ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
126. Mulai Beraksi 4.


__ADS_3

...~β€’Happy Readingβ€’~...


Kaliana dan anggota team yang lain terkejut mendengar suara Bram. Terutama Pak Yosa dan Kaliana yang sudah menduga Bram pasti akan terkejut, tetapi tidak menyangka reaksinya sedemikian itu.


πŸ“±"Pelankan suaramu, Bram. Tetangga kamar akan mendatangi kamarmu atau hubungi security hotel, karena merasa terganggu." Kaliana berusaha menenangkan Bram dengan mengingatkan bahwa dia sedang berada di hotel.


πŸ“±"Sorry. Kau membuatku sangat terkejut. Kau yakin dengan info itu?" Tanya Bram lagi, setelah berusaha tenang dengan menarik nafas dalam dan panjang.


πŸ“±"Kami yakin 100 %, dia Siska. Jadi kendalikan dirimu, agar bisa berpikir dengan baik dan tenang." Kaliana berkata lagi dengan pelan untuk menenangkan Bram yang sudah mulai kendalikan dirinya.


πŸ“±"Sorry... Biarkan aku berpikir sejenak. Ini tidak pernah kuduga. Aku akan berhadapan dengan dia dalam hal ini seperti ini." Bram berkata sambil memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut.


Suasana hatinya jadi buruk, mengingat dia akan berurusan dengan Siska. Mau tidak mau, dia harus bertemu dengan Siska, jika mau mengembangkan dan menuntaskan kasus Jaret.


πŸ“±"Anna... Kau atau Pak Yosa yang memastikan ini?" Tanya Bram setelah lama berpikir. Dia masih berharap, nomor Jamu.gD bukan milik Siska.


πŸ“±"Pak Yosa yang pergi menyelidiki dan hampir bertemu dengannya..." Kaliana menceritakan kejadian yang dialami Pak Yosa saat menyelidiki nomor Jamu.gD bertempat di cafe, Kemang. Bram mendengar dengan suasana hati dan pikiran campur aduk.


πŸ“±"Jika itu nomor Siska, kau tau apa artinya bagi kita?" Bram berkata pelan dan serius, setelah mendengar penjelasan Kaliana.

__ADS_1


πŸ“±"Sangat mengerti, terutama aku dan Pak Yosa. Makanya tadi aku bertanya padamu tentang dia, sebelum menyampaikan info yang kami peroleh. Agar kami bisa tau, ini berAs atau tidak." Kaliana menjelaskan maksud dia bertanya banyak hal tentang Siska kepada Bram. Dia tidak mau menyusun rencana apapun, sebelum tahu hubungan Bram dengan Siska.


πŸ“±"Astigaaa..." Bram langsung menjawab Kaliana.


^^^Astiga atau As yang lainnya, adalah kode Kaliana dan Pak Yosa juga Bram, saat mereka masih dinas bersama. Jika menemukan suatu kasus, mereka akan memberikan tingkatan pada setiap kasus yang akan mereka tangani, sebagai kode. Jika kasus itu ruwet dan rumit atau berbahaya, akan diberikan kode 'Astiga', sehingga mereka tahu harus lakukan apa dan bagaimana.^^^


πŸ“±"Apa anggotamu yang lain ikut menyelidki dan sudah mengerti kondisi ini?" Tanya Bram, mengingat Kaliana memiliki team kerja yang lakukan penyelidikan bersamanya, tapi tidak mengenal Siska.


πŸ“±"Anggota yang lain belum mengerti persoalan yang sebenarnya, mengenai hubungan Siska dengan kita, terutama kau. Tapi setelah berbicara denganmu tadi, perlahan mereka mulai mengerti. Selesai bicara denganmu, baru aku dan Pak Yosa akan bahas lebih lanjut dengan mereka." Kaliana berkata lagi dengan serius, sambil melihat ketiga anggota team sopape sedang melihatnya, lalu mengangkat jempol mereka ke arahnya. Pertanda mereka setuju dengan apa yang dikatakan Kaliana.


πŸ“±"Ini 'Astiga' yang benar-benar ruwet dan memusingkan. Aku kira dia marah padaku, lalu lompat seperti katak untuk bisa dapatkan balak, agar bisa melewatiku. Ternyata dia ada punya rencana lain, hingga berlaku seperti katak." Bram berkata dengan serius sambil memikirkan Siska yang tiba-tiba naik jabatan melewatinya.


^^^Tadinya, Bram tidak memperdulikan itu saat mendengar Siska telah dapat tambahan balak di pundaknya. Bram mengabaikan semua pembicaraan negatif diantara rekan seangkatan tentang cara Siska memperoleh balaknya.^^^


πŸ“±"Kau menyesal menolak lamarannya? Tidak semua anggota punya kesempatan berpacaran dengan anggota yang pangkatnya lebih tinggi." Tanya Kaliana pelan sambil tersenyum untuk mengurangi ketegangan di ruang kerjanya, juga di tempat Bram. Dia yakin, Bram sedang berpikir keras untuk apa yang baru mereka temukan.


πŸ“±"Menyesal...? Justru aku bersyukur, sudah membuat keputusan yang benar. Masih ingat yang dikatakan Pak Yosa, ketika itu? Sesuatu yang didapat dengan instan, tidak akan bertahan lama." Bram ingat nasehat Pak Yosa saat dinas bersamanya dan Kaliana. Dia kembali mengingatkan Kaliana, akan hal itu.


^^^Ada petugas yunior Pak Yosa, tapi senior Bram dan Kaliana dalam waktu singkat bisa peroleh pangkat melewati Pak Yosa. Sedangkan usianya terbilang masih sangat muda dan prestasinya biasa-biasa saja. Tidak lama kemudian, diberhentikan dengan tidak hormat karena memainkan kasus untuk memperoleh uang tambahan (istilah lain di kalangan mereka untuk anggota yang ketahuan korupsi) dan terjebak sendiri karenanya.^^^

__ADS_1


^^^Setelah dipecat, baru diketahui, kenaikan pangkatnya yang begitu cepat diperoleh lewat cara yang tidak selayaknya. Dia membeli jabatan dengan harga yang mahal, agar bisa memperoleh keuntungan lebih besar setelah memperoleh pangkat dan jabatan yang baru.^^^


πŸ“±"Syukur kau masih mengingatnya. Sekarang apa yang akan kau lakukan, setelah tau itu nomor Siska?" Tanya Kaliana, agar dia bisa pertimbangkan rencana Bram dan membahasnya dengan team sopape yang lain.


πŸ“±"Mengetahui ini nomor Siska dan semua ini ada berkaitan dengan Jaret dan perpindahan Siska tiba-tiba ke BNN, aku sudah menemukan benang merahnya." Bram berkata pelan dan rinci satu persatu kepada Kaliana sambil berpikir keras tentang apa yang tersirat.


πŸ“±"Apa kau dan Pak Yosa berpikiran sama denganku?" Bram bertanya dengan serius, setelah menarik benang merah informasi yang baru diperoleh ke arah kasus Jaret.


Mendengar pertanyaan Bram, Pak Yosa mengangguk dan mengangkat jempolnya ke arah Kaliana, tanda setuju dengan pemikiran Bram. Pak Yosa telah memikirkannya, saat mendengar penjelasan tambahan Bram.


πŸ“±"Iyaa, kami berpikiran sama denganmu. Sejak tadi kami sudah pikirkan benang merah itu, hanya tunggu info tambahan darimu untuk lebih meyakinkan kami. Supaya bisa membahas hal itu dengan team untuk menyelidiki dan menganalisa kasus ini." Kaliana berkata setelah mengartikan isyarat Pak Yosa, bahwa mengerti maksud Bram dan berpikiran sama.


πŸ“±"Kalau begitu, aku akan membuat persidangan kasus Jaret ditunda. Kau tidak usah mendekati Siska atau tunjukan kepadanya, kau sudah tau dia ada kerja sama dengan Jaret." Bram melarang Kaliana dengan serius dan tegas. Dia berharap, Kaliana mau mendengar dan menurutinya. Agar dia bisa konsentrasi menangani perkembangan kasus Jaret.


πŸ“±"Aku melarangmu, agar kasus ini tidak melebar dan jadi liar. Kau pasti mengerti sikapnya, jika dia tau, kau masih bekerja sama denganku. Apa lagi dia tau, kau sedang menyelidikinya." Bram berkata lagi, karena dia tahu perasaan dan sikap Siska yang sangat buruk terhadap Kaliana.


πŸ“±"Kau tau apa yang terjadi di antara kami dulu?" Tanya Kaliana terkejut sambil melihat Pak Yosa dengan wajah serius.


Dia memberikan isyarat dan bertanya dengan wajahnya ke arah Pak Yosa, apakah pernah bercerita kepada Bram. Tetapi Pak Yosa menggeleng dan menggoyangkan tangannya, bahwa Pak Yosa tidak mengatakan apa pun kepada Bram tentang hubungannya dengan Siska.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○€○●~...


__ADS_2