
...~•Happy Reading•~...
Bram melihat Kaliana dengan serius. Dia benar-benar mengkhawatirkan keadaan Kaliana yang sudah masuk dalam pusaran orang berpengaruh dan juga berduit.
"Baik... Apa yang kau butuhkan dari dalam kelambu, b'ri tau aku. Akan aku usahakan untuk bantu dan amankan." Ucap Bram serius, mengingat orang-orang yang berkaitan dengan Kaliana ada di tahanan. Mungkin Kaliana butuh sesuatu tentang mereka.
"Siaaap... Sementara ini, tolong seleksi orang yang minta bertemu dengan Bu Chasina. Hanya orang-orang yang ada dalam daftar ini, boleh bertemu dengan beliau." Kaliana mengeluarkan daftar nama yang sudah disiapkannya. Dia berharap, Chasina tidak bertemu dengan orang yang akan memanfaatkan kasusnya.
"Baik. Aku akan menyeleksi sesuai permintaanmu. Sekarang kau tolong amankan pengacara Bu Chasina. Aku khawatir pembicaraan mereka terendus nyamuk dalam kelambu." Bram makin serius, setelah melihat daftar nama yang diberikan Kaliana. Dia jadi berpikir dan yakin, Chasina berbicara dengan Danny tentang rencana perceraian saat Danny datang mengunjunginya.
"Iyaa, aku akan mengamankannya. Sekarang kau juga berhati-hati. Ada yang terus mengawasimu. Di luar ada yang gunakan kamera tele untuk memantau. Sepertinya ada yang mengukutimu dan mau dengar pembicaraanmu, tapi tidak bisa." Ucap Kaliana serius, setelah mendapat informasi dari Putra. Dia tidak bisa mengatasi yang menggunakan kamera. Selain radius, Putra tidak bisa mengacaknya.
"Kalau begitu, kita tidak usah makan. Beli saja dan nanti makan di mobil. Aku keluar dan mengeco mereka, nanti kita bertemu lagi di tempat aman untuk ambil paketnya." Bram mengarur strategi untuk mengalihkan orang yang memantau, agar tidak melihat Kaliana memberikan sesuatu kepadanya.
Bram langsung memberikan isyarat kepada waiters untuk mendekati meja mereka, lalu pesan menu untuk dibawa pulang. Begitu juga dengan Kaliana yang sudah waspada, saat Putra mengatakan ada yang memantau. Dia yakin ada yang mengincar gerak-gerik Bram, atau telah terjadi kebocoran tentang pertemuan mereka.
"Kau keluar terlebih dahulu, nanti aku menyusul. Aku akan lihat, apakah mereka langsung mengikutimu, atau masih menunggu. Jika menunggu, berarti mereka sudah tau, kau bertemu denganku." Kaliana berkata demikian, karena dia sudah duduk di tempat yang tidak bisa terlihat dari luar.
Sehingga jika ada yang tetap memantau, berati mereka telah mengetahui kedatangannya. Dia berbicara dengan Bram, setelah Putra mengatakan aman untuk berbicara. Jadi tidak mungkin ada yang dengar suaranya, saat berbicara dengan Bram.
__ADS_1
"Baik... Jangan biarkan kau atau Pak Yosa yang mendatangiku. Minta salah satu anggota teammu yang belum dikenal, agar mereka tidak curiga aku sedang menerima paket darimu." Bram mengatur lagi, karena khawatir ada yang terus memantau, sehingga melihat dia menerima sesuatu dari Kaliana atau Pak Yosa yang sudah dikenal oleh rekan-rekannya.
"Baik... Bersihkan atau ganti mobilmu, mungkin ada yang pasang sesuatu di mobilmu. Kau usahakan putar dan cari car wash otomatis terdekat. Kita bertemu di sana, sekalian mengecoh mereka." Ucap Kaliana serius dan berpikir cepat untuk bisa membesihkan mobil Bram, juga berikan dokumen Jaret kepadanya dan tidak terlihat.
"Baik... Kau tunggu di sini beberapa saat, agar kita bisa melihat. Jika mereka hanya mengkutiku, kita tetap bertemu di rempat yang kau katakan tadi." Kemudian Bram minum air mineralnya lalu berdiri sambil membawa makan siangnya. Dia menepuk pelan pundak Kaliana sebagai isyarat untuk berhati-hati. Kaliana mengangguk, mengerti.
Kaliana tetap duduk tenang sambil menghabiskan minumannya, setelah Bram meninggalkan restoran. Dia masih menunggu kode dari Putra tentang kondisi di luar restoran.
Ketika ada mobil yang keluar mengikuti mobil Bram dan juga pemegang kamera mengikuti, Putra mengirim pelangi untuk Kaliana keluar dari restoran. kaliana berjalan cepat menuju mobil lalu masuk dan meletakan makan siangnya di kursi, sampingnya.
Kaliana langsung mengeluarkan kotak makannya, lalu memasukan dokumen Jaret ke dalam kantong restoran tersebut. "Putra, nanti kau yang berikan ini untuk Pak Bram saat bertemu nanti. Jangan Pak Yosa, mungkin saja ada yang masih mengikutinya." Kemudian Kaliana berbicara dengan Pak Yosa sambil menunggu informasi dari Bram.
"Kau makan dulu, sambil menunggu dan kami memantau. Sepertinya mobil dinas Bram perlu dibersihkan semuanya." Pak Yosa yakin, ada yang mengikuti Bram, karena mobilnya sudah diakalin. Tidak mungkin, Bram sudah tiba lama direstoran baru ada yang datang.
"Iya, Pak Yosa. Tadi aku sudah bilang, makanya sengaja ke car wash otomatis. Agar dia bisa periksa mobilnya saat dibersihkan. Kita akan bertemu dengannya di sana dan mungkin Pak Yosa bisa menyamar untuk membersihkan mobilnya, lalu berikan paketnya." Kaliana mendapat ide baru, bukan Putra yang menyerahkan paket tetapi Pak Yosa.
Kaliana tahu, peralatan mereka lebih lengkap dan canggih untuk pengamanan. Sedangkan mobil dinas Bram tidak mungkin membawa alat seperti itu. Pasti dia akan bersihkan secara manual. Itu yang ada dalam pemikiran Kaliana, sehingga timbul ide tentang penyamaran Pak Yosa.
"Kalau begitu, selesai makan, kau pegang kemudi. Agar aku leluasa untuk turun dan bekerja dengan cepat." Pak Yosa berpikir cepat, agar bisa menolong Bram. Beliau bersyukur, telah memindahkan semua perlengkapan tempur team dari mobil Kaliana ke mobil Rallita.
__ADS_1
Setelah Marons berbicara dengannya untuk ikut Kaliana saat keluar rumah dengan menggunakan mobil Rallita, Pak Yosa segera pindahkan semua perlengkapan yang biasa dibawa dalam mobil Kaliana untuk pengamanan, ke mobil Rallita.
"Baik... Putra, aku mau bicara dengan Pak Danny. Tolong berikan kode pada beliau, agar siap-siap terima telponku." Kaliana teringat pada pembicaraan Bram tentang Danny. Mungkin saja sudah ada yang mencium rencana Chasina, karena mereka bicara di tahanan. Kaliana berpikir cepat, karena mereka berpacu dengan waktu untuk mengamankan segala sesuatu yang terlibat dalam kasus yang sedang di tangani mereka.
Setelah selesai makan, Kaliana segera pindah ke balik kemudi. Kemudian Pak Yosa pindah duduk di belakang, untuk menyiapkan penyamarannya. Sekalian juga menyiapkan paket yang akan diberikan kepada Bram.
Saat melihat Bram menghubunginya, Kaliana segera respon setelah Putra memberikan kode aman untuknya.
📱"Aku perlu shareloc?" Tanya Bram setelah Kaliana merespon panggilannya.
📱"Tidak usah... Sebutkan saja, kami segera meluncur. Kau bisa lolos atau berikan jarak dari mereka?" Tanya Kaliana, karena yakin Bram masih diikuti.
📱"Jarak lumayan. Kalau Pak Yosa cepat, kita bisa bertemu sebelum mereka tiba." Ucap Bram cepat.
📱"Aku yang bawa mobil. Pak Yosa akan menyamar, agar bisa bantu bersikan mobilmu dan berikan paket. Siap meluncur..." Ucap Kaliana cepat saat Putra perlihatkan lokasi Bram. Putra juga memberikan akses jalan tercepat. Kaliana merasa lega, saat melihat jalan curut yang diberikan Putra.
📱"Kecepatan normal. Jangan ngebut, seperti dulu. Kita pikirkan lagi cara lain, jika ngga keburu. Jadi ngga perlu buru-buru." Bram mengingatkan Kaliana, karena khawatir. Dia tahu kebiasaan Kaliana, jika berada dibalik kemudi saat mengejar penjahat. Mereka pernah tugas bersama, jadi Bram sangat mengenalnya dengan baik.
...~°°°~...
__ADS_1
...~●○¤○●~...