
...~•Happy Reading•~...
Kaliana berpikir cepat, mendengar yang dikatakan Marons. 'Apakah terjadi sesuatu?' Tanya Kaliana dalam hati, karena Marons yang dia kenal tidak akan bersikap seperti itu. 'Atau karena dia sudah tau dirinya Anny, jadi makin protect?' Tanya Kaliana lagi dalam hati, sambil terus berpikir.
📱"Arro, aku pulang sebentar... Nanti bersama yang lain ke rumahmu, ya..." Kaliana mencoba negosiasi, dengan berkata pelan sambil berharap Marons menyetujuinya.
📱"Tidak ada nego... Langsung ke rumah... Tunggu yang lain di rumah. Jangan sampai mereka tiba di rumah lebih dulu darimu." Ucap Marons serius, dan tidak ada kata kompromi. Kaliana makin berpikir, membuatnya makin merasa lelah.
📱"Belum menuju rumah? Aku masih ada pertemuan, jadi cepat putuskan dan aku dengar." Marons masih berkata dengan serius, karena Kaliana belum memutuskan mau ke rumah Marons atau tidak.
📱"Iyaa, Arro... Di depan ada putaran, aku akan putar balik." Jawab Kaliana mengalah. Dia tau, Marons tidak pernah seperti itu. Jika dia melakukannya, pasti ada terjadi sesuatu, atau merencanakan sesuatu.
📱"Baik... Hati-hati di jalan...!" Ucap Marons, lalu mengakhiri pembicaraan mereka. Hal itu membuat Kaliana tertegun. Marons langsung mengakhiri pembicaraan mereka, tanpa menunggu salam darinya.
Kaliana makin mempercepat laju mobilnya ke rumah Marons. Selain ingin mengetahui apa yang terjadi, dia juga ingin beristirahat sebentar. Apa yang dilakukan sepanjang siang menguras tenaga dan pikirannya.
Setelah tiba di rumah Marons, Kaliana terkejut. Rumah Marons sudah dalam keadaan bernyawa. Kondisi rumah seperti sudah ditinggalin orang. Kaliana turun dari mobil, lalu membuka pagar dengan kunci yang ada padanya untuk memasukan mobilnya.
"Maaf, Non. Bibi tidak tau, Nona sudah pulang. Biar Bibi yang dorong pagarnya." Bibi keluar tergopoh-gopoh dari dalam rumah, saat mendengar pintu pagar di dorong oleh Kaliana.
"Oooh... Bibi sudah datang ke sini?" Tanya Kaliana dengan hati lega, setelah tahu yang keluar dari rumah adalah Bibi yang selama ini tinggal bersama Marons.
"Iya, Non. Tadi Bibi ada di belakang, jadi tidak tau kalau ada yang datang." Bibi menjelaskan apa yang dilakukannya. Mendengar itu, Kaliana mengangguk mengerti sambil tersenyum. Kemudian memasukan mobilnya ke halaman, karena dia berpikir mobil Marons nantinya yang dimasukan ke garasi.
"Non mau minum apa? Biar Bibi buatin." Tanya Bibi yang sudah menarik pagar dan menguncinya.
__ADS_1
"Tidak usah, Bi. Saya mau minum air mineral hangat saja." Ucap Kaliana yang telah turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah.
Kaliana langsung masuk dan menuju ruang makan untuk mengambil air mineral. "Kapan Bibi pulang ke sini?" Tanya Kaliana setelah minum dan menyadari situasi. Tadi dia sangat terkejut melihat rumah Marons dalam kondisi dan suasana yang berbeda. Sehingga dia membuka pagar dengan hati bertanya-tanya. Dia juga mengira ada orang yang datang dan Marons lupa memberitahukannya.
"Belum lama, Non. Tadi tuan muda mengirim sopir mengambil Bibi untuk dibawa pulang ke sini. Katanya, ada yang mau datang. Jadi Bibi sudah bisa kembali ke sini." Bibi menjelaskan apa yang dikatakan sopir Marons kepadanya.
Kaliana mengangguk, tapi belum mengerti apa yang direncakan Marons. "Baik, Bi... Kalau begitu, saya mau istirahat sebentar. Nanti baru kita bicara lagi." Kaliana berkata sambil beranjak ke kamar tamu yang pernah ditiduri bersama Yicoe dan Novie.
"Non, istrahat di kamar tuan saja. Bibi sudah rapikan. Tuan yang akan tidur di kamar tamu." Bibi berkata sesuai perintah Marons kepadanya.
"Oooh... Iya, Bi. Terima kasih." Ucap Kaliana pelan, lalu berjalan ke kamar Marons. Dia sudah tidak memiliki tenaga untuk berpikir dan bertanya kepada Marons. Dia mengikuti apa yang dikatakan Marons tanpa berpikir atau pun bertanya kepada siapa pun lagi.
Setelah tiba di kamar Marons, dia melepaskan sepatu dan rompinya lalu ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Marons yang mewah dan nyaman.
~°°°~ ~°°°~ ~°°°~
"Sudah bangun rupanya." Ucap Marons, saat melihat Kaliana memandangnya dengan mata loading dan masih mengumpulkan kesadarannya.
"Kau sudah pulang?" Tanya Kaliana sambil terus mengumpulkan kesadarannya.
"Kalau belum pulang, aku sedang jalan-halan di mimpimu." Jawab Marons asal, membuat Kaliana tersenyum.
"Ayooo, bangun... Yang lain mungkin sudah lapar, pingin makan malam." Marons berkata, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya.
"Oooh... Sudah jam berapa?" Tanya Kaliana yang sudah selesai loading dan terkejut mendengar mau makan malam.
__ADS_1
"Sudah jam bebek pukul ayam." Ucapan Marons asal, membuat Kaliana tertawa. Dia mengingat isengnya saat membangunkan Marons pagi itu.
"Ayooo, cepat. Aku tunggu di ruang makan." Marons berkata, lalu keluar kamar meninggalkan Kaliana. Marons berpikir, mungkin Kaliana mau ke kamar mandi tapi tidak enak terhadapnya.
Kaliana segera turun dari tempat tidur lalu mengambil rompinya. Dia ingin tahu jam berapa sehingga Marons bilang mau makan malam. Kaliana sangat terkejut melihat sudah lewat dari jam tujuh malam.
'Astagaaa... 'Aku tadi tidur seperti po'on yang tidak ditiup angin.' Kaliana berkata dalam hati sambil menepuk dahinya. 'Aku tidur sangat keterlaluan dan sangat bablaaass...' Ucap Kaliana lagi. Dia langsung ke kamar mandi lalu menyisir rambutnya dengan tangan. Kemudian buru-buru keluar kamar menuju ruang makan.
Kaliana terkejut melihat semua anggota team sopape sudah duduk di meja makan dengan makanan yang sudah penuh di atas meja. "Mbak, cepetaaan... Bentar lagi aku layu seperti po'on." Ucap Putra sambil mengelus perutnya yang sudah lapar.
"Jangan bertanya dulu... Mari makan, sebelum dia benar-benar layu." Marons berkata, karena melihat Kaliana hendak bertanya dan menunjuk Putra dengan wajahnya. Kaliana berjalan cepat ke meja makan, karena dia tahu pasti Putra sudah lapar.
Kaliana segera duduk di kursi yang tersedia. Kemudian mereka semua makan dalam diam. Selain karena semua sudah lapar, makanan yang tersedia juga sangat lezat. 'Pasti ini masakan Bibi.' Kata Kaliana dalam hati, melihat Bibi masih sibuk di dapur.
Sambil makan, Kaliana juga berpikir. 'Mengapa semua anggota team nya sudah datang ke rumah Marons?' Kaliana bertanya dalam hati. Dia teringat yang dikatakan Marons, agar dia ke rumah Marons dan menunggu yang lain di sana.
'Oooh... Arro yang meminta mereka ke sini.' Kaliana berkata dalam hati lagi. Kaliana jadi terus berpikir, sampai Bibi mengantar buah-buahan dan letakan di atas meja makan.
"Putra, sudah kau lakukan yang aku minta?" Tanya Marons, saat mereka sudah makan buah-buahan yang tersedia.
"Sudah, Pak. Nanti selesai makan akan saya perlihatkan. Supaya lebih jelas, kalau lihat langsung dari pada saya jelaskan secara lisan." Ucap Putra sopan sambil menahan tangannya mengambil buah-buahan di atas meja.
Mendengar percakapan Marons dan Putra, tiba-tiba Kaliana menepuk dahinya. Membuat semua orang memandangnya dengan heran. "Ada apa di dahimu?" Tanya Marons yang melihat itu, sebagai isyarat bahwa Kaliana mengingat sesuatu.
"Ada 'nyamuk lupa' yang nemplok." Jawab Kaliana asal. Dia teringat peristiwa di depan restoran saat anggota polisi meletakan GPRS di mobilnya.
__ADS_1
...~°°°~...
...~●○¤○●~...