
...~•Happy Reading•~...
Setelah berbicara dengan Marons, Kaliana kembali ke meja makan dengan wajah serius. Sebagaimana juga dengan kondisi anggota team yang menantinya dengan tidak sabar dan serius.
"Anna... Tolong bicara dengan Pak Danny, lebih baik tinggal di sini setelah mengajukan surat gugatan cerai. Keselamatannya terancam, karena yang buka kotak pandora adalah Pak Danny." Ucap Pak Yosa yang menyadari, gugatan cerai Chasina bukan kasus biasa. Pak Yosa telah berbicara dengan anggota team lainnya saat ditinggal Kaliana untuk menerima telpon dari Marons.
"Aku setuju dengan Pak Yosa, karena aku hanya dibelakang layar. Sedangkan yang terlihat dan bertempur adalah Mba Anna dan anggota team yang lain juga Pak Danny." Ucap Putra jadi serius memikirkan situasi yang sedang terjadi.
"Iyaa, Non... Aku setuju dengan usulan itu, karena bisa terjadi kecelakaan tidak sengaja dengan Pak Danny di mana saja." Ucap Yicoe serius, setelah mendengar yang dikatakan Pak Yosa dan Putra. Mereka telah diskusikan hal tersebut, sehingga masing-masing bisa lihat kasus yang akan dihadapi dengan cermat
"Aku juga setuju... Dengan demikian, kita lebih mudah saling menjaga dan berkoordinasi, jika Pak Danny tinggal di sini. Ini juga bisa mencega terjadi kebocoran atau tindak kejahatan lainnya." Novie telah berpikir jauh ke depan. Mungkin hal lain juga bisa terjadi dengan Danny. Seperti penculikan, sehingga orang lain yang diminta untuk membela Chasina atau Chasina membatalkan tuntutan.
"Kami sudah bicara tentang usulanku tadi dan setuju untuk sementara Pak Danny bersama kita. Pak Danny akan jadi sasaran tembak mereka yang pertama, karena menyangkut banyak kasus." Ucap Pak Yosa lagi dengan serius.
"Peringatkan Bram juga untuk mengamankan Bu Chasina. Agar beliau tetap aman di dalam, setelah gugatan cerainya ini." Pak Yosa menambahkan lagi, setelah memikirkan sambung-menyambung dan kait-mengait kasus yang menimpah Chasina.
"Tadi Pak Marons juga sudah katakan hal yang sama, saat aku ceritakan yang kita temukan dan juga rencana gugatan cerai Bu Chasi. Beliau akan meminta Pak Danny tinggal di sini bersama kita, sambil menunggunya kembali ke sini." Ucap Kaliana serius, lalu menjelaskan apa yang dikatakan Marons mengenai hal tersebut kepada team nya.
~°°°~ ~°°°~ ~°°°~
__ADS_1
Keesokan harinya, seperti yang dikatakan Marons, Pak Yosa dan Putra ikut bersama Kaliana saat akan bertemu dengan Bram di restoran yang telah disepakati oleh Kaliana dan Bram. Kaliana membawa semua dokumen bukti keterlibatan Jaret sebagai pengedar dan juga pemakai. Menurutnya, ini adalah kesempatan terakhir bertemu Bram sebelum kasusnya disidangkan.
Mereka datang lebih awal, agar Pak Yosa bisa memantau situasi saat Bram tiba. Apakah ada yang mengikutinya atau tidak. Setelah tiba di restoran, Kaliana turun sendiri lalu masuj ke restoran. Kemudian dia memesan dua porsi menu makan siang untuk Pak Yosa dan Putra makan di mobil. Sedangkan dia, tetap duduk di dalam restoran sambil minum juice.
Kaliana tidak membawa dokumen bukti yang telah dibawa, untuk berjaga-jaga. Dia memunggu Bram tiba baru kembali ke mobil untuk mengambilnya. Putra telah memisahakan semua bukti secara rinci dan jelas. Sehingga Bram akan dengan mudah membuktikan, jika mau menguji bukti-bukti tersebut.
"Maaf, telat... Tadi aku dan Raka main kucing-kucingan mengacak dalam dan luar kelambu. Agar bisa tau ada yang mengikuti kami atau tidak." Ucap Bram yang sudah duduk di depan Kaliana dengan rasa bersalah, karena sudah ditungguin.
Kaliana mengangguk mengerti sambil menunggu tanda dari Putra, bahwa semua sudah aman. Dia telah mengacak semua perengkat elekronik yang ada disekitar restoran, agar tidak ada yang merekam pembicaraan Kaliana dan Bram dari jauh.
"Bram, sekarang kita tidak bisa bertemu dengan bebas lagi seperti ini. Tapi kita bisa bicara lewat telpon. Jika aku menghubungimu, tolong keluar dari ruanganmu. Mungkin ke tempat parkir atau aula olah raga yang kosong." Kaliana mulai berbicara setelah Putra mengirim kode telah aman.
"Itu yang kami khawatirkan. Yang terlibat dalam kasus ini, berduit semua. Jadi pasti ada banyak penjilat dan linta bermain. Ini kesempatan mengeruk fullusss dengan cara mudah, tapi haram." Ucap Kaliana serius. Dia sangat menyadari kondisi kasus dan orang-orang yang sedang berkasus.
"Aku ke sini bukan saja mau memberikan bukti kejahatan Jaret sebagai pengedar dan pemakai. Tetapi ada hal baru yang akan terjadi berkaitan dengan Jaret." Kaliana mau mengajak Bram bekerja sama mengamankan Chasina. Oleh sebab itu, dia perlu menjelaskan beberapa hal kepada Bram.
"Begini... Bu Chasina akan menggugat cerai Jaret...." Ucapan Kaliana tertahan dan tidak diteruskan, karena dipotong oleh Bram.
"Akhirnya dia sadar juga. Lelaki seperti itu, banyak ditemukan di pasar loak. Tapi yang diloakan masih lebih bagus kondisinya, karena tidak 'make'." Ucap Bram geram mengingat Jaret dan kelakuannya.
__ADS_1
"Sudah di pasar loak, diobral lagi.., tapi tidak ada yang berminat." Kaliana tersenyum pikirkan apa yang dikatakan Bram tentang Jaret.
"Kau dengarkan dulu apa yang aku katakan. Jangan potong kompas seperti itu. Aku bisa lupa yang mau dikatakan." Ucap Kaliana serius, mengingatkan Bram agar tidak memotong pembicaraannya.
Bram mengangkat tangan dan mengucapkan tanpa suara, 'sorry'. Kaliana menggelengkan kepalanya, melihat yang dilakukan Bram
"Begini... Seperti yang aku katakan tadi, Bu Chasina akan menggugat cerai Jaret. Pak Danny yang akan jadi pengacaranya dalam kasus ini juga. Sekarang makin riskan, karena dampak dari gugatan itu untuk kekayaan Jaret." Kaliana menjelaskan satu persatu yang terkait dengan gugatan cerai Chasina. Termasuk perjanjian pra nikah dan pembagian harta gono-gini.
Bram mendengar apa yang dikatakan Kaliana dengan serius. Apa lagi setelah mendengar penjelasan Kaliana tentang kekayaan yang dimiliki Jaret. "Astaga... Kalian sedang membuka kotak pandora. Gugatan cerai Bu Chasina adalah kunci pembukanya." Ucap Bram serius, karena terkejut mendengar penjelasan Kaliana.
"Oleh sebab itu, sekarang aku mau minta tolong padamu untuk amankan Bu Chasina. Aku percaya, kau tau caranya... Sekarang aku bawa dokumen bukti keterlibatan Jaret. Kau tolong usahakan persidangannya terlebih dahulu..." Kaliana juga memberitahukan rencananya untuk melayangkan gugatan saat kasus Jaret masuk dalam persidangan.
"Aku setuju dengan rencanamu. Nanti aku akan berusaha agar Bu Chasina pindah ke 'Mako' sebelum Pak Danny layangkan gugatan." Ucap Bram sigap, karena sudah mengerti situasi.
"Kau hati-hati dengan team mu, karena kalian sekarang akan berada di medan tempur. Aku masih terlindungi, karena telah jadi pusat perhatian publik. Jadi dalam kelambu tidak bisa melakukan lakukan sesuatu padaku. Sedangkan kalian berada di belakang layar, bisa terjadi sesuatu dengan kalian." Bram memperingati Kaliana dengan serius, karena sangat khawatir keamanan Kaliana dan teamnya
"Iyaa... Aku akan hati-hati. Jadi setelah ini, kita tidak bertemu seperti sekarang. Tapi komunikasi bisa kita lakukan dengan baik, karena bisa diamankan. Kau tau kode kita, saat akan lakukan pembicaraan rahasia." Kaliana mengingatkan Bram tentang cara komunikasi mereka, saat masih dinas bersama sebagai patner di kesatuan.
...~°°°~...
__ADS_1
...~●○¤○●~...