekayaan mereka yang mau dibicarakan. Mama Jaret makin kesal, memikirkan suaminya, seakan tidak mengerti atau tidak menyadari akan datangnya badai dalam keluarga mereka.

__ADS_1


"Bu, baiknya duduk tenang dan jangan emosi kalau bapak sudah tiba di sini. Nanti semuanya makin kacau kalau bapak jadi ikut emosi juga." Pengacara Elly berusaha menenangkan Mama Jaret, karena mengenal karakter Papa Jaret yang emosian dan cepat marah.


Mama Jaret hanya melihat pengacara Elly, tapi tetap tidak bisa duduk diam. 'Kau minta aku tenang, karena tidak tau apa yang sedang dan akan terjadi dengan semua harta kami.' Mama Jaret berkata dalam hati, tanpa melihat pengacara Elly. Tetapi beliau mulai berusaha untuk menenangkan diri, sambil berpikir kebenaran saran pengacara mereka.


Melihat Mama Jaret belum bisa tenang, pengacara Elly terus mengajaknya bicara.  "Suasana jalanan yang kita lalui, berbeda, Bu. Mungkin yang dilalui bapak lebih macet dari pada kita. Jadi harap bersabar, agar apa yang mau dibicarakan bisa tuntas." Pengacara Elly berkata serius, karena melihat Mama Jaret tidak bisa meresponnya dengan baik. Beliau tidak bisa duduk tenang.


Mama Jaret sangat gelisah. Berkali-kali melihat ke halaman rumah dan juga ponselnya. Jadi pengacara Elly tahu, Mama Jaret sedang menunggu suaminya pulang. Mendengar yang dikatakan pengacara Elly, Mama Jaret jadi duduk lalu mengalihkan perhatiannya dari Papa Jaret dengan memeriksa semua akun sosial medianya.


Mama Jaret sedikit lega, karena tidak ada yang menyadari bahwa beliau sudah menghapus semua postingan flexsingnya. "Bu Renette, baiknya tangan dan kakinya diobati, jika ada obat di rumah atau beli di apotik. Atau sementara ini dikompres pakai air dingin, mungkin bisa mengurangi memarnya." Pengacara Elly mengingatkan, karena melihat Mama Jaret hanya meringis berkali-kali saat salah gerakan tanpa berusaha untuk mengobati memar di tangan dan kakinya.


"Iyaa... Saya sampai lupa, ini belum diobati." Mama Jaret berkata sambil menunjuk tangannya lalu memanggil pelayan untuk membawa air dingin seperti yang dikatakan pengacara Elly dan juga minuman untuk mereka.


Pelayan segera membawa yang diminta, walau tidak mengerti mengapa nyonya mereka butuh air dingin dan alat kompres. Sambil mengkompres tangannya, Mama Jaret terus berpikir tentang harta kekayaan mereka yang dititip atas nama Jaret dan telah dibekukan. Usaha mereka selama ini untuk mengamankan kekayaan dengan menggunakan nama Jaret sangat menyiksa pikiran dan hatinya.


'Mungkinkah mereka akan kehilangan semua tabungan Jaret? Bagaimana nasib semua proferti yang diatas namakan Jaret?' Mama Jaret terus memikirkan semua uang yang ada di tabungan Jaret. Beliau kembali gelisah saat teringat berbagai proferti atas nama Jaret.

__ADS_1


Apalagi memikirkan setengahnya akan dinikmati oleh Chasina, Mama Jaret makin gelisah, marah dan meradang. Giginya gemelutuk berkali-kali mengingat semua itu. Karena walaupun setengah dari kekayaan Jaret yang akan dibeeikan, masih berbunyi 'M'. Hal itu makin membuat level emosinya kembali naik.


Tidak lama kemudian, bunyi mobil suaminya masuk ke halaman. Mama Jaret segera meminta pelayan untuk menyingkirkan semua peralatan kompres, lalu berdiri menyambut suaminya. Pelayan segera menyingkir, melihat wajah nyonya mereka yang tidak bersahabat. Jika tidak ada pengacara, mereka akan menyingkir jauh ke belakang.


Papa Jaret yang baru tiba, terkejut melihat ada pengacara Elly di ruang tamu. Beliau tidak tahu ada pengacara ikut bersama istrinya. Sehingga melihat istrinya dengan mata yang mulai emosi. Tetapi istrinya berlagak, seakan-akan tidak melihat dan tidak mengerti maksud tatapannya.


Setelah menyapa pengacara Elly, Papa Jaret buru-buru ke kamar untuk menyimpan kantong yang dibawanya dari bank. Beliau tahu, istrinya akan bertanya banyak hal tentang keterlambatan pulang dan juga tentang apa yang dibawanya. Sehingga Papa Jaret segera meninggalkan ruang tamu untuk menghindari percakapan yang tidak mengenakan.


Papa Jaret juga buru-buru meninggalkan ruang tamu untuk menenangkan diri dan menurunkan emosinya, karena istrinya melakukan sesuatu tanpa menanyakan pendapatnya. Kebiasaan istrinya yang sering membuat tensinya naik dan menaikan level emosinya.


Papa Jaret tidak mau mereka membicarakan itu di depan pengacara, karena beliau berpikir, itu belum perlu dibicarakan dengan orang luar. Mereka harus berbicara secara pribadi, baru berkonsultasi dengan pengacara untuk mengantisipasi kejadian terburuk dengan kekayaan mereka.


Kantong yang dibawa Papa Jaret membuat istrinya dan pengacara Elly bertanya-tanya dalam hati tentang isinya. Kedua kantongnya tidak terlalu besar, tapi dari cara jinjing menunjukan, cukup berat. Mama Jaret menahan diri untuk tidak bertanya tentang semua hal, karena melihat wajah suaminya dan ada pengacara Elly. Beliau kembali duduk dengan menghempaskan tubuhnya dengan kesal.


Padahal Mama Jaret sudah sangat penasaran dengan isi kantong yang dibawa oleh suaminya. Sedangkan pengacara Elly menahan diri untuk tidak melihat ke arah apa yang dibawa Papa Jaret dengan mengajak Mama Jaret bercakap-cakap. Walaupun hatinya juga penasaran dan terus bertanya pada diri sendiri tentang kondisi kekayaan yang dimiliki oleh orang tua Jaret & Jaret.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2